APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dipaksa Menikah

Dipaksa Menikah

Demian Dewantara merasa sial setelah terpaksa menikahi Hana Anindya Prayoga. Ia mengira Hana sengaja menerimanya karena ketampanannya, meski Hana sebenarnya juga membenci perjodohan ini. Hana merasa terjebak dalam pernikahan tanpa cinta akibat manipulasi sang ayah, Guntoro Prayoga. Awalnya mereka saling muak dalam hubungan yang didasari kepentingan bisnis, namun sebuah peristiwa tak terduga mulai meluluhkan kebencian dan mengubah segalanya menjadi rasa cinta.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Aku tidak mau bahas masalah ini sekarang, kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu?" tanya Hana Anindya Prayoga, dengan suara datar.

"Sulit bagiku untuk percaya saat ini, aku kecewa dengan sikapmu, Sayang," jawab Raka Herlambang.

"Ya udah kalau gitu, kita tidak usah lagi berbicara atau membahas hubungan ini. Toh, aku sudah menikah, sulit bagiku untuk keluar dari permasalahan ini, Raka."

"Tapi aku masih mencintai kamu, Hana! Tidak bisakah kamu membuat kesepakatan sama suamimu yang tidak kamu cintai itu? Atau bisa saja kalian memohon pada masing-masing orang tua kalian, tidak bisakah kau lakukan untuk cinta?" kata Raka Herlambang dengan pertanyaan yang mendesak, membuat perempuan di seberang sana bingung.

Pernyataan Raka Herlambang setelah itu semangkin membuatnya gugup. Rasanya dia tidak ingin mengakhiri pernikahan palsu itu, walau Demian Dewantara sangat membencinya.

"Kamu, sih, enak ngomong gitu, karena kamu nggak tahu bagaimana ayahku! Aku mohon, Raka. Beri aku waktu untuk berpikir," pintanya tak sungguh-sungguh. "Oh iya, aku heran sama kamu, jika masih memiliki perasaan, kenapa kamu harus menyerah dengan hal itu kalau akhirnya menyesal?"

"Untuk pertama kalinya aku merasakan rasa sakit sesak di dadaku benar-benar menyakitkan, perasaan apa ini sebenarnya? Apakah cinta itu tidak bisa mengalahkan keangkuhan orang tua kamu?" tanya Raka yang terus mendesak Hana Anindya Prayoga.

"Please, beri aku waktu. Aku merasa semakin kalut kalau terus didesak seperti ini!" ujar Hana terdengar tegas.

"Sampai kapan? Sampai kamu benar-benar melupakan aku, hah?"

"Udah ah, aku mau mandi dulu. Besok aku telepon balik," ucap Hana dan langsung memutuskan sambungan telepon.

Raka Herlambang merasa sangat kecewa pada pada perempuan yang masih dia cintai saat. Akan tetapi, Hana Anindya Prayoga benar-benar tidak bisa berpikir jernih, apalagi setelah dia mengingat Demian Dewantara mengatakannya wanita pembawa sial.

Takdir telah menyeretnya ke dalam kubangan luka. Walaupun Hana Anindya Prayoga punya segalanya, tetapi cinta tidak pernah berpihak padanya saat itu. Dia membenci dengan semua yang terjadi, benci dengan hubungan bisnis yang memaksa dia untuk menikah dengan Demian Dewantara, pria yang selalu jijik menatapnya.

Namun, Hana Anindya Prayoga terlalu naif untuk mengakui semua itu, bahwa sebenarnya dia mungkin telah jatuh cinta walau membenci. Di saat ada getaran-getaran yang melebur di dalam hati, akankah logika itu masih bisa menghalangi bahwasanya dia tak mencintai pria angkuh itu?

Bodohnya, Hana Anindya Prayoga di sana hanyalah sebagai alat atau sebuah boneka yang bisa ditelantarkan dan menjadi kerak di dalam hidup Demian Dewantara. Dan waktupun kian berlalu, menggelitik luka dan mentertawakan setiap butiran bening yang menganak sungai dari pelupuk matanya.

***

Mentari kembali bersinar cerah, cahaya pun masuk menerobos celah-celah pentilasi kamar.

Hana Anindya Prayoga ingin melanjutkan tidur nyenyak pagi itu, tetapi deringan dari benda kotak persegi panjang, terus memaksanya untuk bangkit.

"Halo, siapa ini?" tanyanya.

"Hey, Nona. Bangunlah!"

"What? Syifa! Kamu, ih. Kamu udah nyampe tanah air, ya?" tanya Hana Anindya Prayoga girang dan langsung melompat-lomoat di atas tempat tidurnya.

"Buruan! Aku udah berdebu di bandara, nih. Jemput dong," pinta Syifa di seberang telepon.

"Oke, aku mandi dulu. Da

Bye ... Cin! Tunggu akuh di sana."

Hana Anindya Prayoga memutuskan sambungan telepon, lalu segera masuk ke dalam kamar mandi.

***

Sesampai di bandara, Syifa sudah berdiri menunggu jemputan. Dress berwarna merah terbalut dengan sempurna di tubuhnya.

Syifa dia manis dan terawat, sangat berbeda dengan Hana Anindya Prayoga yang tidak bisa memakai high heel berjenis apa pun. Syifa adalah temannya sejak kecil. Dia melanjutkan studi ke negeri Kangguru, karena dia berkomitmen setelah sukses barulah ia menikah.

Sungguh berbanding terbalik dengan Hana Anindya Prayoga. Lulus kuliah malah dipaksa menikahih, setelah acara pertunangan dengan Raka Herlambang batal.

"Eh, manten anyar udah datang," ucap Syifa sambil memamerkan gigi-giginya yang tersusun rapi.

"Jangan bahas itu dulu ngapa, aku laper, nih. Entar selera makanku jadi berkurang. Ayo, cepatan masuk ke mobil!" seru Hana Anindya Prayoga dengan mimik muka yang entah seperti apa.

"Baiklah, Nyonya! Kita ke rumahku dulu. Aku mau mandi dan dandan yang cakep, habis itu barulah kita cari warteg ...."

"What, warteg? Kamu serius, Fa?" tanya Hana Anindya Prayoga, langsung memotong kalimat Syifa.

"Huum, aku tu kangen masakan Indonesia, Na. Apalagi semur jengkol, wih ... jadi nggak tahan aku. Ngebut dikit, Na! Aku udah ngiler, nih."

***

Di kediaman rumah pengantin bohongan.

"Tumben rumah sepi, perempua stres itu kemana, ya? Mobilnya juga nggak ada di garasi. Jangan-jangan dia pulang ke rumah orang tuanya? Terus dia ngadu deh, terus aku dan dia disuruh bercerai. Baguslah kalau begitu," ujar Demian Dewantara sambil manggut-manggut.

Lalu Demian Dewantara bergegas mengganti pakaian, kemudian pergi lagi menjemput Jesica. Karena gadis itu minta diantarkan ke salon.

"Memang dasar wanita, kalau nggak minta perhiasan, ya, minta uang untuk perawatan kecantikannya. Tapi aku sih, santai aja, toh dia merawat dirinya dan mempercantik wajahnya memang untuk aku. Apa salahnya aku menghambur-hamburkan sedikit uang perusahaan milik papaku," gumam Demian Dewantara. "Aku heran aja sama si Hana itu, kenapa dia tidak seperti kebanyakan wanita. Aku lihat dia bedakan pun tidak pernah, irit amat apa, ya? Atau jangan-jangan dia bukan wanita?" sambungnya.

Sesampai di depan apartemen Jesica, Demian Dewantara melihat ada Raka Herlambang.

"Ngapain dia ada di depan apartemen Jesica? Ah, mungkin saja hanya kebetulan lewat," tepisnya.

Selang beberapa menit, Jesica pun datang. Dan mereka langsung berangkat ke salon langganan kekasihnya.

***

"Kita ke warteg langganan aja ya, Fa?" tanya Hana Anindya Prayoga pada Syifa di perjalan menuju lokasi yang dicari.

"Pasti, dong. Aku beneran kangen sama Mbok Iyem. Dia tu, jago banget kalau masalah masakan tradisional," jawab Syifa menyunggingkan senyumannya yang manis.

Sesampai di warteg, Hana Anindya Prayoga dan Syifa langsung memesan makanan. Warteg itu tidak pernah sepi pengunjung. Pelanggannya mulai dari kalangan bawah sampai kalangan atas pun ada di sana. Kadang bule-bule juga sering Vlog di warung Mbok Iyem. Ya cukup terkenal juga, karena anak Mbok Iyem yang bernama Santi, sering upload foto-foto di internet. Akhirnya warteg itu semakin ramai.

"Eh, ada Neng Hana dan Neng Syifa. Kalian ke mana saja? Sudah bertahun-tahun tidak mampir ke sini," sapa Mbok Iyem ramah.

"Iya, Mbok. Aku, sih, sibuk membantu perusahaan papa, kalau Syifa kan memang baru pulang dari luar negri. Ternyata ingatan mbok masih tinggi juga, ya," jawab Hana Anindya Prayoga sambil tersenyum semringah

"Mbok denger-denger, Neng Hana sudah menikah, ya?" tanya Mbok Iyem lagi.

Bersambung ....

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Terlarang & Rahasia
9.4
Karina, gadis dari keluarga retak, terjebak asmara terlarang dengan Evan, kakak sahabatnya yang sudah beristri. Saat hubungan rahasia ini terungkap, ia pun dihujat dan dimusuhi Siska. Karina memilih pergi sambil mengandung buah hati mereka tanpa sepengetahuan siapa pun. Bertahun-tahun kemudian, ia kembali ke Jakarta membawa seorang putra. Kini, rahasia besar mengenai ayah biologis sang anak terancam terbongkar. Sanggupkah ia terus menutupi fakta dari masa lalunya?
Sampul Novel Dikhianati Saudara Tiri
9.5
Dunia Kiana Putri hancur saat Salsabila, saudara tirinya, dan sahabatnya sendiri, Dara, mengkhianatinya. Terusir dari rumah penuh kenangan, ia bangkit dan sukses menjadi desainer perhiasan setelah lima tahun berjuang. Meski mandiri membesarkan putranya, Haidar, hati Kiana tetap tertutup rapat. Tiba-tiba, Alif muncul membawa tawaran mengejutkan: pernikahan dan janji untuk menjaga Haidar. Di tengah keraguan akibat luka lama, Kiana harus menghadapi kehadiran pria misterius ini.
Sampul Novel Harga Seorang Ratu Mafia
9.5
Pernikahan politikku dengan Marco Ricci seharusnya menyatukan dua klan besar Jakarta, namun pengkhianatannya menghancurkan segalanya. Di sebuah klub, aku menyaksikan Marco memeluk Angelia, gadis yatim yang dianggap adik, dengan penuh gairah. Sadar hanya menjadi alat kekuasaan sementara hati Marco milik wanita lain, aku memilih melawan. Aku membatalkan pertunangan kami dan memutuskan menikahi Dante Wiryawan, rival terberat keluarga kami, demi aliansi baru yang tak terduga.
Sampul Novel Istri yang ku sia-siakan ternyata kaya raya
9.5
Kebingungan melanda Arumi saat tak sengaja membaca pesan mertuanya di ponsel Akram. Elina, sang ibu mertua, memberikan ucapan selamat yang hangat atas kelahiran cucu pertama yang dianggapnya sangat cantik. Arumi merasa ada yang janggal karena anak mereka, Ayumi, seharusnya adalah cucu pertama di keluarga itu. Rahasia besar apa yang disembunyikan Akram darinya? Pesan misterius tersebut kini mengancam keutuhan rumah tangga mereka yang semula tenang.
Sampul Novel Kau Tak Pernah Mencintaiku
9.3
Aurora terjebak dalam pernikahan tanpa cinta bersama Leandro, pengusaha sawit kaya. Meski hidup mewah, ia menderita akibat dominasi ibu mertua dan kekejaman adik iparnya. Leandro tak pernah memihaknya hingga Aurora merasa terasing. Penderitaannya memuncak saat kakak kandungnya, Ravela, hadir dan mulai menggoda suaminya. Pengkhianatan ini menghancurkan jiwa Aurora, terutama ketika ia menyaksikan Ravela keluar dari kamar Leandro pada suatu malam yang kelam.
Sampul Novel MAIN HATI
9.0
Kehidupan Dev dan Lila kini terjerat dalam benang asmara yang kian rumit dan membingungkan. Hubungan yang mereka jalani dipenuhi dilema besar karena keduanya tak mampu mempertanggungjawabkan perasaan tersebut di hadapan realita. Di tengah ketidakpastian dan konflik batin yang terus mendera, mereka harus menghadapi pertanyaan besar mengenai masa depan. Akankah kebersamaan ini berujung pada kebahagiaan sejati atau justru berakhir dalam perpisahan yang menyakitkan?