APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dinodai Tetangga

Dinodai Tetangga

Bab
Bagikan

Bab 3

Esoknya Maharani tidak ke rumah Andini. Dia tampak khawatir, namun jika Alex bilang dia selingkuh dengan Andini pasti Andini sudah dilabrak Maharani.

"Mas, aku beli sayur ya," kata Andini pada Arka yang sedang memainkan ponselnya.

"Iya, jangan lama-lama," kata Arka.

Andini menuju tukang sayur yang berhenti di depan rumah Bu RT. Namun, Andini tidak melihat Maharani membeli sayur.

"Mbak Dini kok sendirian. Mana Mbak Rani?" tanya Bu RT.

"Nggak tahu, Bu. Mungkin masih punya stok sayur," jawab Andini.

Setelah membeli sayur, Andini pulang. Dia lupa kalau tadi sedang mencuci baju.

**

Maharani sudah punya stok sayur sehingga dia tidak lagi beli di tukang sayur. Kemarin Alex tidak memberitahu dia, siapa wanita selingkuhan Alex.

"Mas, kamu nggak selingkuh 'kan?" tanya Maharani.

"Ya ampun! Kenapa kamu masih bertanya? Siapa yang mau selingkuh sama pria pengangguran seperti aku?" tanya Alex.

Alex belum punya pekerjaan baru setelah pindah rumah. Dia sudah mencari tetapi belum juga dapat pekerjaan baru yang cocok.

"Mas, kita ke rumah Andini yuk!" ajak Maharani.

"Ngapain ke rumah Andini?" tanya Alex.

"Mas minta bantuan Mas Arka saja. Siapa tahu di kantor Mas Arka ada lowongan," jawab Maharani.

"Nggak ah. Aku nggak mau merepotkan Arka," ucap Alex.

Alex naik ke lantai atas dan menuju kamarnya. Sementara Maharani sedang mencuci baju di bawah.

Alex melihat ada Andini sedang menjemur baju di halaman belakang. Dia tampak cantik. Alex terus mengintip Andini dari jendela kamarnya. Dia semakin kagum dengan Andini.

"Aku akan dapatkan kamu," kata Alex.

Maharani masuk ke dalam kamar, Alex tidak menyadarinya. Maharani mendekati Alex yang senyum-senyum sendiri. Maharani melihat ada Andini di bawah sana sedang menjemur baju sendirian.

"Mas, kenapa kamu mengintip Andini?" tanya Maharani.

Alex terkejut dia langsung menutup korden. Dia mengajak Maharani duduk di tepi ranjang.

"Mas, ada apa antara kamu dan Andini? Aku lihat kamu senyum-senyum sendiri pas ngintip dia tadi?" tanya Maharani.

"Tidak ada apa-apa," jawab Alex. "Aku senang aja lihat Andini yang rajin," puji Alex.

"Mas, kamu nggak naksir Andini 'kan?" tanya Maharani penuh selidik.

"Apa-apaan sih kamu! Ya nggaklah!" kilah Alex. "Lagian Mas sudah punya kamu," jawab Alex. "Kamu lebih segalanya dibanding siapapun," puji Alex.

"Mas, aku sudah selesai mencuci. Gimana kalau kita ke rumah Mas Arka?" tanya Maharani.

"Ya sudah, ayo kita ke sana!" ajak Alex.

Mereka datang ke rumah Arka, saat iti Arka dan Andini tengah menonton televisi.

"Assalamualaikum," ucap Maharani sambil mengetuk pintu.

Andini berdiri untuk membukakan pintu. Pintu terbuka, Andini terkejut melihat Maharani datang dengan Alex.

"Dini, Mas Arka ada? Mas Alex mau bertemu?" tanya Maharani.

"A-ada, silahkan masuk!" perintah Andini gugup. Ada rasa ketakutan yang menjalari tubuh Andini seketika.

Alex dan Maharani duduk di kursi ruang tamu. Andini memanggil Arka yang masih menonton televisi.

"Mas, ada Mas Alex sama Maharani. Katanya Mas Alex mau ketemu kamu," kata Andini.

Arka lalu berdiri dan menuju ke ruang tamu. Arka dan Alex mengobrol sementara Maharani menyusul Andini ke dapur.

"Buat minum segala, Din," ucap Maharani.

"Iya, kalian kan tamu," kata Andini.

"Dini, tadi aku mergoki Mas Alex mengintip kamu jemur baju," kata Maharani.

"Ngapain suami kamu ngintip aku?" tanya Andini pura-pura bodoh.

"Katanya dia senang lihat kamu yang rajin," jawab Maharani. "Kemarin dia berbohong, sampai rumah dia bilang tidak selingkuh," lanjut Maharani.

"Bagus dong, Ran. Ayo kita ke depan!" ajak Andini sambil membawa nampan berisi empat gelas es.

Siang hari begini memang cocok minum es. Udaranya sangat panas, meskipun di ruangan ber-AC masih saja terasa panas.

"Silahkan di minum, Ran, Mas!" ucap Andini sambil meletakkan minuman di meja depan Maharani dan Alex. Namun, nampan terlihat bergetar karena Andini masih ketakutan.

"Sayang, kamu gemeteran? Kamu sakit?" tanya Arka.

"Ti-tidak, Mas," jawab Andini tertunduk.

"Mas Arka, tempat Mas Arka kerja ada lowongan nggak? Mas Alex cari kerjaan belum dapat juga," kata Maharani.

"Sementara ini belum ada, Mbak. Nanti kalau butuh karyawan saya kabari," jawab Arka.

Maharani mengajak Andini untuk mengobrol di ruang tengah. Mereka membiarkan Arka dan Alex mengobrol berdua. Andini merasa lega karena dia tidak berhadapan dengan Alex lagi.

Andini dan Maharani mengobrol sambil menonton televisi. Maharani sudah tidak mencurigai Alex lagi. Namun, Andini masih takut jika sering bertemu Alex.

Kejadian malam itu menjadi kenangan buruk Andini. Dia merasa takut jika sewaktu-waktu Alex mendatanginya.

"Mas Arka sering keluar kota, apa kamu nggak takut di rumah sendiri?" tanya Maharani.

"Takut, mau gimana lagi. Itu sudah tugas Mas Arka, aku sih maunya dia sering di rumah." Andini mulai bercerita.

"Tapi uang bulanan nggak pernah kurang 'kan?" tanya Maharani. "Berbeda dengan aku yang harus menghemat karena Mas Alex masih menganggur," bisik Maharani.

Mereka asyik menonton televisi, tiba-tiba Andini mendengar Alex membicarakan Andini di depan Arka.

"Mas Arka beruntung punya istri Mbak Andini. Orangnya rajin dan setia tentunya," kata Alex.

"Iya, Alhamdulillah. Andini adalah wanita pilihanku. Jadi aku tahu bagaimana dia," balas Arka.

"Mencari pasangan yang setia itu tidak mudah, Mas. Apalagi kalau kita punya kekurangan. Kadang suami jarang di rumah juga bisa bikin istri nggak setia," kata Alex.

Andini kesal dengan apa yang dikatakan Alex. Itu artinya Alex menyindir Arka.

"Kalau jarang di rumah, lihat dulu Mas apa yang di lakukan suaminya di luar. Kalau suaminya jarang di rumah karena kerja, pasti istrinya faham. Aku yakin Andini tetap setia denganku. Meskipun aku jarang di rumah," ucap Arka yang peka terhadap sindiran Alex.

Ternyata Maharani menonton televisi dan ketiduran. Andini geleng-geleng kepala. Tiba-tiba Alex mendekati Andini.

"Andini, kamar mandi dimana?" tanya Alex setengah berbisik agar Maharani tidak bangun. Andini terkejut karena Alex tiba-tiba di dekatnya. Perasaan takut tak terbendung lagi, keringat dingin membanjiri tubuh Andini.

'Itu di sebelah dapur," tunjuk Andini pada kamar mandi luar.

"Apa kamu nggak mau ikut?" tanya Alex menggoda. Dia tampak senang melihat Andini ketakutan seperti itu.

"Jangan kurang ajar! Pergi sana sendiri!" bentak Andini. Dia mencoba menghilangkan rasa takutnya.

"Jangan keras-keras," bisik Alex di telinga Andini.

Alex lancang hendak mencium Andini. Tetapi Andini buru-buru pergi. Dia menyusul Arka di ruang tamu.

"Sial!" umpat Alex.

"Mas, kamu kok di sini. Andini mana?" tanya Maharani.

"Tadi aku habis dari toilet, mau bangunin kamu. Ayo kita pulang!" ajak Alex.

Maharani bangun, dia dan Alex ke ruang tamu. Mereka lalu pamit pulang, Maharani terlihat masih mengantuk.

"Mas Arka, jaga istrinya baik-baik," ucap Alex.

"Iya, Mas," balas Arka tersenyum.

Andini tidak faham maksud Alex memperingatkan Arka seperti itu. Tapi Arka nampak biasa saja. Mereka berdua lalu pulang.

"Bicara apa saja Mas sama Mas Alex?" tanya Andini.

"Soal kerjaan, dia juga beberapa kali memuji kamu. Aku rasa dia ada perasaan sama kamu," jawab Arka.

"Perasaan apa maksud Mas Arka?" tanya Andini semakin takut jika Arka curiga.

"Semacam kagum, karena aku lihat dia lebih banyak memuji kamu dari pada Mbak Rani," jawab Arka. "Entah ngapain dia juga nyindir Mas soal kesetiaan istri yang sering ditinggal suami. Mas bingung sama dia," kata Arka.

"Udahlah jangan dipikirin," kata Andini.

"Jangan-jangan ada yang berusaha mendekati kamu," ucap Arka.

"Apa Alex mendekati kamu?" tanya Arka.

Seketika wajah Andini pias dan bingung. "Soalnya aku lihat kamu terlihat aneh saat memandang Alex. Seperti ada yang kamu tutupi dari aku," lanjut Arka.

"Ti-tidak," jawab Andini gugup. Arka mendekati Andini hendak mencium pipi Andini. Andini reflek mendorong Arka hingga jatuh ke sofa.

Ada gurat kekecewaan di wajah Arka.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku, Musuhku dan Para Pemburu
9.0
Dunia Jamie berubah drastis saat ia menginjak usia lima belas tahun. Gadis penakut ini tiba-tiba memiliki kekuatan supranatural untuk melihat makhluk gaib yang mengerikan. Di tengah kepanikannya, muncul Josh, seorang penyihir yang selalu mengganggu dan mencurigainya. Ke mana pun Jamie pergi, Josh selalu ada di sana. Namun, bahaya lebih besar mengintai mereka. Sosok misterius mulai memburu Josh dan mengawasi Jamie. Takdir apa yang sebenarnya mengikat mereka?
Sampul Novel Dark in Antares City
9.3
Dunia mencekam akibat teror Eaters, predator berwujud manusia yang berubah menjadi monster haus darah saat malam tiba. Dengan taring dan cakar tajam, mereka memangsa daging manusia hingga memaksa warga bersembunyi dalam ketakutan. Rio Rosswel menjadi saksi bisu saat ibunya tewas mengenaskan di tangan makhluk tersebut. Sambil bersembunyi di lemari, Rio menahan tangis dan amarahnya. Di tengah duka mendalam, ia bersumpah untuk membasmi seluruh Eaters dari muka bumi.
Sampul Novel Escape
8.1
Emily Watson, model cantik yang terancam bahaya, berada dalam lindungan Ethan Davis, pemilik perusahaan keamanan elite di London. Dr. Watson menyewa jasa Ethan demi menjaga rahasia besar putrinya, sebelum ia ditemukan tewas mengenaskan tanpa kepala. Di tengah pelarian dan ancaman pembunuhan, Ethan dan Emily harus menghadapi trauma masa lalu mereka yang kelam. Akankah cinta yang lahir dari kegelapan ini mampu menyelamatkan mereka dari intrik mematikan yang mengintai di setiap sudut kota?
Sampul Novel Hari Ketika Aku Mati dan Bangkit Kembali
9.8
Nindi nyaris tewas akibat syok anafilaksis saat suaminya, Bram, justru mengabaikan nyawanya demi Clara. Tragedi memuncak ketika putra mereka, Leo, tewas tertabrak saat mencari bantuan. Namun, takdir berputar balik. Nindi terbangun di masa lalu sebelum petaka itu terjadi. Dengan ingatan tentang pengkhianatan Bram dan kematian Leo, ia bertekad melindungi sang putra. Kesempatan kedua ini menjadi ajang pembalasan bagi mereka yang menghancurkan hidupnya di masa depan.
Sampul Novel Kayungyun
8.0
Sejak kecil, tubuh Fatih menjadi wadah bagi entitas misterius yang disebut sebagai teman. Seiring bertambahnya usia, beban mistis ini kian tak terkendali hingga membuat hidupnya kewalahan. Kehadiran sosok-sosok tak kasat mata tersebut mulai meneror ketenangan Fatih dan mengancam keselamatan orang-orang di sekitarnya. Kini, ia harus menghadapi gangguan supranatural yang kian agresif dan merusak tatanan realitas di lingkungan terdekatnya secara perlahan.
Sampul Novel Kuakhiri Dendam Ini
9.0
Kehidupan tenang Anisa hancur dalam sekejap saat suaminya, Barry, kembali dari perjalanan luar negeri. Kegembiraan menyambut kepulangan sang suami berubah menjadi kengerian luar biasa ketika sebuah koper miliknya dibuka. Di dalamnya, tersimpan jasad seorang wanita cantik yang tidak bernyawa. Penemuan mayat misterius ini memicu huru-hara di rumah mereka, menyeret Anisa ke dalam pusaran misteri kelam yang mengancam segalanya.