APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Don't Leave Me

Don't Leave Me

Amel, mahasiswi lugu, terkejut saat dilamar Barry, kakak ipar dari dosen pembimbingnya. Barry ternyata sudah lama mengincar Amel secara diam-diam. Namun, impian pernikahan bahagia Amel hancur seketika saat ia mengetahui pengkhianatan suaminya. Barry menjalin hubungan gelap dengan sekretarisnya yang juga merupakan sahabat lama keluarganya. Kini Amel terjebak dalam dilema besar: tetap bertahan atau menyudahi rumah tangganya yang penuh luka tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 2

Kedekatan Amel dengan Willy selalu menjadi bahan gosip di rumah sakit ini, bukan hanya Amel yang dijadikan bahan karena mereka lebih sering membahas mengenai dosen pembimbing Amel yaitu Tina. Ada saja yang dibahas mulai dari mantan suami sampai pasangan Tina saat ini, Amel hanya menggelengkan kepala mendengar pembicaraan mereka yang berputar pada hal itu saja.

“Bu Tina gimana sih kalau ngajar dan bimbing?,” tanya Fatma menatap Amel.

“Sama seperti dosen lain, mbak.”

“Kamu sudah bertemu dengan mantannya? Bagaimana perbedaan dengan yang sekarang?,” Amel menatap bingung.

“Sama – sama pria jadi ya sama,” jawaban Amel membuat Fatma cemberut karena tidak mendapatkan jawaban yang menyenangkan.

“Lalu kamu sama Willy? Amel dia tuh cakep banget kamu beruntung banget sama dia,” sahut Chika salah satu petugas di rumah sakit.

“Dia yang sial dapat aku, mbak,” jawab Amel asal.

Seketika seluruh orang yang ada di sana tertawa mendengar jawaban Amel, bagaimana bisa mereka berpikir bahwa Willy dan dirinya memiliki hubungan. Bantahan yang Amel berikan tidak berdampak apa pun dan seolah angin lalu bagi mereka semua, mereka lebih mempercayai apa yang dilihat bukan bantahan yang keluar dari bibir Amel. Rasanya Amel ingin menghajar Willy jika berita tersebut muncul tapi semakin ke sini Amel seolah udah kebal dan tidak peduli dengan semuanya.

Jam tugas Amel segera berakhir dan akhirnya memutuskan untuk segera pulang, ternyata apa yang Amel lakukan juga bersamaan dengan yang lain membuat Amel merasakan sesuatu yang lain.

“Gak dijemput sama sayangnya?,” Amel menatap Fatma yang saat ini memberikan tatapan menggoda lalu menggeleng pelan sambil menghembuskan nafas pelan “hati – hati.”

Willy yang tidak bisa menjemput Amel membuatnya menggunakan kendaraan online, Gina sang bunda yang menatap kedatangan Amel hanya menatap sekilas karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya menyiapkan makan malam untuk keluarga. Amel segera keluar setelah membersihkan diri untuk membantu sang bunda.

“Gak sama Willy?,” Amel menggelengkan kepala “Satria sebentar lagi menikah nanti adik sendiri di sini loh.”

“Ada bunda sama ayah juga.”

Gina tersenyum menatap Amel, Gina mengakui meskipun anak bungsu dan satu – satunya perempuan tidak membuat Amel menjadi sosok yang manja bahkan jika harus disuruh memilih siapa yang lebih manja dengan cepat Gina akan menjawab kedua putranya Satria dan Musa. Setidaknya kehadiran Amel membuat Gina memiliki teman dan membantunya seperti saat ini, beberapa kali kedua orang tua Amel mendapatkan lamaran dari beberapa pria tapi tidak ada satu pun yang diterima karena Amel memang tidak ingin menikah sebelum yakin mencintai sang pria. Amel tahu jika kedua orang tuanya khawatir jika memiliki hubungan dengan Willy yang memiliki banyak perbedaan dengan mereka semua dan tentu saja Amel tidak mengambil resiko untuk hal tersebut.

“Pernikahannya bagaimana, bun?,” tanya Amel ketika sudah selesai meletakkan hasil masakan di meja.

“Sudah hampir selesai.”

Tidak lama kemudian kedua pria kesayangan telah sampai rumah dan setelah mereka semua membersihkan diri langsung menghabiskan makanan yang tersedia. Kegiatan wajib yang mereka lakukan adalah saling bertukar cerita mengenai kejadian hari ini dan persiapan Satria dalam menikah beberapa bulan lagi ini. Amel menatap mereka dan berharap mendapatkan pasangan seperti ayahnya dan kedua kakaknya, sejauh ini Amel belum menemukan pria yang tepat dari beberapa pelamar datang ke rumah.

Amel menatap pesan yang masuk dari Tina mengatakan kesalahan yang masih ditemukan pada berkas yang Amel berikan, Tina memberi waktu sampai lusa agar segera dikumpulkan dan mengejar Amel dari jadwal sidang yang tidak lama ini. Amel menatap pesan tersebut dan memutuskan untuk istirahat setelah tadi menghabiskan waktu di rumah sakit jiwa, setelah skripsi selesai Amel ingin istirahat terlebih dahulu baru memutuskan untuk mencari pekerjaan.

“Amel,” teriakan dan gedoran pintu membuat Amel menatap sekitar dan ternyata sudah siang dengan segera Amel menuju kamar mandi sebelum memutuskan keluar dari kamar.

“Hari ini mau ke mana?,” Johan menatap Amel dengan tanda tanya ketika melihat Amel.

“Revisi skripsi mungkin nongkrong di cafe sama Vina.”

“Kerja di rumah gak bisa?,” Amel menatap Satria lalu menggeleng pelan “jangan terlalu malam pulangnya dan makan yang benar.”

Amel hanya mengangguk karena Satria akan menjadi seorang yang sangat cerewet padahal tidak lama lagi akan menikah, jika melihat perjalanan cinta Satria yang selalu membuat Amel kagum di mana Mona sang calon kakak ipar ini sangat sabar menghadapi Satria yang nakal dan bahkan hampir menyentuh barang haram, Mona sangat sabar menghadapi Satria bagi Amel apa yang dilakukan Mona adalah cinta sebenarnya.

Amel menyiapkan diri untuk ke cafe bersama sahabatnya Vina, Amel memang sengaja tidak mengajak Willy karena ingin menghabiskan waktu dengan Vina sekalian bercerita banyak mengenai kejadian di rumah sakit. Vina adalah tukang gosip tapi tentu saja hanya bergosip di depan Amel bukan orang lain karena mereka berdua cocok ketika saling membicarakan banyak hal.

“Itu seperti mantan suami Bu Tina,” Amel mengikuti pandangan Vina dan membenarkan bahwa itu adalah pria yang dilihat di ruangan Tina kemarin.

“Kita fokus skripsi jangan peduli hal tidak penting,” Vina cemberut “aku pesan makan kamu mau?,” Vina menggelengkan kepala.

Amel memesankan makanan yang akan nanti menemani dirinya mengerjakan skripsi, di saat Amel menatap menu tidak menyadari jika ada pria yang berada di belakangnya yang sedang menahan diri untuk tidak memeluknya. Amel langsung menyebutkan pesanan yang akan dirinya makan nanti, kasir yang bertugas langsung menyebutkan kembali pesanan Amel.

“Saya bayar sekalian,” perkataan pria di belakang Amel membuatnya menatap yang bersangkutan.

“Jangan,” tolak Amel setelah sadar siapa pria tersebut.

Gerakan Amel kurang cepat karena pria itu langsung memberikan kartu dan menyebutkan pesanannya juga, Amel menatap tidak enak karena pertama kali Amel berinteraksi langsung dengan mantan suami Tina. Pria yang ada di belakang Amel adalah mantan suami Tina yang dirinya lihat kemarin dan saat ini pria tersebut ada di depannya dan membayar pesanan makanannya.

“Terima kasih, pak.”

“Anggap saja traktiran dari saya karena mungkin selama ini Tina selalu merepotkanmu.”

Amel tersenyum dan langsung menggelengkan kepala “Bu Tina banyak membantu saya jadi malah saya yang selalu merepotkan beliau.”

“Barry,” mengulurkan tangan pada Amel “Amel bukan? Saya sudah banyak mendengar tentang kamu dan terima kasih banyak.”

Amel menatap Barry dengan bingung pasalnya dirinya tidak melakukan apa pun pada Barry lantas apa yang membuat dirinya mengucapkan kata terima kasih, Amel segera kembali ke tempat di mana Vina setelah berpamitan dengan Barry yang menurutnya sedikit aneh. Amel menatap Vina yang masih sibuk menatap laptopnya yang berarti Vina tidak tahu apa saja yang terjadi barusan di depan kasir dengan mantan suami Tina.

“Pesanan kamu banyak sekali,” perkataan Vina membuat Amel menatap meja yang penuh dengan makanan “aku bilang kalau gak usah dipesankan kenapa jadi sebanyak ini.”

“Sudahlah lebih baik kita makan saja daripada terbuang percuma dan jadinya dosa nanti,” perkataan Amel membuat Vina mengangguk.

Amel berjanji kalau bertemu kembali akan mengucapkan terima kasih pada mantan suami Tina karena sudah memesankan makanan yang sangat banyak ini. Pandangan Amel jatuh ke Vina yang tampak lapar karena makan dengan sangat lahap, Amel tahu jika Vina menahan lapar tadi dan karena keterbatasan keuangan membuatnya menjadi seperti tadi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DESTINY
9.5
Zeline Zakeisha sering dikhianati karena kondisi genophobia miliknya. Demi kesembuhannya, sahabat Zeline mendaftarkannya ke situs kencan internasional. Di sana, ia terhubung dengan Ricardo Fello Daniello, triliuner asal New York yang muak dengan wanita pemburu harta. Meski terpisah jarak Indonesia-New York, kepribadian Zeline yang unik justru memikat Ricardo. Kini, mereka harus berjuang melawan trauma dan jarak demi membuktikan apakah takdir akan menyatukan cinta mereka.
Sampul Novel Dosa Terindah Bersama Sang Primadona
9.6
Setiap malam, Lucy menyamar sebagai Rose, primadona klub malam yang menggoda namun tetap menjaga kesuciannya meski ditawar mahal. Reputasinya menarik perhatian Rookie, seorang playboy yang terobsesi menaklukkan wanita yang belum pernah menolaknya itu. Namun, pertemuan mereka justru mengungkap rahasia masa lalu yang rumit. Kini, keduanya terjebak antara pilihan untuk merajut kembali cinta lama yang tertunda atau merelakan perasaan demi menjalani hidup masing-masing.
Sampul Novel Fastidious
9.6
Almira, mahasiswi semester lima, terancam gagal meraih predikat cumlaude akibat nilai E di satu mata kuliah. Upaya memperbaiki nilai justru berujung salah lamar oleh keluarga dosennya, Aufa. Terjebak pernikahan beda lima belas tahun, Almira harus menghadapi sikap dingin Aufa yang terang-terangan menjaga jarak dan membandingkannya dengan wanita lain bernama Citra. Tanpa rasa takut, Almira membalas ketidakinginan suaminya dengan ketegasan yang setara.
Sampul Novel Istri ku tengil
8.8
Alexa memiliki paras menawan namun perilaku nakalnya sering memicu emosi. Meski hidup bergelimang harta, ia merasa kesepian akibat kurangnya kasih sayang dari orang tua yang gila kerja. Demi mencari perhatian, Alexa kerap berbuat onar hingga akhirnya ia dipaksa masuk ke dalam jerat perjodohan. Akankah pernikahan dengan pria misterius ini mengubah sikap iblisnya menjadi manis, atau justru ia akan semakin membuat kekacauan dalam kehidupan rumah tangga barunya?
Sampul Novel Istri Pelunas Hutang Mafia
8.0
Demi melunasi utang pamannya, Aurora terjebak dalam pernikahan paksa dengan mafia kejam, Lucian Moretti. Tak disangka, Lucian ternyata sudah lama mencintainya secara rahasia. Namun, saat benih cinta mulai tumbuh, rahasia masa lalu muncul mengguncang hubungan mereka. Di tengah ancaman musuh yang mengintai, Aurora justru menyembunyikan penyakit mematikan yang mengancam nyawanya. Kini Lucian harus berjuang melawan maut demi menyelamatkan wanita yang ia cintai.