APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dinikahkan Karena Hutang

Dinikahkan Karena Hutang

Iren terjebak dalam situasi pelik saat dipaksa menikah dengan pria asing pilihan orang tuanya. Pernikahan ini bukan didasari cinta, melainkan sebagai alat penebus hutang keluarga yang menumpuk. Ibu dan saudara tirinya sengaja bersekongkol menekan sang ayah agar mengorbankan Iren demi melunasi beban finansial mereka. Di balik paksaan itu, Iren menyimpan trauma mendalam terhadap laki-laki. Mampukah ia menjalani kehidupan barunya di tengah ketakutan masa lalu?
Bab
Bagikan

Bab 2

“Kamu akan baik-baik saja. Percaya sama Om.”

Di dalam kamar yang hening, aku berusaha memenangkan diri dan kembali mengingat perkataan yang diucapkan oleh Om Darma—orang yang baru saja memintaku untuk secepatnya menikah dengan anaknya karena hutang keluargaku. Menurutnya aku akan baik-baik saja. Apa iya? Membayangkannya saja sepertinya mustahil.

“Aku akan baik-baik saja katanya? Masa depanku sudah tidak ada saat statusku sudah menikah. Harus patuh dengan suami dan mungkin dilarang untuk pergi sesuka hati. Dan lagi, aku harus melayani laki-laki layaknya suami istri. Aku tidak bisa melakukannya. Aku takut. Aku tidak bisa.”

Aku merangkul kedua kakiku dan meringkuk di pojok tempat tidur. Sesekali memegang pipi bekas tamparan yang Mama Rita lakukan. Ada rasa perih di sana. Tetapi, di dalam dada ini ada rasa yang lebih sakit lagi.

Keringat dingin pun mendadak keluar karena membayangkan tentang pernikahan secara berlebihan. Aku sangat takut jika nanti di malam pertama laki-laki itu akan melakukannya dan memaksa untuk memenuhi tugasku sebagai istrinya. Aku tidak bisa. Aku takut bersentuhan dengan laki-laki.

***

“Dek Iren ini benar-benar cantik ya? Calon suaminya pasti akan sangat beruntung mendapatkan Dek Iren. Masih muda, cantik lagi.”

Pujian itu keluar dari mulut seorang perias. Ya, pada akhirnya aku pun akan menikah menuruti permintaan Mama Rita. Dengan berat hati, aku pun mengukir senyuman untuk menanggapi perkataan ibu perias tersebut.

“Tapi kok, Dek Iren mau menikah diusia yang sangat muda seperti ini sih? Bukankah lebih baik kuliah atau bekerja cari pengalaman dulu?” ucapnya lagi.

Perkataan itu tentu mengundang rasa sedihku kembali. Padahal dengan susah payah, aku membuang jauh-jauh rasa sedihku itu agar tidak memalukan keluargaku sendiri. Mama Rita pun sudah mewanti-wanti agar senyumku tetap mengembang tanpa ada air mata yang akan tumpah atau kemarahan saat acara berlangsung.

Ingin sekali menolaknya, tetapi percuma karena di rumah ini tidak ada lagi yang mempedulikanku. Papa pun sudah tidak lagi memikirkan perasaanku. Hanya bisa pasrah dan mengharapkan perkataan Om Darma waktu itu.

“Halah Ibu ini, jangan ikut campur masalah orang lain! Tugas Ibu hanya merias anakku saja biar terlihat semakin cantik dan menarik, bukan ingin tau tentang permasalahan orang lain. Sudah, Bu, jangan banyak bertanya lagi. Selesaikan tugas Ibu saja.”

Siapa lagi yang akan mengatakannya dengan kalimat yang pedas jika bukan Mama Rita. Ia tak akan memikirkan perasaan orang lain. Apalagi pernikahanku terjadi karena hutang mereka. Sudah pasti, mereka akan menutup rapat-rapat rahasia ini agar tidak ada orang yang mengetahui. Mungkin malu, atau apalah aku tidak tahu dengan pasti. Yang aku tahu, diriku saat ini ingin sekali kabur dari tempat ini dan menggagalkan pernikahan. Tetapi, semua itu tidak mungkin terjadi.

Perias itu hanya diam. Namun, aku melihat bibirnya yang mencebik. Ia kembali merapikan hijabku yang sebenarnya sudah rapi.

“Dek Iren, mamamu itu mama tiri ya? Kalau ngomong kok sadis gitu,” kata perias itu lagi.

Sebelum mengatakannya, ia menoleh ke belakang terlebih dahalu padahal di depannya ada cermin dan bisa melihat dari pantulan yang ada di sana. Namun, entahlah. Ia pun mengatakannya dengan berbisik.

“Kok tau?” jawabku sambil memaksa untuk terus tersenyum.

“Wah, pantesan. Apa mungkin pernikahan ini adalah perjodohan?” Kini suaranya sedikit lantang.

“Ehem!” Mama Rita berdehem. Ia sedang berdiri di ambang pintu. Padahal belum lama ini ia sudah pergi, kini malah sudah menampakan diri lagi. Aku bisa melihatnya lewat cermin yang ada di depanku.

“Anaknya sudah cantik, Bu. Ini lihat. Semoga hidupnya selalu bahagia,” ujarnya kepada Mama Rita. “ Selamat untuk penikahanmu ya, Dek Iren. Kamu harus ikhlas dan bersabar ya? Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik untukmu. Jangan lupa tersenyum ya?” Kini ia berbicara kepadaku. Entah apa maksudnya. Dari ucapannya itu, sepertinya ia sedang menyindir Mama Rita. Atau entah, aku pun kurang tahu. Tetapi, aku bahagia saat mendengar ucapannya itu.

“Amin, Bu. Terima kasih,” balasku.

“Iren … kamu jadi nikah, Ren?”

“Iya Ren, apa kamu baik-baik saja? Bukankah calon suamimu usianya lebih tua sepuluh tahun darimu, Ren? Aku nggak bisa membayangkannya, Ren. Kamu yang sabar ya?”

Tiba-tiba kedua sahabatku datang, menerobos masuk dengan hebohnya dan menabrak Mama Rita yang masih berdiri di ambang pintu. Lagi-lagi aku melihatnya dari pantulan cermin. Perasaanku kembali tergelitik saat melihat ekspresi Mama Rita yang hampir jatuh.

“Anak-anak ini! Tidak sopan! Masuk tanpa permisi! Perhatikan langkah kalian. Apa kalian tidak melihat ada orang yang sedang berdiri di sini!”

Sudah pasti dan tidak diragukan lagi, Mama Rita pasti akan memarahi kedua sahabatku itu. Melati dan Lily. Entah bisa kebetulan seperti itu, nama mereka sama-sama diambil dari bunga yang indah.

“Eh iya, maaf Tante, kami benar-benar tidak melihat ada Tante di sana,” kata Melati dengan sopan.

Kedua orang konyol itu seketika terdiam dan tidak heboh seperti awal masuk ke ruangan ini. Aku hanya bisa melihat ekspresi mereka yang lucu dari pantulan cermin.

“Jangan diulangi lagi! Kalian sebagai sahabatnya Iren, seharusnya mendukung keputusan Iren untuk menikah. Jangan malah ditanya yang aneh-aneh. Iren pasti akan baik-baik saja. Dia bahagia dengan pernikahan ini. Kalian paham kan?”

Aku melihat Mama Rita di cermin dengan sorot mata kebencian. Ia sangat tega memperlakukanku seperti ini. Seperti barang yang tidak mempunyai perasaan sama sekali. Padahal, aku sangat bahagia saat kedua sahabatku itu mengkhawatirkan keadaanku. Tidak seperti dirinya yang tidak punya belas kasihan.

“Iya, Tante. Maafkan atas kecerobohan kami.” Kali ini Lily yang mengatakannya.

“Kalian lebih baik pergi dari ruangan ini. Acaranya sebentar lagi akan dimulai. Iren sebentar lagi pasti akan keluar dari tempat ini. Kalian duduk di tempat tamu undangan saja.”

“Oh begitu ya, Tante. Tapi sebelum keluar, apa kami boleh memberitahukan sesuatu kepada Iren terlebih dulu, Tan?” Mendengar perkataan Melati, aku pun menjadi penasaran apa yang akan ia katakan.

“Ya sudah, jangan lama-lama. Tante juga akan pergi dari sini untuk persiapan acara.” Mama Rita pun akhirnya pergi dari sini.

“Ada apa Mel?” tanyaku saking penasarannya.

“Nggak sih, Ren. Hanya alasan saja biar bisa ngobrol sebentar sama kamu. Mamamu itu lho, sudah kayak siluman ular saja. Menyebalkan setengah mati.” Bibirku kembali mengembang saat mendengar ocehan Melati.

“Iya! Apa saja dikomentari sama siluman ular itu. Heran nggak sih!” Lily pun ikut saja membuatku semakin tersenyum lebar.

“Iya benar, mamanya Dek Iren persis seperti siluman ular. Ucapannya bagaikan bisa beracun!”

Sontak kedua sahabatku itu terkejut saat perias yang masih berusaha merapikan pakaianku ikut berbicara. Lalu, mereka pun tertawa.

“Kamu harus kuat ya, Ren. Kita akan selalu ada untukmu. Kami pergi ke tempat duduk tamu dulu. Nanti takut disemprot sama siluman ular lagi.” Mereka cekikikan sambil pergi meninggalkanku.

Ya, beberapa saat lagi, aku akan menjadi istri orang. Saat ini hanya bisa pasrah dan kembali mengingat perkataan Om Darma. Semoga ucapannya akan menjadi kenyataan.

‘Jika memang inilah jalan terbaik yang Engkau pilihkan untukku, aku mohon kuatkan hatiku dan mudahkanlah jalanku.’

Aku melangkah menuju kepelaminan seraya memanjatkan doa di dalam hati.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asmara Cinta Dan Benci
9.3
Hubungan Adelia dan Edwin terancam runtuh akibat campur tangan sang ayah yang ingin memisahkan mereka. Di tengah perjuangan tersebut, pengkhianatan dan salah paham besar mengubah kasih sayang menjadi kebencian mendalam. Edwin yang sempat dikira tewas tiba-tiba muncul kembali sebagai pria asing yang hanya didorong oleh dendam. Kini, Adelia harus menghadapi kenyataan pahit saat sosok yang ia cintai berbalik menjadi musuh yang ingin menghancurkannya.
Sampul Novel Cinta Yang Terenggut
7.9
Sepuluh tahun menikah, rumah tangga Jonathan dan Theresia hancur karena depresi akibat kemandulan. Jonathan yang lelah disiksa secara fisik dan mental akhirnya menggugat cerai. Di tengah proses itu, ia jatuh hati pada Karin, sekretarisnya yang lembut dan kontras dengan sang istri. Namun, Theresia berusaha keras mempertahankan hubungan mereka. Akankah Jonathan berhasil pergi, ataukah ada niat tersembunyi di balik ketulusan Karin yang tampak naif?
Sampul Novel Dosen Killerku Ternyata CEO
7.9
Demi masa depan putrinya, Surya Dinata menjodohkan Alzena dengan Emilio Cullen, dosen berdarah campuran yang terpaut usia lima belas tahun lebih tua. Alzena terjebak dilema karena ia telah memiliki kekasih bernama Jody. Di balik sosoknya yang tegas, Emilio ternyata seorang CEO pewaris takhta kekayaan yang menyembunyikan identitas aslinya. Akankah Alzena memilih cinta sejatinya, atau justru terjerat dalam rahasia besar suaminya yang tak pernah jujur?
Sampul Novel DUA HATI YANG TERPISAH
9.7
Kehidupan Maya terasa sunyi dan tanpa makna sejak kepergian Rama yang dicintainya. Namun, sebuah peristiwa tak terduga mendadak mengubah segalanya. Secara mengejutkan, Maya dipertemukan dengan sosok pria yang sangat mirip dengan mendiang kekasihnya. Tidak hanya rupa yang serupa, pria tersebut juga memiliki sifat dan kepribadian yang hampir identik dengan Rama. Kehadiran sosok ini membawa gejolak baru dalam hati Maya yang selama ini dirundung kesedihan.
Sampul Novel Luka Terindah
9.7
Kehancuran rumah tangga akibat pengkhianatan mendalam memaksa seorang wanita memilih antara memberi kesempatan kedua atau pergi selamanya. Meski telah mengenal pasangan sejak kecil, kenyataan pahit membuktikan bahwa kedekatan lama tidak menjamin kebahagiaan. Pria yang seharusnya menjadi pelindung justru menjadi sumber luka paling besar. Kini, ia terjebak dalam keraguan mendalam tentang sosok pria mana lagi yang bisa dipercaya setelah dikhianati.
Sampul Novel Permainan Pewaris
9.3
Tiga tahun menjalin kasih, Kristian Dobson justru mengkhianatiku demi menikahi Laura Clarke, sang pewaris kaya. Berdalih ingin diakui keluarga, dia malah mengurungku dalam kemewahan yang menyesakkan. Puncaknya, Kristian tega memaksaku melompat dari lantai tujuh belas demi memuaskan istri barunya. Mereka mengira aku lemah dan bisa dihancurkan begitu saja. Namun, mereka tidak sadar bahwa akulah pewaris tunggal kekayaan terbesar di kota ini yang sesungguhnya.