APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel DICERAI SUAMI DINIKAHI BOS KEJAM

DICERAI SUAMI DINIKAHI BOS KEJAM

Tiga tahun Hana mengabdi sebagai istri penurut bagi Bima, namun hatinya tetap dingin. Pernikahan tanpa sentuhan itu akhirnya kandas setelah kakek Bima wafat, membuat Hana diceraikan demi kekasih pilihan suaminya. Di tengah keterpurukan, takdir mempertemukannya dengan Matheo. Sebuah kesalahpahaman fatal membuat Hana dituduh sebagai mata-mata oleh bos kejam tersebut, sebuah pertemuan yang lantas menjungkirbalikkan seluruh sisa hidupnya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sesegukan pun tidak akan mempan meluluhkan hati Bima. Karena Bima memang tidak pernah cinta Hana.

"Iya, Mas, aku lapar banget. Aku mau makan yang banyak loh supaya aku kuat saat melayani kamu sampai pagi," ucap Zhifa berkata merdu merayu, bergelendotan lagi di lengan Bima yang masih berstatus suami Hana.

Wanita itu sudah tidak peduli. Apalagi, tatapan seisi restoran seolah menganggap Hana lah pelakor. Perebut suami orang.

Rasanya Hana benar-benar jijik mendengar ucapan wanita itu.

Dia wanita selingkuh, tapi setiap malam bisa membuat suaminya betah.

Sedangkan Hana, berkali-kali mencoba dan menunggu tetap tidak pernah disentuh oleh Bima.

Tiga tahun ini, Bima mengabaikan Hana seperti boneka hidup.

Bahkan saat malam pertama saja, Bima malah meninggalkan dia di hotel tanpa adanya penjelasan.

Hana memang tinggal di rumah mewah dengan banyak pelayan, tapi tidak pernah mendapatkan cinta dari suami.

Hana sudah menahan semua, dia ingin hari ini mendapatkan keadilan.

Dia, tetap ingin mempertahankan suaminya dan tidak mau kalah dengan wanita ular itu.

Dia tahu, Zhifa tidak benar-benar tulus mencintai Bima, kalau bukan karena harta, mana mungkin Zhifa yang sudah diputuskan mau menerima Bima kembali.

Hana bangkit dan mencoba mengejar punggung Bima yang semakin menjauh.

Rasa sakit di tangan juga rambut yang dijambak kasar oleh Zhifa sudah tidak dipedulikan.

Saat ini, Hana hanya ingin bersaing dengan wanita pelakor itu dan berusaha merebut suaminya kembali.

Kakinya sempat tersandung dan tanpa sengaja menabrak seorang.

Hana segera menundukkan kepala dan meminta maaf. Dia semakin panik saat melihat Bima masuk ke mobil dan akan pergi.

"Aw! Sa-sakit!"

Hana terkejut saat tangannya di cengkeraman dengan kuat.

"Sudah menabrak orang dan ingin pergi? Kau benar-benar cari mati!"

Suara serak dan bariton dari seorang laki-laki mencegah Hana pergi.

Hana membeku dan menarik wajahnya perlahan ke arah suara.

"Ma-maafkan aku, Tuan, sungguh, aku nggak sengaja," Hana mencoba menahan tangis.

Dia mengusap perlahan air mata yang masih mengalir di pipinya.

Sesaat, lelaki itu memicingkan mata.

Biasanya lelaki itu tidak pernah tertarik dengan urusan wanita manapun selain wanita yang menghangatkan ranjangnya setiap malam.

Namun, saat melihat Hana kebingungan juga panik membuatnya penasaran.

"Kau harus bertanggung jawab!" cetusnya, tatapan lelaki itu terus memindai Hana.

Hana menarik wajah, semakin dia menarik wajah, air matanya malah tidak bisa dikendalikan.

"Ada apa? Kenapa dia menangis seperti itu? Cih, wanita menangis benar-benar menyebalkan." Lelaki berwajah dingin itu mengumpat dihati.

Kali ini dia benar-benar menjadi lelaki kepo yang ingin tahu urusan orang lain.

Saat ditatap olehnya, tatapan Hana malah sibuk melirik ke arah pintu. Dia menyadari kalau suaminya sudah benar-benar pergi bersama wanita licik itu.

"Bawa dia!" perintahnya tiba-tiba, Hana terkejut saat dirinya diseret oleh dua orang dibelakang orang itu.

"Tu-tunggu, Tuan, hey, aku mau dibawa kemana, Tuan?" teriak Hana.

Hana berontak dengan sisa tenaga yang dimiliki.

Meski rontanya cukup kuat, tetap saja tidak akan bisa melawan dua orang lelaki dengan berperawakan lebih besar darinya.

"Rodan, bungkam mulutnya. Berisik sekali. Kita akan meeting dan aku ingin dia bertanggung jawab dengan perbuatannya!" perintah lelaki tadi mengisyaratkan agar membungkam mulut Hana.

"Ti-tidak, lepaskan aku. Hey, kau mau bawa kemana aku, Tuan, kau kalau ingin aku bertanggung jawab jangan seperti i–," belum sempat Hana melakukan aksi protesnya hingga tuntas, lelaki yang dipanggil Rodan menyumpal mulut Hana dengan kain dan mengikat kedua tangannya.

"Ssh ... astaga, sial sekali nasibku. Tadi bertemu dengan Zhifa si wanita licik, sekarang aku malah berurusan dengan lelaki kejam ini."

"Siapa dia? Dan mau dibawa kemana aku? Arghh, mulut dan tanganku benar-benar kesakitan. Aku harus bisa bertemu dengan mas Bimo segera. Aku mau harus membicarakan lagi yang tadi."

Hana mengikuti langkah laki-laki di depannya dan memasuki lorong dengan lift khusus.

Dia bahkan tidak tahu kalau di restoran itu memiliki lift khusus yang membawa mereka turun.

Lelaki itu, lelaki yang dipanggil, Rodan dan setidaknya masih ada sekitar sepuluh orang lagi laki-laki bertubuh sama besar dibelakang Hana yang mengikuti.

Hana dibawa ke suatu ruangan yang entah dimana dia berada. Pencahayaan cukup remang padahal diluar sana, Hana yakin malam belum datang.

"Argghhh! Tolong, tolong maafkan saya, saya tidak akan mengulanginya lagi."

Semakin dalam langkah mereka, Hana mendengar suara lengkingan seorang laki-laki.

Sepertinya dia sedang merasakan sakit karena berulang kali berteriak dan mengumandangkan perkataan yang sama.

Ingin sekali Hana berteriak atau melarikan diri.

Namun, saat matanya berkeliling, dia baru menyadari ruangan itu bukan sembarang ruangan.

Lelaki yang sempat meminta pertanggung jawaban pada Hana itu sekarang sedang duduk di satu kursi kayu dengan tatapannya yang bengis pada seseorang.

Mata Hana membulat lebar saat melihat seorang laki-laki sedang diikat menggunakan rantai besi.

Kedua tangan dan kakinya terbelenggu rantai tersebut dengan tubuhnya yang sudah bersimbah darah karena cambukan.

"Ya–ya ampun, dimana aku? Apa itu? Apa yang akan dia lakukan? Kenapa aku malah bisa tersesat di tempat mengerikan seperti ini. Aku tidak mau melihatnya, huuuuu, Mas Bima dimana kamu? Tolong aku, Mas ...."

Raungan Hana semakin keras, namun sayangnya itu semua percuma karena dia tetap tidak bisa mengeluarkan suara.

Hana menggeleng kuat dan memejamkan mata saat gadis itu mendengar kembali teriakan kesakitan bergema.

"Aaagghh!! Tolong, ampuni, saya, Tuan, saya mohon. Ini hanya salah paham. Tolong Tuan selidiki lagi. Saya tidak mungkin berkhianat dengan Tuan."

Lelaki dalam ikatan rantai besi itu mengiba belas kasih, tapi lelaki itu melirik lelaki yang bernama Radon, "Masih berani mulut penghianat sepertimu berbicara, sepertinya aku harus memotong lidahmu agar kau tidak cerewet. Lihatlah, semua bukti sudah mengarah padamu!" decak Rodan, dia terlihat begitu kesal dan tak sabar apalagi lelaki dengan rantai besi itu mencoba memohon pengampunan pada Tuannya.

Namun, suara amukan tadi mengganggu pendengaran lelaki yang duduk di kursi kayu itu.

Dia menoleh dan melihat Hana semakin berontak dan seolah ingin mengatakan tidak ingin melihat semua.

"Hah. Benar-benar merepotkan. Aku lupa masih membawa wanita ini. Bagaimana kalau dia membocorkan kejadian ini. Hah, aku tidak peduli. Kalau dia berani membuka mulut, aku tidak akan segan membunuhnya." Ancam laki-laki itu di hati sambil memicingkan tajam mata pada Hana.

Kemudian dia beranjak dari duduk, sesaat Rodan menoleh dan memutarkan lehernya.

Dia yakin ada yang berbeda dengan Tuannya, biasanya sang Tuan akan menikmati pertunjukan itu sampai habis.

"Bereskan semua sesuai prosesnya, Rodan. Tidak perlu sampai kau membunuhnya, tapi pastikan mulut dan tangannya tidak dapat memberikan celah untuk kita. Aku tunggu di mobil," ucapnya tegas dan penuh penekanan.

"Tidak, jangan, Tuan, saya mohon. Maafkan saya, Tuan. Saya tidak akan melakukan kesalahan lagi, Arghh!" jerit permohonan lagi dengan teriakan keras saat cambuk menyapa tubuhnya kembali.

Kemudian tatapannya beralih pada Hana. Dengan tubuh bergetar dan menggeleng kuat saat dirinya diseret kembali oleh orang-orang suruhannya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bodyguard Seksi
9.7
Asalina tidak pernah membayangkan hidupnya akan berakhir sebagai pelindung pribadi bagi seorang CEO yang sangat angkuh. Namun, sebuah insiden tak terduga memaksanya untuk terjebak dalam situasi sulit tersebut. Tanpa pilihan lain, ia terpaksa menandatangani kontrak perjanjian kerja yang mengikatnya dengan sang miliarder. Kini, Asalina harus menghadapi sikap arogan atasannya setiap hari demi memenuhi kewajiban yang telah ia sepakati secara resmi.
Sampul Novel Dendam Menantu Kaya Raya
9.2
Tiga tahun lamanya Liam Hanza hidup menderita sebagai menantu yang dihina dan diperlakukan bak budak oleh mertuanya. Semua penghinaan itu ia telan demi sang istri, Yolanda Liandra. Namun, kesetiaannya hancur saat ia memergoki Yolanda berselingkuh. Kecewa dan terluka, Liam akhirnya membongkar identitas aslinya sebagai pewaris tunggal kekayaan ribuan triliun. Kini, keluarga Liandra bersujud memohon ampun, tetapi Liam siap membalas dendam dengan segala kekuasaannya.
Sampul Novel Dinodai Mantan Majikan
8.3
Demi biaya operasi ibunya, Anjani Aswari terpaksa menjual kesucian kepada majikannya, Barata Yudha. Konglomerat itu justru terus mengeksploitasi Anjani sebagai pemuas nafsu rekan bisnisnya di bawah ancaman maut. Saat Anjani hamil demi menghidupi adik-adiknya, Barata menolak bertanggung jawab dan menuduh bayi itu milik pria lain. Konflik memuncak ketika istri Barata, Ayudya, mengetahui skandal ini. Anjani yang menderita pun harus mengungkap kebenaran di tengah pengusiran.
Sampul Novel Dosen Suamiku
9.8
Adara Adila Calista, mahasiswi berusia 22 tahun, terkejut saat mengetahui wasiat mendiang kakeknya. Ia harus menikah dengan cucu sahabat sang kakek, yang ternyata adalah Rafka Shaquile Zhafran, dosen yang selama ini sering membuatnya kesal. Rafka, seorang CEO muda berusia 24 tahun, menerima perjodohan ini demi kebahagiaan keluarga, meski ada ancaman kehilangan warisan. Bagaimana nasib pernikahan Adara dengan dosen yang ia benci dalam ikatan wasiat ini?
Sampul Novel Istri Kontrak: Penebusan Thorne
8.8
Clara kehilangan bayinya akibat ulah kejam Marko, suaminya sendiri. Bukannya berduka, Marko justru menyodorkan surat cerai demi menikahi sahabat Clara yang sedang mengandung anaknya. Diancam akan dijebloskan ke RSJ, Clara terdesak hingga pengacara orang tuanya datang membawa kunci rahasia. Kunci itu mengungkap kontrak kuno yang menjodohkannya dengan Julian Aditama, miliarder tangguh yang sangat ditakuti Marko. Kini, Clara memiliki peluang untuk membalas dendam.
Sampul Novel Kesempatan Kedua dengan Sang CEO
8.9
Pasca bercerai, Bella yakin hidupnya akan tenang tanpa bayang-bayang mantan suaminya. Namun, sang CEO yang dulu angkuh justru datang bersimpuh dan memohon pengampunan agar mereka bisa memulai kembali. Meski pria itu menundukkan kepala dengan penuh penyesalan, luka hati Bella sudah terlanjur dalam. Ia dengan tegas menolak bunga serta permintaan maaf tersebut karena merasa semuanya sudah terlambat. Kesempatan kedua yang diharapkan sang mantan kini terasa sia-sia.