APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Doa Istri Pertama

Doa Istri Pertama

Kehidupan Annisa berubah drastis sejak Hamza memutuskan untuk berpoligami dengan menikahi Aina. Alih-alih membenci madunya, Annisa justru memanjatkan doa unik yang menargetkan dirinya sendiri. Ia memohon agar setiap kepedihan dan luka batin yang ia rasakan akibat pengkhianatan suaminya dikonversi menjadi tumpukan dosa bagi Hamza. Ini adalah kisah tentang perjuangan batin seorang istri pertama yang melawan kedzaliman lewat kekuatan doa dan air mata.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku tidak siap. Hari keempat pernikahan Mas Hamza dengan Aina. Setelah itu, hari ini jatahku. Dalam jangka waktu tiga hari. Saat Mas Hamza mendatangiku, merapatkan tubuh bidangnya dan terpaut di wajahku. Diambilnya parfum, menyemprotnya ke bahu dan sela leherku, mengendusnya sedikit lalu tersenyum. Kembali dia merapatkan tubuh, hendak membaringkanku ke atas selimut.

Aku mendorong tubuhnya perlahan.

Mas Hamza terlihat heran.

"Setiap malam yang Mas jalani bersama Aina pasti terasa begitu menyenangkan, ya? Sebagai sepasang pengantin baru?"

Dahinya mengernyit, "ada apa, Annisa?"

"Aina pasti kesal, jika ada yang menganggu momen hari-hari awal pernikahan kalian. Jadi kupikir, Mas, aku harus rela memberikan tiga hari waktuku untuk Aina. Sudah sepantasnya bagi kalian, menikmati waktu berdua lebih lama. Mumpung, masih menjadi pengantin baru."

Untuk membujuknya, kuusap rahangnya yang keras. Beralih ke keningnya. Buliran keringatnya membasuh kulit tanganku. "Datangilah Aina, Mas."

Dan terbuailah oleh kemolekan tubuhnya, agar kamu lupa pada tubuhku yang selama ini tentunya membosankan bagimu, menjadi satu-satunya tubuh yang terbaring di bawahmu.

Apakah dia akan menolak?

Ada dua sisi pada diriku yang berharap dan saling bertolak-belakang.

Malah dia mengangguk. Aku kecewa, sekalipun ini yang kuinginkan. Aku mengharapkan kedzalimannya. Dan ini langkah awal kedzalimannya.

Lihat dia, memang sangat mengharapkannya.

Mungkin bayangan tubuh molek Aina membuatnya keburu nafsu. Dia menjauhkan tubuhnya dariku, lalu memakai kemejanya yang sempat ditanggali. Semerbak aroma parfumnya pergi menjauh, meninggalkanku yang mematung di atas ranjang.

Setelah ungkapan salam, dia pergi.

Air mataku menetes. Bibirmu bilang adil, mencintaiku. Tapi gerakan tubuhmu lain.

Inilah langkah awalnya, jadilah suami yang dzalim, Mas.

Lambat-laun Aina akan membawamu pada kedzaliman itu, maka aku akan melepaskan diri setelah itu. Bibirku tersenyum, tapi air mataku menetes. Perlahan sesegukan, sambil tertawa.

Doaku masih sama, Mas.

Jadilah, suami yang dzalim.

Gilailah istri keduamu.

Dan abaikan aku.

Agar luka halal ini, kamu akan berdosa karena telah menorehkan luka itu.

Pukul 02.30, setelah lelah melaksanakan ibadah Tahajud aku tertidur.

Aku bisa merasakan belaian seseorang. Aroma parfum yang menyengat menusuk penciumanku, aku membuka mata, napasku tertahan saat mendapati wajah Mas Hamza menghadapku dari atas.

Dengan hati-hati diraihnya rahangku, menempelkan bibirnya lalu tersenyum.

"Mas tidak akan mendzalimimu, sayang."

Bisikannya, membuat kepalaku menggeleng samar.

"Hari ini Mas untuk Annisa, tetap akan untuk Annisa. Termasuk besok dan lusa. Tak bisa diberikan ke lain wanita jika bertentangan dengan jadwal yang sudah ada."

Kembali diambil parfum vanilla favoritnya. Menyemprotnya ke sela leher dan bahuku. Meratakannya, mengendusnya, lalu dia tersenyum.

Aku mengharapkan dia mendapatkan dosa dari kedzaliman yang kudoakan, tapi Mas Hamza terlalu sempurna. Dia mencintaiku dengan baik, dia memperlakukanku dengan baik. Dia bisa menjaga keadilannya, sekalipun ada Aina yang bisa meruntuhkan pendiriannya.

Apakah Tuhan tidak mendengarkan doaku?

Atau Mas Hamza memiliki doa lain, hingga doa kami saling bertentangan?

Jadi, Tuhan tengah memutuskan untuk mewujudkan doa mana di antara kami?

Aku jatuh dalam pelukannya, tapi aku benci itu. Inilah pahala yang sangat kubenci, berada dalam dekapannya.

.

.

Aku menangis di atas sajadah. Berdoa, berharap, menyembah, kepada yang Di Atas. Aku ingin memisahkan diri darinya.

Aku ... masih mendoakan hal yang sama. Tanganku mencekram serat sajadah. Apakah Tuhan tidak akan mengabulkan doaku tanpa tindakan yang berarti? Ataukah doaku terlalu buruk? Hingga Tuhan mengabaikannya.

Sebulan Mas Hamza menikah lagi, dia masih selayaknya suami yang sempurna. Tak ada tanda ketidakadilan darinya. Dia enggan mendzalimiku. Dia masih mencintaiku.

Tatapan matanya masih teduh saat menatapku, melebihi dari saat dia melihat Aina. Dengan jangka waktu masing-masing tiga hari, Mas Hamza masih berperilaku adil. Apakah semua doa yang kupanjatkan takkan berlaku? Apakah alasan syar'I yang kuharapkan memang takkan pernah bisa terpenuhi, untuk menggugat cerai darinya memisahkan diri darinya dan lari darinya tanpa terkena dalil keras, haram bagiku aroma surganya saja?

Tangan besarnya membelai rambutku keesokan harinya saat dia menyambutku di pagi hari. Perilakunya masih sama seperti saat dia belum menikah lagi. Masih mendamba, masih perhatian. Seakan memang tidak ada orang ketiga di antara kami, seakan aku masih satu-satunya. Entah sehebat apa Mas Hamza, hingga perannya bisa terjaga. Sebagai suami, yang sempurna adil.

Doaku memang terlalu buruk, untuk dikabulkan.

Ingin aku teriakkan kepada Aina! Mana perannya sebagai pelakor! Menggoyahkan hati suamiku seutuhnya. Agar Mas Hamza benar-benar direbut dariku.

Tidak ... aku malah tidak bisa membenci wanita itu. Tapi membayangkan tubuh ini sudah terbagi, bibir Mas Hamza, dada bidangnya, rahangnya, matanya, hidungnya, untuk wanita lain. Hatiku masih tidak terima ...

Ya Allah, kabulkan doaku.

Setidaknya jika Engkau memang terlalu sayang kepada hamba-Mu—Mas Hamza—Engkau tidak mau menjadikannya lelaki yang dzalim, buat dia mengucapkan kata talak untukku.

Tapi dilihat dari tatapan matanya saja, Mas Hamza ... tak mau dan takkan pernah melepaskanku. Dia pernah berjanji tentang itu. Padahal bukan janjinya yang kuharapkan.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayah CEO Pengen Pelukan
9.1
Nadia menghabiskan malam bersama pria asing setelah dikhianati orang terdekatnya. Meski sempat menyesal, ketampanan pria itu justru membuatnya malu hingga ia nekat meninggalkan uang sebelum pergi. Kresna, sang pria misterius, merasa sangat terhina karena dianggap sebagai pria bayaran. Dengan amarah yang meluap, ia segera memerintahkan asistennya melacak identitas Nadia melalui rekaman CCTV hotel demi membalas perbuatan wanita tersebut.
Sampul Novel BUKAN ANAK HARAM
9.2
Terinspirasi dari kisah nyata, novel ini mengikuti perjalanan pilu Kartika yang dijual ibu kandungnya ke dunia malam. Di tengah penderitaan, ia jatuh cinta hingga mengandung Dania. Kehadiran sang putri membawa perubahan besar sekaligus tantangan baru dalam hidupnya. Ikuti perjuangan dua generasi wanita ini dalam menghadapi kerasnya takdir demi menemukan kebahagiaan. Sebuah narasi menyentuh tentang keteguhan hati dr. Dania yang kini telah sukses di Singapura.
Sampul Novel BUKAN CINTA LOKASI
8.1
Naomi Clara, seorang aktris menawan, terjebak dalam perasaan mendalam saat terlibat proyek film bersama Azka Dananjaya. Meski sempat menepis perasaannya, kepedulian Azka yang tulus akhirnya meruntuhkan pertahanan Clara. Namun, ikatan mereka diuji oleh restu keluarga Azka yang menentang status Clara karena bukan berasal dari kalangan ningrat. Azka berjanji akan terus mencintai Clara apa adanya, meskipun rintangan perbedaan kasta mengancam hubungan mereka.
Sampul Novel Cinta sang tuan muda
7.9
Kehidupan Joan berubah drastis saat ia menemukan sesosok bayi perempuan di depan pintu rumahnya pada suatu pagi. Bayi malang itu hanya berselimut kain tipis di dalam kardus, ditemani sepucuk surat permohonan maaf yang misterius. Kejadian tak terduga ini membuat Joan dirundung dilema besar. Haruskah ia membesarkan anak tersebut dengan tangannya sendiri, atau justru menyerahkannya ke panti asuhan demi masa depan sang bayi yang lebih terjamin?
Sampul Novel Dimadu Saat Koma
9.0
Pasca koma setelah melahirkan, Inara mendapati kenyataan pahit. Suaminya telah berpoligami, dan sang anak pun bersikap dingin padanya. Di tengah luka itu, Dokter Feri yang merupakan mantan kekasihnya hadir memberikan kenyamanan. Inara yang terkhianati akhirnya terjebak dalam hubungan gelap sebagai bentuk balas dendam. Kini ia harus memilih antara bertahan dalam pernikahan yang hancur atau mengakhirinya demi harga diri. Siapa yang harus memikul beban kesalahan ini?
Sampul Novel Marriage Express
8.6
Indira Aubrey terpaksa menjalani pernikahan dini dengan Liam Ogawa, pria keturunan Jepang yang dianggapnya mesum. Meski orang lain merasa ia beruntung masuk ke keluarga Ogawa, Indira justru merasa tertekan harus tinggal satu atap dengan Liam. Ia bersumpah akan terus membenci dan merahasiakan statusnya dari teman-teman. Namun, saat Liam mulai menyerah dan mengabaikannya, benarkah rasa benci itu berubah menjadi penyesalan? Akankah cinta datang saat semuanya terlambat?