APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dua Takdir, Satu Malam

Dua Takdir, Satu Malam

Menjelang hari pernikahan, Damar terbangun di sisi sekretarisnya, Kyra. Murka karena merasa dijebak, Damar memecat Kyra dan menghancurkan reputasinya. Hidup Kyra lantas runtuh; ia kehilangan tempat tinggal serta biaya pengobatan ibunya. Di tengah penderitaan, Kyra menyadari dirinya hamil. Berbulan-bulan kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali saat Kyra tengah berjuang sendirian. Sebuah rahasia besar pun perlahan terungkap mengenai apa yang sebenarnya terjadi malam itu.
Bab
Bagikan

Bab 1

Damar duduk terdiam di tepi ranjang, matanya kosong memandang langit-langit kamar yang gelap. Suasana malam itu terasa sangat berat, seolah segala sesuatu yang sudah direncanakan seumur hidupnya-pernikahannya, masa depan bersama Isyana-hancur dalam semalam. Tidak ada yang bisa ia pahami. Bagaimana bisa ia, yang sudah menjalin hubungan dengan tunangannya bertahun-tahun, bangun di kamar asing dengan tubuh yang terasa berat dan pusing, hanya untuk menemukan dirinya terbaring di samping seorang wanita yang bukan tunangannya?

Dengan hati yang berdebar penuh kebingungan, Damar menoleh pada sosok yang terbaring di sampingnya. Kyra. Sekretarisnya yang selama ini ia anggap sebagai sosok yang sangat profesional, tak pernah mengindahkan batasan apapun. Wajahnya terhalang oleh rambut panjang yang acak-acakan, dan dengan perlahan ia membuka matanya, menatap Damar dengan tatapan yang seakan menunggu penilaian. Damar merasakan amarah yang begitu besar menjalar di tubuhnya.

"Apa yang terjadi?" suara Damar serak, hampir tak bisa dikenali. "Kyra, apa yang kau lakukan?"

Kyra tak memberikan jawaban, hanya menatapnya dengan ekspresi bingung yang lebih mencerminkan rasa takut daripada penyesalan. Damar berusaha mengingat kembali peristiwa malam itu, namun pikirannya kosong, berputar-putar dalam kebingungannya. Satu hal yang pasti, tidak ada satu pun alasan yang masuk akal untuknya berada di tempat itu bersama Kyra.

"Damar, aku... aku tidak tahu. Aku tidak ingat apa-apa," suara Kyra pelan, hampir seperti bisikan.

Tapi itu tidak cukup untuk meredakan amarah Damar. Hatinya begitu terbakar. Kepercayaan yang selama ini ia berikan kepada Kyra-yang selalu bekerja dengan penuh dedikasi-terasa seperti tertusuk pisau tajam. Semua yang ia percayai ternyata bisa dihancurkan dalam satu malam. Damar bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju meja kerjanya, tangan gemetar menahan rasa marah yang membuncah.

"Jangan coba berkelit, Kyra! Aku tidak ingin mendengar alasan apapun dari mulutmu!" bentaknya, suara penuh amarah yang menggema di ruangan. "Kau benar-benar melakukannya padaku!"

Kyra masih terdiam, wajahnya memucat, tidak tahu harus bagaimana. Ia tahu bahwa apapun yang ia katakan, tidak akan bisa mengubah situasi ini. Kebenaran yang tak terucapkan membuat Damar semakin marah, semakin tidak bisa mengendalikan perasaannya. Dalam pikirannya, hanya ada satu hal yang perlu dilakukan: Kyra harus pergi.

"Keluar! Aku tidak ingin melihatmu lagi!" suara Damar lebih keras dari sebelumnya. "Aku akan membuat hidupmu sengsara, Kyra. Kau akan menyesalinya."

Hari itu juga, Damar memecat Kyra. Tetapi tidak cukup hanya dengan itu. Amarahnya memuncak hingga dia merasa perlu membuat Kyra merasakan konsekuensi yang lebih besar. Damar menghubungi setiap kenalannya, setiap perusahaan besar yang mungkin Kyra bisa bekerja di sana, dan menginstruksikan mereka untuk tidak menerima Kyra. Kyra di-blacklist. Tak ada lagi tempat baginya di dunia yang pernah ia anggap sebagai rumah.

"Pulanglah ke kampung halamanmu, Kyra. Di dunia ini, kau sudah tidak punya tempat lagi," ucap Damar dengan nada penuh kebencian.

Setelah Damar mengusirnya, Kyra berjalan keluar dengan tubuh yang lemas, seperti seorang yang kehilangan arah. Dunia seakan runtuh begitu saja di hadapannya. Semua yang ia miliki telah direnggut dalam semalam. Ia tidak tahu harus ke mana, dan lebih buruk lagi, ia tidak tahu bagaimana ia akan melanjutkan hidup tanpa pekerjaan, tanpa rumah, dan tanpa siapa-siapa.

Kembali ke apartemennya, tempat yang dulunya ia anggap sebagai tempat perlindungannya, Kyra mendapati pemilik kontrakan sudah menunggunya di depan pintu.

"Aku tidak bisa memberi toleransi lagi, Kyra. Kamu sudah tak punya pekerjaan dan belum bayar sewa selama dua bulan. Kamu harus pergi!" kata pemilik kontrakan tanpa belas kasihan.

Tidak ada lagi ruang untuk perlawanan. Kyra tak punya pilihan selain pergi. Di tengah malam yang kelam, tanpa uang sepeser pun di kantongnya, ia melangkah pergi, meninggalkan semua yang pernah ia miliki.

Namun itu belum cukup buruk. Beberapa hari kemudian, Kyra merasa mual. Tak ada yang aneh, pikirnya, hingga akhirnya ia mengetahui kenyataan yang lebih mengejutkan. Kyra mengunjungi dokter, dan dengan wajah yang pucat, dokter memberitahunya bahwa ia sedang hamil.

Mendengar itu, Kyra merasa seluruh tubuhnya terjatuh ke dalam jurang yang lebih dalam. Bagaimana mungkin ia hamil dalam keadaan seperti ini? Tanpa pekerjaan, tanpa tempat tinggal, dan kini ia harus menghadapi kenyataan bahwa ia akan membawa kehidupan baru ke dunia ini. Hati Kyra dipenuhi dengan kebingungan dan ketakutan, namun ada satu hal yang tak bisa dihindari: ia harus bertahan hidup, apapun yang terjadi.

Saat itulah, hidupnya benar-benar berubah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel akan ku tuju sampai ke ujung
9.6
Siera adalah wanita menawan yang merasa cukup hidup sendiri tanpa kekasih. Ia memiliki Roma, sahabat masa kecil setia yang selalu siap melakukan apa pun demi dirinya. Namun, prinsip Siera diuji saat bos besarnya yang bernama Xavier muncul di kantor. Meski dikenal sebagai pria angkuh, dingin, dan egois, Xavier perlahan luluh menghadapi kesabaran Siera. Di antara kesetiaan sahabat dan pesona sang atasan, dinamika hidup Siera mulai berubah drastis.
Sampul Novel Dibuang Seperti Sampah, Kini Dicari
8.9
Delapan tahun pernikahan rahasia Risa hancur saat Teguh melamar Selia. Merasa dikhianati, Risa memilih bercerai dan meninggalkan restoran mereka. Teguh yang angkuh justru mengusir Risa dan adiknya, Heru, demi wanita simpanannya. Namun, saat bisnisnya hancur akibat ulah Selia, Teguh menyusul Risa ke Swiss untuk memohon maaf. Risa kini bangkit dan mengungkap kebenaran pahit tentang malam yang menjebaknya di masa lalu, membiarkan Teguh menyesal dalam kehancuran.
Sampul Novel Harga Diri Seorang Wanita
8.1
Jenna Ren berdiri di tepi atap rumah sakit dengan lengan berdarah dan hati hancur. Saat nyaris melompat, ia melihat suaminya datang bersama wanita lain. Jenna sadar bahwa kematiannya hanya akan memberi mereka kebahagiaan. Setelah menderita hingga keguguran, ia bangkit untuk membalas dendam. Jenna membatalkan niat bunuh diri dan mendatangi Tuan Besar Kim. Sambil berlutut, ia memohon kekuasaan demi menghancurkan orang-orang yang telah mengkhianatinya.
Sampul Novel Istri Penguasa Tak Terlihat
8.5
Hidup Roxelle Clementia Evelyn berubah total saat Hendrik Ou Gang mengungkap identitas aslinya sebagai pewaris Ou Gang Grup. Setelah bertahun-tahun menderita akibat kemiskinan dan penghinaan, wanita Asia-Amerika ini ternyata cucu yang selama ini dikira telah tiada. Kehadirannya memicu ketegangan besar bagi Margarita dan Donna yang selama ini berkuasa. Mampukah Roxelle memimpin perusahaan finansial raksasa di Kota Luo dan menghadapi intrik keluarga tersebut?
Sampul Novel Melamar Anakku Sendiri
9.5
Dominik Fedorov berencana menikahi kekasihnya yang tengah mengandung, namun penculikan tragis memisahkan mereka secara paksa. Selama puluhan tahun, Dominik gagal menemukan jejak wanita itu hingga tekanan keluarga untuk menikah terus menghantuinya. Takdir akhirnya mempertemukan mereka kembali di sebuah pertemuan tak terduga. Saat Dominik berniat melamar seorang gadis muda, ia justru berhadapan lagi dengan Larisa, cinta masa lalunya yang sempat hilang misterius.
Sampul Novel Mendadak Kaya
8.4
Pasca kehilangan pekerjaan, seorang gadis berlesung pipi mendapat tawaran tak terduga yang mengubah nasibnya. Ia diminta berkencan satu malam di rumah seorang pria misterius dengan imbalan fantastis sebesar seratus juta rupiah. Sang pria menjamin bahwa agenda mereka hanyalah makan malam bersama tanpa ada tuntutan lainnya. Bak rezeki nomplok di tengah kesulitan, ia pun menyadari bahwa roda kehidupan memang berputar dengan sangat tidak terduga.