APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami

Direndahkan Oleh Keluarga Suami

Terlahir dengan keterbatasan fisik, Jasmine Bintang tumbuh di bawah bayang-bayang kekecewaan ibunya. Ia berharap menemukan kebahagiaan saat menikahi Ardan Mahendra yang sukses. Namun, keluarga Ardan justru menghina keterbatasannya. Luka Jasmine kian dalam saat Anindya, mantan kekasih Ardan, kembali dan mengungkap kebohongan cinta mereka. Meski Jasmine mantap meminta cerai demi martabatnya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya begitu saja.
Bab
Bagikan

Bab 2

Matahari sudah mulai terbenam, memancarkan cahaya oranye-merah yang terpantul di kaca jendela kamar Jasmine. Kegelapan perlahan merayap di luar, tetapi di dalam, hatinya justru semakin terang oleh rasa sakit yang sulit dijelaskan. Ardan duduk di kursi kayu tua di sudut ruangan, tangannya yang kokoh memijat pelipis, berusaha menenangkan pikirannya. Jasmine berdiri di dekat jendela, matanya menatap langit yang berubah, berharap bisa menemukan jawaban dalam warna-warna senja itu.

Anindya telah pergi, meninggalkan rumah itu dengan langkah angkuh, seakan dia adalah ratu yang baru saja menguasai kerajaan. Jasmine, di balik matanya yang berkilau dengan air mata, mendengar detak jantungnya yang berdetak cepat, menyuarakan perasaan yang sulit dikendalikan. Ardan akhirnya mendongak, menatap Jasmine dengan mata yang penuh ketegangan dan kebingungan. Sejak awal, dia tahu bahwa kembalinya Anindya ke dalam hidup mereka akan mengubah segalanya, tetapi dia tak pernah menduga bahwa rasa sakit itu akan menghancurkan segalanya begitu dalam.

"Jasmine, kita perlu bicara," kata Ardan, suaranya gemetar. Dia mengangkat tangan, lalu menurunkannya lagi, seperti sedang mencari kata-kata yang tepat di antara kekacauan pikirannya.

Jasmine tidak menoleh, hanya membiarkan angin sepoi-sepoi mengusik rambutnya, merasakan sejuknya yang bertolak belakang dengan kehangatan di dalam hatinya yang meradang. Setiap kata Ardan adalah kebohongan, setiap keheningan adalah pengkhianatan. Di luar, burung-burung terbang pulang ke sarangnya, menciptakan bayangan yang bergetar di dinding, seperti kebingungan yang ada dalam dirinya.

"Jasmine, aku tahu ini sulit, tapi..." Ardan melanjutkan, langkahnya mendekati Jasmine. Namun, Jasmine mengangkat tangannya, meminta dia untuk berhenti. Itu cukup, sudah terlalu banyak kata-kata yang diucapkan hanya untuk menutupi kenyataan.

"Aku tidak tahu harus mengatakan apa lagi, Ardan," katanya, suaranya hampir berbisik, tetapi tajam seperti pisau. "Selama ini, aku selalu berharap. Aku selalu berpikir bahwa suatu hari, aku akan merasa dicintai, dipedulikan. Tapi sekarang, aku tahu itu semua hanya mimpi. Cinta kita, semuanya hanyalah kebohongan."

Ardan terdiam, seperti sedang menelan amarah dan sesal yang begitu besar. Wajahnya dipenuhi ekspresi yang sulit dibaca, perasaan yang terperangkap antara keinginan untuk meminta maaf dan rasa marah pada dirinya sendiri. "Jasmine, aku minta maaf," katanya akhirnya, tetapi kata-katanya terdengar seperti bisikan yang hilang di angin malam. "Aku tidak pernah bermaksud menyakitimu. Tapi aku..."

"Tapi apa?" Jasmine memotong. "Kita sudah hidup bersama selama bertahun-tahun, Ardan. Aku tahu setiap gerakanmu, setiap ekspresi di wajahmu. Aku tahu bagaimana caramu berbicara, caramu tersenyum, dan caramu menatapku seperti aku hanya bayangan yang tidak pernah ada. Kenapa baru sekarang kamu mengakuinya?"

Ardan menundukkan kepala, dan Jasmine tahu bahwa di balik wajahnya yang tertutup, ada ribuan kata yang ingin keluar, kata-kata yang selama ini dia tahan. Jasmine melangkah ke arah Ardan, mendekat hingga jarak di antara mereka hanya sehelai rambut. Dia ingin melihat ke dalam matanya, mencari tahu apakah pria itu benar-benar menyesal, ataukah ini hanya perasaan bersalah yang datang saat badai mendekat.

"Jasmine, aku tidak bisa hidup tanpamu," ucap Ardan dengan suara penuh kebingungan. "Aku tahu aku tidak pernah menunjukkan cinta, tapi aku..."

"Tidak pernah menunjukkan?" Jasmine tertawa getir. "Ardan, kalau kau tidak bisa menunjukkan cinta, lalu apa yang kau lakukan selama ini? Mempermainkanku? Mencoba membuatku percaya bahwa aku cukup layak untukmu? Aku tahu, Ardan. Aku tahu bahwa di setiap pelukan kita, di setiap kata manis yang kau ucapkan, ada kebohongan. Dan aku... aku sudah cukup."

Tangis Jasmine akhirnya pecah, bukan hanya karena rasa sakit, tetapi juga karena kelegaan yang datang dengan kenyataan. Ardan hanya bisa menatapnya dengan mata yang mulai basah, seakan dia baru menyadari seberapa dalam luka yang dia sebabkan.

"Jasmine, aku ingin kau tahu satu hal," kata Ardan, suaranya berat dengan penyesalan. "Aku mencintaimu dengan cara yang... aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Aku bodoh, dan aku sudah terlambat."

Jasmine menatapnya untuk terakhir kalinya, seakan menilai apakah kata-kata itu cukup untuk menebus segala pengkhianatan. Namun, dia tahu jawaban itu. Hati yang pernah begitu penuh kini hanya menyisakan bekas luka yang tak akan pernah sembuh.

"Jangan," kata Jasmine, suaranya penuh kepedihan. "Jangan membuatnya lebih sulit. Kita tidak bisa kembali, Ardan. Tidak ada lagi kata-kata yang bisa mengubah semuanya."

Malam itu, Jasmine tidur dengan sesak di dadanya, di ruangan yang terasa asing, meski sudah menjadi tempatnya bertahun-tahun. Dia tahu satu hal: hari-hari ke depan tidak akan pernah sama lagi. Dia sudah lelah menunggu, lelah berharap. Kini, saatnya dia berdiri di atas kakinya sendiri, meskipun itu berarti menghadap dunia sendirian.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Istrimu, Bukan Bonekamu
8.3
Ariana terjebak pernikahan tanpa cinta dengan Daniel Aldrigham demi wasiat ayahnya yang sakit. Daniel ternyata memiliki kekasih gelap, sementara ayah mertuanya sengaja memanfaatkan Ariana sebagai alat untuk memisahkan mereka. Di tengah pengkhianatan dan manipulasi keluarga kaya ini, Ariana harus memilih: menjadi boneka penurut atau berbalik melawan demi harga dirinya. Akankah ia berhasil menaklukkan hati Daniel yang dingin, atau justru hancur dalam permainan ini?
Sampul Novel Ayah CEO Pengen Pelukan
9.1
Nadia menghabiskan malam bersama pria asing setelah dikhianati orang terdekatnya. Meski sempat menyesal, ketampanan pria itu justru membuatnya malu hingga ia nekat meninggalkan uang sebelum pergi. Kresna, sang pria misterius, merasa sangat terhina karena dianggap sebagai pria bayaran. Dengan amarah yang meluap, ia segera memerintahkan asistennya melacak identitas Nadia melalui rekaman CCTV hotel demi membalas perbuatan wanita tersebut.
Sampul Novel Dalam Pelukan (Sang ) CEO
9.1
Kevin Hadiwajaya, CEO sukses berjuluk monster berwajah malaikat, terobsesi menjadikan asisten pribadinya, Sarah Rania, miliknya seutuhnya. Namun, langkah Kevin terhalang oleh Hansen Rudolf, sahabat kecilnya yang juga mencintai Sarah dengan kelembutan. Di tengah persaingan sengit dua pria ini, Sarah terjebak dalam pertarungan emosi yang memilukan. Akankah ia bertahan dalam pelukan sang bos yang tegas, atau berpaling pada Hansen yang selalu menyapanya dengan kasih?
Sampul Novel Dangerous Touch (Sentuhan Berbahaya)
9.7
Pasca kehilangan ibu dan kakaknya, Isabel menjalani hidup yang penuh duka. Beban sebagai Putri Mahkota terasa kian menyesakkan tanpa keluarga di sisinya. Namun, takdir mempertemukannya dengan Joseph, seorang miliarder playboy yang terbiasa hidup mewah. Pertemuan tersebut memicu gairah membara di antara keduanya. Meski ketertarikan mereka begitu kuat, jalan menuju kebahagiaan terhalang rintangan besar. Mereka dipaksa berjuang melawan badai masalah yang mengancam hubungan tersebut.
Sampul Novel Dendam Dalam Ikatan Suami Istri
9.5
Zara Liana Anastasya terpaksa menikahi Rafiq Arkan Devantara akibat manipulasi ayahnya demi kepentingan bisnis. Rafiq, yang menyimpan ambisi kelam, awalnya memperlakukan Zara dengan penuh kebencian dan kekejaman sebagai bagian dari rencana tersembunyinya. Namun, sikap Rafiq secara mengejutkan berubah menjadi sangat lembut dan perhatian. Di tengah misteri motif pernikahan ini, akankah hubungan mereka bertahan atau hancur saat rahasia dan dendam mulai terungkap?
Sampul Novel Dignity ( Demi Harga Diri)
9.4
Delapan tahun menikah, Suri Hidayah menghadapi kehancuran rumah tangga karena Prasetyo, suaminya, berubah angkuh sejak menjadi direktur. Pras kerap merendahkan Suri dan membandingkannya dengan Murni, atasan yang dianggapnya sempurna. Di tengah luka, Suri bangkit memperbaiki diri dan merintis usaha rajut. Takdir mempertemukannya dengan Damar Adhiyatna, pengusaha benang sekaligus mantan suami Murni. Lewat kerja sama barter, Suri berjuang memulihkan harga dirinya di tengah konflik cinta yang rumit.