APKDock Logo
Sampul Novel Dikejar Mantan Posesif

Dikejar Mantan Posesif

9.6 / 10.0
Tujuh tahun silam, Farel Zay Amanta mendadak lenyap dari hidup Refa Aletta Zafana tanpa sepatah kata pun. Kepergian misterius itu meninggalkan luka mendalam bagi Refa. Kini, Farel kembali hadir secara tak terduga dengan sikap yang sangat posesif. Tanpa memedulikan masa lalu mereka yang penuh tanda tanya, pada pertemuan pertama setelah sekian lama, Farel langsung melontarkan tuntutan mengejutkan agar Refa segera menjadi istrinya saat itu juga.

Dikejar Mantan Posesif Bab 1

Bukk...

Refa didorong ke dinding oleh sebuah tangan yang besar.

"Ahhhh"

Bibir sedingin es itu tiba-tiba mendekatinya, dan kehadiran asing namun familiar menyebabkan otak Refa langsung mengalami korsleting.

Sebelum Refa sempat mendorongnya menjauh, pria itu sudah melepaskan tangannya. Senyuman jahat yang memikat muncul di wajahnya saat pria itu mengelus pipi Reva.

Dengan suara magnetis, dia berkata, "Ref, aku telah kembali."

Refa sedikit gemetar ketika dia mendengar suara yang familiar ini, dan saat dia menatap matanya Refa tercengang saat melihat sosok di depannya. Orang itu terlihat lebih menonjol sekarang daripada beberapa tahun lalu. Kedewasaan yang memancar dari dirinya membuatnya sulit diabaikan. Tingginya 185 sentimeter, mengenakan kemeja hitam dan celana hitam. Penampilannya yang sederhana dan rambut pendeknya yang rapi terlihat menawan. Rahang tegas, hidung mancung, bibir tipis, dan mata tajamnya sudah sering muncul dalam mimpi Refa..

Pria itu adalah seseorang yang menghilang tujuh tahun yang lalu, seseorang yang pernah menjadi orang yang paling penting dalam hidup Refa. Rasanya seperti mimpi baginya untuk melihatnya di hadapannya seperti ini, tanpa ada waktu untuk mempersiapkan diri.

Refa merasa mati rasa, dan pikirannya pun langsung kosong.

Namun dengan cepat dia bisa melarikan diri dari pria itu, walaupun pria itu memanggilnya beberapa kali. Air mata Reva seperti ingin keluar, namun ia tahan karena ingatan akan masa lalu muncul kembali.

Dan Refa benar benar mengabaikan pria itu!

"Refa, ada apa? Kenapa… wajahmu pucat sekali?" Maya segera berdiri dia merasa sangat khawatir kepada Refa.

Maya adalah sahabat Refa sejak mereka pertama kali masuk SMA. Saat ini, Maya bekerja sebagai pramugari di maskapai terbesar di Indonesia (Soekarno-Hatta). Dia adalah seorang gadis cantik dan baik hati.

"Tidak apa-apa, May, tenang aja."

Setelah berpikir sejenak, dia memutuskan untuk pulang saja. Refa dengan hati-hati mencondongkan tubuh ke arah Bu Ani, dan berbicara di telinganya, "Bu, aku minta maaf, sekarang aku harus pergi soalnya ada pekerjaan yang mendadak, lain kali pasti aku akan mengunjungi rumah ibu, sendiri." Refa mencoba berbohong kepada Bu Ani.

Ibu Ani menatap Refa dalam-dalam dan mengangguk, "Yah, padahal kita belum mengobrol, loh Ref, tapi ya sudahlah, pekerjaan memang lebih penting dari apapun. Kamu boleh pergi, hati-hati di jalannya ya, Ref."

'Untunglah, Bu Ani memberikan persetujuan,' ucap Refa dalam hati.

"Baik Bu, terima kasih,,,," jawab Refa.

Refa tidak peduli dengan pandangan orang lain saat dia mengambil tasnya dan pergi. Dia keluar begitu saja sehingga dia bahkan membuat Maya bingung.

"Dasar! Refa itu sombong banget ya, dia itu sama sekali tidak pernah datang ke reuni, sekalinya reuni malah begini, pulang di tengah acara, emang gak jelas! Aku juga kaya ngga nyangka bahwa dia akan datang hari ini, apakah dia udah tau sebelumnya kalau Farel akan datang?" tanya Mira kepada temannya dengan nada yang tak suka.

Mira adalah teman sekelas Refa, dia sangat tergila-gila dengan Farrel saat di SMA maka dari itu Mira tak pernah berbicara sekalipun dengan Refa. Mira bahkan menganggap Refa itu sebagai musuhnya dan hubungan mereka masih begitu tegang.

"Ya, pasti lah, Mira. Dia pasti sudah tahu kalau Farel akan datang, makanya dia ke sini dan mau cari perhatian sama si Farel," jawab temannya itu.

"Dasar wanita jalang!" mereka berdua pun tertawa.

___

Di taksi Reva melamun ke arah jendela, Refa sangat tidak menyangka bahwa Farel akan melakukan hal itu dengan tiba-tiba. Reva pikir Farel akan berubah dan dia melupakan semua hal yang telah terjadi di SMA, yaitu berpacaran dengannya.

Banyak hal terjadi pada malam kelulusan mereka tujuh tahun yang lalu, dan dia pernah percaya bahwa dia tidak akan pernah melihat Farel lagi. Namun siapa sangka saat dia tiba-tiba kembali, kenapa perasaan suka muncul kembali?

Namun Reva tidak akan pernah peduli, Refa tidak akan berani berinteraksi dengan Farel lagi. Sama seperti tujuh tahun yang lalu, betapapun mereka saling mencintai, mereka tidak akan pernah bisa bersama karena mereka berasal dari dunia yang sangat berbeda. Ditambah lagi, dia tidak menyangka kalau mereka akan bertemu lagi setelah kejadian itu. Setelah semua yang dia lalui, satu-satunya impiannya sekarang adalah menikah dengan pria yang stabil dan menjalani kehidupan yang nyaman dan damai selama sisa hidupnya.

Saat Reva melamun begitu dalam dia mengabaikan telefon yang terus menerus berdering, panggilan itu berasal dari Maya, dia mengabaikannya karena dia tidak tahu harus berkata apa kepadanya.

Saat itu hampir pukul sebelas malam ketika dia kembali ke tempat tinggalnya. Refa membuka pintu dan di dalamnya gelap gulita.

Setelah menyalakan lampu, dia memperhatikan tidak ada orang di dalam atau di luar kamar. Sepertinya Bima belum selesai dari shift malamnya.

Bima adalah pacarnya Refa dia menyewa apartemen dua kamar tidur ini setelah mereka berdua lulus dari universitas. Dia tinggal di sini juga karena lebih mudah merawat dan selalu di samping Bima, dan juga karena dekat dengan rumah sakit tempat dia bekerja. Tidak perlu naik bus dan mereka bisa tidur lebih lama. Lingkungannya sangat menyenangkan, dan harga sewanya juga sesuai anggaran mereka. Refa selalu berpikir akan menyenangkan tinggal di sini sampai mereka membeli apartemen sendiri. Ditambah lagi, dengan adanya Bima, Refa sudah merasakan sedikit kehangatan sebuah rumah.

Mereka sudah bersama cukup lama, tapi sejujurnya, Refa sadar bahwa sebagian besar perasaan mereka lebih bersifat saling bergantung daripada cinta.

Refa segera mandi air panas, mengganti piyamanya, dan kembali ke kamar tidurnya untuk beristirahat.

Saat itu, teleponnya tiba-tiba berdering, dan dia menoleh untuk melihat nomor yang tidak dikenalnya.

"Halo?"

"..."

"Halo? Siapa ini? Aku akan menutup telepon jika kamu tidak mau mengatakan apa pun." Refa merasa sedikit kesal.

'Mungkin dia salah sambung kali ya?' pikir Refa.

Saat dia hendak menutup telepon, dia mendengar suara yang dikenalnya.

"Kenapa kamu menghindari ku?" suara itu berbicara melalui telepon.

“Farell?” Jawab Refa, suaranya bergetar.

"Kenapa kamu menghindari ku?" Farel mengulangi pertanyaannya.

"Farel, bisakah kamu menghentikan omong kosong ini? Kita kan sudah putus dari tujuh tahun yang lalu—"

"Keluar sekarang, aku menunggumu di bawah!" Farel menyela dan memutuskan telepon itu, padahal Refa belum sempat menjawab.

Bagaimana bisa dia tahu alamatku? Apakah si mulut besar Mira yang memberitahunya? pikir Refa. Mengingat kembali kejadian di kamar mandi, Refa benar-benar tidak ingin turun ke bawah. Dia tidak berniat untuk menemuinya.

Tapi jika aku tidak turun, apakah dia akan tetap menunggu? Apakah nanti dia akan bertemu Bima jika dia sudah pulang?

Dengan penuh keyakinan, Refa akhirnya memutuskan untuk pergi ke bawah menggunakan jaket, dia tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan!

Dan benar saja, Farel ada di bawah dengan punggung bersandar pada pagar, memegang rokok yang menyala di antara jari-jarinya.

“Farel, apa yang sebenarnya kau inginkan?” Refa mendekati pria itu, dan menatapnya tajam.

Mengangkat kepalanya, Farel menatap tajam ke arah Refa. Itu adalah mata yang familiar, jenis yang membuatnya merasa seolah-olah dialah satu-satunya gadis yang bisa dilihatnya, seolah-olah dia masih menyayanginya seperti dulu.

"Refa, kamu masih sama seperti dulu. Kamu tidak berubah sedikit pun." Farel menatapnya tanpa berkedip, matanya penuh dengan emosi yang sulit dijelaskan.

Dengan senyum pahit, Refa menjawab, "kamu salah! Aku sudah berubah! Farel, sudahlah lupakan masa lalu, aku sudah lelah dengan dramamu! Aku tidak ingin menambah masalah baru, apalagi sekarang kita sudah memiliki kehidupan masing-masing! Jadi untuk apa kamu masih mengejar ku seperti ini? Tolonglah, Farel. Sudahlah, jangan bersikap gila seperti ini!"

"Aku tidak gila. Aku masih waras Refa" kata Farel menegaskan.

"Lalu kenapa kamu melakukan ini? Hanya untuk bernostalgia dengan ku begitu?" Refa mendengus.

Mata Farel berbinar saat dia menatap tajam ke dalam matanya. Dia kemudian berkata dengan serius dan lembut, "Refa, menikahlah denganku."

Refa hampir kehilangan akal sehatnya setelah mendengar kata-kata itu. Kamu menghilang selama tujuh tahun, dan hal pertama yang kamu lakukan saat kembali adalah melamar ku?!

Ini gila Farel ini gila!

_____

Hallo, readers 👋 kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa kasih rating bintang limanya ya! 🌟

Jangan lupa juga di-follow dan tambahin ke rak buku kalian! 💅📚

Terima kasih! 😊

Lanjut Membaca

Daftar Isi Dikejar Mantan Posesif

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel En-PD154
9.0
Setelah memenangkan sepuluh laga beruntun di arena, aku justru dikhianati Roderick. Tunanganku itu malah bermesraan dengan cinta pertamanya dan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar yang tak berkelas. Kelembutannya kemarin sirna, berganti pengakuan cinta untuk wanita lain di hadapanku. Dengan hati yang mendingin, aku menghubungi ayahku sang bos mafia. Aku meminta pernikahan dibatalkan karena aku ingin mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Penyesalan mendalam menghantui setelah perpisahan yang tak terelakkan terjadi. Kesadaran yang datang terlambat hanya menyisakan duka, karena tangisan tak mampu mengubah kenyataan. Kehadiran sosokmu sebelumnya telah memberi warna dan mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski mengenalmu membawa rasa sakit dan kesedihan, di sana pula kutemukan kebahagiaan sejati. Kini, andai waktu bisa diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik bersamamu.
Sampul Novel P. S. I LOVE YOU
8.5
Cyra Alesha, mahasiswi cantik berusia dua puluh tahun, harus berjuang di kota besar dengan bekerja paruh waktu. Namun, hidupnya berubah menjadi mimpi buruk saat ia terjebak kesalahpahaman dengan Felix Domil. CEO muda yang kejam itu tega menginjak harga diri Cyra dan menyeretnya ke dalam penderitaan. Meski disiksa oleh kekejaman sang pewaris tunggal, Cyra justru terjebak dalam pesonanya. Mampukah ia bertahan atau justru memilih berontak demi membebaskan diri?
Sampul Novel PRIME MINISTRE'S DAUGHTER
8.2
Ken terobsesi menikahi Eleanore, putri perdana menteri yang dingin, hingga nekat memakai cara licik. Namun, setelah resmi menikah, Ken mengungkap rahasia kelam masa lalu istrinya yang memicu kebencian mendalam. Eleanore yang awalnya merasa bahagia karena cinta keponakan raja itu, kini harus menderita akibat perubahan sikap Ken yang drastis. Meski hatinya hancur disakiti sang suami, Eleanore tetap bertahan dalam cinta di tengah konflik masa lalu yang sulit dimaafkan.
Sampul Novel Rahasia Kelam Seorang Istri
9.4
Alina hidup dalam bayang-bayang masa lalu kelam yang mengancam rumah tangganya dengan Arya, seorang duda yang sangat menghargai kejujuran. Meski mencintai suaminya, Alina terjepit antara mengungkap aib lama atau tetap bungkam demi menjaga pernikahan mereka. Konflik memuncak saat Arya mulai meragukan kesucian dan masa lalu Alina. Akankah kejujuran Alina menghancurkan segalanya, atau mampukah Arya menerima kenyataan pahit yang dianggapnya sebagai pengkhianatan?
Sampul Novel Satu Malam Bersama Calon Besan
8.5
Pasca lama menjanda, Mira melakukan kekeliruan fatal akibat pengaruh alkohol saat merayakan ulang tahun. Ia menghabiskan malam yang penuh gairah dengan Rendi, lalu pergi begitu saja tanpa melihat wajah pria tersebut. Mira berupaya melupakan momen intim itu, namun segalanya berubah saat ia bertemu calon besannya. Ternyata, ayah dari calon menantunya adalah Rendi. Kini mereka terjebak antara menghapus memori tersebut atau justru lanjut berselingkuh di belakang anak mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan