APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel DIBUANG MANTAN, DIKEJAR CEO SULTAN

DIBUANG MANTAN, DIKEJAR CEO SULTAN

Demi menyelamatkan ayahnya dari ibu tiri, Aruna terpaksa menjadi pengasuh Maira, putri dari bosnya yang bernama Brahmana. Namun, pengabdian di kediaman sang CEO justru menjeratnya dalam dilema antara kebencian masa lalu dan cinta yang mulai tumbuh. Meski mencoba pergi, ketulusan Maira dan kejujuran Brahmana terus mengejarnya. Aruna kini terjebak dalam pilihan sulit: mempertahankan dendam demi sang ayah atau menyerah pada dekapan cinta sang sultan.
Bab
Bagikan

Bab 2

“A-apa…?” Suara Aruna tercekat. Tenggorokannya terasa kering dan perih. Napasnya perlahan mulai memburu. “Maksudmu bagaimana?”

“Aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita, Aruna.”

“Kenapa Jul? Aku berbuat salah apa? Kita bisa bicarakan baik-baik…” Aruna mencoba menahan dentum jantungnya yang menghentak sakit. Kedua matanya menyorot penuh kaget dan juga ketidakpahaman.

Julian menghela napas berat. “Aku telah memikirkan ini matang-matang dan aku memutuskan ini bukan dalam waktu singkat, Aruna.”

Melihat pandangan yang tanpa keraguan itu, Aruna tahu ia akan membuang tenaga percuma pada Julian. Ia lalu menoleh ke arah Ferliana dengan pandangan marah dan putus asa.

“Kau…” Kalimat Aruna terhenti sesaat. Tenggorokannya terasa perih. “Kau sengaja melakukan ini, Fer? Kau tahu Julian adalah kekasihku dan kami akan bertunangan. Tiba-tiba Julian memutuskan aku lalu ingin bersamamu. Apa yang kau lakukan? Apa yang telah kau lakukan di belakangku??”

Ferliana mengerjap. “Maaf, kak.. Aku… aku tidak sengaja. Aku tidak bermaksud seperti itu. Itu hanya khilaf…” ujar Ferliana terbata dengan suara lemah.

“Tidak sengaja? Tidak sengaja katamu?” Darah dalam tubuh Aruna serasa mulai mendidih.

Apa yang sedang dilakukan Ferli? Mengapa ia bertingkah seolah tidak berdaya seperti itu? Di mana semua kekuatan dan kegarangan seorang Ferliana setiap kali membentak dirinya di rumah?

“Bukankah kau yang menjatuhkan dirimu dalam pelukan kekasihku? Kau merayunya? Begitu bukan?” tuding Aruna dengan suara mulai meninggi.

Ferliana tampak beringsut ke arah Julian dengan ketakutan. Tangan kanannya meraih kemeja Julian dan menggenggamnya seolah meminta perlindungan.

“Aruna! Jangan kasar pada Ferli.”

Kedua bola mata Aruna membesar. ‘Kasar?? Aku kasar pada Ferli??’

“Jul… seumur-umur aku tidak pernah kasar padanya! Tapi kali ini dia keterlaluan. Bertingkah seolah dia menjadi korban. Apa kau tahu aku sela--”

“Cukup!” Julian menghentikan kalimat Aruna. Alisnya bertaut menandakan ia mulai kehabisan kesabaran.

“Jul…”

“Kami tidak butuh drama ini, Aruna. Aku harus bertanggung jawab pada Ferliana,” tukas Julian dengan nada gusar.

“Ta-tanggung jawab? Khilaf yang kau maksud apakah…” Aruna melempar tatapannya pada Ferliana. “Fer? Kau tidur dengan Julian?!”

“Kakak, aku…” Ferliana tampak tergagap.

Aruna langsung berdiri dari duduknya dan dengan gerakan cepat ia menghampiri dan menarik lengan Ferliana kasar. “Jawab aku! Kau tidur dengan kekasihku?!”

Suara Aruna yang meninggi membuat beberapa pengunjung sekitar mereka menoleh dan mulai memperhatikan ketiganya dengan pandangan aneh.

“Jaga mulutmu! Jangan bersikap kasar pada Ferli, Aruna!” Julian menghentak kasar tangan Aruna dari Ferliana. “Ternyata benar kata Ferliana, kau adalah gadis yang kasar. Selama ini kau bersikap seolah menjadi gadis baik di depanku. Aku bersyukur sekarang bisa melihat bagaimana kamu sesungguhnya!”

“Jul…” Aruna terperangah. Tubuhnya membeku seketika.

“Kita tidak ada hubungan apa-apa. Aku akan segera menikahi Ferliana. Dan kamu!” Julian menunjuk muka Aruna. “Jangan sampai aku dengar kamu bersikap kasar lagi pada Ferliana! Kau paham?!”

Selepas kalimat itu selesai, Julian menarik tangan Ferliana dan bergegas meninggalkan tempat itu. Ferliana yang berada di belakang Julian, menolehkan kepalanya pada Aruna lalu memberikan seringai puas pada Aruna.

Mereka kemudian berlalu dan menghilang dari pandangan Aruna yang masih membatu di tempatnya.

Kedua tangan Aruna mengepal. Rongga dada dipenuhi rasa dingin yang membuat perih. Napas pun serasa berat dan sesak.

Apakah hubungan mereka hanya sampai di sini? Lima tahun bersama dan Julian meragukan dirinya? Apa Julian tidak mengenali dirinya selama ini? Begitu saja termakan ucapan Ferliana dan lebih mempercayainya.

Tanpa terasa buliran bening itu menetes perlahan. Potongan memori indah dirinya dengan Julian bertahun-tahun ini melintas dan seakan mengabur di pelupuk matanya.

Ia tidak memiliki siapapun yang dekat dengannya untuk menumpahkan segala keluh kesah selain Julian.

Sejak ayahnya mengalami kelumpuhan, dirinya harus ikut membantu memenuhi keperluan dalam rumah mereka, meski tak seberapa. Hanya Julian yang ia jadikan sebagai tempatnya mengadu dan mendapatkan suntikan semangat.

Apakah benar-benar harus berakhir seperti ini? Begitu saja?

* * *

CKIIITTTT!!!

Tuas rem ditarik kuat, namun terlambat.

BRUUUG!!

“Ya Tuhan!” Seruan kaget lolos dari mulut mungil berwarna pink segar.

Matanya menatap cemas mobil di depannya yang berhenti mendadak dan kini terlihat mobil sedan dengan logo seperti huruf B dengan sayap di belakangnya itu, penyok.

Aruna yang mengendarai motornya hingga mencium pantat mobil yang ditaksir memiliki harga dengan sembilan angka nol itu, bergegas turun dari kendaraannya.

Tanpa menurunkan masker dan tanpa melepas helm berwarna marun yang ia kenakan, ia berjalan gusar menghampiri pintu bagian kemudi mobil tersebut.

“Ada apa denganku hari ini? Mengapa kesialan terjadi beruntun hari ini?” keluhnya dengan mata tak sirna dari kecemasan.

Ia pun merutuki dalam hati si supir mobil itu yang keliru memberikan tanda pada lampu sen-nya. Hari ini mood-nya telah berantakan karena kejadian dengan Julian. Ia tak ingin mendapati dirinya harus mengalami bencana keuangan karena dituntut ganti rugi.

Dengan langkah kaki yang dimantapkan dan dengan hati yang dikuatkan, Aruna melangkah menuju pintu sisi pengemudi. Sedikit membungkuk tangan kanannya terulur lalu mengetuk kaca jendela mobil itu.

Tidak ada respon.

“Permisi!” seru Aruna sambil mengetuk kembali kaca jendela itu. Namun sang pengemudi tampak tidak menggubris. Entah apa yang sedang dilakukan orang di dalam mobil itu.

“Permisi!” Aruna mengetuk kembali kaca jendela mobil. Sepintas terlihat bayangan pria di balik kemudi. Aruna mendengkus kesal karena merasa diabaikan.

“Eh, Pak! Buka dulu hey! Gara-gara Anda ngerem mendadak, motor saya jadi penyok!”

Perlahan dan dengan mulus kaca tersebut bergerak turun.

“Butuh berapa?” tanyanya singkat tapi tanpa menoleh pada Aruna. Membuat darah panas dalam tubuh Aruna menggelegak.

“Emangnya segala sesuatu bisa gitu aja diberesin dengan uang??” sewot Aruna dengan nada naik satu oktaf.

Rasa sesak di dalam dada yang masih ia tahan sejak keluar dari cafe tadi, masih menyisa. Dan kini ia harus berhadapan dengan orang arogan yang bahkan tidak mau repot-repot menoleh padanya.

Apakah orang itu pikir, Aruna adalah pengemis??

Tanpa bisa dihentikan lagi, emosi Aruna pun terpecah.

“Saya pikir cuma emak-emak galau aja yang suka kasih sen kiri tapi belok kanan. Atau sen kanan tapi melipir ke kiri. Anda itu ngerti etika berkendara ngga sih? Jangan mentang-mentang pake mobil me--”

“Aaaaaaahhhh!!!” Suara jeritan seorang anak menghentikan omelan Aruna.

Aruna terdiam dengan kaget. Pasalnya ia sedari tadi tidak melihat ada anak kecil dalam mobil itu.

“Aku gak mauuu!! Pokoknya ga mau!!” Suara anak itu terdengar lagi. Suara anak perempuan. Suara itu berasal dari jok belakang mobil.

Aruna tertegun. Lalu terlintas dalam pikirannya, satu hal buruk.

“Astaga!! Anda menculik anak??” tuding Aruna curiga dengan mata membesar. Ia memaksa melongok masuk melalui jendela yang terbuka setengah itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alisha: Wanita yang Kau Sia-siakan
9.1
Alisha hancur saat Rama, suami yang ia cintai, berselingkuh dengan seorang aktris. Tanpa kata maaf dari Rama, ia pergi membawa luka dan mulai mencari kerja bermodal ijazah SMA. Alisha akhirnya menjadi pengasuh anak Damar, seorang CEO muda. Ketulusan Alisha memikat hati bosnya, namun tiba-tiba Rama muncul kembali untuk meminta rujuk. Kini, Alisha bimbang memilih antara Damar yang tulus atau mantan suaminya yang datang membawa penyesalan mendalam.
Sampul Novel Buy One Get You
8.4
Audia terpaksa membatalkan niat resign setelah ayahnya, Pak Sapto, tertipu rekan bisnis. Demi melunasi utang, sang ayah menjual rumah beserta isinya kepada Ibu Sosro seharga 1,5 miliar. Sialnya, Audia yang tertidur di dalam ikut terjual sebagai aset. Sang bos, Affangga, yang masih patah hati dan membenci Audia karena mirip mantan tunangannya, tak punya pilihan. Ibu Sosro langsung memanfaatkan momen ini untuk menyeret mereka berdua ke pelaminan.
Sampul Novel Dilepas Manajer, Didekap CEO Kaya
9.6
Lima tahun membina rumah tangga dengan Reynald tak membuat Riana bahagia. Alih-alih cinta, ia justru terjebak dalam lingkaran KDRT dan tekanan dari Mayang, ibu mertuanya yang membenci Riana karena belum juga memiliki keturunan. Penderitaannya mencapai puncak saat kehadiran wanita lain merusak pernikahan mereka. Merasa lelah dengan segala pengkhianatan dan kekerasan yang dialaminya, Riana akhirnya mengambil langkah tegas untuk mundur dan pergi.
Sampul Novel Hasrat Istri Ketiga
8.6
Pasca lulus sekolah, masa depan Kiara hancur saat terpaksa menjadi istri ketiga CEO bernama Andra. Awalnya Andra hanya menginginkan keturunan, namun kini ia menuntut pengabdian utuh Kiara sebagai istri. Di tengah gejolak gairah yang menyiksa, Mimi sang istri pertama merasa terancam dan berupaya memisahkan mereka. Mimi memanfaatkan teman masa lalu Kiara untuk menghasutnya saat Andra mengabaikan kebutuhan batin sang istri. Akankah cinta mereka bertahan atau kandas?
Sampul Novel Istri Tomboy Sang CEO
8.8
Zella Polly adalah gadis tomboy yang terdesak untuk meninggalkan rumah keluarganya yang penuh diskriminasi. Namun, ayahnya hanya memberi izin keluar jika ia menikah. Di sisi lain, Hugo Chavez, seorang CEO muda, harus segera mencari istri di tengah rasa sakit hati akibat pengkhianatan kekasihnya. Keduanya pun sepakat menjalani pernikahan kontrak sebagai solusi. Mampukah mereka melewati segala rintangan dan dinamika dalam ikatan rumah tangga tersebut?
Sampul Novel Jodohku Ceo Dingin
8.1
Vivi Raminta terjebak dalam situasi pelik saat dipaksa ibunya menikah dengan Devo, CEO dingin yang sangat ia benci. Keputusasaan Vivi memuncak setelah kekasihnya berkhianat demi wanita kaya. Di sisi lain, Devo setuju menikah hanya untuk menutupi skandal perselingkuhannya dengan artis bernama Karen. Meski terikat motif berbeda, benih asmara mulai tumbuh di antara keduanya. Kini, mampukah Devo melepas Karen demi Vivi saat cinta sejati mulai menguji ego mereka?