APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dikhianati Manager Diperjuangkan Dokter

Dikhianati Manager Diperjuangkan Dokter

Winda menemukan bukti mengejutkan yang memicu kecurigaan bahwa suaminya menjalin hubungan gelap dengan ibu kandungnya sendiri. Namun, saat ia mencoba membongkar skandal tersebut, sebuah pengakuan tak terduga dari sang suami justru mematahkan semua dugaannya. Teka-teki mengenai sosok selingkuhan yang sebenarnya pun mulai terkuak. Sanggupkah Winda menghadapi kenyataan pahit ini? Akankah ia memaafkan pengkhianatan itu atau justru memilih melabuhkan hatinya pada sosok lain?
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku dan Mas Heru memang menikah karena di jodohkan. Kami menikah demi memenuhi keinginan terakhir Papi. Dimana saat itu, Mas Heru adalah anak dari sahabat Papi. Untuk menunjukkan tanda baktiku, aku menerima perjodohan itu meski baru pertama kali bertemu.

Saat itu, aku tinggal hanya berdua dengan Papi. Karena, sejak aku berusia sepuluh tahun, Mami kabur bersama pria lain. Kudengar, mereka tinggal di London selama ini. Tapi, entah karena alasan apa, lima bulan lalu Mami kembali pulang ke Indonesia dan menemuiku.

Tentu saja hatiku meradang dan menolaknya mentah-mentah. Enak saja, sudah meninggalkanku selama lima belas tahun, kini kembali seperti tanpa dosa. Aku sama sekali tak mengerti dengan jalan pikirannya. Tapi, karena desakan Mas Heru yang terus membujukku memaafkan Mami, akhirnya aku pun mengalah pada suamiku yang baik dan tampan itu.

Begitu lah sifat Mas Heru, dia selalu bertindak dengan sabar dan kepala dingin. Membuatku semakin hari semakin mencintai dan menggilainya. Tubuhnya yang tinggi sempurna, otot-otot tubuh yang menggoda, membuatku tak mampu lagi berpaling darinya.

Kami memutuskan untuk membiarkan menyewakan Mami sebuah apartemen. Karena jujur saja, aku tak ingin Mami tinggal satu rumah dengan kami. Apalagi ini adalah rumah peninggalan Papi. Terlebih, sejak tinggal di luar negeri, penampilan Mami sudah sama layaknua wanita penghibur. Aku saja jijik melihatnya. Bagaimana ia bisa tak tau malu seperti itu?

"Sayang, tolong ambilkan handuk. Mas lupa!" teriak Mas Heru dari dalam kamar mandi.

Aku bergegas meletakkan kembali ponsel Mas Heru, dan mengambil handuk yang tergantung di rak besi. Kemudian mengetuk pintu kamar mandi. Kulihat tangan Mas Heru keluar dari balik pintu yang terbuka sedikit. 'Tumben!' pikirku

Setelah mengambil handuk, ia kembali menutup pintu kamar mandi. Ada apa dengan Mas Heru sebenarnya? Apa yang coba ia sembunyikan? Biasanya ia akan membuka pintu kamar mandi dengan lebar, lalu mempertontonkan tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang pun. Atau dia akan menarikku untuk turut masuk ke dalam kamar mandi. Dan seingatku, sudah satu minggu ini Mas Heru tak pernah mengajakku bercinta. Hal ini semakin menguatkan tekadku untuk menyeledikinya.

Setelah Mas Heru selesai mandi, aku pun bergegas mandi. Kemudian membuatkan teh dan memberi selai pada roti tawarnya. Mas Heru tidak minum kopi dan merokok. Itu alasan utama aku dulu mau menerimanya. Karena aku tidak suka dengan pria perokok.

"Mas, siapa yang kamu video call semalam?" tanyaku saat menyodorkan roti padanya.

"Oh, itu Mami." jawabnya santai.

"Ngapain kamu video call sama Mami jam tiga malam? Ga pake baju lagi!" tanyaku lagi dengan sengaja memperlihatkan raut curiga.

"Mami tiba-tiba nanyain gimana caranya nyalain alarm otomatis di apartemen itu, Sayang. Kamu kenapa sih? Kok sama Mami-nya sendiri curigaan gitu?" tanya Mas Heru seolah saat ini akulah yang terlihat bersalah karena terlalu curigaan.

Memang benar, selama ini aku selalu percaya dan tak pernah berpikir kalau Mas Heru adalah pria yang akan tergoda dengan wanita lain. Tapi, kali ini aku benar-benar tak bisa menahan perasaanku untuk tidak curiga.

"Nggak, aku kan cuma nanya." jawabku, lalu meneguk susu promil yang sudah rutin kuminum dalam satu tahun ini.

"Ya sudah, jangan berpikiran yang macam-macam lagi. Mas nggak akan berpaling dari kamu kok. Mas sayang banget sama kamu, Winda. Kamu pelengkap hidup, Mas." ucapnya dengan mengelus tanganku yang berada di atas meja.

"Semoga saja kamu benar, Mas." balasku dengan ketus.

"Mungkin kamu lagi dapet ya? Kok marahan terus sih dari semalam? Eh, Mas berangkat dulu ya. Udah jam setengah delapan, Mas ada meeting dengan klien penting hari ini." ucapnya saat melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kekarnya itu.

"Nanti kamu pulang jam berapa?" tanyaku setelah menyalim tangannya.

"Mas usahakam pulang cepat, Mas berangkat dulu ya, Istriku yang cantik," pamitnya, kemudian mengecup keningku.

"Hati-hati di jalan, Mas." Teriakku saat melihat Mas Heru sudah sampai di ambang pintu.

Mas Heru berbalik dan mengacungkan jempolnya sambil tersenyum manis. Aku sama sekali sulit untuk bersikap manis padanya sejak kemarin. Setelah lima belas menit kepergian Mas Heru, aku selesai membersihkan meja bekas kami sarapan.

Kami tidak memakai jasa Asisten Rumah Tangga, meski beberapa kali Mas Heru menawarkannya padaku. Aku berpikir bisa melakukan semuanya sendiri. Toh kami hanya hidup berdua, tidak akan banyak pekerjaan yang akan aku lakukan di rumah ini.

Aku kembali ke kamar, lalu memutuskan untuk menghubungi sahabatku sejak masih duduk di kelas satu SMP, Nia.

Tuuut... Tuuut... Tuuut...

Setelah tiga kali panggilan telponku berbunyi, terdengar suara malas dari seberang sana, "Kamu nggak ada kerjaan lain ya pagi-pagi gini, selain gangguin aku tidur?" tanya Nia dengan nada khas baru bangun tidurnya.

"Beb, kamu harus bantuin aku. Aku curiga Mas Heru punya wanita lain," ucapku tanpa menghiraukan pertanyaan Nia.

"What?" teriaknya memekakkan telinga.

"Jangan ngarang deh, Beb. Nggak mungkinlah suami kamu selingkuh. Dia kan cinta banget sama kamu, Beb!" ucapnya tak percaya. Aku yakin saat ini Nia sudah dalam keadaan duduk dan sadar penuh dari tidurnya, setelah mendengar ucapanku tadi.

Tentu saja Nia kaget, sudah kukatakan sebelumnya, suamiku itu tipe suami idaman. Dia sempurna banget di mata para wanita. Banyak wanita yang terang-terangan menggodanya, tapi dengan gentle Mas Heru mengatakan bahwa dia hanya mencintai istrinya, yaitu aku. Dan tak akan pernah tergoda oleh wanita secantik dan seseksi apa pun di luaran sana.

"Makanya, kamu cepat ke sini. Nanti aku kasih tau semuanya. Sekalian, kamu juga coba cari informasi siapa yang bisa memasang pelacak pada ponsel Mas Heru. Supaya aku tau dimana saja dia berada selama di luar rumah!" ucapku serius pada Nia.

"Oke-oke. Kalau gitu, aku mandi dulu. Setelah itu aku langsung ke rumah kamu. Jangan lupa, buatkan aku mie goreng super pedas buatanmu yang lezat itu," pintanya sebelum menutup telpon.

Nia memang seorang sahabat yang paling pengertian. Dia selalu ada saat aku membutuhkannya. Nia belum menikah, karena masih terlena oleh pekerjaannya. Ya, dia seorang Pengacara. Sikapnya saat di luar Pengadilan sangat jauh berbeda dengan saat ia menjadi Kuasa Hukum untuk kasus-kasus yang terpilih untuk ditanganinya.

Nia juga sebenarnya sangat trauma untuk menjalin komitmen dengan seorang pria, karena pernah dua kali ia di khianati. Yang terakhir, ia memergoki tunangannya sedang bercinta dengan panas dengan bawahannya. Padahal, pernikahan mereka tinggal menghitung hari. Sejak memilih untuk membatalkan pernikahan dengan bajingan itu, Nia terlalu fokus pada pekerjaannya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Enggak Siap Dengan Perasaan Ini
8.4
Dunia Shiloh Jung runtuh saat bisnisnya hancur dan sang mantan menikah. Sang ayah lalu mengirimnya berlibur ke luar negeri demi memulihkan diri. Di sana, ia bertemu Edward Leung yang misterius. Mereka sepakat menjelajahi Rusia sebagai kekasih tanpa mengungkap identitas asli, sambil berjanji akan bersatu jika takdir mempertemukan mereka lagi. Namun, setahun kemudian Edward justru bersikap seolah tidak mengenal Shiloh. Rahasia besar apa yang sebenarnya ia simpan?
Sampul Novel An Affair
9.2
Winter Samantha menyamar demi menghancurkan keluarga Smith yang telah merenggut nyawa orang tuanya. Ia sengaja menjerat Edward Smith dan putranya, David, ke dalam skandal perselingkuhan yang berbahaya. Namun, di tengah misi balas dendam tersebut, muncul Sean William, sahabat masa kecil yang mencintainya dengan tulus. Kini Winter terjebak dalam dilema besar: tetap menghancurkan musuhnya atau memilih hidup bahagia bersama lamaran cinta sejatinya, Sean.
Sampul Novel Dinikahkan Karena Hutang
9.8
Iren terjebak dalam situasi pelik saat dipaksa menikah dengan pria asing pilihan orang tuanya. Pernikahan ini bukan didasari cinta, melainkan sebagai alat penebus hutang keluarga yang menumpuk. Ibu dan saudara tirinya sengaja bersekongkol menekan sang ayah agar mengorbankan Iren demi melunasi beban finansial mereka. Di balik paksaan itu, Iren menyimpan trauma mendalam terhadap laki-laki. Mampukah ia menjalani kehidupan barunya di tengah ketakutan masa lalu?
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela mengambil risiko besar dengan mengandung anak Jeremy secara rahasia, meski ia tahu dirinya hanya dimanfaatkan. Sadar akan kekejaman Jeremy, Angela sengaja memancing amarah pria itu agar ia dilepaskan. Namun, pelariannya berakhir saat Jeremy berhasil melacak posisinya. Di ambang keputusasaan, Angela memohon kebebasan. Tak disangka, kehadiran sang buah hati justru mengubah segalanya. Jeremy yang dulu dingin kini menawarkan diri untuk melayani Angela dan bayi mereka.
Sampul Novel Menghidupkan Kembali Cinta yang Hilang
8.8
Hati Regina hanya milik Malvin. Memasuki tahun kedua pernikahan, ia hamil. Namun, sebelum kabar bahagia itu terucap, Malvin justru meminta cerai demi cinta pertamanya. Kecelakaan tragis membuat Regina bersimbah darah, tapi Malvin mengabaikannya demi wanita lain. Bangkit dari maut, Regina menata hidup hingga sukses besar. Melihat Regina bahagia dengan pria lain, Malvin didera cemburu. Ia mengacaukan pernikahan Regina dan memohonnya kembali bersimpuh di altar.
Sampul Novel Pelangi di Ujung Senja
9.5
Dunia ini tidak menawarkan kesempurnaan, begitu pun kisah cinta Reza dan Arini. Meski Reza adalah pria pertama yang menyentuh hatinya, Arini harus menghadapi kenyataan pahit tentang pengorbanan. Mencintai berarti siap merelakan, bahkan saat perasaan itu terasa seperti fatamorgana. Di tengah peliknya asmara, bayang-bayang Maya masih menghantui hubungan mereka. Mampukah Arini menjadi pelabuhan terakhir bagi Reza, ataukah ia hanya akan menjadi penonton setia di ujung senja?