APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dewi Mayapada

Dewi Mayapada

Fina, gadis remaja kesayangan keluarga, selalu terlindungi berkat kasih sayang ibunya yang luar biasa. Namun, saat menginjak usia dewasa, ia menghadapi dilema besar dalam memilih pasangan hidup yang tepat. Di tengah keraguan dan rasa kecewa yang berulang kali menghantamnya, sang ibu tetap setia menjadi tameng pelindung. Melalui berbagi kisah perjuangan dan menghadapi sindiran sekitar, sang ibu membimbing Fina hingga ia menemukan keyakinan penuh atas masa depannya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Bukan lautan hanya kolam susu.

Kail dan jala cukup menghidupimu.

Tiada badai, tiada topan kau temui.

Ikan dan udang menghampiri dirimu.

Orang bilang, tanah kita, tanah surga.

Tongkat, kayu dan batu jadi tanaman

Koes plus, Kolam susu

Kini ku dengarkan berulang kali lagu itu lewat sebuah earphone. Aku mengenal lagu itu lewat sebuah radio. Sore itu, aku sedang menonton televisi di ruang tengah, ayah pulang dan langsung menyalakan radio. Aku berteriak padanya. Kesal. Lalu, ayah menghampiri dan menyuruh mendengarkan lagu yang di siarkan radio. Sejenak saja katanya. Dengan wajah kesal aku terpaksa mengikuti apa yang ayah pinta. Aku ikuti langkah kakinya. Sesampainya di depan rumah, radio itu memutarkan lagu kolam susu. Terasa asing sekali di telinga. Ayah menjelaskan arti filosofis dari lagu itu. Bibir muramku melengkung menjadi senyuman. Kata ayah lagu itu sering sekali di putar, tapi aku hanya mengingat film kartun. Wajar saja, waktu itu aku berusia sepuluh tahun. Usia dimana film – film kartun adalah film teristimewa. Semenjak ayah mengenalkanku pada kolam susu, lagu itu menjadi salah satu daftar lagu favorite.

Lagu itu mampu membuatku semakin bangga menjadi bagian dari nusantara, Indonesia. Bagiku itu adalah lagu nasionalisme asyik yang tidak lekang oleh waktu. Faktanya Indonesia memang masih seperti yang di katakan koes plus, makanan masih berlimpah. Meski rakyat belum sepenuhnya sejahtera. Itu hanya versiku, seorang anak remaja belasan tahun yang belum mengenal dunia secara nyata.

Lagu kolam susu yang di nyanyikan dengan suara lembut oleh Koesplus, grup musik yang sukses di tahun 60 dan 70 an, memang asyik. Terdengar sedikit berlebihan memang jika lagu itu di hubungkan dengan kenyataan. Bukankah secara logika kita hanya akan memetik apa yang kita tanam?. Jika kita menanam padi kita akan memanen padi. Jika kita menanam biji mangga kita akan memetik buah mangga. Lalu jika tongkat, kayu dan batu yang kita tanam apa yang kita petik suatu hari nanti? Berapa lama tongkat, kayu dan batu memberikan hasil panen, kita akan memanen tongkat, kayu dan batu kemudian memasak dan menggantikan nasi sebagai makanan pokok?. Ah, mana bisa perut lemak mencerna tongkat, kayu dan batu dengan baik. Apa pencipta lagu itu pernah tinggal di negeri dongeng yang ada di Indonesia. Dimana tempatnya? Jika memang ada?. Atau mungkin sang pencipta lagu sedang terlelap dalam tidur malamnya. Kurasa tidak. Lagu tersebut menggambarkan tentang kekaguman band koes plus terhadap tanah air Indonesia yang kaya akan sumber daya alam. Sang pencipta lagu adalah orang hebat yang mampu memahami keadaan geografis Indonesia. Dan aku merasa lirik itu adalah gambaran nyata dari keadaan tanah di wilayah Indonesia.

Sangat luar biasa sekali memang tanah Indonesia. Begitu banyak tambang emas, tambang minyak, tembaga, air, sungai, perkebunan, pertanian, kesuburan tanahnya. Hanya sedikit saja kita berkeringat, kita tidak perlu takut kelaparan. Karena dari Sabang sampai Merauke begitu banyak jenis tanaman yang bisa tumbuh dan berkembang dengan baik di negeriku tercinta, Indonesia. Itu sih bagi orang yang mau berusaha dan bekerja, bukan bagi orang yang hanya berpangku tangan dan melamun tanpa beban.

Keadaan alam seperti ini sudah diakui di dunia internasional, makanya pada masa lalu Indonesia menjadi daerah jajahan negara – negara lain. Lihat saja dari sisi sejarah, Indonesia pernah dijajah berbagai negara seperti Jepang, Inggris, Belanda, Perancis dan sebagainya. Kedatangan para penjajah ke Indonesia bukan sekedar basa – basi atau mau berlibur. Tetapi mereka menyadari potensi kekayaan alam di Indonesia dan bertujuan untuk mengambil kekayaan alam itu. Tak hanya itu, mereka juga menerapkan pemaksaan kerja yang tidak manusiawi. Bekerja mati – matian tanpa pembayaran. Tak terbayangkan kondisi seperti itu terjadi selama 3,5 abad di masa lalu saat masa penjajahan Belanda. Dan negara – negara lain yang lamanya pun mencapai beberapa tahun. Jika aku hidup di zaman itu, aku sudah menjadi butiran debu. Atau menjadi patung di dalam lemari karena takut mati terkena belati. Dan terpaksa harus berpura – pura mati saat kompeni lewati beberapa senti di depan gang menuju pintu rumah. Iya, langsung terjatuh. Tak sadarkan diri. Tak bergerak sama sekali. Dan menahan karbondioksida yang berteriak membawa kawanan.

Sedih memang jika teringat perjuangan para pahlawan. Perjuangan mereka sampai berdarah – darah mempertahankan tanah air seakan tak ada harganya. Saat pengakuan kekayaan alam Indonesia sudah dimiliki secara mutlak melalui proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945, lagi – lagi negara ini kehilangan orang yang menyadari betapa mengagumkannya negeri ini. Banyak orang Indonesia lebih bangga dengan keadaan alam yang ada di luar negeri. Miris sekali melihat orang negeriku, aku teringat akan sebuah petuah yang mengatakan “Rumput tetangga terlihat lebih hijau dan segar”. Kurasa itu benar. Dan aku? Tak dapat mengambil peran untuk sebuah perubahan. Hanya menyaksikan. Diam. Tanpa perlawanan.

Indonesia itu hebat. Buktinya saja tongkat kayu dan batu bisa jadi tanaman. Banyak sekali penafsiran yang dapat kita peroleh dari lirik tersebut. Salah satunya bahwa tongkat kayu di maksud dengan sejumlah tanaman yang bisa di daya gunakan dengan cara stek batang, seperti singkong, ubi jalar, dan lain sebagainya. Sedangkan batu adalah konotasi dari biji – bijian yang nampak seperti batu. Dalam hal ini seperti ubi, kentang, talas, wortel, dan umbi – umbian lainnya. Penafsiran lain menyatakan bahwa Indonesia adalah negeri yang sangat subur, segala macam tanaman yang di tanam di Indonesia dapat tumbuh dengan baik dan subur. Bahkan pohon kurma yang biasa tumbuh di negeri tandus nan gersang bisa tumbuh subur di Indonesia yang beriklim tropis. Rasanya terlalu jauh jika aku mengatakan tanaman – tanaman yang tumbuh di seluruh negeriku. Akan ada puluhan ribu spesies tumbuhan jika aku ceritakan. Belum lagi klasifikasi dari masing – masing spesiesnya. Akan ada ribuan lembar yang aku butuhkan untuk mengungkapkan. Karena menurut Kominfo, kekayaan alam tumbuhan di Indonesia meliputi 30.000 jenis tumbuhan dari total 40.000 jenis tumbuhan di dunia. Dengan 40% tumbuhan endemik Indonesia itu pun hanya 20% yang teridentifikasi. Cukup dibayangkan saja bagaimana penatnya jika ku jelaskan semuanya. Kau tak akan bisa makan dan tidur selama beberapa windu.

Makanya, Tak perlu jauh berkeliling nusantara untuk membuktikannya. Mungkin bisa aku tunjukkan sebagian kecil makna dari lirik lagu itu. Aku buktikan kesuburan tanah negeriku di desa tempat aku tinggal, Banyumudal kecamatan Moga kabupaten Pemalang, Jawa tengah, Indonesia.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Kejam Sang Mantan
9.2
Sepuluh tahun membangun CiptaKarya, aku dikhianati Baskara tepat saat kontrak 800 miliar di depan mata. Di tengah kehamilan, posisiku direbut Saskia, si anak magang, sementara Baskara bersikap dingin. Namun, mereka lupa bahwa algoritma inti perusahaan adalah milikku secara hukum. Aku pun memutuskan pergi dengan menuntut hak penuh. Untuk membalas dendam, aku menghubungi Revan Adriansyah, rival terberat yang kini menjadi sekutu terakhirku.
Sampul Novel Batas Kesabaran Seorang Wanita
8.9
Sera merasa jengah dengan Darren yang tiba-tiba terobsesi setelah rahasia insiden hotel tiga tahun lalu terkuak. Namun, upaya Darren tampak terlambat karena kehadiran Alvin, pria yang dahulu menolong Sera di masa sulit. Kehangatan Alvin mulai meluluhkan hati Sera, memberikan rasa aman dan cinta tulus yang tak pernah ia dapatkan sebelumnya. Kini Sera harus memilih: memaafkan Darren yang penuh penyesalan atau melangkah maju bersama Alvin yang mencintainya sepenuh hati.
Sampul Novel Buku Harian Seorang Pengacara Muda
8.3
Edward Cicero adalah pemuda ambisius yang sedang menempuh pendidikan demi menjadi pengacara profesional. Namun, langkahnya di sekolah hukum langsung diuji saat ia harus menangani kasus perdana melawan perusahaan asuransi raksasa. Edward kini terjebak dalam dilema moral yang berbahaya. Ia wajib memenangkan gugatan itu dengan segala cara, termasuk menempuh jalur kriminal, atau ia akan menghadapi konsekuensi pahit berupa pengusiran dari kampusnya.
Sampul Novel Cintamu Seperti Uang Kecil
8.4
Rani merasa tertekan menghadapi kenaikan harga pangan yang mencekik. Meski Dimas, suaminya, rutin menyiapkan kebutuhan pokok di rumah, ia hanya memberi Rani jatah harian sebesar 25 ribu rupiah untuk lauk pauk. Rani merasa nominal tersebut sangat tidak masuk akal dan menganggap suaminya sangat pelit. Saat Dimas memberikan uang itu dengan santai, Rani menerimanya dengan ketus. Baginya, uang sekecil itu bahkan tidak cukup untuk membeli bedak, apalagi memenuhi gizi keluarga.
Sampul Novel Diawali Dengan Penceraian
8.2
Setelah diusir dari Keluarga Wilton, Gerald harus menjalani hidup penuh kemiskinan selama lima belas tahun. Nasibnya kian terpuruk saat ia dicap sebagai menantu tidak berguna dan diceraikan oleh Clarisa setelah dua tahun mereka membina rumah tangga. Namun, siapa sangka bahwa perpisahan pahit tersebut justru menjadi titik balik besar dalam hidupnya. Inilah awal dari babak baru perjalanan Gerald yang penuh kejutan setelah statusnya sebagai suami berakhir.
Sampul Novel Gairah Terlarang Sang CEO!
9.0
Jordan Freemantle menyimpan dendam membara pada Lawrence Brickman yang kabur setelah menggelapkan dana proyek besar mereka. Saat Chantal Brickman, putri Lawrence yang cantik, datang ke rumah ayahnya di Malibu, Jordan langsung menjadikannya target pelampiasan. Pria arogan ini memaksa Chantal mematuhi segala hasrat gilanya sebagai bentuk penebusan utang sang ayah. Terjebak dalam cengkeraman Jordan, Chantal tak punya pilihan selain menuruti semua kemauan pria itu.