APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dosen Killerku Ternyata CEO

Dosen Killerku Ternyata CEO

Demi masa depan putrinya, Surya Dinata menjodohkan Alzena dengan Emilio Cullen, dosen berdarah campuran yang terpaut usia lima belas tahun lebih tua. Alzena terjebak dilema karena ia telah memiliki kekasih bernama Jody. Di balik sosoknya yang tegas, Emilio ternyata seorang CEO pewaris takhta kekayaan yang menyembunyikan identitas aslinya. Akankah Alzena memilih cinta sejatinya, atau justru terjerat dalam rahasia besar suaminya yang tak pernah jujur?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Ayo Zen. mereka sudah menunggu didalam," ucap Surya setelah mobilnya terparkir dihalaman restoran.

Tempat dimana yang akan menjadi saksi bisu pembahasan yang terjadi malam ini.

"Tapi yah, emang siapa sih yah orangnya? Namanya aja, Zen kan juga perlu tau." Kembali sebuah pertanyaan terlontar karena sebuah penasaran.

"Nanti juga kamu akan tau sendiri," jawab Surya tanpa memandang.

"Tapi yah, emang harus ya nikah bulan depan? Zen belum siap yah."

"Ya harus dong, udahlah Zen apapun alasanmu, sekarang kamu harus ikut ayah masuk untuk bertemu dengannya!" ucap Surya seraya melangkah keluar.

Kini Alzena pun melangkah dengan malas. Meski dengan wajah yang terus ditekuk, namun Alzena menemui tamunya dengan penampilan yang sangat cantik. Mengenakan midi dress berwarna hitam dan aksesoris sederhana yang membuat penampilannya tampak elegan.

Tiba tiba "dreet dreeet" terdengar suara ponselnya bergetar, nama Jody menari nari dilayar ponselnya. Dengan cepat Alzena meraih ponselnya dan menjawab panggilan itu.

"Hay Jod."

"Hay sayang, kamu lagi sibuk ngga? Aku jemput ya kita ke area balap malam ini," ucap Jody yang membuat ekspresi wajah Alzena seketika berubah.

Sungguh tawaran yang sangat menarik, Sebenarnya ia ingin sekali menerima ajakan itu, namun sayangnya ia terlanjur mengikuti keinginan sang ayah.

"Maaf ya Jod, malam ini aku ada keperluan sama ayah, jadi aku ngga bisa ikut kamu," jawab Alzena yang membuat Jody kecewa.

"Yaudah deh kalau gitu, next time ya."

"Oke, next time aku ikut kamu!"

Mendengar percakapan itu membuat Surya kini kembali mendekat. Seketika Alzena pun terbelalak, saat melihat sang ayah yang tiba tiba meraih ponsel digenggamannya.

"Ayah, kembalikan handphone Zen!"

"Ngga, ayah ngga akan kembalikan kalau kamu masih terus berhubungan sama Jody, ayah ngga mau kamu terbawa pengaruh buruknya Zen, mau jadi apa kamu nanti kalau terus terusan bergaul dengan laki laki itu? Udah jangan banyak bicara, ayo kita masuk."

Mendengar ucapan itu membuat Alzena kini terdiam, dan terpaksa menurutinya, memasuki restoran dan menemui laki laki serta keluarga yang hendak dijodohkan dengannya.

Sementara dimeja yang tidak jauh dari pintu, tampak sepasang suami istri yang sudah menunggu lebih dulu. Mungkin mereka adalah orang tua dari laki laki tersebut.

Melihat kedatangan Surya dan Alzena, sepasang suami istri itu pun menyambutnya dengan hangat, dengan senyuman merekah dan wajah yang tampak bahagia.

Namun yang membuat Alzena bingung adalah, mengapa tak ada laki laki seumurannya disana? Lalu siapa yang hendak dijodohkan dengannya?

"Maaf, Emilio kemana?" tanya Surya yang membuat Alzena melebarkan mata.

Nama itu tak asing ditelinganya, bahkan hampir setiap hari nama itu digadang gadang dilingkungan kampusnya. Dan tadi pun ia sempat berdebat dengan laki laki yang bernama persis dengan yang disebutkan sang ayah.

Apa mungkin mereka orang yang sama, atau hanya kebetulan saja persis namanya?

Tak lama kemudian.

"Nah itu dia Emilio," ucap seorang wanita tua yang menunjuk ke arah pintu masuk.

Membuat Surya dan Alzena turut mengikuti arah pandangannya. Seketika Alzena melebarkan mata, setelah melihat laki laki yang kini berjalan mendekat.

"Pak Emil," gumam Alzena tanpa suara.

Ternyata laki laki yang dijodohkan dengannya itu tidak lain adalah dosen killer dikampusnya.

Pandangannya tak terhenti memperhatikan laki laki bertubuh tegap itu terduduk. Tapi mengapa reaksinya biasa saja setelah melihat Alzena? Apakah mungkin ia sudah tau jika Alzena lah wanita yang dijodohkan dengannya?

"Jadi laki laki yang ayah maksud itu pak Emil yah?" Tanya Alzena yang membuat Surya mengangguk.

Anggukan itu benar benar membuat Alzena tak dapat berfikir jernih, ulah sang ayah yang dianggapnya benar benar aneh.

Usia keduanya terpaut sangat jauh, lalu mengapa Surya dengan mudah hendak menjodohkan laki laki itu untuk Alzena? Bukan kah lebih pantas menjadi paman nya, dari pada harus menjadi suaminya?

Kini Alzena pun berniat membicarakan hal ini empat mata dengan Emil, berusaha mendekat dan membawa Emil menjauh dari keluarga.

"Jadi bapak tau tentang ini?" Tanya Alzena memperhatikan wajah Emil dengan tajam.

"Ya, saya tau," jawab santai Emil yang membuat Alzena melebarkan mata.

"Kalau bapak tau, kenapa bapak ngga tolak perjodohan ini aja sih? Saya kan ngga mau nikah sama bapak, saya udah punya pacar nama nya Jody, dia seumuran sama saya, ngga kaya bapak yang udah tua," tutur Alzena yang membuat Emil melebarkan mata.

"Kamu bilang saya tua? Jadi kamu bawa saya ketempat ini hanya untuk mengatakan saya tua?"

"Iyalah kan umur bapak udah empat puluh tahun, sedangkan saya baru dua puluh lima tahun, saya ngga tau gimana jadinya kalau saya nikah sama bapak," jawab Alzena yang membuat Emil kini geram.

Pandangan matanya tertuju tajam, dan rahangnya sedikit mengeras.

"Memang sih bapak ganteng, saya akui itu. Tapi ya tetep aja, bapak ini tua, ngga cocok sama saya," tambah Alzena yang benar benar menguji kesabaran Emil.

"Kamu fikir saya mau menikah dengan kamu?"

"Terus kenapa bapak terima perjodohan ini? bapak harus batalin, saya kan ngga mau nikah sama om om kaya bapak."

"Oke, lihat saja nanti, laki laki yang kamu bilang om om ini akan membuatmu jatuh cinta padanya," ucap Emil memalingkan wajah dan membuat Alzena melebarkan mata.

"Dih ngga akan, udah saya bilang, saya udah punya pacar, dan saya sangat mencintainya, saya ngga mau tau, bapak harus bisa batalin perjodohan ini!"

"Lalu, kenapa bukan kamu saja yang membatalkannya?"

"Saya ngga berani pak, ayah pasti marah kalau permintaannya ngga diturutin."

"Nah itu juga jawabannya. Saya ngga bisa karena saya takut kualat pada orang tua saya," jawab Emil yang membuat Alzena kini terdiam.

Wajahnya kembali ditekuk, dengan pikiran yang terus bermain. Entah apa perjodohan ini benar benar akan terlaksana?

Jika iya, Alzena tak bisa membayangkan akan seperti apa hari harinya nanti, jika hidup berdua bersama laki laki bersifat dingin seperti Emil.

Wajahnya tampak sangat frustasi, kini pandangannya tertuju pada tempat dimana Surya dan kedua orang tua Emil berada, namun matanya melebar setelah tak ia dapati mereka lagi disana, apakah mereka sudah pulang? Lalu mengapa tak memberitahunya?

"Ayo, saya antar!"

Tiba tiba terdengar suara itu mendekat.

"Ngga usah, saya bisa pulang sendiri," tolak Alzena yang lalu melangkahkan kakinya keluar dari restoran.

Langkah kebutnya kini terhenti, setelah ia teringat jika ponselnya sedang tak bersamanya. lalu bagaimana caranya untuk memesan taxy online? Tampak bingung kini menghampiri wajah yang terpoles make up tipis itu.

"Yakin mau pulang sendiri?" tanya Emil setelah berada didekat Alzena kembali.

Sebenarnya ia tak ingin menerima bantuan itu, namun jika tidak, bagaimana cara nya ia kembali ke rumah? harus menunggu taxy yang lewat? Mau sampai kapan? Sedangkan semakin lama hari semakin malam.

"Yasudah, kalau kamu memang mau pulang sendiri, saya duluan," ucap Emil yang kini melangkah pergi, yang membuat Alzena melebarkan mata. Dengan spontan Alzena memanggil Emil kembali.

"Pak Emil, yaudah saya mau pulang bareng bapak deh," ucap Alzena yang membuat langkah Emil seketika terhenti, dan sedikit tersenyum.

Sesampainya di rumah, kini Alzena merebahkan dirinya di tempat tidur ternyaman nya, matanya berkedip berulang kali dengan pandangan yang terus tertuju pada langit langit kamarnya.

"Ganteng sih, dan lumayan baik juga, tapi... Tetep aja dia tua, aaaah ayah kenapa sih harus pak Emil laki laki pilihan ayah itu? Terus gimana sama Jody? Aku kan cintanya sama Jody, malah ayah jodohin sama om om kaya pak Emil begitu."

•••

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Menantu Idaman Mama
8.6
Seorang anak laki-laki dengan tegas melawan kendali ibunya demi menentukan jalan hidupnya sendiri. Meski Mirna mendesak agar dia menikah demi stabilitas perusahaan, sang putra bersikeras memilih Alya sebagai pendamping hidup. Mirna sangat menentang hubungan ini karena latar belakang Alya yang merupakan yatim piatu miskin. Bagi Mirna, pernikahan adalah alat bisnis, namun putranya menolak menyerah pada tuntutan keluarga demi mengejar cinta sejatinya.
Sampul Novel Heal Me, Baby
8.1
Insiden ciuman tak sengaja membuat Sean Wilson, pria penderita fobia kuman, pingsan seketika. Keyra Minolia, mahasiswi pekerja keras yang menabraknya, dituntut ganti rugi terapi yang mahal. Karena miskin, Keyra terpaksa melunasi hutang dengan menjadi asisten rumah tangga Sean. Hidup mereka yang kontras pun beradu di bawah satu atap hingga orang tua Sean memergoki mereka dan memaksa keduanya menikah. Mampukah pernikahan ini menyembuhkan Sean dan menyatukan hati mereka?
Sampul Novel Perangkap Dendam Tuan Miliarder
7.9
Karir Angela Jones hancur seketika akibat skandal besar. Di tengah pelariannya ke Santa Barbara, ia justru bertemu Aaron Carter, pria yang dahulu pernah ia fitnah. Aaron kini telah bertransformasi menjadi miliarder dingin yang haus akan balas dendam. Ia menjerat Angela dalam permainan kekuasaan untuk menebus dosa masa lalunya. Kini Angela terjebak dalam pilihan sulit: melawan dunia yang kejam atau menyerah pada pria yang ingin sekaligus mampu menyelamatkannya.
Sampul Novel Putra Rahasianya, Aib Publiknya
9.1
Alina Wijaya mengira hidupnya sempurna sebagai dokter dengan keluarga kaya dan tunangan sukses bernama Ivan. Namun, segalanya hancur saat ia memergoki Ivan bersama Kiara Anindita dan putra rahasia mereka, Leo. Ternyata, keluarga Wijaya dan Ivan hanya memanfaatkannya demi koneksi bisnis. Alina hanyalah pengganti sementara dalam sandiwara kejam ini. Kini, setelah dikhianati oleh orang-orang terdekatnya, Alina tidak akan lagi tinggal diam sebagai korban.
Sampul Novel Rahasia Mantan Istriku
8.9
Pasca bercerai, Dewi membalas penghinaan Kresna dengan cara tak terduga: menjadi tunangan musuh bebuyutan mantan suaminya itu. Saat Kresna meremehkan aksi balas dendam ini, identitas rahasia Dewi mulai terungkap. Ternyata ia adalah pianis kelas dunia, desainer Kumala, hingga investor misterius. Kresna terkejut menyadari bahwa wanita yang ia sia-siakan adalah sosok impiannya. Namun, mampukah ia memenangkan hati Dewi kembali saat rahasia besar lainnya mulai muncul?
Sampul Novel Sang Pewaris: Bangkit dari Bayang-Bayang
9.5
Dua puluh tahun Brenna dieksploitasi keluarga angkatnya sebelum akhirnya dibuang karena dianggap membebani. Mereka mengira orang tua kandung Brenna miskin, padahal sebenarnya mereka adalah kaum elit yang sangat berkuasa. Rahasia besar terungkap bahwa Brenna adalah ahli keuangan dan insinyur jenius dengan banyak identitas tersembunyi. Saat sang tunangan memutuskan hubungan, Brenna bertemu saudara kembarnya, sementara mantan kekasihnya justru datang memohon cinta.