APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel ENTERNAL LOVE

ENTERNAL LOVE

Kehidupan Elgar hancur setelah penyihir hitam merenggut nyawa tunangannya, Carolina. Didorong dendam, ia berlatih di bawah bimbingan penyihir agung untuk memburu sang musuh. Namun, Elgar justru menghadapi pengkhianatan Putri Liana dan bertemu gadis misterius yang sangat mirip dengan Carolina. Kini, ia terjebak dalam dilema besar: melanjutkan misi balas dendamnya atau mengungkap identitas asli gadis tersebut yang mengguncang jiwanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Setelahnya, ia mengabaikan pertanyaan-pertanyaan yang ada di otaknya dan kemudian mendekat ke tubuh pria itu untuk memeriksa keadaannya. Luka panah di perut pria itu sangat dalam dan terus mengeluarkan darah segar.

Beruntungnya, ia memiliki sedikit pengetahuan tentang obat-obatan yang diajarkan oleh ibunya sebelum tiada. Carolina mengambil peralatan untuk mengobati luka pada pria itu.

Sebelum itu, ia harus melepaskan anak panah yang masih menancap di perut pria itu dengan menggunakan pisau kecil yang sering ia gunakan untuk memotong sayuran.

"Aku harus melakukan sesuatu," gumamnya, tangannya gemetar meraih pisau itu. Dengan hati-hati, ia mencoba mengeluarkan panah dari perut pria itu. Pria itu merintih kesakitan dalam keadaan tidak sadar, namun Carolina berusaha mengabaikannya.

Selesai mengeluarkan anak panah itu, Carolina mulai membuat ramuan obat untuk luka. Ia membuatnya dari tanaman-tanaman herbal yang ia ambil dari hutan untuk persediaan kemudian menumbuknya agar menjadi halus dan mengoleskannya pada luka di tubuh pria itu.

Carolina melanjutkan mengoleskan ramuan herbal itu pada luka-luka pria itu dengan hati-hati. Setiap sentuhan kulitnya pada tubuh pria itu membuatnya merasa ada sensasi aneh yang menjalar di sekujur tubuhnya. Jantungnya berdebar kencang, dan pipinya terasa hangat.

"Apa yang terjadi padaku?" gumamnya lagi, kali ini suaranya terdengar lebih pelan. Ia tidak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya. Sejak kecil, ia hidup menyendiri di hutan, dan tidak pernah tertarik pada lawan jenis. Namun, sekarang, saat merawat pria asing ini, ia merasakan getaran aneh di dalam hatinya.

Ia berusaha mengabaikan perasaan aneh itu dan fokus pada lukanya. Setelah selesai mengoleskan ramuan herbal, Carolina mengambil kain bersih dan membalut luka-luka pria itu. Ia berharap ramuan buatannya dapat membantu menyembuhkan luka-luka pria itu.

"Semoga kau cepat sembuh," gumamnya sambil menatap wajah pria itu.

Setelah itu, Carolina buru-buru bangkit dari duduknya. Ia merasa jantungnya akan copot dari tempatnya. Dengan langkah tergesa-gesa, ia meninggalkan kamar itu.

Karena pria asing itu belum sadar dari pingsannya, akhirnya Carolina memutuskan untuk pergi ke kamarnya untuk beristirahat.

Dan esok paginya, Carolina kembali ke kamar mendiang orangtuanya untuk memeriksa keadaan pria itu dan m engobaginya kembali.

Setelah selesai mengobatinya, Carolina buru-buru bangkit dari duduknya untuk pergi dari kamar itu.

Ia tidak ingin pria itu mengetahui bahwa dialah yang telah merawatnya. Namun, baru saja ia akan keluar dari kamar, terdengar suara lemah dari arah belakangnya, "Terima kasih..."

Carolina terpaku di tempatnya. Pria itu sudah sadar! Namun, ia tidak berani membalikkan badannya untuk melihat pria tersebut. Tetapi Carolina tetap membalas ucapan pria itu.

"Kau... kau sudah sadar?" tanya Carolina, gugup dan tanpa berniat membalikan badannya.

Elgar tersenyum tipis melihat gadis di depannya yang tidak mau membalikkan badannya. "Terima kasih, telah menolongku. Aku tidak tahu bagaimana caraku membalas budimu."

"Aku... aku hanya ingin membantu," jawabnya masih dengan kegugupannya.

Carolina menggigit bibir bawahnya. Ia merasa jantungnya akan lepas dari tempatnya. Dengan cepat, ia melangkahkan kakinya lagi agar segera keluar dari kamar. Setiap langkahnya terasa berat. Ia tidak ingin berlama-lama di sana.

"Tunggu!" suara Elgar memanggilnya.

Carolina berhenti sejenak, namun tetap tidak berbalik. Ia takut jika ia berbalik, ia akan semakin sulit untuk pergi.

"Terima kasih sekali lagi," ucap Elgar lagi.

Carolina hanya mengangguk kecil sebagai jawaban. Ia terus berjalan menuju pintu keluar. Mata Elgar mengikuti kepergian Carolina.

Hatinya terasa hangat setelah menerima pertolongan dari gadis itu. Walaupun, ia belum sempat melihat wajahnya namun ia sangat yakin gadis itu pasti memiliki paras yang sangat rupawan.

Sesampainya di luar, Carolina menghela napas panjang. Ia bersandar pada dinding pondok, berusaha menenangkan detak jantungnya yang tidak teratur.

"Kenapa aku harus merasa seperti ini?" gumamnya pada diri sendiri.

Carolina memang dikenal sebagai gadis yang pendiam dan penyendiri. Ia lebih suka menghabiskan waktunya di hutan daripada berinteraksi dengan orang lain.

Namun, pertemuannya dengan pria asing itu membuatnya merasa berbeda. Perasaan aneh yang muncul di dalam hatinya membuatnya bingung dan gelisah.

Ia tahu, ia harus segera melupakan perasaan itu. Pria itu adalah seorang asing, dan mereka tidak akan pernah bertemu lagi setelah ini. Namun, sekuat apa pun ia berusaha, perasaan itu tetap saja membayangi pikirannya.

Carolina memutuskan untuk menghabiskan sisa harinya di luar pondok. Ia berjalan-jalan di sekitar hutan, menghirup udara segar. Ia berharap dengan melakukan aktivitas fisik, pikirannya bisa menjadi lebih tenang.

Namun, setiap kali ia menutup matanya, wajah pria itu selalu muncul di pikirannya. Ia merasa frustasi dengan dirinya sendiri. Kenapa ia harus merasa seperti ini?

Sementara itu, keadaan Elgar dikamar saat ini sudah lebih baik. Ia bahkan sekarang tengah terduduk di atas tempat tidur sambil mengingat-ingat kejadian yang menimpanya kemarin.

Tapi, pikirannya yang lebih mendominasi adalah tentang gadis yang menolongnya. Ia sangat penasaran dengan gadis itu.

Elgar menggosok pelipisnya, berusaha meredakan sakit kepala yang masih sedikit mengganggu. Pandangannya tertuju pada jendela kayu yang sedikit terbuka, membiarkan hembusan angin sejuk menerpa wajahnya.

Pikirannya kembali melayang pada gadis misterius yang telah menyelamatkannya. "Siapa dia sebenarnya?" gumamnya lirih. Sejak tadi, sosok gadis itu tak pernah lepas dari benaknya.

Matahari mulai tenggelam, menyelimuti hutan dengan bayangan panjang. Di dalam pondok, Elgar merasa sedikit lebih baik. Luka-lukanya masih terasa nyeri, namun tidak separah sebelumnya. Ia bersyukur atas bantuan gadis misterius itu.

Pintu kamar Elgar terbuka, dan siluet seorang gadis muncul di ambang pintu. Cahaya rembulan yang masuk melalui jendela menerpa wajahnya yang lembut. Itu dia, gadis yang telah menolongnya.

"Kau sudah kembali," sapa Elgar dengan suara serak.

Gadis itu mengangguk kecil, lalu mulai menyiapkan ramuan obat seperti kemarin. Kali ini, ia tidak membelakangi Elgar, melainkan duduk di samping ranjang.

Setiap kali Elgar mengajukan pertanyaan, ia menjawabnya dengan singkat dan padat.

"Aku Elgar, Siapa namamu?" tanya Elgar penasaran.

"Carolina," jawabnya singkat.

"Dari mana kau berasal?" tanya Elgar lagi.

"Dari hutan ini," jawab Carolina.

Elgar mengerutkan kening. "Maksudmu, kau tinggal sendirian di hutan ini?"

Carolina mengangguk lagi.

"Kenapa kau tinggal sendirian?" tanya Elgar.

Carolina terdiam sejenak, lalu berkata, "Aku lebih suka hidup sendirian."

Elgar merasa ada yang janggal dengan jawaban Carolina. Ia ingin bertanya lebih banyak, namun ia takut membuat Carolina merasa tidak nyaman. Ia memutuskan untuk mengalihkan pembicaraan.

"Terima kasih sudah menolongku," ucap Elgar tulus.

Carolina hanya tersenyum tipis.

"Aku berhutang nyawa padamu," lanjut Elgar. "Bagaimana aku bisa membalas budimu?"

Carolina menggeleng pelan. "Tidak perlu. Aku hanya melakukan apa yang seharusnya kulakukan."

Elgar tahu bahwa Carolina tidak akan menerima imbalan apapun. Namun, ia tetap merasa bersalah. Ia ingin sekali membantunya, namun ia tidak tahu harus bagaimana.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Comeback With You
8.1
Terjebak utang dan perdagangan manusia di Nepal sejak SMP, Laluna bertransformasi menjadi kriminal tangguh demi bertahan hidup. Sepuluh tahun berlalu, gadis asal desa kecil di Indonesia ini memilih menjadi pencuri alih-alih pelacur untuk membiayai keluarga dan menyelamatkan teman-temannya. Takdir mempertemukannya dengan tentara Indonesia yang menyamar dalam misi penyelamatan budak. Bersama, mereka berjuang melawan sindikat kejam demi pulang ke tanah air.
Sampul Novel Guru Tampan Seorang Yakuza
8.1
Akeno Taoka, anggota Yakuza dari klan Barakujaga, menyamar menjadi guru SMA di Tatsuno demi misi rahasia. Targetnya adalah Reina Akinara, putri pemimpin klan musuh, Tuan Kudesai. Akeno bertekad menjadikan Reina alat balas dendam atas kematian orang tuanya yang dibunuh secara licik. Namun, sebuah fakta mengejutkan mengenai identitas asli Reina terungkap di tengah rencana tersebut. Akankah dendam Akeno tetap membara, atau justru ia akan luluh oleh pesona Reina?
Sampul Novel JOSEPH HUNTER (Fight for Trust)
8.7
Malam pertama Joseph Hunter berubah tragis saat istrinya, Camila, jatuh ke laut demi menghindari restu maut sang ayah. Setelah nyaris tewas, Joseph terjebak kontrak gelap untuk memburu kartel The Demon. Di tengah misi, ia bertemu Vanessa, kekasih musuh bebuyutannya yang berwajah identik dengan mendiang istrinya. Rahasia masa lalu yang terkuak kemudian menyeret Joseph ke dalam pusaran dendam mendalam, memaksanya berjuang demi sebuah kepercayaan di dunia mafia.
Sampul Novel Nelangsa TAKDIR
8.7
Pertemuan kembali setelah belasan tahun memicu obsesi gelap bagi Caleb. Saat Eddith gagal mengingat masa lalu mereka, kebahagiaan Caleb berubah menjadi kekejaman yang tak terduga. Pria tanpa belas kasihan itu kini menguasai hidup Eddith sepenuhnya. Meski Eddith berusaha melawan dan menolak, hasrat Caleb justru semakin membara. Di bawah ancaman rasa sakit yang lebih hebat, Eddith terjebak dalam cengkeraman takdir pria yang kini ia sebut sebagai seorang bajingan.
Sampul Novel Pendekar Kembara Semesta Seri 2
9.8
Suro Joyo kembali memulai perjalanannya melintasi semesta. Usai menaklukkan Putri Siluman Alas Waru, sang pendekar justru terjebak dalam pergolakan politik di Kerajaan Karangtirta. Selain harus meredam pemberontakan, ia dituntut menghadapi ancaman bajak laut Selat Utara yang ganas. Bebannya kian berat saat harus menolong Ayumanis di Penginapan Melati Jingga, hingga akhirnya ia dihadang Sanggariwut, jawara tangguh pemilik Jurus Ular Api Neraka yang mematikan.
Sampul Novel Pewaris Sejati yang Terlupakan Menyerang Balik
8.1
Jennifer Bennett, pewaris asli Keluarga Bennett, justru disingkirkan oleh penipu demi mendapatkan pengakuan. Setelah difitnah dan dipermalukan secara publik, ia memilih berhenti mengejar restu keluarga. Jennifer bangkit untuk membalas ketidakadilan tersebut, menjadi ancaman bagi mereka yang menindasnya. Saat keluarga Bennett berusaha menghancurkannya, Jennifer justru meraih kesuksesan luar biasa. Bagi Jennifer, kekuasaan adalah jawaban mutlak atas segala pengkhianatan.