APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel DENDAM MERTUA MAFIA

DENDAM MERTUA MAFIA

Akibat kebencian mendalam, Ratih Darmi menukar janji masa lalu ayahnya demi melenyapkan cucunya sendiri, Farid Abdullah. Bocah itu diculik oleh raja mafia kejam, Razzore, untuk dieksekusi di istana bawah tanah. Diandra Safaluna, sang ibu yang memiliki masa lalu sebagai mafia, harus berjuang di tengah kehancuran jiwanya demi menyelamatkan Farid. Luna bersumpah akan menembus istana monster tersebut meski harus mengorbankan nyawanya sendiri demi sang putra.
Bab
Bagikan

Bab 2

Luna memperhatikan catatan kecil di kulkasnya sambil menenteng roti dan sekotak susu.

"Nanti pukul sepuluh ini aku ternyata ada meeting sayang. Klien dari Arab mau lihat koleksi berlian kita. Setelah bazzar kemarin, banyak pesanan masuk. Sekarang akan lebih baik kalau aku yang turun langsung menemui mereka," ujar Luna memincingkan mata membaca to do list yang tertempel rapi di pintu kulkasnya. Ia sadar, waktunya banyak habis di dapur. Jadi selain di kamar, wanita jelita itu menempelnya di ruang dapur.

"Bapak-bapak atau gimana? Kalau pangeran Arab, aku enggak izinkan kamu keluar sendirian! Aku sama Farid harus ikut," rajuk Yudha yang sedang menggoyang-goyangkan box ayunan anak mereka yang berusia tiga tahun. Tampak balita itu asik bermain dengan mainan mobil-mobilannya sambil menikmati sensasi ayunan.

Mendengar ucapan suaminya, Luna tersenyum cantik sekali. Ia meletakkan roti itu lalu mengolesinya dengan slay coklat kacang. Susu UHT yang menjadi minuman kesukaan suaminya perlahan ia tuangkan di gelas kembar milik mereka berdua. Di sana dituliskan Love Mama, Love Papa. Ciamik.

"Orang Arab meski opung-opung itu tampan-tampan. Hihihi," kekeh Luna menutup mulutnya.

"Awas ya kamu Dik! Suka gitu kamu ya!" hentak Yudha mendekati istrinya.

Dengan penuh perasaan sayang, ia mencium pucuk kepala istrinya. Luna hanya terus tersenyum dengan pipi merona.

Setelah selesai sarapan, Luna ke kamarnya untuk mempersiapkan diri. Tangan lentiknya mengusap lembut day cream B Erl ke seluruh wajahnya. Tak lupa ia memberikan sedikit sentuhan maskara dari B Erl untuk menambah kesan tajam dan elegan di kelopak matanya.

"MasyaAllah, kulit wajah istriku ini glazed banget sih. Glowing di atas glowing!" seru Yudha menyentuh pundak Luna.

"Alhamdulillah Mas. Sejak gadis aku perawatan pakai paket B Erl Cosmetics. Mama yang merekomendasikannya. Makanya kamu jangan heran, kalau Mama Zanna tampak awet muda meski sudah hampir kepala lima," ujar Luna menyentuh lembut pouch cantik B Erl Cosmetics yang tergeletak cantik di meja riasnya.

"B Erl bantu para wanita cantik luar dalam ya sayang," tanggap Yudha mengelus lembut pipi istrinya.

Luna mengerjapkan mata, tersenyum menikmati sentuhan suaminya.

"Oh ya, mungkin aku meetingnya sampai tiga jam sayang. Beneran kamu enggak apa-apa?" tanya Luna meraih tasnya dan melangkah mencari sepatunya.

"Iya. Biar Karmila aja yang atur hari ini. Lagian kemarin aku sudah lembur sampai malam. Hari ini, nanti habis zuhur aja aku jalan. Kalau kamu belum pulang, aku titip Farid sama Ratna ya."

Luna mengangguk dan mencium takzim tangan suaminya. Ia juga mengecup kedua pipi Farid berkali-kali.

"Mama pergi sayang. Muach muach muach!"

"Kamu kenapa sih Dek? Ciumnya sekali ajalah! Kalau kamu lanjut cium lagi, aku minta dicium juga! Berkali-kali!" repet Yudha yang membuat Luna tertawa.

"Iya nich. Mama kok kayak berat ninggalin Farid hari ini. Kenapa ya sayang? Apa kamu enggak kasih Mama keluar?" tanya Luna mencubit pelan pipi anaknya.

Balita laki-laki itu terlihat berbinar-binar menatap ibunya. Tampak giginya berderet yang hampir sempurna tumbuh membuat senyumnya sangat menggemaskan. Luna kembali menciumnya.

"Dek! Astaghfirullah! Sudah sana! Jangan sampai kamu terlambat! "

"Iya deh. Iya. Assalamu'alaikum Mas. Assalamualaikum Farid anak Mama! Mama pergi dulu ya. Dadadah! "

"Da da mama!" seru Farid.

Luna melambaikan tangannya dan keluar.

"Sekarang, Farid sama Papa dulu ya. Sambil tunggu Mama pulang, kita liat Babon yuk!" ujar Yudha menggendong putranya menuju pintu.

Tiba-tiba Luna muncul dengan langkah tergesa-gesa.

"Allahuakbar! Aku kira kau sudah sampai kantor Dek!"

"Hehehe. Aku lupa bawa ponselku Mas!" teriak Luna menuju kamarnya. Denganmu cepat wanita bercadar itu kembali.

"Nanti kita vidio call ya sayangku. Muuach muaach muaach!"

Luna mencium tangan dan kaki anaknya dengan sangat gemas. Yudha yang melihat tingkah istrinya menjadi gregetan.

"Dek! Pergi enggak sekarang?! Kalau enggak, aku bawa kamu ke kamar lo sekarang," ancam Yudha sambil menahan senyum. Seketika Luna meninju bahu suaminya hingga membuat Yudha meringis.

"Aaaiikhh sakit Dek! Kapan sih sifat bar-barmu itu berkurang dikiiiit aja! Lama-lama kamu buat aku jadi perkedel Dek!" rintih Yudha menahan sakit bahunya.

Luna tertawa lalu meninggalkan suami dan anaknya mengendarai mobil pribadinya yang mewah. Kendaraan yang hanya ada sepuluh unit di dunia itu meluncur lembut hampir tak terdengar. Yudha mendecak kesal dan gemas pada tingkah istrinya itu.

"Mamamu itu memang aneh, Nak. Khilaf terus Papa sampai bucin begini," kekeh Yudha sambil menutup pintu.

Yudha memutuskan untuk membawa Farid ke kamar saja. Ia baru ingat, harus mengirim file kantor pada Karmila sebelum pukul 11 siang.

Tok! Tok!

Langkah Yudha berhenti. Ia melipat bibirnya menahan kesal.

"Mamamu dah itu! Benar-benar ya! Kali ini apa lagi yang dia lupakan! Diandra Safaluna, awas saja," omel Yudha berbalik menuju pintu.

"Apa lagi Deeeek?!!"

Kedua bola mata Yudha membelalak seperti akan keluar dari kelopaknya. Sesuatu yang sangat mengerikan sedang berdiri di depannya.

"Sss-ssiapa kalian?" tanya Yudha mundur. Tangannya mengeratkan pelukannya pada Farid.

"Tak perlu tahu siapa kami. Serahkan anak itu dan jangan melawan sedikitpun. Jika masih ingin melihat matahari besok," ucap sosok yang bertopeng srigala.

Moncongnya terlihat sangat nyata dengan lilitan bulu panjang di lehernya. Terlihat seperti ekor rubah. Namun tercium ada aroma amis yang terbawa angin dari arah pintu. Besar kemungkinan, ekor berbulu itu asli.

Yudha gemetar. Yang di depannya ini bukanlah manusia biasa. Aroma kebengisan tercium begitu kental. Yudha menelan salivanya yang tiba-tiba terasa sangat pahit. Bukan karena takut akan kehilangan nyawanya, tapi anaknya sekarang justru menangis. Yudha mengelus-elus punggung Farid pelan.

"Papa di sini Nak. Jangan takut, jangan takut," lirih Yudha dengan jantung berdentum-dentum kencang. Pandangannya awas. Kakinya terus saja melangkah mundur sedangkan sosok srigala itu tetap berdiri kokoh di depan pintu.

"Kalian mau apa? Jika kalian perampok, silahkan ambil apa yang bisa kalian ambil di rumah ini. Aku takkan menganggu kalian!" seru Yudha yang terus melangkah mundur.

Tak ... Tak ....

Suara hentakan langkah sosok tinggi besar itu semakin membuat Yudha keringat dingin. Tampak di belakang manusia bertopeng srigala itu beberapa laki-laki sangar dengan wajah yang tertutup topeng besi.

"Apa kamu tuli wahai laki-laki?! Serahkan anakmu itu lalu hiduplah bahagia!" Suara berat dan serak menggema memenuhi rumah mewah itu. Memantul menambah kengerian yang mendengarnya.

"Kalian gila! Untuk apa kalian mengincar seorang anak kecil! Ambil harta yang di rumah ini dan pergilah!" teriak Yudha melawan rasa takutnya yang luar biasa.

"Jangan banyak bicara, serahkan anak itu. Darahnya adalah alat pelunasan hutang janjiku!"

"Bicara apa kau?! Kami tak mengenalmu! Dia anakku! Aku ayahnya! Akan kupertahankan anakku sampai mati!" seru Yudha semakin beringsut mudur.

Sosok bertopeng srigala yang tak lain adalah Razzor itu berhenti. Ia menatap kosong ke arah Farid yang sekarang semakin menangis kencang. Kehadiran orang asing dengan sosok yang menyeramkan itu rupanya membuatnya takut.

"Ambil anak itu!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gairah Cinta Mr. Luca
8.8
Pertemuan maut terjadi saat Luca tertembak di tengah konflik mafia. Kondisinya memburuk akibat kesalahan suntikan hormon yang memicu gairah tak terkendali. Sarah, kurir makanan yang menolongnya, terpaksa menjadi pelampiasan hasrat Luca. Demi menutupi jejak, keluarga mafia memutuskan menghabisi semua saksi. Sarah pun dibuang ke jurang oleh pengawal Luca setelah kehormatannya direnggut. Akankah takdir mempertemukan mereka kembali setelah pengkhianatan keji ini?
Sampul Novel INNOMINATUS : THE LOST CHILD
8.8
Seorang profesor ambisius melontarkan kutukan pahit kepada seorang bocah tanpa identitas. Ia meramalkan bahwa sang anak akan hidup dalam kesendirian total, tanpa ikatan, dan kehilangan semua hasil kerja kerasnya karena dikhianati dunia. Namun, bocah itu tidak gentar. Dengan senyuman tipis yang penuh teka-teki, ia menantang balik pernyataan sang ilmuwan. Ia menegaskan bahwa akhir dari permainan takdir ini masih menjadi misteri yang belum terpecahkan bagi siapa pun.
Sampul Novel KEBANGKITAN HADES BAKER
9.1
Hades, seorang pemuda rupawan, mendapatkan kesempatan langka untuk bangkit kembali demi menuntaskan dendam atas kematian orang tuanya. Ia terlempar melintasi waktu menuju tahun 2001. Di masa lalu tersebut, Hades tidak menyia-nyiakan peluang emas yang ada. Ia menyusun strategi cerdik guna mengumpulkan kekayaan melimpah dan memperkuat dirinya. Perjalanan lintas zaman ini menjadi awal bagi Hades untuk mengubah nasib serta membalas semua ketidakadilan.
Sampul Novel Ketua Geng Itu Suamiku
8.0
Ayu, siswi beasiswa berprestasi di SMA Garuda, harus menjalani pernikahan dini dengan Arbinata alias Bin, pemimpin geng motor Garuda Steel yang bermasalah. Hidupnya berubah drastis setelah menyaksikan konfrontasi maut sang suami. Di tengah perjuangan lulus sekolah, Ayu terjebak dilema karena perhatian Iky, sahabat Bin. Mereka harus menghadapi musuh bersama serta kerumitan cinta segitiga demi meraih masa depan yang tenang di tengah kekacauan dunia geng motor.
Sampul Novel Legenda Tombak Halilintar
9.7
Riki awalnya hanyalah pemain pemburu terlemah, namun takdirnya berubah drastis setelah meraih Dragon Spear, senjata legendaris tingkat tertinggi. Kini, ia bertekad melindungi keluarganya dari hinaan sambil mengejar ambisi menjadi legenda di realitas Sky Legend. Namun, tanggung jawab besar menantinya saat bumi terancam bahaya yang tersembunyi di balik sistem gim. Riki pun berjuang demi kehormatan keluarga, Indonesia, dan dunia untuk mencapai puncak kejayaan.
Sampul Novel Pembalasan Dendamnya, Hidupnya yang Hancur
9.1
Dunia forensik adalah hidupku, namun saat putraku tewas, sistem justru melindungi pembunuhnya. Jaksa Budi Santoso menolak bukti pembunuhan dariku dan menyebutnya bunuh diri. Demi keadilan, aku menculik putrinya, Dinda, lalu menyiksa gadis itu secara live di depan publik. Meski Dr. Gunawan dan Amanda mencoba memanipulasi mentalku dengan surat wasiat palsu, aku menemukan kode rahasia di sana. Putraku minta tolong. Kini, dendamku takkan berhenti meski aparat mengepungku.