APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dear Clarissa

Dear Clarissa

Dua tahun di Jakarta, Clarissa berjuang menjaga diri saat bekerja di dunia malam. Namun, misinya terancam sejak Arga hadir sebagai pelanggan tetap yang obsesif. Meski Clarissa benci laki-laki dan berusaha menjauh, kekuasaan Arga membuatnya sulit lepas. Arga harus berjuang keras menaklukkan hati Clarissa sambil menghadapi penolakan saudaranya yang memicu konflik besar. Akankah Clarissa menyerah pada pria yang kini terus menguntit hidupnya itu?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Dimana Arga?" Suara dari dalam ponsel menyambar telinga Clarisa. Nadanya tidak marah, hanya saja, lebih ke arah panik.

Sesaat Clarissa terdiam, sampai suara di seberang sana menginterupsi pendengarannya. "Aku tahu dia sedang tidur denganmu. Berikan ponselnya pada Arga. Aku ingin bicara."

"Dia baru saja tertidur, aku takut membangunkannya," dusta Clarissa seraya menatap Arga dengan seksama.

"Dasar tidak berguna!" Kali ini suaranya meninggi di iringi getaran hebat di dalamnya. Jika Clarissa boleh menebak, perempuan yang tidak dia kenali itu sedang menangis. "Katakan padanya, datang kerumah sakit sekarang juga, kalau menurutnya mama masih penting di bandingkan perempuan perempuan yang dia tiduri."

Sambungan telpon terputus begitu saja dari seberang sana.

Clarissa membanting ponsel itu kembali ke atas nakas. Sedikit kesal karena dirinya yang mendapat tuduhan telah 'ditiduri' oleh Arga.

"Sialan," umpatnya pelan.

Clarissa melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Sudah cukup waktunya berada di sana, dia akan kembali ke apartemen untuk beristirahat.

Langkah kakinya terhenti di depan pintu kamar saat tangannya sudah bersiap untuk membukanya. Entah kenapa, Clarissa merasa akan menjadi jahat jika tidak menyampaikan pesan dari perempuan yang dia yakini sebagai istri dari Arga. Apa lagi perempuan itu juga menyuruh Arga untuk datang ke rumah sakit. Itu artinya, ada masalah serius dengan orang tua Arga.

Clarissa memang akan selalu begitu jika sudah membahas sosok seorang ibu. Dia membayangkan apa jadinya dirinya jika berada di posisi istri Arga.

Dengan berat hati, Clarissa memutar langkahnya kembali. Meletakkan kembali tas miliknya di tempat sebelumnya. Mengacak acak rambutnya sedikit, mengambil ponsel milik Arga dan naik ke atas kasur dengan posisi setengah berbaring di sebelah Arga.

'Menjijikkan!' cibirnya dalam hati. 'Kalau bukan mendesak, mana mau aku berposisi seperti ini. Ciih!'

"Tuan muda, Tuan muda," panggilnya pelan seraya memukul menepuk lembut pipi Arga beberapa kali.

"Tuan muda, bangunlah. Orang tuamu sedang berada di rumah sakit." Clarissa masih berusaha untuk menyadarkan Arga yang berada di bawah kendali obat tidur.

Sepertinya akan susah untuk membangunkan laki laki itu. Mengingat, efek yang terkandung dalam obat tidur tersebut sangatlah kuat. Clarissa sendiri sampai tak yakin jika Arga akan bisa bangun dalam hitungan menit.

Sekarang Clarissa mengutuk habis cara kerja obat tidur yang telah dia gunakan itu. Seharusnya jiak dia hanya memasukkan setengah saja, mungkin tidak akan sesusah ini untuk menyadarkan kembali Arga.

"Sial. Terpaksa aku harus gunakan satu satunya cara untuk membangunkannya. Semoga saja berhasil."

Perlahan Clarissa semakin mendekat pada Arga, hingga mengikis jarak yang tersisa antara mereka. Claridsa menarik napas panjang lalu menghelanya perlahan.

Cup!

Dia mencium bibir Arga dengan sebelah tangannya menekan hidung mancung laki laki itu.

Sekian detik tak ada reaksi dari Arga, membuat Clarissa menarik kembali kepalanya ke belakang dan tangannya terlepas dari hidung Arga.

Setelah menghirup oksigen banyak banyak, Clarissa mengulanginya lagi. Kali ini cukup lama, matanya sampai terpejam sendiri karena merasa seperti orang bodoh. Dan tangannya terlepas dari hidung Arga karena tak tega menyiksanya seperti itu.

Tiba tiba saja tubuh Clarissa yang setengah berbaring itu, langsung terjatuh di dada bidang Arga, saat tangan kekar itu melingkar sempurna dipunggungnya.

Mata Clarissa terbuka paksa, dia bahkan terbelalak melihat netra pekat milik Arga sedang mengamatinya. 'Ya Tuhan, sejak kapan dia bangun? Argh! Kacau ini.' Menjerit dalam hati.

Clarissa ingin segera melepaskan diri dari tautan bibir yang terjadi secara terpaksa itu. Sayangnya, Arga justru bergerak cepat merubah posisi keduanya hingga tubuh Clarissa berada di bawah kungkungannya, tanpa melepaskan ciuman panjang yang membuat Arga semakin bergairah.

Merasa akan kehabisan oksigen, Clarissa memukul mukul dada laki laki itu dengan menggelengkan kepalanya, sampai akhirnya Arga memberinya kesempatan untuk menghirup oksigen secara gratis.

Nafas Clarissa terengah-engah, bersamaan dengan detak jantungnya yang memompa berkali kali lipat lebih cepat dari biasanya.

"Apa kamu belum puas, Honey? Katakan, apa aku sangat payah sampai kamu harus mengambil kesempatan disaat aku sedang merasa mengantuk seperti ini?" Suara serak Arga membuat Clarissa ingin segera memaki laki laki itu.

'Ya! Kamu memang payah dan bodoh karena sudah tertipu dengan trik yang aku mainkan,' batin Clarissa mencemooh William.

"Tentu saja aku puas, Tuan muda. Hanya saja ..." Clarissa sengaja menggantungkan ucapannya, membuat Arga menaikkan sudut alisnya karena penasaran.

"Tadi ada panggilan masuk di ponselmu, Tuan muda. Dan aku terpaksa menjawabnya karena sudah dua kali berdering." Clarissa menampilkan wajah penyesalan dan tak berani untuk memandang mata Arga. Padahal, itu semua hanya akting belaka.

"Siapa?" tanya Arga dengan tatapan tak terbaca.

"Sepertinya istrimu, Tuan muda."

"Istriku?"

Clarissa mengangguk samar, lalu kembali menjelaskan pada Arga. "Dia bilang, memintamu untuk segera datang ke rumah sakit kalau mamamu masih penting di bandingkan perempuan yang kamu tiduri."

Segera Arga menyingkir dari hadapan Clarissa, lalu mengambil ponsel miliknya dari tangan Clarissa dan duduk di tepi ranjang.

Jari jari tangannya bergerak menyapu layar ponsel untuk memastikan siapa yang sudah berbicara pada Clarissa.

Matanya membulat sempurna saat membaca isi beberapa pesan singkat masuk di ponselnya. Dengan tergesa Arga mengambil kemeja dan celananya yang teronggok di lantai, lalu memakainya dengan rapi.

"Maaf, aku harus pergi," katanya pada Clarissa dengan wajah yang panik. "Aku akan meminta orangku untuk mengantarmu."

Clarissa turun dari atas kasur, berdiri di tepi ranjang sambil menggelengkan kepalanya. "Tidak perlu repot, Tuan muda. Aku bisa pulang sendiri. Lagi pula, aku sudah terbiasa," katanya.

Arga mengambil jas kerjanya yang tergantung rapi di tempat khusus dengan buru buru, lalu mengeluarkan segepok uang dari dalamnya.

"Ini untukmu, anggap saja sebagai permintaan maafku karena tidak bisa mengantarmu pulang." Lalu mencium dahi Clarissa. "Jaga dirimu baik baik," sambungnya sebelum pergi dari sana.

Tubuh Clarissa membatu di tempat. Untuk pertama kalinya dia mendapat perlakuan khusus dari laki laki yang berniat akan menikmati tubuhnya saja. Baru kali ini pula Clarissa merasa jika dirinya begitu di hargai sebagai seorang perempuan normal, bukan perempuan 'bayaran' seperti yang di lakukan pelanggannya yang lain.

'Sadar, Rissa. Sikap manisnya hanya untuk menutupi belangnya. Lagi pula, dia itu bajingan. Bisa bisanya meninggalkan istrinya di rumah dan lebih memilih untuk membayar perempuan lain. Cih, menjijikkan.'

Clarissa menyadarkan dirinya sendiri sambil memperhatikan segepok uang pecahan seratus ribu yang berjumlah kurang lebih sepuluh juta. Dan itu dia dapatkan sebagai bonus, di luar tarif yang telah di tetapkan oleh Madam.

"Mission complete," gumannya seraya mengibaskan segepok uang di depan wajahnya. Tak lupa seringai terpahat jelas di sana.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BURONAN
9.5
Sammy, mantan perwira militer yang difitnah dan disiksa di penjara, berhasil melarikan diri sebagai buronan Interpol demi mencari adik angkatnya. Untuk bertahan hidup dalam pelarian, ia beralih profesi menjadi pembunuh bayaran yang dingin. Namun, hidupnya berubah saat ia jatuh cinta pada gadis jelita bernama Rheyna. Konflik batin memuncak ketika Sammy menyadari bahwa target pembunuhan berikutnya adalah orang terdekat dari wanita yang sangat ia cintai itu.
Sampul Novel GADIS PENURUT TUAN MAFIA
7.9
Calvin adalah pemimpin mafia yang sangat ditakuti. Keluarganya dikenal kejam, bahkan ada yang memakan jasad lawan. Bisnisnya meliputi kebun ganja hingga senjata ilegal yang sulit dilacak polisi. Namun, sisi gelapnya terusik saat bertemu gadis cantik yang patuh layaknya robot. Meski masa lalunya kelam, senyum jujur sang gadis mulai meluluhkan hati Calvin. Akankah hubungan unik ini bertahan di tengah dunia kriminal mereka yang sangat berbahaya?
Sampul Novel Istri Ke-4 Kesayangan Tuan Mafia
8.0
Diculik dan dipaksa menjadi istri keempat mafia kejam Zuan Lee, hidup Aneisha penuh penderitaan. Setelah gagal mengakhiri hidup akibat siksaan suami dan tiga istri lainnya, ia berhasil kabur dan ditolong oleh Xavier, rival bisnis Zuan. Di bawah perlindungan Xavier, Aneisha bertransformasi menjadi wanita tangguh dan mempesona. Bertahun-tahun kemudian, ia kembali bertemu Zuan yang terobsesi memilikinya lagi. Mampukah Zuan merebut hati wanita yang kini berani menolaknya?
Sampul Novel Jebakan Utang Mafia
8.8
Evelyn Rossi terjebak utang warisan kakeknya pada Riccardo Valentini, pemimpin Kartel La Sanguina yang kejam. Bekerja di kedai pizza yang menjadi kedok transaksi ilegal, Evelyn menjadi target obsesi sang mafia. Meski sempat kabur dan dilindungi bos mafia Rusia, Nikolai Volkov, selama empat tahun, Riccardo akhirnya menculik Evelyn kembali. Kini, Evelyn terperangkap dalam persaingan berdarah antara Riccardo yang posesif dan Nikolai yang mencintainya secara mendalam.
Sampul Novel Kekayaanku, Keluarga Benalunya
9.0
Sebagai dokter bedah saraf berpenghasilan miliaran, aku menghidupi suami kapten tentaraku dan keluarganya yang parasit. Usai melunasi utang 75 miliar mereka, aku mengatur liburan mewah ke Monako. Namun, suamiku justru memberikan kursi jet pribadiku kepada mantan kekasihnya, Dahlia, dan membuangku ke penerbangan komersial berbahaya. Saat mereka bersekongkol menghinaku, aku menyaksikan pengkhianatan di ranjangku sendiri. Kini, saatnya membalas dendam dengan menghanguskan segalanya.
Sampul Novel Pandora
9.6
Aaron Elang Cyane kembali setelah tiga tahun berlatih demi melindungi para sahabatnya. Namun, ia mendapati Guinevere Abigail belum pulang dan Aurora Bernett diculik oleh organisasi Twilight Fantasy yang memburu daemon darah murni. Di tengah konflik, Elang harus menghadapi perasaan rumitnya pada Aleasha Brunella Aoi serta ancaman musuh dalam selimut. Takdirnya kini terikat pada rencana gelap layaknya kotak Pandora, memaksanya mengambil keputusan sulit demi masa depan.