APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dosa Dalam Pelukan Brondong

Dosa Dalam Pelukan Brondong

Sheana, istri pengusaha kaya berusia 35 tahun, terjebak dalam pernikahan dingin yang hampa. Kesepian membawanya bertemu Ellandra, pemuda 23 tahun yang memikat di sebuah klub malam. Meski awalnya hanya pelarian, Sheana mulai mempertaruhkan rumah tangganya demi pesona Ellandra yang menggoda. Namun, hubungan ini terancam oleh rahasia besar sang suami, kehadiran kekasih Ellandra, serta masa lalu kelam. Di tengah gairah terlarang, Sheana harus memilih sosok yang benar-benar menghidupkan jiwanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sheana duduk di pinggir ranjang. Lampu kamar redup, sementara suara air dari kamar mandi dalam menandakan Dirga masih mandi. Ponselnya bergetar pelan.

[Notifikasi WhatsApp – Nomor tak dikenal]

Udah bisa napas normal, Sheana? Or masih kebayang aku duduk di seberang kamu tadi siang?

Sheana melirik layar, alisnya naik setengah.

Typing...

Typing...

Tapi tak jadi dikirim. Baru saja dia meletakkan ponsel, notifikasi lain masuk.

Kamu acting-nya bagus banget. Tapi sorot mata nggak pernah bohong.

Sheana menggertakkan gigi, lalu membalas cepat.

Sheana:

Ngapain sih kamu nyimpen nomorku?

Ellan:

Ya karena aku emang perhatian.

Lagipula, who else's gonna remind you to behave?

Sheana:

Lucu banget. Kamu pikir aku bakal ketar-ketir ketemu kamu lagi?

Ellan:

Nggak. Tapi tadi kamu kayak orang baru keluar dari ruang interogasi FBI.

I'd say... cute.

Sheana:

Aku udah bilang, aku bukan bagian dari duniamu.

Ellan:

Ah, denial is hot.

Sheana:

Kamu emang sengaja cari masalah ya?

Ellan:

Nope. Just good at reading people. Dan kamu tuh gampang banget dibaca.

I mean... married to Dirga Aryan Bimantara? Come on.

Sheana membeku. Tangannya memegang ponsel erat. Satu bagian dari dirinya ingin berhenti baca, tapi bagian lainnya... penasaran.

Sheana:

Kamu nggak tahu apa-apa soal hidupku.

Ellan:

Maybe. Tapi aku tahu gimana rasanya jadi invisibly miserable.

Sheana:

Kamu bener-bener drama.

Ellan:

I'm just observant.

And guess what? I like what I see.

Sheana:

Kamu tuh gigolo. Udah cukup buat ngelus dada.

Ellan:

Correction. Part-time entertainer. Big difference.

Sheana:

Aku gak tertarik ketemu kamu lagi.

Ellan:

Aku belum ngajak ketemu.

Tapi... since you brought it up-wanna grab a drink tonight?

Sheana:

Hard no.

Ellan:

Yakin? Aku bisa bikin kamu lupa sama semua mimpi buruk yang kamu peluk tiap malem.

Sheana:

Kamu tuh toxic.

Ellan:

Maybe. Tapi kamu tetep bales chat

aku.

Tiba-tiba voice note masuk. Suara napas berat dan satu kalimat pendek.

"You'll think about me tonight. Just wait."

Sheana buru-buru menghapusnya. Ia menarik napas dalam, menatap bayangan dirinya di cermin. Matanya tajam, tapi ada getar di bibirnya yang tak bisa ia bantah.

Dalam hati, ia berpikir...

This guy is dangerous.

Tapi justru itu yang bikin dia tak bisa sepenuhnya memalingkan diri.

*

Kamar dipenuhi aroma sabun segar, bercampur dengan uap hangat dari kamar mandi yang baru saja digunakan. Dirga melangkah keluar dengan handuk melingkar di pinggang, rambutnya masih basah dan air menetes dari ujung dagunya. Tubuhnya yang tegap dan terawat memancarkan pesona maskulin yang tak pernah gagal menggetarkan dada Sheana-meski ia tak akan pernah mengakuinya secara terang-terangan.

Sheana menelan ludah pelan. Punggungnya menegang saat Dirga lewat di dekat tempat tidur tanpa mengucap sepatah kata pun. Jarak mereka hanya selemparan bantal, tapi terasa seperti dipisahkan ribuan kilometer.

Sudah berapa lama mereka seperti ini? Dingin, formal, nyaris tanpa sentuhan. Padahal mereka tidur di ranjang yang sama.

Ia teringat perjodohan itu-tiga belas tahun lalu. Ayahnya yang terlilit utang besar pada perusahaan milik keluarga Bimantara akhirnya menyerah. Demi menutup aib dan menyelamatkan bisnis keluarga, Sheana dikorbankan.

"Anggap saja ini investasi jangka panjang," begitu kata ayahnya.

Saat itu, Sheana masih dua puluh dua. Lulusan baru yang bahkan belum sempat menikmati dunia. Dan Dirga? Tujuh tahun lebih tua, pewaris tunggal dengan reputasi dingin dan tak pernah terlihat dengan perempuan mana pun di depan publik. Pernikahan mereka lebih mirip kesepakatan bisnis dibanding ikatan emosional.

Tapi kenyataan tak pernah sesederhana yang tampak. Meski jarang disentuh, meski nyaris tak pernah dibelai, malam-malam tertentu Dirga tetap menyentuhnya. Diam-diam. Tanpa banyak bicara. Tanpa ciuman, tanpa pelukan setelahnya.

Seperti transaksi yang dipenuhi rasa malu.

Dan malam ini, Sheana ingin lebih dari itu.

Ia menyampirkan rambutnya ke satu sisi, membiarkan lehernya terbuka. Malam terlalu sunyi untuk hanya tidur tanpa suara. Ia membiarkan jari-jari menelusuri garis dada Dirga secara halus saat ia duduk di tepi ranjang.

"Ga..." bisiknya lembut.

Pria itu menoleh, sejenak tatapan mereka bertemu. Dirga tampak ragu. Namun ia tak menolak ketika Sheana bersandar, mendekat, hingga jarak mereka tak lebih dari dua inci.

Hanya perlu satu gerakan kecil untuk mencium.

Satu.

Tapi...

"Maaf, aku capek." Suaranya datar.

Sheana terdiam. Bibirnya masih setengah terbuka saat Dirga menarik diri dan membalikkan badan, masuk ke bawah selimut dan memejamkan mata.

Tak ada pelukan. Tak ada kehangatan. Hanya penolakan.

Sheana berdiri pelan, menahan napas agar tak terdengar isaknya. Ia tahu ini bukan pertama kalinya. Tapi malam ini, penolakan itu terasa seperti tamparan.

Tanpa berkata apa-apa, ia mengambil bantal dan berjalan keluar kamar.

Dirga tahu. Tapi ia tetap diam.

**

Kamar sebelah gelap, hanya diterangi lampu tidur redup. Sheana melempar bantal ke kasur, lalu duduk sambil menatap ponselnya.

Kesal. Terluka. Dan sedikit... malu.

Lalu jemarinya mulai bergerak sendiri. Ia membuka kolom chat-nama itu ada di urutan atas.

Ellan.

Ia mengetik cepat, tanpa berpikir:

Still up?

Balasan datang hanya dalam hitungan detik.

Always. Missing me already?

Sheana mendengus.

Jangan GR. I'm just... bored.

Jam segini tuh bahaya kalau kamu lagi bosen, sweetheart.

Aku baru aja keluar dari kamar suamiku. Aku berhak dong bosen.

Ellan mengirim voice note singkat, suaranya rendah dan menggoda.

"Come out. Gimana kalau aku bantu ilangin rasa bosan itu? I'm not far."

Sheana menggigit bibirnya. Ia tahu ini gila. Tapi rasa kecewa itu seperti bensin yang disiram ke bara amarahnya.

I don't even have makeup on.

"Nggak usah dandan. Datang aja, apa adanya."

Gak bisa. I'm in pajamas.

Even better. Mau taruhan aku bakal nyampe sana dalam lima belas menit?

Dan entah kenapa, tawa kecil keluar dari mulut Sheana.

Dia benar-benar sinting.

Ponselnya berdering. Nama Ellan terpampang di layar.

Ia menjawab, setengah berbaring di ranjang.

"Seriously, Ellan? Tengah malem gini?"

"Seriously, Sheana? You texted me first," balasnya enteng. "Jam segini, istri orang yang cakep tiba-tiba nge-chat... masa aku bilang 'nggak boleh'?"

Suara Sheana tercekat, antara ingin tertawa dan ingin marah.

"Kamu enggak pernah serius ya?"

"Cuma sama kamu aku jadi kayak badut. Di luar sana, aku CEO bayangan loh. Punya crown invisible, ingat nggak?"

Sheana menahan tawa. "Aku lagi enggak mood bercanda, Ell."

"Fine. Tapi aku tahu kamu marah. You sound... invisibly miserable."

Diam.

Lalu, pelan-pelan, Sheana menjawab, "Aku enggak tahu kenapa aku chatting kamu barusan."

"Karena kamu kesepian. And I don't blame you."

Tiba-tiba, suara Ellan berubah serius.

"Let me see you tonight. Just talk, I promise. No funny stuff."

"Aku... nggak tahu."

"Ten minutes, babe. Aku tunggu di bawah, hoping you show up. Tapi kalau nggak... I'll leave, heartbroken. Fair enough?"

Sheana memejamkan mata. Perasaan berkecamuk. Tapi tubuhnya tetap bergerak ke arah lemari pakaian.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Dan CEO Nakal
8.8
Seorang mahasiswi cantik sedang menempuh masa magang di sebuah perusahaan ternama yang sangat besar. Namun, rutinitas dan ketenangan hidupnya mendadak berubah total sejak ia bersinggungan dengan seorang pria hidung belang yang memiliki kekuasaan di sana. Akankah sang gadis mampu menghadapi segala tantangan dan dinamika yang muncul akibat pertemuan tersebut? Ikuti terus perjalanan hidup penuh warna dari sang asisten magang dalam menghadapi sang CEO nakal.
Sampul Novel Budak Seksi Tuan Cedric
8.2
Falisha Marbella, mahasiswi berusia 19 tahun, terjebak dalam tragedi saat kekasihnya, Ben Andrigo, meninggal dunia di sisinya. Ayah Ben, Cedric Andrigo, seorang miliarder kejam yang menguasai bisnis ilegal, menyalahkan Falisha atas kematian putranya. Didorong dendam membara, pria arogan ini bersumpah menyiksa hidup Falisha. Cedric menjadikan Falisha budak pemuas nafsu demi membalas dendam. Mampukah Falisha lepas dari jerat penderitaan dan kekejaman Cedric?
Sampul Novel Istri Tomboy Sang CEO
8.8
Zella Polly adalah gadis tomboy yang terdesak untuk meninggalkan rumah keluarganya yang penuh diskriminasi. Namun, ayahnya hanya memberi izin keluar jika ia menikah. Di sisi lain, Hugo Chavez, seorang CEO muda, harus segera mencari istri di tengah rasa sakit hati akibat pengkhianatan kekasihnya. Keduanya pun sepakat menjalani pernikahan kontrak sebagai solusi. Mampukah mereka melewati segala rintangan dan dinamika dalam ikatan rumah tangga tersebut?
Sampul Novel ISTRI YANG DIRINDUKAN
8.3
Setelah malam pertama yang menyakitkan, Nevan Wiliam Adiguna mencampakkan Anin karena sebuah kesalahpahaman yang belum terbukti. Dua setengah tahun berlalu, takdir mempertemukan Evan dengan Albanna, bocah laki-laki di sebuah desa yang ternyata adalah darah dagingnya sendiri. Meski kini ia menyadari kesalahannya dan berusaha menjadi sosok ayah, mampukah Evan menebus luka masa lalu dan memenangkan kembali hati Anin yang pernah ia hancurkan begitu saja?
Sampul Novel My Prince Fauzan
8.2
Fauzan Arsyad adalah putra mahkota Kerajaan Arab yang sempurna, tampan, dan sukses berbisnis di usia muda. Sebagai calon raja, ia terikat aturan ketat untuk tidak mencintai gadis biasa karena jodohnya ditentukan oleh kerajaan. Meski bersikap lembut, Fauzan tetap dingin demi menjaga jarak dari para wanita yang memujanya. Kini, dunia menanti siapa sosok beruntung yang akan melamarnya. Akankah takdirnya jatuh pada seorang putri bangsawan atau justru gadis kalangan biasa?
Sampul Novel Perubahan Hidup Seorang Penari
8.7
Seraphina, mahasiswi di New York, terdesak beban biaya kuliah hingga harus mengambil keputusan nekat. Ia menjadi penari pribadi bagi Kael Westbrook, miliarder kejam yang misterius. Pertemuan ini menyeretnya ke dunia asing penuh intrik dan ketegangan emosional. Di tengah godaan dan kendali Kael yang dingin, Seraphina terperangkap dalam permainan kekuasaan yang rumit. Kini ia bimbang, apakah bisa meloloskan diri atau justru akan tenggelam selamanya di kehidupan gelap Kael.