APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dipaksa Open BO

Dipaksa Open BO

Amira, seorang gadis remaja berusia tujuh belas tahun, terjebak dalam penderitaan akibat ulah ayah tirinya yang sangat kejam. Demi meraup keuntungan materi, pria tersebut tega memaksa Amira menjadi pemuas nafsu dan mengeksploitasinya tanpa ampun. Di tengah tekanan fisik dan mental yang luar biasa, mampukah Amira menemukan jalan keluar dari lingkaran setan ini? Ikuti perjuangan hidup Amira yang penuh rintangan dalam menghadapi nasib kelam yang menjeratnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Besok, Pak. Kata si bosnya, ini aku cuma dikasih ini aja," ucap Amira yang terpaksa berbohong.

"Besok-besok terus! Niat gaji kamu tidak sih itu orang! Apa bapak yang ke sana aja samperin buat minta gaji kamu!"

"Aduh jangan, Pak. Besok kok, pasti aku gajian," cegah Amira.

"Udah bapak sekarang makan aja dulu yah, besok janji kalo udah gajian nanti aku kasih," sambungnya mencoba menenangkan ayah tirinya yang mulai marah-marah.

Untungnya saat itu ayahnya tidak sedang mabuk, jadi pak Wanto bisa dengan cepat ditenangkan oleh Amira. Yang kemudian Amira meletakan makanan itu di atas meja, dia juga mengajak adiknya untuk segera makan bareng. Walaupun kedua anak tirinya ikut makan di situ, tapi pak Wanto sepertinya tidak begitu perduli dengan mereka berdua, dia tidak pernah menasihati apa-apa, bahkan terhadap Yeni yang masih kecil dan butuh perhatiannya.

Tapi disitu Amira lah yang bersikap dewasa, dia yang selalu menemani adiknya dan menemaninya belajar. Amira menyadari sikap ayah tirinya yang berubah drastis, dia tidak mau jika sampai ayah tirinya itu berani memukul adiknya. Tekadnya sudah bulat untuk kabur dari rumah itu, dia juga sudah menyimpan uang hasil kerjanya dan juga dikasih pinjaman dari temanya. Namun Amira masih merasa ketakutan. Dia takut jika sampai Aya tirinya menggeledah tas yang dibawanya. Karena sedari tadi ayah tirinya itu selalu melirik ke arah tas yang dibawa Amira.

Sehingga Amira berusaha mengalihkan pandangan ayah tirinya, dia berpura-pura ke ruangan belakang untuk mengambilkan air minum.

"Seret yah, Dek. Sebentar yah, Kaka ambilkan minum dulu."

Dengan alasan seperti itu, Amira lalu segera menuju dapur, tapi dia tida langsung mengambil air minum, melainkan dia buru-buru masuk kedalam kamar dan menyembunyikan tasnya itu di sela-sela lipatan baju yang ada di lemarinya, dengan cepat Amira segera ke dapur lalu bergegas menghampiri adik dan Ayah tirinya yang ada di ruang depan.

Sesampainya di sana Amira berusaha terlihat biasa saja karena takut dicurigai oleh ayah tirinya. Dia kemudian melanjutkan makan sebelum akhirnya dia membereskan semuanya. Saat itu Amira ditemani adiknya di dapur. Sedangkan pak Wanto duduk santai saja di ruangan depan.

Satu hal yang Amira takutkan, jika sampai ayah tirinya masuk ke dalam kamarnya dan mengambil uang simpanannya. Sehingga meski sedang berada di dapur, tengah beres-beres, mata Amira sesekali melihat ke arah ruangan tengah untuk mengawasi ayah tirinya.

Pada saat seperti itu tiba-tiba saja Amira mendengar suara orang lain yang mengucapkan salam. Lantas Amira langsung melihat ke ruang depan, dan ternyata ada seseorang lelaki, Amira menganggap mungkin itu teman ayah tirinya. Tapi setelah mendengarkan obrolannya, terdengar kalau orang yang baru saja datang itu menagih hutang kepada ayah tirinya. Sontak Amira kaget, dia membuka matanya lebar-lebar.

Bagaimana tidak, yang Amira dengar, orang itu menagih hutang ayah tirinya dengan jumlah yang cukup besar, berkisar di angka sepuluh juta. Sedangkan Amira tidak tahu kenapa dan bekas apa ayah tirinya itu meminjam uang sebanyak itu. Amira hanya diam, dia mencoba mendengarkan baik-baik apa yang diobrolkan ayah tirinya dan orang itu.

[Pokonya saya tidak mau tahu, Pak. Minggu depan bapak harus melunasi semua hutangnya. Jika tidak, saya yang akan menjebloskan pak Wanto ke penjara]

Perkataan itu yang terdengar oleh Amira. Kata-kata yang berupa ancaman. Amira hanya bisa diam tertegun dengan degup jantung yang berdetak kencang. Amira tidak mendengar adanya yang keras kepala itu melawan, mungkin dia takut juga berurusan dengan polisi.

Tapi Amira tidak mau tahu dengan situasi yang menimpa ayahnya, karena Amira merasa dia tidak pernah diberi uang buat belanja sehari-hari dan bahkan untuk urusan yang lain. Amira meyakini jika ayah tirinya itu meminjam uang untuk berjudi.

"Aku enggak mau mengurusi urusan itu. Lagipula itu kesalahan ayah tiriku, dan aku sama adik ku juga tidak pernah di kasih uang. Jadi ini saatnya aku harus pergi sama adik ku ini, aku hari pulang. Aku tidak mau menjadi anak dari orang yang enggak bener."

Amira terus bergumam dalam hati. Tekadnya saat itu hanya ingin pulang biar bisa bebas dari penderitaan. Yang akhirnya setelah beres-beres Amira langsung mengajak adiknya segera masuk ke dalam kamar. Sedangkan di ruang tamu, masih saja terdengar ancaman-ancaman orang itu kepada ayah tirinya.

Di kamar itu Amira berusaha menidurkan adiknya, sementara telinganya terus saja mendengarkan obrolan orang itu dan ayah tirinya. Amira juga mencari-cari cara supaya bisa keluar dari rumah itu tanpa diketahui oleh ayahnya. Amira merasa tidak mau jika uang hasil kerjanya yang tidak seberapa harus digunakan untuk membayar hutang ayah tirinya yang entah habis buat apa.

Apalagi Amira tidak merasakan kebahagiaan hidup di rumah itu dengan sikap ayah tirinya yang galak dan berlaku kasar. Tidak lama kemudian Amira tidak lagi mendengar obrolan ayah tirinya. Tapi di situ Amira diam saja, dia pura-pura tidur berbaring di sebelah adiknya. Dia takut dan merasa malas jika harus mengobrol dengan ayah tirinya.

Sedangkan Yeni, adiknya yang masih kecil itu sudah pulas. Di situ Amira mencoba memejamkan matanya, dia berpura-pura tidur. Degup jantungnya berdetak kencang ketika mendengar suara langkah kaki yang memasuki kamarnya. Amira meyakini jika itu pasti ayah tirinya. Karena Amira sudah paham jika Ayah tirinya itu sedang ada masalah, maka dia akan memarahinya dan bahkan suka melakukan kekerasan.

Yang akhirnya, Amira memilih untuk berpura-pura tidur. Di satu sisi Amira juga takut jika sampai ayah tirinya menggeledah lemarinya karena di sana ada uang yang sengaja disiapkannya untuk pulang ke Surabaya. Perasaan Amira sudah tidak karuan lagi ketika mendengar langkah kaki itu semakin dekat, Amira sangat ketakutan jika sampai lemarinya di buka.

"Amira!"

Suara itu seketika mengagetkan. Amira mendengar jelas ayah tirinya memanggil, namun ia berputar tidur dan menutup matanya rapat-rapat. Tapi ternyata ayah tirinya itu malah menepuk-nepuk kakinya dengan keras.

"Heh! Bangun kamu!"

Suaranya terdengar kasar. Meski merasa ketakutan, namun akhirnya Amira membuka matanya karena takut jika ayahnya semakin berlaku kasar.

"Ada apa, Pak?" tanya Amira gugup.

"Bangun, ke sini kamu," jawab pak Wanto yang langsung berjalan keluar kamar.

Amira sangat ketakutan karena melihat ayah tirinya yang sudah terlihat marah. Dengan langkah yang pelan Amira mengikuti ayah tirinya itu yang akhirnya duduk di kursi ruang tamu.

"Duduk sini," perintah pak Wanto.

"Kenapa sih, Pak? Ada apa?" Amira mencoba bertanya baik-baik.

"Bapak minta besok semua gaji kamu kasih ke bapak!"

Sontak Amira kaget mendengar ucapan ayah tirinya itu.

"Pak. Buat apa? Terus kalo di kasih semua sama bapak, nanti kita makan gimana, Pak?"

"Suda lah kamu jangan ngurusin itu! Pokonya besok bapak enggak mau tahu, kamu harus kasih semua uang kamu sama bapak!" Pak Wanto makin ngotot sehingga membuat Amira gemetaran.

"Tapi buat apa, Pak?"

"Eh, apa kamu enggak mendengar tadi? Bapak ini punya hutang sama orang itu. Dulu waktu urus-urus pemakan ibu kamu, bapak pinjam uang sama orang itu. Dan sekarang dia datang buat nagih! Jadi kamu juga sebagai anaknya harus ikut mengurusi uang itu, paham?!" bentaknya lagi

*****

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Comeback With You
8.1
Terjebak utang dan perdagangan manusia di Nepal sejak SMP, Laluna bertransformasi menjadi kriminal tangguh demi bertahan hidup. Sepuluh tahun berlalu, gadis asal desa kecil di Indonesia ini memilih menjadi pencuri alih-alih pelacur untuk membiayai keluarga dan menyelamatkan teman-temannya. Takdir mempertemukannya dengan tentara Indonesia yang menyamar dalam misi penyelamatan budak. Bersama, mereka berjuang melawan sindikat kejam demi pulang ke tanah air.
Sampul Novel HATRED
8.7
Difitnah melukai dua saudaranya sendiri, seorang pemuda terpaksa angkat kaki dari rumah. Ia menyimpan amarah mendalam karena keluarganya lebih memercayai bukti video rekayasa ketimbang kejujurannya. Kini, ia harus memulai hidup baru di luar sana sambil membawa luka hati akibat pengkhianatan orang terdekat. Bagaimana nasib pemuda ini setelah pergi? Akankah penyesalan menghampiri keluarga yang telah membuangnya? Simak perjuangan penuh dendam ini.
Sampul Novel I Choose The Villain Crown Prince
8.6
Pembunuh bayaran bereinkarnasi sebagai Athea Dominic, putri bangsawan yang dibenci karena darah Klan Api. Di kehidupan lalu, ia tewas tragis akibat cinta buta pada Pangeran Alexander. Kini, ia bangkit menjadi prajurit elite demi membalas dendam saat keluarganya dibantai. Athea kemudian bersekutu dengan Azrael, pria misterius yang ternyata Putra Mahkota Klan Api. Bersama-sama, mereka berjuang menggulingkan takhta sang pangeran jahat dan menuntut keadilan bagi klan mereka.
Sampul Novel Kamu Milikku (Hasrat Gila bersamamu)
9.4
Pesta ulang tahun Thania berubah menjadi petaka saat ia diculik dan menyaksikan kedua orang tuanya dihabisi. Kini, ia terperangkap sebagai tawanan pemuas nafsu seorang bos mafia yang sangat sadis. Di tengah penderitaannya, Thania harus memutar otak untuk menaklukkan hati pria kejam tersebut. Akankah ia berhasil memikat sang mafia agar membantunya mengungkap konspirasi besar di balik kehancuran keluarganya, atau justru terjebak selamanya?
Sampul Novel Kelahiran Kembali
9.1
Nona keempat keluarga Lu selalu dianggap sampah karena lemah dan bodoh di antara saudara-saudaranya yang berbakat. Kematian tragisnya menjadi awal perubahan besar saat jiwa seorang pembunuh bayaran dari abad ke-21 merasuki tubuhnya. Terjebak di zaman kuno yang penuh konflik kekaisaran, ia harus berjuang bertahan hidup dengan prinsip membunuh atau dibunuh. Di tengah intrik istana yang rumit dan berbahaya, dimulailah sebuah kisah romansa yang sangat unik.
Sampul Novel Pembalasan Pada Keluarga Mantan Calon Suamiku
9.1
Azzalyn kini bangkit demi menuntut keadilan atas penderitaan dirinya dan sang ibu. Setelah kehilangan orang-orang tercinta akibat kekejaman musuhnya, rasa takutnya telah sirna dan berganti menjadi api dendam. Ia pun terkejut saat mengetahui bahwa ayahnya ternyata masih hidup, meski masa lalu kelam menyelimuti kenyataan itu. Di tengah badai masalah yang terus datang menghimpit, Azzalyn bertekad untuk bertahan dan membalas setiap perbuatan jahat mereka.