APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Diary Naya

Diary Naya

Bagi banyak orang, makna cinta bersifat subjektif dan beragam, sebagaimana kutipan Marianne Williamson yang menyebutnya sebagai inti eksistensi manusia. Namun, dalam sudut pandangku, definisi sejati dari perasaan ini bukanlah tentang memiliki. Kisah ini mengeksplorasi arti pengorbanan terdalam, di mana mencintai berarti memiliki ketulusan untuk melepaskan sosok yang paling berharga agar ia mampu menemukan kebahagiaan sejatinya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Apa kau ingat saat pertama kali kita bertemu? Awalnya, kita tidak saling mengenal bukan? Namun, semesta mengenalkan kita tanpa sengaja."           - Anaya Anantara Sabila

Aku tiba di kostan dengan nafas terengah-engah. Hampir saja dia berhasil mengejar ku.

"Ya Tuhan, ternyata orang itu mengerikan juga. Atau, jangan-jangan, dia adalah seorang psikopat yang menyamar jadi mahasiswa? Hihhh membayangkan nya saja aku sudah bergidik ngeri."

Ketika sedang asyik melamun, aku di kejutkan dengan suara ketukan pintu dari luar.

"Nay! Lagi apa si di dalem? Dari tadi aku panggil gak nyaut-nyaut. Hayoo lho! Lagi mikirin Bang Eza ya? Selidik Amel.

"Diihhh... Apaan sih, Mel. Bang Eza siapa? Aku balik bertanya.

"Ya ampun. Naya! Abis kejedot pintu lu? Atau, salah minum obat? Kenapa tiba-tiba jadi amnesia?" Tanya Amel khawatir.

"Gini ya, gue jelasin sama lo. Yang gue maksud itu, bang Eza senior kita di Kampus. Mahasiswa Semester 6, Jurusan Ilmu Komunikasi. Yang naksir berat sama cewek dingin dan jutek, seperti Anaya Anantara Sabila." Jelas Amel panjang lebar.

"Iya, udah tau kali." Ucapku tak mau kalah.

"Lagian, aku itu bukan lagi mikirin bang Eza. Tapi, lagi jatuh cinta." Aku balik menggoda Amel.

"Hah! Lo serius? Jatuh cinta sama siapa?" Tanya Amel antusias.

"Kepo banget sih neng! Mau tahu aja, atau, mau tahu banget?" Tanyaku membuat Amel semakin penasaran.

"Mau tahu banget lah." Ucapnya antusias.

***

Saat sedang asyik mengobrol dengan Amel, tiba-tiba, HP ku berbunyi.

Tiiing...

Sebuah pesan WA masuk ke HP ku.

Dari nomor tidak di kenal.

[Kamu, Naya, kan? Naya, si cewek penggaris, yang datar dan kaku kaya kanebo kering.]

Diiihhh! Siapa sih ni orang? Kenal juga enggak, udah ngajak perang aja.

Tapi, karena penasaran. Akhirnya, aku membalas pesannya.

[Maaf, sepertinya anda salah orang. Saya bukan cewek penggaris. Nama saya Naya. Nama lengkap saya, Anaya Anantara Sabila.]

[Anaya Anantara Sabila? Nama yang bagus. Tapi, sayang. Orang nya dingin banget kaya kulkas. Udah gitu galak lagi. Kayanya, nama itu gak cocok buat lo.]

[Enak aja! Kalau ngomong itu jangan sembarangan. Aku laporin sama bapak aku, baru tahu rasa kamu.]

[Jutek amat sih neng! Jadi cewek jangan jutek-jutek, nanti susah dapat jodoh.]

[Bodo amat.]

[Yeehhh! Di bilangin gak percayaan]

[Ngapain juga harus percaya sama kamu? Kenal juga enggak.]

[Ya udah, kenalin, nama gue Arsa Nata Prawira. Boleh di panggil sayang.]

[Dasar buaya darat]

[Haha, tapi gue pastiin, lo bakal jatuh cinta sama gue.]

[Gak bakalan]

[Kita lihat aja nanti!]

[Oke! Siapa takut]

[Ya udah, gue lagi ada tugas nih. Kita lanjut lagi besok ya. Dadah sayang.]

***

Apaan sih tu orang, gak jelas banget. Baru juga kenal udah manggil sayang, dasar cowok aneh.

Aku terus saja mengomel. Sampai gak sadar, kalau Amel ternyata masih ada di sampingku dengan wajah keheranan.

"Woy! Kenapa lu? Dari tadi ngomel-ngomel gak jelas. Lagi chattingan sama siapa sih?"

"Apaan sih? Kepo banget! Lagian bukan siapa-siapa."

"Jangan bohong! Dari tadi gue perhatiin lu kali."

"By the way, kamu tahu yang namanya Arsa?"

"Arsa yang mana?"

"Itu, lho, Arsa Nata Prawira, tahu gak?"

"Arsa Nata Prawira?" Tanya Amel dengan wajah yang kaget.

"Iya, katanya sih gitu. Kamu tahu?

"Ya, tau lah. Siapa si yang gak kenal sama Kak Arsa. Udah baik, cool, pinter, anak motor lagi. Pokoknya dia itu idaman semua cewek di kampus. Tapi sayangnya, dia itu dingin banget orangnya. Cocok sama lo."

"Cocok apaan! Yang ada, kita itu udah kaya Tom and Jerry. Gak bakal bisa akur."

"Jadi, tadi lo chattingan sama Kak Arsa?

"Yaa, gitu deh."

"Kok bisa?"

" Jadi gini, tadi itu, pas aku pergi ke ATM buat ngambil uang kiriman dari ibu, aku ketemu sama dia dan teman-temannya juga. Tapi, yang bikin aku kesel, masa dia ngatain aku cewek penggaris sih! Katanya, aku itu datar, lurus, kaku, gak jauh beda sama penggaris. Nyebelin banget gak si?

"Hahaha... Emang bener sih! Lo itu emang gak jauh beda sama penggaris. Buktinya nih ya, kalau lo jalan, lo tu gak pernah liat kanan kiri tahu, gak? Luruuus aja, terus yang bikin gue kesel kalo lagi jalan sama lo, lo tu dataaar aja, gak pernah gue lihat lo senyum." Cibir Amel.

Tuk!

Aku memukul kepala Amel, enak aja dia ngatain aku cewek penggaris. Temen apaan coba yang berani ngatain temennya sendiri?

"Awww... sakit tahu!"

"Syukurin! Siapa suruh tadi ngata-ngatain, hah?"

"Iya-iya Maaf! Gue kan cuma bercanda." Ujarnya.

"Ngomong-ngomong nih ya! Kayanya, kalian jodoh deh. Soalnya, sama-sama jutek, dingin, kuliah di jurusan yang sama pula."

"Jangan ngaco deh Mel!"

"Gue serius Nay! Pertemuan kalian itu udah di takdirin sama Tuhan. Buktinya, lo sama dia punya banyak kesamaan. Dan itu bukan sebuah kebetulan kan?"

"Ya bisa aja itu cuma  sebuah kebetulan. Atau, bisa jadi dia salah satu kembaran aku. kata orang, kita itu punya tujuh kembaran di dunia. Berarti aku tinggal nyari yang sisanya aja. Bener gak?" Ucapku terkekeh.

"Sumpah ya! Lo itu makin ngaco. Kebanyakan nonton film tahu gak? Lama-lama gue bisa ketularan gak jelas kaya lo."

"Pokoknya menurut gue nih, ya, di dunia ini gak ada yang namanya kebetulan, semua yang terjadi di dunia ini, itu semua udah takdir dari Tuhan. Termasuk pertemuan lo sama kak Arsa."

"Iya benar juga sih!" Ujar ku sambil tersenyum.

"Udah ah! Gue mau balik ke kamar gue dulu. Kalau kelamaan di sini, gue takut lo kerasukan sama kembaran lo yang lainnya." Ucap Amel sambil berlalu.

"Haha... Apa katanya? Kerasukan sama kembaran yang lain? Ada-ada aja tu anak." Aku hanya bisa tertawa mendengar ucapannya.

***

Aku memang setuju dengan semua perkataan yang Amel katakan. Kalau setiap kejadian di dunia ini, semua itu adalah takdir dari Tuhan. Tapi, apakah pertemuanku dengan kak Arsa juga sebuah takdir?

Entahlah. Yang pasti saat ini, aku menjadi penasaran dengan seorang ARSA NATA PRAWIRA.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Because That Night
8.0
Dibalut rasa benci pada diri sendiri, Ariel Anata menyerahkan kesuciannya kepada Sean Rinadi di sebuah kelab malam dengan janji takkan bertemu lagi. Takdir berkata lain saat Sean ternyata adalah calon tunangan Vania, kakak Ariel. Pertemuan tak terduga ini dimanfaatkan Sean untuk mengejar cinta Ariel. Namun, Ariel justru memakai Sean sebagai alat balas dendam terhadap keluarganya yang selalu membandingkan dirinya dengan sang kakak yang dianggap lebih sempurna.
Sampul Novel Dandelion, Wish, and Wind
9.1
Bagi Yoshino Izumi, kembali ke Jepang adalah sebuah keterpaksaan demi menuruti ayahnya. Trauma masa lalu akibat pengkhianatan ibu kandungnya membuat Izumi membenci tanah kelahirannya tersebut. Namun, kebencian itu mulai luntur saat ia bertemu gadis misterius berambut perak. Tanpa disadari, ada sosok lain dari masa lalu yang terus menanti kehadirannya. Di bawah langit musim panas yang penuh dandelion, ia berharap perasaan rindu yang tak berubah ini dapat tersampaikan.
Sampul Novel Gairah Liar Istri Kecilku
8.5
Maia Vandini, seorang lulusan SMA, terjebak dalam situasi berbahaya saat kencan butanya berubah menjadi mimpi buruk. Setelah diberi obat perangsang oleh teman kencannya, Maia berusaha melarikan diri demi menyelamatkan diri. Dalam kondisi yang tidak terkendali, ia bertemu dengan seorang CEO asing. Maia yang kehilangan kesadaran memohon bantuan padanya, memicu pertemuan panas yang tak terduga. Sang pria memperingatkan bahwa Maia-lah yang memulai segalanya.
Sampul Novel Menikahi Bu Manajer
9.3
Prastu tidak menyangka pertemuannya dengan Erika Hana di trotoar akan mengubah hidupnya. Erika adalah manajer sukses di industri makanan yang ternyata terikat takdir lama dengan Prastu. Akibat janji yang dibuat oleh orang tua mereka di masa lalu, keduanya kini terjebak dalam ikatan pertunangan paksa. Tanpa adanya landasan cinta, mereka harus menjalani hubungan formal ini demi memenuhi wasiat keluarga di tengah kehidupan modern yang rumit.
Sampul Novel PERNIKAHAN DINI
8.8
Anara Quinzy Prayoga dan Andika Surya Gutama terpaksa menikah di usia muda setelah terjebak cinta satu malam. Perbedaan kasta menjadi penghalang besar, di mana Anara hanya putri buruh pabrik sementara Dika berasal dari keluarga kaya. Demi mempertanggungjawabkan kehamilan Anara, Dika rela kehilangan seluruh fasilitas mewahnya. Kini, ia harus berjuang keras menghidupi istrinya sendirian tanpa bantuan orang tua setelah diusir oleh ayahnya yang murka.
Sampul Novel PETUALANGAN KE KOTA PARIS
8.8
Pasca perceraian, seorang wanita muda memutuskan terbang ke Paris demi memulihkan jati dirinya yang hilang. Di tengah keindahan kota tersebut, ia bertemu seniman tampan yang mengubah pandangan hidupnya secara drastis. Hubungan mereka berkembang menjadi romansa yang sangat intens, dibalut dengan eksplorasi dunia seni yang mendalam. Perjalanan ini menjadi titik balik baginya untuk menemukan kembali gairah serta semangat hidup yang sempat redup di masa lalu.