APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Diperas Mafia Tengil

Diperas Mafia Tengil

Hidup Rania penuh cobaan, mulai dari gagal menikah hingga diceraikan karena tak punya anak lelaki. Saat ingin berhenti menjadi asisten pribadi, ia justru diperas oleh bosnya yang seorang mafia, Radin. Namun, Radin malah melindungi Rania dan putrinya dari gangguan sang mantan suami. Sikap kontradiktif ini membuat Rania bingung akan niat asli Radin. Ternyata, Radin menyimpan rahasia besar tentang masa lalu mereka yang menjadi alasan di balik kebaikannya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Satu, dua, tiga, empat, lima dan enam. Radin menghitung tubuh-tubuh yang terkapar di ruangan seluas setengah lapangan voli. Tubuh enam orang preman bayaran yang semuanya tak mampu lagi berdiri karena terlalu banyak mendapatkan luka akibat amukan Radin. Mereka meringis, mengeluh kesakitan. Bahkan salah seorang preman menjerit-jerit sambil memegang pahanya yang tertancap pisaunya sendiri saat mencoba menyerang Radin dari belakang. Berisik.

Ruangan yang pada awalnya adalah sebuah ruang kerja dengan interior bergaya industrial tersebut kini berantakan. Tembok batanya yang tidak diplester, ternoda darah enam orang pria yang dikalahkan oleh Radin. Meja kerja bergaya minimalis dan berwarna putih, teronggok di salah satu sudut dengan posisi terbalik dan dihiasi percikan darah yang tampak alami.

Beberapa gawai berserakan di lantai, berbaur dengan pot-pot yang entah berada di mana tanaman yang sebelumnya mengisinya. Kursi-kursi rusak tergeletak di mana-mana, seperti dihambur layaknya kertas yang ringan. Dua buah kabinet besar rubuh, isinya berserakan hingga menutupi sebagian besar permukaan lantai yang berwarna krem.

Lampu gantung yang sebelumnya berjumlah enam buah, kini tersisa dua buah yang masih menyala di tempatnya. Selebihnya sudah lenyap, mungkin bohlamnya sudah pecah. Sebuah gambar bergaya ekspresionisme yang sebelumnya menghiasi dinding, kini bolong menembus kepala salah seorang preman. Tampak lucu, namun Radin sama sekali tidak tertawa.

Tersisa satu orang lagi, seorang yang paling payah di antara para pengecut yang mengeroyok Radin. Seorang pemuda yang mengira bisa menindas siapa saja dengan uang yang dimilikinya. Pria yang mungkin lebih muda lima tahunan daripada Radin itu gemetar ketakutan, terpojok di salah satu sudut. Celananya basah dan mengeluarkan aroma yang memuakkan. Pengecut, rupanya.

Radin terkekeh. Dengan kakinya, dia membalik sebuah kursi, lalu duduk dengan santai. Sedetik kemudian ia menyadari bahwa preman yang pahanya tertancap pisau, ternyata berada dalam jangkauannya. Radin menarik pisau itu dengan santai, tak menghiraukan jeritan preman yang semakin menjadi. Sambil mengamati pisau yang berlumuran darah itu, Radin mengajak bicara pemuda yang sudah membuatnya mengamuk selama seperempat jam.

"Maaf, sebelumnya aku tidak dapat menahan diri. Jadi, aku akan menganggap kita impas. Kalian sudah menculikku dan membawaku ke mari dan sebagai balasannya, aku memporak-porandakan tempat ini. Kukira, tidak perlu ada orang lain yang mengetahui hal ini."

Radin tersenyum simpatik. Tubuhnya membungkuk hingga wajahnya mendekati pemuda yang sedang ketakutan tersebut. Ia mengedipkan sebelah matanya, isyarat agar si pemuda menyetujui permintaannya.

"Tidak perlu ada orang yang mengetahui insiden ini. Kita akan memegang rahasia masing-masing. Kecuali jika kau ingin bernasib seperti tempatmu ini," lanjut Radin. Senyumannya membuat sepasang matanya menyipit sehingga sekilas tampak lucu.

Tentu saja, pemuda yang diajak bicara oleh Radin, tidak berani tertawa. Ia mengangguk cepat. Dia memang sebaiknya tidak mengatakan apa-apa mengenai rencananya yang gagal jika masih ingin hidup.

"Janji?" tanya Radin sambil menunjukkan kelingking kirinya. Ia menggerakkan jari tangan terkecil itu ke atas, pertanda agar pemuda yang ia beri pelajaran tersebut menyambutnya. Kejahilannya sebagai pihak yang berada di atas angin seperti tak ada habisnya.

Dengan ragu, pemuda tersebut menautkan kelingkingnya dengan kelingking Radin. Radin menggerakkan tautan kelingking tersebut ke atas dan ke bawah, menunjukkan bahwa ia masih suka mengusili pemuda tersebut.

Kemudian Radin tersenyum puas dan berdiri. Ia merapikan jasnya yang acak-acakan, lalu melenggang meninggalkan orang-orang yang sebelumnya telah berbuat jahat padanya.

Sebelum keluar dari ruang kerja yang sudah hancur berantakan tersebut, Radin melirik preman yang sebelumnya menyerangnya dengan pisau. Ia bersimpuh di dekat preman tersebut, lalu dengan dingin mengembalikan kembali pisau tersebut ke paha preman payah itu.

Akibatnya, preman tersebut kembali menjerit. Jeritannya bahkan lebih keras daripada sebelumnya. Pemuda yang sebelumnya diajak bicara oleh Radin, bergidik ngeri. Sekali lagi, ia membasahi celananya hingga semakin berbau pesing.

"Kukembalikan padamu," kata Radin pada preman tersebut singkat, lalu bangkit dan beranjak pergi.

Setelah melalui pintu, Radin tiba di sebuah koridor. Ia mendongak, melihat CCTV yang menyorot, lalu melambai dengan tengil. Menantang siapa pun yang berada di ruang monitor untuk mendatanginya.

Setelah itu, Radin berjalan menuju lift. Sambil bersiul, ia menekan tombol menuju ke lantai bawah.

Saat pintu lift terbuka, Radin tercengang melihat segerombol pria bertubuh kekar dengan posisi tangan berada di balik jas masing-masing. Mereka sedang bersiap mengeluarkan senjata untuk menyerang.

Namun, saat para pria kekar itu melihat Radin, mereka buru-buru menurunkan tangan dan menjadi lebih santai.

Seorang pria yang berada di bagian belakang lift hingga tersembunyi di balik para pria kekar tersebut, bergegas menghampiri Radin dengan gembira.

"Ah, Bos! Maafkan kami karena terlambat. Kami hendak menyelamatkan Bos. Tapi, sepertinya Bos tidak memerlukan bantuan," seru pria yang ternyata adalah Reza itu.

"Tentu saja tidak perlu. Aku sudah membereskannya sendiri," sahut Radin cuek. Ia sama sekali tidak gusar atau marah karena lambatnya bala bantuan untuknya. Sebaliknya, ia beranjak memasuki lift dengan langkah cepat.

"Sekarang, ayo kita kembali. Aku ingin tidur cepat malam ini. Kuharap tidak ada gangguan lagi sampai aku bisa bertemu dengan Rania besok pagi," kata Radin dengan nada tak sabar.

"Ah, ya. Janda yang sangat cantik itu," sahut Reza saat mengingat karyawan yang baru diterima sore tadi tersebut.

Radin menghentikan langkahnya. Ia menoleh, menatap Reza dengan tajam. Untunglah sang sekretaris yang tampan segera menyadari kesalahannya.

"Maaf, Bos. Saya hanya terlalu gembira karena Bos selamat dan akan mendapatkan wanita yang sangat cantik. Saya tidak bermaksud melecehkan wanita pilihan Bos," ucap Reza cepat. Meredam kemarahan yang bisa tersulut hanya karena ucapan yang kurang berkenan di hati bosnya.

Radin mengibaskan tangan, pertanda membiarkan kesalahan Reza kali ini. Ia menengok ke belakang, memandang pintu ruang kerja yang baru saja menjadi arena pertempuran antara dirinya dengan pemuda hijau yang telah mencoba mengusiknya. Setelah menimbang-nimbang, ia membuat keputusan baru.

"Ngomong-ngomong, aku jadi tidak ingin menepati janjiku pada anak ingusan itu. Kalian bereskan saja mereka," ujar Radin. Setelah itu, ia melenggang memasuki lift dengan diikuti oleh Reza.

Saat Radin dan Reza membalikkan badan dan menghadap pintu lift, para anak buah Radin telah bergegas menuju ke ruangan yang ditinggalkan oleh Radin sebelumnya. Tangan mereka kembali terselip di balik jas dalam posisi siaga dan siap bertindak.

"Kirim karangan bunga duka cita ke rumah anak ingusan itu," perintah Radin dengan tenang.

"Baik, Bos," jawab Reza singkat. Ia tidak akan mengatakan apa pun yang dapat memancing kemarahan Radin, kecuali kepatuhan.

Pintu lift menutup. Radin pun meninggalkan arena pertarungan yang akan berubah menjadi arena pembantaian itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Kembar Rahasia Milyader
9.2
Ivy Anderson terjebak dalam nasib buruk setelah melakukan kesalahan kecil di hadapan Ben Clayton, CEO berkuasa di New York. Ben yang terobsesi mulai menggunakan taktik licik untuk menjerat Ivy, termasuk mendekati anak kembarnya, Terra dan Terry. Demi keselamatan buah hatinya, Ivy dipaksa tunduk pada ancaman Ben yang kejam. Akankah Ivy mampu meloloskan diri dari cengkeraman pria berbahaya ini, atau justru terperangkap selamanya dalam dominasi Ben yang gelap?
Sampul Novel Bukan Sugar Baby
8.8
Tachi Gumama, seorang mucikari, merasa terhina saat Padrone Ricco menolak tawaran pelacur andalannya. Padahal, Padrone dikenal sebagai miliarder Manhattan yang sangat setia kepada istrinya, mendiang Nyonya Deceduto Ricco. Penolakan ini memicu kecurigaan Tachi bahwa pria kaya tersebut sebenarnya menyembunyikan seorang gadis simpanan. Benarkah sosok suami sempurna ini memiliki rahasia gelap di balik kesetiaannya, ataukah tuduhan Tachi hanyalah sebuah kekeliruan?
Sampul Novel CEO Itu Ayah Dari Anakku!
8.6
Risa, gadis desa yang mencari orang tuanya di kota, justru dikhianati teman dan dijual hingga berakhir menghabiskan malam bersama CEO muda, Arjuna. Hubungan singkat itu menghasilkan kehamilan yang mengancam reputasi sempurna Arjuna. Di tengah perbedaan kasta sosial dan intrik keluarga yang rumit, Arjuna terjebak antara menjaga citra atau melindungi Risa. Akankah cinta tumbuh di balik skandal besar ini, ataukah status sosial menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Dihapus oleh Kebohongan dan Cintanya
9.8
Sepuluh tahun berkorban demi Baskara, Aria justru dibuang saat sang suami sukses. Demi Aurora, investor barunya, Baskara menghapus eksistensi Aria dan mengurungnya di gudang gelap meski tahu fobia yang dideritanya. Puncaknya, Baskara membiarkan Aria disiksa penculik demi menyelamatkan Aurora. Dalam kehancuran, Aria menghubungi Tante Evelyn, pengacara tangguh yang siap menjemputnya dengan jet pribadi untuk menuntut balas atas segala pengkhianatan ini.
Sampul Novel Ditinggal Nikah Dengan Adikku
8.3
Lysandra Harrison hancur saat Vincent, mantan kekasihnya, justru melamar Amelia, adik kandungnya sendiri. Di tengah penolakan karena statusnya sebagai anak adopsi, Arthur Sterling hadir membawa pernikahan kontrak demi memenuhi wasiat kakeknya dan ambisi bisnis. Namun, rahasia identitas Lysandra yang sengaja ditutupi ayahnya terancam terbongkar. Akankah Arthur tetap bertahan saat mengetahui istri yang baru dinikahinya bukanlah putri kandung Harrison?
Sampul Novel Love After Marriage
8.9
Alesya terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan Victor, seorang CEO dingin yang hanya menginginkan balas dendam atas kematian adiknya. Alih-alih menemukan kebahagiaan, Alesya justru dihina sebagai wanita murahan dan hanya dijadikan pelampiasan kebencian. Victor bersumpah akan membuat hidup istrinya menderita selamanya. Di tengah perlakuan kejam dan trauma masa lalu, mampukah cinta tumbuh di hati pria yang tidak pernah menganggap keberadaan Alesya?