APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel DENDAM SI PELAYAN SEKSI

DENDAM SI PELAYAN SEKSI

Kehidupan Daren dan istrinya, Carolina, terganggu oleh mimpi buruk yang terus berulang. Kehadiran Eliana sebagai pelayan baru membawa godaan yang membuat Daren terpesona sekaligus memicu ingatan asing. Eliana sebenarnya datang membawa misi balas dendam untuk menghancurkan Daren. Namun, seiring rahasia masa lalu terungkap, ia justru mulai terpikat oleh sang majikan. Akankah dendam Eliana sirna karena perasaan, atau misinya tetap berjalan tuntas?
Bab
Bagikan

Bab 2

Seperti dugaannya, tidak banyak yang ia lakukan setelah kembali ke kantor. Tapi paling tidak, ada hal yang bisa Daren lakukan daripada mengurung diri di rumah. Yaitu menemui rekan setimnya dulu yang kini tengah sibuk dengan tim kerjanya yang baru.

Mereka tampak tidak bersemangat karena deadline di depan mata.

Daren bersiul memanggil Grey, yang tampak sibuk dengan kacamata yang bertengger di hidungnya itu.

Grey memutar bola matanya jengah melihat kedatangan Daren tersebut.

"Jangan ganggu aku. Kau tidak lihat apa yang sedang kukerjakan?" sungutnya.

Daren tampak tak peduli.

"Entahlah. Apa itu target bulanan? Oh ayolah. Aku tunggu di atas," tukas Daren sambil memainkan kedua jarinya, memberi isyarat bahwa ia mengajak Grey untuk merokok.

Grey mendengus. Dengan langkah berat ia mulai bangkit dari kursinya lalu mengikuti Daren dari belakang.

Sesampainya di rooftop gedung, mereka berdua masing-masing mengeluarkan pemancis dan sebatang rokok. Saling bergantian mengepulkan asap ke udara sambil menikmati setiap nikotin yang terhisap ke dalam rongga mulut masing-masing.

Daren menatap kosong pemandangan di hadapannya. Ia bisa lihat jalanan kota yang tengah semrawut itu dari atas gedung kantornya. Ah lebih tepatnya adalah gedung yang diwariskan papanya sebelum beliau wafat. Di depan ada kecelakaan yang menyebabkan antrian panjang sampai lampu merah. Daren mengamati lalu lintas yang padat merayap itu lalu teringat akan mimpi buruknya.

"Grey, kau sudah bersamaku selama berapa tahun?"

Grey mengernyitkan keningnya. Terdengar asing dengan pertanyaan dari seorang Daren Smith itu.

"Ehm … baru empat tahun. Tepat saat kau menikah dengan Carolina."

Grey menghisap kuat rokoknya lalu segera menginjaknya karena sudah tak bernafsu lagi untuk merokok. Grey memperhatikan Daren yang terlihat murung.

"Apa pendapatmu tentang seseorang yang terus menerus memimpikan hal yang sama?"

Grey memikirkan jawaban atas pertanyaan Daren itu,"Kata ibuku, itu berarti sebuah petunjuk."

Daren mendengarkan dengan serius. "Petunjuk?"

"Iya. Petunjuk kalau kau pernah mengalaminya atau akan mengalaminya. Semacam Dejavu nantinya saat itu akan terjadi."

Daren mengangguk paham. Ia juga merasa bahwa itu akan terjadi atau sebelumnya bahkan pernah terjadi. Tapi Daren tak mengingatnya. Padahal kejadian itu terasa begitu nyata.

"Ada apa? Kau bermimpi buruk?"

Daren mengangguk dua kali. "Yah, itu terjadi beberapa kali. Kata dokter itu cuma bunga tidur saja. Tapi—"

"Kedengarannya terlihat begitu buruk. Istirahatlah. Itu mungkin karena kau pernah mengalaminya empat tahun yang lalu," potong Grey.

Mengenai kecelakaan yang dia alami, orang-orang di sekitarnya mengatakan bahwa Daren mengalami kecelakaan tunggal yang hebat. Daren sempat koma beberapa minggu kemudian pulih hingga sekarang.

Tidak pernah ada masalah setelah kecelakaan tersebut. Tapi sekarang dia mulai mengingat kembali kejadian itu beberapa bulan belakangan ini. Dan karena itulah Daren merasa was-was. Karena di mimpinya lalu kecelakaan yang dia alami amatlah berbeda.

Kecelakaan empat tahun yang lalu hanya dirinya yang terluka. Sedangkan di dalam mimpi, ia bersama dengan orang lain.

"Hei, aku tidak bisa lama-lama menemani kebosananmu. Aku harus kembali ke kubikelku," tukas Grey terlihat kesal.

Daren mengangguk sambil melambaikan tangannya. Mengusir Grey pergi dari hadapannya.

"Ya..ya..ya. Pergilah sampai kau naik jabatan," ledek Daren yang langsung dijawab dengan umpatan oleh Grey itu.

***

Daren pulang lebih awal. Kepalanya sudah cenut-cenutan tanpa sebab.

Ia lupa membawa obatnya. Begitu sampai di rumah, Daren langsung mencari obatnya yang biasa ia letakkan di pantry.

Rumah terlihat sepi. Tapi dia tahu jika putri kecilnya sedang bermain di kamarnya. Itu karena Daren bisa mendengar suara tawa Belle dari lantai atas.

Daren meminum obatnya kemudian beristirahat di sofa terdekat. Melepaskan kancing dan dasi teratas kemejanya kemudian bersandar di punggung sofa.

Angin semilir dari jendela yang terbuka membuatnya terbuai. Daren memejamkan matanya sambil merasakan aliran angin menerpanya. Tak lama sebuah aroma lewat saat ia menikmati kesendiriannya itu. Daren terbuai dengan aroma parfum bercampur wanginya almond dan cokelat yang datangnya dari arah dapur.

Daren membuka matanya sedikit karena efek obat yang ia minum. Saat Daren menoleh ke arah dapur yang terhubung langsung dengan ruang keluarga yang tengah ia tempati, tampak seseorang berdiri di sana tengah mengotak-atik dapurnya.

Sepertinya mengeluarkan sesuatu dari oven hingga wangi khas roti panggang itu menyapa indera penciuman Daren.

Aroma yang tidak asing. Tapi Daren lupa, roti seperti apa itu. Saat Daren mencoba membuka matanya untuk mencari tahu, seseorang yang berada di dapurnya tadi telah pun menghilang.

Daren kembali mengucek matanya. Berharap ia sedang tak berhalusinasi. Mendengar suara ketukan sepatu pantofel di rumahnya yang berlantai marmer, Daren pun mengarahkan pandangannya ke arah suara langkah kaki itu. Datangnya dari lantai atas. Daren melihat dengan jelas siluet seorang wanita yang tengah berjalan ke kamar anaknya.

Daren waspada. Ia lantas segera menyusul wanita misterius tersebut yang sama sekali tak mengendahkan panggilannya itu.

"Hei! Siapa kau?"

Daren sedikit terpeleset karena lantai yang licin. Ia segera melepaskan kaos kakinya kemudian berlari cepat mengejar wanita itu.

Kali ini mana mungkin Daren berhalusinasi. Ia bisa merasakan sikutnya sakit karena tergelincir tadi.

"Hei!"

Daren mengejar seorang wanita yang tengah menuju kamar Belle itu. Akan tetapi sesampainya ia di sana, Daren malah sama sekali tidak melihat siapa pun selain Belle yang tengah bermain sendiri.

"Belle? Kamu main sama siapa sayang?"

Belle menunjuk seseorang di belakang punggungnya. Dengan cepat Daren menoleh tapi ia justru tersentak bangun dari tidurnya.

Daren terengah-engah. Ternyata ia masih berada di sofa yang ada di ruang keluarga tadi. Cuma yang berbeda adalah ada Carolina yang sejak tadi mencoba membangunkannya.

Dengan lembut Carolina menepuk pundak suaminya itu agar kembali tenang setelah lagi-lagi mengalami mimpi buruk.

"Are you okay?"

"Hum, okey. Apa dari tadi kau membangunkanku?"

"Ya. Beberapa kali saja. Apa itu mimpi yang sama?"

"Ti-tidak. Ini berbeda. Aku melihat siluet wanita masuk ke kamar Belle."

Carolina menghela napas panjang. Ia menunjukkan keberadaan Belle yang ada di sampingnya.

"Dari tadi Belle bersamaku, Sayang. Kau pasti bermimpi buruk lagi."

Daren memijat keningnya. Ia mulai merasakan firasat buruk tentang ini. Bagaimana bisa ia bermimpi yang aneh-aneh seperti ini yang bahkan sebelumnya tak pernah ia alami.

Carolina mengisi gelas kosong yang Daren gunakan tadi. Kemudian menyerahkannya pada Daren yang masih kebingungan.

"Sayang, apa sebaiknya kita periksa lagi saja?"

Daren mengangguk setuju. Ia juga merasa seperti itu.

Tak lama suara pantofel yang Daren dengar di dalam mimpinya itu kembali terdengar. Tapi kali ini datangnya bukan dari dalam melainkan dari pintu depan.

Siluet seorang wanita yang tengah menarik kopernya datang mendekati keduanya. Carolina lantas bangkit untuk menyambut kedatangan pangsuh baru Belle itu.

Setelah wanita itu mendekat, barulah Daren bisa melihat dengan jelas wanita berpita merah yang ia tautkan di kepala bagian kanan atasnya itu. Membuat Daren terlihat terperangah di tempat karena merasakan sesuatu yang tak asing dengan gaya rambut seperti itu.

"Daren, ini Eliana. Pengasuh baru untuk anak kita."

Daren mengamati Eliana dari ujung rambut hingga ujung kakinya, sedangkan Eliana menarik sudut bibir tipisnya sambil menatap Daren dengan tatapan tajam nan misteriusnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A-PD170
8.1
Winnie harus menelan pil pahit saat Jako membatalkan pertunangan mereka di depan umum, tepat ketika keluarganya jatuh miskin. Terdesak oleh keadaan, ia nekat mengaku tengah mengandung anak Dion, paman Jako yang sangat berpengaruh. Tak disangka, Dion justru menerima klaim tersebut dan mengajaknya bekerja sama. Dimulailah pernikahan kontrak yang penuh dengan intrik, perhitungan matang, serta kesalahpahaman rumit yang menjerat perasaan mereka berdua.
Sampul Novel Dendam Cinta dan wanita
8.3
Zheyya hanyalah gadis sederhana, sementara Kanha dikenal sebagai pemuda playboy. Meski berasal dari latar belakang kontras, kebencian di antara mereka perlahan berubah menjadi benih cinta. Di tengah dinamika obsesi dan keikhlasan, mereka belajar tentang arti mempertahankan serta melepaskan perasaan. Kisah ini mengeksplorasi emosi mendalam layaknya hujan di gurun pasir yang gersang. Akankah cinta mereka berhasil berlabuh di muara yang sama pada akhirnya?
Sampul Novel GAIRAH LIAR PENGANTIN PENGGANTI
9.7
Demi membiayai operasi sang nenek, Belia Anastasya terpaksa menerima tawaran Bianca untuk menjadi pengantin pengganti. Ia harus menikahi Arkan Devano Haditama, pewaris takhta Haditama Group, dengan syarat mutlak: dilarang jatuh cinta. Arkan yang dingin awalnya membenci perjodohan ini, namun sebuah malam intim mengubah segalanya. Belia kini terjebak dalam dilema perasaan saat identitas aslinya terancam ketika Bianca menuntut posisinya kembali.
Sampul Novel Kesempatan Keduaku, Penyesalannya
8.7
Wasiat mendiang ayah mengharuskan Alya menikahi anggota keluarga Adhitama saat ia berusia 22 tahun. Dulu, ia mencintai Bima meski pria itu kejam, berselingkuh dengan Jelita, bahkan tega meracuninya hingga tewas setelah menikah. Namun, keajaiban membawanya kembali ke masa lalu tepat di hari ulang tahunnya. Kini, Alya terbangun dengan ingatan pahit tentang pengkhianatan Bima. Ia bertekad mengubah takdir dan tidak akan memilih pria yang sama lagi.
Sampul Novel Little Wife
9.0
Elsa Putri terikat dalam pernikahan dini pada umur 18 tahun dengan pria yang terpaut usia sembilan tahun lebih tua. Meski belum memahami arti cinta yang sesungguhnya, Elsa merasakan gejolak kecemburuan saat menyadari suaminya seolah telah dimiliki oleh wanita lain. Di tengah kerumitan perasaan dan konflik batin yang belum usai, sebuah kenyataan baru muncul mengubah segalanya. Elsa harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya tengah mengandung di usia yang sangat muda.
Sampul Novel Melahirkan Anak Bos Killer
8.9
Demi membiayai pengobatan ayahnya pasca kecelakaan hebat, Sarah Adelia terpaksa menikahi Wisnu Pratama dan berjanji memberinya keturunan. Namun, pernikahan itu penuh luka karena sikap kasar Wisnu yang masih terbelenggu masa lalu. Saat impian Wisnu memiliki putra terwujud, Sarah justru jatuh koma setelah persalinan. Kini, di ambang maut, Sarah harus berjuang antara bertahan hidup demi sang buah hati atau menyerah pada penderitaan panjangnya.