APKDock Logo
Sampul Novel Dulu Istri Bodoh, Sekarang Obsesi Abadi

Dulu Istri Bodoh, Sekarang Obsesi Abadi

8.0 / 10.0
Tiga tahun Cathryn bersabar dalam pernikahan dingin, mengira Liam sibuk bekerja. Namun di hari duka ibunya, pengkhianatan Liam dengan adik tirinya terungkap. Cathryn pun memilih cerai meski dicemooh. Tak disangka, Liam justru berlutut memohon di bawah hujan. Saat isu rujuk beredar, Cathryn tak peduli karena kini ada taipan berkuasa yang melindunginya. Pria itu siap menghadapi siapa pun yang berani mengusik Cathryn, istri tercintanya.

Dulu Istri Bodoh, Sekarang Obsesi Abadi Bab 1

"Aku sudah menikah."

Dalam kegelapan, Cathryn Moore merasakan punggungnya terbanting ke pintu, napasnya tersengal-sengal saat seorang pria jangkung menjulang di atasnya. Panas terpancar tubuh pria itu, napasnya menerpa lehernya hingga dirinya menggigil tak terkendali.

Jemari pria itu menjepit erat pinggangnya, menahannya di tempat. Dia tertawa dengan suara rendah dan mengejek. "Menikah tapi masih berkeliaran di hotel sendirian di tengah malam? Apa suamimu tahu apa yang sebenarnya kamu lakukan?"

Rasa sakit menusuk dada Cathryn. Sekitar satu jam yang lalu, sebuah video dikirim ke ponselnya—suaminya, Liam Watson, berbaring di atas tempat tidur bersama Jordyn Moore, adik tirinya sendiri, keduanya saling menjerat, tanpa sedikit pun rasa bersalah di antara mereka.

Didorong oleh keputusasaan, Cathryn menyerbu ke hotel untuk menangkap basah keduanya. Namun, sebelum dia menemukan ruangan yang tepat, pria yang tidak dikenalnya ini sudah menyeretnya ke ruangan ini.

"Karena kamu sudah datang ke sini, jangan berpura-pura sok suci," gumam pria itu sambil menggendongnya dengan kasar di bahunya dan melemparkannya ke atas ranjang. Dia melepaskan dasinya dengan satu gerakan cepat, kemudian menjepit pergelangan tangan Cathryn tinggi-tinggi di atas kepalanya. Bibirnya melumat bibir Cathryn dengan keras dan tak henti-hentinya.

"Karena kamu mengaku sudah menikah, kamu pasti sudah berpengalaman, kan?" ejeknya sambil merobek pakaiannya sepotong demi sepotong.

Cathryn berusaha melawan tapi sia-sia. "Aku belum ...." Bibirnya terbuka, tapi kata-kata itu tertelan kembali bahkan sebelum lolos dari mulutnya. Tiga tahun menikah, dia masih perawan. Siapa yang akan percaya itu?

Video Liam dan Jordyn terputar kembali di kepalanya. Panas membanjiri dadanya—amarah yang membara. Perjuangannya untuk melawan terhenti.

Lalu, pria itu menyetubuhinya dengan kejam. Rasa sakit mencabik tubuhnya, tajam dan tanpa ampun, seolah-olah tulangnya akan patah. Dia menggigit bibirnya cukup keras hingga merasakan darah, rasa amis seketika membanjiri mulutnya.

Keperawanannya direnggut darinya dengan brutal—oleh seorang pria yang wajahnya bahkan tidak dia lihat dalam kegelapan.

....

Cahaya pagi merayap melintasi ruangan, dering ponsel membangunkan Cathryn dari tidurnya. Dia meraba-raba untuk mencarinya, lalu menjawab dengan lesu.

"Nona Cathryn, ini dari Rumah Sakit Olekgan. Ini mendesak, tolong segera datang ke sini. Ini menyangkut ibumu."

Dari tempat tidur di belakangnya terdengar suara berat dan mengejek. "Apa suamimu yang menelepon untuk menanyakan keberadaanmu?"

Cathryn bergegas mengumpulkan pakaiannya yang berserakan, lalu memakainya dengan panik. Wajahnya tetap suram sambil bergumam lirih, "Kita anggap saja kejadian tadi malam tidak pernah terjadi."

Baginya, hal ini tidak lebih dari sekadar balas dendam atas pengkhianatan Liam.

Pria itu duduk setengah telanjang di tepi tempat tidur, bibirnya menyeringai. "Kamu bahkan lebih murahan dari yang aku kira."

Ketidaksukaan pria itu terhadapnya tidak dapat dipungkiri. Sudah menikah, tapi masih saja bercinta seperti pelacur, dan sekarang wanita ini ingin bersikap seolah-olah pertemuan mereka tidak pernah terjadi?

Cathryn menolak memberinya jawaban yang memuaskan. Setiap pikirannya dipenuhi oleh ibunya. Tanpa meliriknya sedikit pun, dia bergegas keluar dari ruangan.

Beberapa saat kemudian, terdengar suara ketukan yang ragu-ragu. "Pak Andrew," panggil seseorang dengan lembut saat melangkah masuk.

Andrew Brooks menekan jari-jarinya ke pelipisnya yang berdenyut, efek alkohol tadi malam masih membuat kepalanya pusing. "Apa ini perbuatan nenekku?"

Karl Bennett, asistennya, mengangguk cepat, tampak ketakutan di bawah tatapan tajam Andrew.

Andrew mengerutkan alisnya. Jadi neneknya, Amanda, yang telah mengirim wanita itu ke atas ranjangnya. Gelombang frustrasi menerpanya. Dia adalah pemimpin bisnis kerajaan keuangan paling tangguh di Kota Olekgan. Dan dia mengendalikan Antaford, perusahaan publik terbesar di negara ini. Namun, dia baru saja kehilangan keperjakaannya pada seorang wanita yang sudah menikah.

Saat dia merenungkan kembali kejadian tadi malam, kekesalannya memuncak. Sepanjang malam, tidak peduli seberapa kasar dirinya, wanita itu tidak mengeluarkan suara sedikit pun. Dia berasumsi itu berarti wanita itu pengalaman—sangat berpengalaman. Sikapnya tadi yang tenang dan acuh tak acuh, telah menegaskan penilaiannya—wanita itu adalah tipe yang memanfaatkan pria dan langsung pergi tanpa berpikir dua kali.

Andrew tidak dapat memahami di mana neneknya menemukan wanita seperti itu untuknya, atau mengapa neneknya memilih untuk mendorong wanita itu ke atas ranjangnya. Kalau bukan karena pengaruh alkohol, dia tidak akan pernah menyentuhnya.

Kemudian, pandangannya tertuju pada seprai kusut itu, di mana noda merah mencolok tampak jelas di sana. Bukankah wanita itu sudah menikah? Mungkinkah dia ....

Samar-samar, dia ingat ada bercak darah samar di sudut bibir wanita itu sebelum dia pergi. Kalau wanita itu masih perawan—dirinya benar-benar terlalu kasar padanya, bahkan mengambil keperawanan itu darinya ....

....

Cathryn memanggil taksi dan melaju menuju Rumah Sakit Olekgan.

Saat Cathryn melangkah masuk, Jordyn muncul, bergandengan tangan dengan Liam, berjalan menyusuri koridor seolah-olah dialah pemiliknya.

Mata Cathryn terasa perih. "Sejak kapan kalian bersama?"

Jordyn bersandar di bahu Liam, senyumnya nakal dan mengejek. "Sejak malam kamu menikahinya," ucapnya, suaranya dipenuhi rasa puas. "Saat itu, suamimu pertama kali datang ke tempat tidurku. Tiga tahun menikah, dan kamu masih perawan, bukan? Itu benar-benar menyedihkan."

Tawanya bergema di lorong, tajam dan kejam.

Fakta itu menghancurkan Cathryn, seolah ada seseorang yang menyiramkan seember air dingin langsung ke wajahnya.

Selama tiga tahun, Cathryn mengurus rumah tangga, berperan sebagai istri yang penurut, menunggu malam demi malam sampai Liam pulang—hanya untuk mengetahui bahwa Liam telah mengkhianatinya pada malam pernikahan mereka dengan Jordyn. Semua alasan yang pernah dia buat untuk pria itu—malam-malamnya yang larut, sikap dinginnya—hancur dalam sekejap. Liam tidak pernah menyentuhnya karena dia telah memiliki wanita lain, dan orang itu adalah adik tirinya sendiri!

Dada Cathryn terasa terbakar karena campuran rasa malu dan marah. Dia seharusnya menyadarinya. Jordyn selalu senang mencuri apa pun yang menjadi miliknya, entah mainan, gaun, atau—sekarang—suaminya.

Liam berkata dengan datar, tatapan matanya kosong tanpa emosi, "Cathryn, ayo kita bercerai. Kamu akan pergi tanpa membawa apa pun."

Dada Cathryn terasa sesak, seakan-akan ada sebilah pisau yang ditusukkan langsung ke dadanya. Tiga tahun kesetiaan, tiga tahun penantian—dan inilah yang pria ini berikan sebagai balasannya.

Tawa getir lolos dari bibir Cathryn. "Liam, apa kamu benar-benar berpikir aku peduli dengan uangmu?"

Cathryn bukanlah wanita materialistis, keluarga ibunya kaya, dan dia tidak pernah peduli dengan uang.

Liam mendengus mengejek. "Apa kamu masih mengira dirimu itu putri keluarga kaya? Begitu ibumu tiada, kamu bukan apa-apa—hanya wanita biasa yang akan berakhir menjadi pengemis di jalanan."

Tubuh Cathryn seketika kaku, ketidakpercayaan tampak jelas di wajahnya. "Omong kosong apa yang kamu bicarakan?"

"Cathryn," sela Jordyn, seringainya cukup tajam hingga membuat orang lain merinding. "Kalau kamu berlari sekarang, kamu mungkin bisa mengucapkan selamat tinggal pada ibumu sebelum terlambat."

Perut Cathryn mual, secara naluriah, dia berlari cepat menyusuri lorong menuju bangsal rumah sakit.

"Aku turut berduka cita, tapi Bettina Moore meninggal dunia karena luka di pergelangan tangannya yang dia buat sendiri." Dengan setiap suku kata, suara dokter itu menghantam Cathryn bagaikan pukulan brutal ke perutnya.

"Itu tidak mungkin!" Suara Cathryn bergetar saat air mata mengalir di wajahnya. "Ibuku dalam keadaan linglung selama bertahun-tahun. Dia hampir tidak bisa membedakan apa pun, tidak mungkin dia menyayat pergelangan tangannya sendiri!"

"Dia sudah sadar sepenuhnya saat dilarikan ke rumah sakit," jawab dokter itu dengan lembut.

Cathryn tidak dapat memahaminya. Ibunya telah hanyut dalam kelinglungan selama bertahun-tahun—bagaimana mungkin ibunya tiba-tiba berpikiran jernih untuk mengakhiri hidupnya sendiri?

Di ambang pintu, Jordyn bersandar santai pada kusen, sedangkan Liam berdiri di sampingnya.

Jordyn tertawa mengejek dan melemparkan selembar kertas ke kaki Cathryn. "Baca baik-baik. Itu surat terakhir ibumu. Dikatakan bahwa dia bunuh diri, dan kamu dengan sukarela melepaskan klaim apa pun atas asetnya. Ayah baru saja menelepon, kamu baru saja diusir dari Keluarga Moore. Saat ini, kamu tidak memiliki uang sepeser pun."

Lanjut Membaca

Daftar Isi Dulu Istri Bodoh, Sekarang Obsesi Abadi

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra mengalami tragedi memilukan saat kesuciannya dirampas di hadapan kekasihnya sendiri akibat rencana keji kakek sang pria. Alih-alih membela, kekasihnya justru memilih menikahi wanita lain. Di tengah kehancuran, Lula ditemukan oleh orang tua kandungnya yang merupakan konglomerat kuat. Bersama mereka, ia merancang pembalasan dendam untuk menghancurkan pria itu beserta keluarganya. Namun, akankah kepuasan batin ia temukan setelah semua hancur?
Sampul Novel Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong
8.9
Dunia Ratih Apsari runtuh usai memergoki pengkhianatan suaminya. Di tengah kesedihan pasca perceraian, sebuah kesalahan fatal membawanya masuk ke mobil Derryl Dariawan hingga mereka menghabiskan malam bersama. Ternyata, Derryl adalah CEO baru di kantornya. Meski sempat menuduh Derryl menjebaknya, kedekatan mereka justru menumbuhkan rasa cinta. Ratih bimbang karena perbedaan status dan usia Derryl yang tujuh tahun lebih muda. Akankah ia membuka hati atau kembali pada sang mantan?
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan mobil, punggungku hancur oleh luka bakar. Selama empat tahun masa komanya, aku setia merawatnya. Namun setelah sadar, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat aku diserang preman. Baginya, aku hanyalah beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi dan meninggalkan segalanya menuju bandara.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Pasca kehilangan Rizal, Sonia pindah ke apartemen kecil bersama dua anaknya, Alif dan Hana, demi lari dari duka. Di sana, ia bertemu Yudha, seorang duda karismatik yang membesarkan putrinya, Mira, sendirian setelah tragedi serupa. Meski sama-sama terluka, pertemuan di lorong apartemen itu memicu percikan emosi. Kini, mereka harus memilih: tetap terbelenggu kenangan pahit masa lalu atau meruntuhkan dinding ketakutan demi menyambut cinta baru yang hadir di depan mata.
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Mira Aditya terjebak dalam perjodohan orang tuanya dengan Rafiq Jaya. Alih-alih bahagia, ia justru menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya telah menikahi kekasih lamanya, Elena Faris, secara rahasia. Menjadi sosok yang terpinggirkan dalam rumah tangganya sendiri, Mira harus menanggung luka batin yang mendalam. Di tengah kehampaan dan rasa kecewa yang kian menggunung, Mira kini dihadapkan pada pilihan sulit antara terus bertahan atau pergi mencari kebebasan.
Sampul Novel SETETES DARAH SUCI
8.6
Ramalan kuno mengungkap eksistensi gadis berdarah suci yang mampu memberikan keabadian dan kekuatan luar biasa. Setetes darahnya sanggup mencegah kepunahan klan serta menjamin kemudaan abadi bagi siapa pun yang memilikinya. Kelahirannya disambut pesta pora seluruh makhluk di alam semesta, ditandai awan gelap saat bulan purnama dan hawa dingin yang mencekam. Kini, nyawa dan darah sucinya menjadi incaran utama karena semua entitas mendambakan mukjizat yang ada dalam dirinya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan