APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel DIARY_LIANA

DIARY_LIANA

Liana Salsabila, mahasiswi cerdas di Medan, mengalami trauma berat setelah dipaksa keguguran oleh kekasihnya melalui minuman beracun. Tragedi ini berujung pada pengangkatan rahim yang menghancurkan batinnya. Meski berasal dari keluarga terpandang, putri pengusaha saham Arbi dan Fitri ini sempat nekat menjalin hubungan rahasia tanpa restu. Kini, ia ditinggalkan saat sakit. Mampukah Liana menghadapi kemarahan orang tuanya setelah rahasia kelam ini terungkap?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Mimpi indah adalah sebuah hal yang selalu di nantikan semua orang di saat kita tertidur lelap, bagaimana jadinya jika mimpi yang di alami adalah mimpi buruk? Astaghfirullahaladzim" sontak Liana yang terbangun dari tidurnya.

"Ya Allah, aku kira itu benaran ternyata hanya sebuah mimpi buruk. Terima kasih banyak ya Allah ... karena hanya sebuah mimpi, dan aku harap ... Mimpi tersebut tidak menjadi sebuah kenyataan.” Liana mengelus dada, bersyukur karena hanya sebuah mimpi.

Liana melihat jam di samping Jam menunjukkan pukul 06.15 WIB. Melihat jam tersebut, Liana segera bergegas menuju kamar mandi, menghidupkan air kemudian menyegarkan tubuhnya.

Setelah selesai mandi Liana mengganti pakaian kemudian mengambil mukena dan terus mengerjakan Shalat subuh

"Allahu Akbar!" Liana memulai Shalatnya. Lima menit sudah berlalu Liana selesai mengerjakan Shalat subuh, seperti biasa tidak lupa Ia berdo'a kepada Sang Pencipta.

"Ya Allah ... Aku tidak tahu apakah mimpi yang baru saja aku alami adalah sebuah pertanda atau hanya sebuah bunga tidur saja? Aku harap tidak akan terjadi apa-apa pada diriku ini ya Rabb. Amiin” Liana mengakhiri doanya.

Setelah selesai Shalat Liana mengemasi barang-barang yang akan di bawa ke kampus.

Tas berwarna hitam ... bermotif corak-corak polkadot selalu menemani hariku, aku meraih tas tersebut dan memasukkan buku-buku serta alat tulis yang wajib di bawa ke kampus ... Tak lupa aku membawa laptop hadiah pemberian kak Odi ketika aku juara kelas.

"Aku rasa semua sudah cukup"

Setelah semua selesai, aku menutup tas dan pergi ke ruang makan

Saat hendak menyusuri tangga diriku melihat sosok wanita yang sangat tidak asing bagiku .... Wanita itu duduk di sebelah kursi meja makanku.

Aku terus mengamatinya. dan siapa sangka ternyata itu adalah kak Odi...Sungguh senang diriku karena kak Odi dan papi telah pulang dari Jakarta.

Liana segera berlari menemui mereka berdua "pagi papi! Pagi kakak bawel" dengan seketika sapaan itu memecahkan keheningan

"Hay Baby lama sudah aku tidak berjumpa dengan dirimu" Odi memeluk Liana dengan erat begitu juga sebaliknya.

"Aku rindu dengan dirimu Baby... Apakah kamu juga merindukan kakakmu ini? "

"Tidak, aku tidak merindukan dirimu ... Aku hanya merindukan hadiah darimu saja"

Mendengar hal itu Odi merasa kesal dan mencubit pipi Liana dengan berkata "dasar kamu ya"

"Ih sakit tahu" keluh Liana yang merasa sakit dengan cubitan itu

"Siapa yang suruh kamu ledek kakak kamu yang cantik ini" ujar Odi

Wajah Liana segera menunjukkan ekspresi seseorang ingin muntah

(Baby adalah panggilan manja Odi kepada Liana. Dari dulu Odi menganggap Liana adalah seorang bayi, walaupun sekarang umur Liana menginjak 21 tahun, Namun ia tetap melihatnya sebagai seorang bayi mungil).

"Sudah-sudah jangan bertengkar. Odi, Liana, kalian duduk lah. Mami sudah masakkan nasi goreng kesukaan kalian"

Liana tak kunjung duduk ia segera menghampiri papinya, mencium pipi sang papi dan berkata "papi hadiah Liana mana?"

Pak Arbi yang melihat tingkah laku putri bungsunya hanya tersenyum sambil mengisyaratkan kepada Liana, bahwa sebentar lagi akan di berikan.

Liana yang melihat isyarat dari papi segera paham, dan duduk untuk menikmati sarapan pagi yang sangat lezat di buat oleh ibu Fitri.

"Sayang bagaimana kerjaan kamu di sana?" Tanya ibu Fitri di sela-sela makan mereka.

"Alhamdulillah berjalan dengan sangat lancar mam, dan mami tahu tidak? aku dapat peringkat ... sebagai karyawan terbaik di perusahaan papi" jelas Odi

"Benarkah begitu? Kamu memang putri terbaik yang pernah mami punya"

Mendengar ucapan ibu Fitri tadi, Liana mulai memesamkan wajah, dan segera mempercepat makannya.... Menahan rasa cemburu adalah suatu hal yang sudah terbiasa dia alami.

"Liana hari ini kamu ke kampus kan?” tanya ibu Fitri secara tiba-tiba kepada Liana

"Iyah mam, kenapa?”

"Nanti setelah pulang dari kampus, kamu segera pulang ya. soalnya mami ada mau mengenali kamu dengan anak dari teman mami"

"Mau mengenali dengan siap sayang?" Tanya pak Arbi

"Itu loh papi, mami mau mengenali Liana dengan anaknya ibu Zainab" jawab ibu Fitri dengan senang.

"Ibu Zainab yang mana? Papi tidak pernah tahu itu? “

"Itu loh papi ... Ibu Zainab kawan arisan mami, yang anaknya bekerja sebagai direktur perusahaan saham emas terbesar di kota Bandung" jelas ibu Fitri

"Oh anak pak Mustofa itu ya?”

"Yang nama anaknya Muhammad Ilyas itu kan mam" Odi tiba-tiba menyambung pembicaraan.

"Iyah kok kamu tahu?"

"Kan dulu dia satu sekolahan sama aku mam"

"Ih apaan sih papi, mami, kenapa kalian jadi membahas anak orang lain?... Kaka juga, kenapa malah ikut-ikutan membahas seperti ini. Sudah ah, aku mau pergi ke kampus dulu. Oh ya mam ... Bukankah aku sudah bilang kepada mami, bahwa aku. Tidak ingin sama sekali membahas masalah seperti ini lagi. Dan satu lagi. Aku tidak ingin di kenalkan sama siapa pun itu" Liana yang tidak suka dengan sebuah perjodohan. Marah dengan tindakan yang di buat oleh ibu Fitri.

Tanpa basa basi lagi Liana pergi dari suasana tersebut

"Liana tunggu, mami belum selesai bicara dengan kamu. Papi, lihatlah anak kamu itu, sangat susah jika di beritahu. belum selesai maminya berbicara. Liana sudah pergi saja" ibu Fitri yang begitu kesal dengan sikap Liana berusaha menahan emosi.

"Sudah lah mami, jangan marah-marah nanti cepat tua loh" pak Arbi yang berusaha menenangkan istrinya tersebut hanya bisa tersenyum melihat ibu dan anak itu.

"Papi pergi ke kantor dulu ya mami”

“ia, hati-hati ya sayang”

Ibu Fitri mencium punggung tangan sang suami ... Kemudian pak Arbi pergi dengan seketika.

Ibu Fitri melanjutkan aktivitas harinya, sementara itu Odi segera pergi ke kamarnya.

Di sisi lain, Liana yang telah sampai ke kampus segera menghampiri sahabatnya Dina ( Dina Kamalia, adalah nama asli dari sahabat kecil Liana, mereka bersahabat sejak duduk di bangku kelas 2 SD. Saat itu Dina kesulitan dalam pelajaran matematika, sementara Liana. Sangat mahir dalam pelajaran tersebut. Melihat Dina yang menangis karna kesulitan menghadapi pelajaran matematika, membuat Liana sangat iba dan berniat untuk membantu dina, semenjak saat itu mereka pun bersahabat dengan baik)

"Eh Lin gimana? Jadikan?" tanya dina

"Pasti jadilah, kan kita juga sudah janji tadi malam, bahwa kita akan pergi ke perpustakaan itu. Lagi pula, aku sudah membawa uang. Ya ... Buat jaga-jaga lah. Aku takut nanti, nafsuku tidak tahan ... ketika melihat buku-buku yang begitu menarik untuk di baca.”

"Hahaha kamu ini ada-ada saja ... Tapi betul juga sih kata kamu, itu kan toko baru. Jadi, ya wajar saja jika banyak keluaran buku baru yang membuat kita tergugah untuk membelinya" ujar Dina

"Sebab itulah aku membawa uang lebih, sekiranya ada yang kena di hati, bisalah nanti aku meminangnya.”

“Hahaha” mereka berdua tertawa dengan ruang.

.....................................

"Anak-anak, hari ini kita ada kedatangan Dosen baru. Jadi ... Dosen baru ini yang akan mengajar kalian di semester satu kali ini. Dan saya harap, kalian bisa menghargai dia" ujar pak Umar. Kepala sekolah universitas Sumatera Medan

"Maaf pak, buk Erin ke mana ya pak? Kok tiba-tiba ganti Dosen baru?" tanya Ihsanul Tisam, sang ketua kelas

"Ibu Erin ada urusan pribadi, jadi beliau mengambil waktu cuti untuk beberapa bulan ini. Oleh sebab itu untuk sementara waktu, bapak mencarikan guru baru untuk kalian semua, sekaligus bisa menggantikan posisinya ibu Erin selama dia bercuti”

Dosen baru tersebut memasuki kelas, setelah pak Umar memanggil dirinya. Saat Dosen tersebut memasuki ruangan, keadaan tiba-tiba hening dengan seketika. Semua wanita di ruangan tersebut menatap Dosen baru dengan sangat kagum, wajah sang guru bagaikan malaikat yang Tuhan hadirkan kepada sekolah itu. Hidung Dosen yang sangat mancung, alisnya yang begitu tebal serta wajahnya yang Baby face, membuat setiap orang yang menatapnya akan menjadi tercengang. Bahkan terkagum-kagum ketika melihatnya. Di tambah tubuh sang Dosen yang memiliki postur tubuh berotot. sungguh lelaki idaman para kaum wanita.

“lelaki idaman” bisik dina dengan lembut

“Apa? Aku tidak salah dengar Din! Jika kau mengagumi Dosen baru itu” ucap Liana dengan nada remeh

“mengapa? Apa kau sama sekali tidak tertarik dengan Dosen itu?” tanya dina

“Em, sama sekali tidak. Bagiku dia biasa saja, seperti layaknya pria-pria di sini, tidak ada yang menarik sama sekali.”

“tapi...sepertinya aku mengenali Dosen itu. Dimana ya?” gumam kecil Liana

Ketika semua wanita berdecap kagum dengan Dosen baru yang mereka miliki.

Lain hal dengan Liana, yang hanya terlihat biasa saja ketika melihat Dosen baru itu masuk, sikap Liana yang dingin, membuat Rudhi memerhatikan Liana “mengapa tatapan anak ini begitu sangat biasa saja dengan diriku” batin Rudhi dalam hati.

Rudhi masih memerhatikan Liana, dan sangat penasaran dengan wanita yang begitu membuatnya bertanda tanya?

Bukan karena Liana gadis yang cantik. Namun seakan ada suatu hal yang pernah di lihat Rudhi dari gadis ini ... Namun entah apa itu, Rudhi juga tidak terlalu memikirkannya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO & Sekretaris
8.0
Tasya memberanikan diri melangkahkan kaki ke kantor pusat Adityaswara dengan harapan besar. Sambil menahan debar di dada, ia segera menghampiri meja resepsionis untuk mencari tahu ketersediaan lowongan pekerjaan di sana. Ia sangat berharap keberuntungan berpihak padanya sehingga bisa diterima bekerja di perusahaan bergengsi tersebut. Langkah awal ini menjadi penentu masa depannya dalam mengejar karir di bawah pimpinan CEO perusahaan yang sangat berkuasa.
Sampul Novel Hati Terjerat: Jatuh Cinta pada Istriku yang Jelek
8.5
Demi membatalkan pertunangan dengan pria yang tidak setia, Viona menyamar menjadi wanita buruk rupa dan nekat tidur dengan Daniel, paman dari tunangannya sendiri. Setelah malam panas itu berlalu, Daniel yang sangat dihormati di kota justru enggan melepaskannya. Meski rumor tentang kehidupan asmaranya beredar luas, Daniel membuktikan pengabdiannya. Ia bahkan tertangkap kamera bersedia berlutut memasangkan sepatu Viona hanya demi mendapatkan satu kecupan manis.
Sampul Novel I'm Your Wife : Bukan Dia Tapi Aku
8.9
Alan, wanita kutu buku, terjebak pernikahan tanpa cinta dengan CEO arogan, Gavin Wildberg. Gavin justru menjalin hubungan gelap dengan adik angkat Alan, Aluna. Derita Alan memuncak saat ibu mertuanya mengusir dan memaksanya bercerai karena dianggap buruk rupa. Di titik terendah saat ingin mengakhiri hidup, seorang pria menyelamatkannya dan mengungkap identitas asli Alan. Kini, sebagai pewaris takhta konglomerat, Alan kembali untuk menuntut balas pada mereka.
Sampul Novel Istri Kontrak: Penebusan Thorne
8.8
Clara kehilangan bayinya akibat ulah kejam Marko, suaminya sendiri. Bukannya berduka, Marko justru menyodorkan surat cerai demi menikahi sahabat Clara yang sedang mengandung anaknya. Diancam akan dijebloskan ke RSJ, Clara terdesak hingga pengacara orang tuanya datang membawa kunci rahasia. Kunci itu mengungkap kontrak kuno yang menjodohkannya dengan Julian Aditama, miliarder tangguh yang sangat ditakuti Marko. Kini, Clara memiliki peluang untuk membalas dendam.
Sampul Novel Kembalinya Istri yang Tak Diinginkan
8.4
Di hari ulang tahun pernikahan, Alisha dijebak oleh selingkuhan Jordan hingga terbangun di pelukan pria asing. Saat Alisha menuntut cerai karena dikhianati, Jordan justru meremehkan lukanya. Kini, Alisha telah bangkit menjadi bintang ternama yang memikat dunia. Jordan yang dihantui penyesalan mencoba mengejarnya kembali, namun ia terkejut saat mendapati Alisha telah bersama seorang taipan berkuasa yang ternyata adalah kakaknya sendiri.
Sampul Novel Kubeli Kesombongan, Gundik Suamiku
8.7
Keysa adalah istri dari seorang abdi negara yang juga berprofesi sebagai dosen serta influencer. Namun, kehidupannya terusik saat ia harus berhadapan dengan Risa, seorang wanita kaya raya yang diduga menjadi selingkuhan suaminya. Meski Risa sangat sombong dengan kekayaannya, Keysa justru bangkit menjadi sosok yang jauh lebih tangguh. Mampukah Keysa membungkam kesombongan Risa dan memenangkan persaingan ini? Simak perjuangan Keysa yang penuh emosi.