APKDock Logo
Sampul Novel Minggu-minggu Sebelum Pernikahanku, Tunanganku Hanya Melupakanku

Minggu-minggu Sebelum Pernikahanku, Tunanganku Hanya Melupakanku

8.6 / 10.0
Tepat sebelum pernikahan, Bima Aditama berpura-pura amnesia akibat cedera demi mengejar Clara Vania. Pengkhianatan keji ini terungkap saat Kirana mendengar rencana licik Bima bersama teman-temannya. Meski hancur melihat Bima mengutamakan Clara bahkan saat kecelakaan terjadi, Kirana memilih diam dan menyusun rencana besar. Ia menolak menjadi korban pria yang tega memutus dukungannya. Dengan identitas baru sebagai Kirana Adelia, ia siap menghilang dan membuang cincinnya.

Minggu-minggu Sebelum Pernikahanku, Tunanganku Hanya Melupakanku Bab 1

Pernikahanku dengan Bima Aditama tinggal hitungan minggu.

Setelah tujuh tahun bersama, aku begitu yakin kami akan memiliki masa depan yang sempurna.

Lalu, Bima mengaku terkena 'amnesia selektif' akibat cedera kepala, dan hanya melupakanku.

Aku berusaha keras membuatnya ingat kembali, sampai aku tak sengaja mendengar panggilan videonya.

"Ide jenius banget," sombongnya pada teman-temannya.

Amnesianya hanyalah 'tiket bebas' palsu untuk mengejar selebgram Clara Vania sebelum pernikahan kami.

Hancur lebur, aku pura-pura percaya.

Aku menahan sakit melihatnya terang-terangan menggoda Clara dan selfie mesra mereka yang menyakitkan.

Dia menertawakan penderitaanku, dan lebih memprioritaskan keadaan darurat palsu Clara.

Setelah kecelakaan yang ia sebabkan, dia meninggalkanku yang terluka, dan lebih memilih mengirim Clara ke rumah sakit duluan.

Dia bahkan mencoba memutus bantuannya secara finansial.

Bagaimana bisa tunanganku menjadi monster sedingin dan selicik ini?

Pengkhianatannya meracuni setiap kenangan kami.

Aku merasa seperti orang bodoh karena telah memercayai kekejaman tanpa batas itu.

Kelancangannya membuatku limbung.

Tapi aku tidak akan menjadi korbannya.

Bukannya hancur, sebuah rencana dingin mulai terbentuk.

Aku akan membuang identitasku, menjadi Kirana Adelia.

Aku akan menghilang, meninggalkan dia, masa laluku, dan cincin pertunangan kami selamanya, demi merebut kembali kebebasanku.

Bab 1

Alya Maheswari mengambil tiara mungil bertabur mutiara itu.

Seharusnya ini menjadi "sesuatu yang baru" untuknya.

Pernikahannya dengan Bima Aditama hanya tinggal tiga minggu lagi. Tujuh tahun. Mereka telah bersama selama tujuh tahun yang panjang dan bahagia.

Atau begitulah yang selama ini ia kira.

Sekarang, Bima tidak mengingatnya.

Tidak wajahnya, tidak namanya, tidak satu hari pun dari tujuh tahun itu.

Dokter menyebutnya amnesia selektif. Akibat benturan kecil di kepala saat acara bodoh 'lari lumpur amal' yang Bima paksakan untuk kami ikuti. Dia ingat orang tuanya, bisnisnya, bahkan anjingnya, si Bleki.

Hanya Alya yang tidak.

"Maafkan aku," katanya, matanya yang biasanya hangat dan penuh cinta untukku, kini hanya berisi kebingungan yang sopan. "Kamu kelihatannya orang baik, tapi aku... aku benar-benar tidak mengenalmu."

Alya meletakkan tiara itu. Tangannya gemetar.

Dia harus membuat Bima ingat. Seluruh hidup mereka ada di dalam kardus-kardus berlabel "Masa Depan Bima & Alya."

Berhari-hari ia mengubah apartemen mereka menjadi museum cinta mereka.

Album foto ditumpuk di meja kopi. Favorit Bima, perjalanan mereka ke Anyer, dibuka di halaman tempat Bima pura-pura melamarnya dengan cangkang kerang.

Alya memutar lagu mereka, sebuah lagu indie lembut dari sebuah gigs yang mereka datangi di tahun pertama mereka.

Bima hanya tersenyum sopan. "Lagunya asyik."

Sahabatnya, Maya Lestari, seorang asisten hukum dengan detektor kebohongan yang lebih tajam dari pengacara mana pun, tidak percaya begitu saja.

"Alya, sayang, ini... aneh sekali," kata Maya sambil mengaduk es kopinya, matanya menyipit. "Kehilangan ingatan hanya tentang tunangannya beberapa minggu sebelum pernikahan? Ini apa, sinetron?"

"Dia cedera kepala, Maya."

"Cedera kepala 'ringan'," koreksi Maya. "Dengar, aku hanya ingin kamu berhati-hati."

Alya menepisnya. Dia harus percaya. Dia mencari ahli saraf, bergabung dengan forum online untuk pasangan pasien amnesia. Dia akan memperbaiki ini. Dia harus.

Dia berada di ruang kerja Bima, mencari sobekan tiket konser lama. Dr. Matthews bilang benda-benda yang familier bisa menjadi pemicu.

Ruang kerja itu berantakan, kekacauan yang terorganisir khas Bima.

Laptopnya terbuka, panggilan video masih aktif tapi diminimalkan. Dia mendengar suara-suara.

Suara Bima. Tertawa.

"...ide jenius banget, sumpah. Ide terbaik yang pernah aku punya."

Alya membeku.

Suara lain, salah satu teman geng kuliahnya, Rian, terbahak. "Jadi, amnesia bohongan ini beneran berhasil? Dia percaya?"

"Dia percaya mentah-mentah," Bima menyombong. Alya bisa mendengar seringai dalam suaranya. "Sebulan lagi kebebasan, kawan-kawan. Clara Vania, selebgram yang kuceritakan itu? Dia jelas mau diajak senang-senang. Semacam tiket bebas sebelum aku menikah."

Napas Alya tercekat. Clara Vania? Selebgram dengan jutaan pengikut dan pakaian super minim itu?

"Terus gimana?" tanya teman lainnya, Doni. "Ingatanmu tiba-tiba kembali begitu saja?"

"Tepat sekali!" Tawa Bima keras, tanpa beban. "Tepat sebelum pernikahan. Dia pasti akan sangat lega, sangat bersyukur aku 'ingat' dia lagi. Memaafkan dan melupakan semua... kebingungan selama aku 'sakit'. Alya selalu memaafkanku. Dia itu tipe istri idaman."

Sobekan tiket konser terlepas dari jari-jari Alya. Melayang jatuh ke lantai.

Dunia seakan jungkir balik.

Wajah ayahnya yang tersenyum, lalu alasan-alasannya yang dibuat-buat. Air mata ibunya. Pintu yang dibanting. Kata 'cerai' menggantung di udara seperti racun.

Ini terulang lagi. Pengkhianatan yang sama memuakkannya.

Kepercayaan tidak hanya retak; ia menguap.

Alya mundur dari ruang kerja itu, tanpa suara. Jantungnya berdebar kencang menyakiti rusuknya.

Bima pikir Alya akan memaafkannya. Dia mengandalkan itu.

Alya berjalan ke kamar tidur mereka, kamar yang seharusnya mereka bagi sebagai suami dan istri.

Dia menatap gaun pengantin yang tergantung di balik pintu, bersih dan putih.

Sebuah kebohongan. Semuanya bohong.

Dia tidak akan menikahinya. Dia tidak bisa.

Tapi dia tidak bisa membiarkan Bima tahu bahwa dia tahu. Belum.

Sebuah benih rencana yang dingin mulai tumbuh di dalam hatinya yang telah hancur lebur.

Dia akan bermain sandiwara. Untuk saat ini.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Minggu-minggu Sebelum Pernikahanku, Tunanganku Hanya Melupakanku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Shila merintih kesakitan saat Sam mulai merasuki dirinya dengan penuh gairah. Dalam suasana yang mencekam dan penuh risiko, Sam berbisik lirih agar Shila mengecilkan suaranya. Ia memperingatkan gadis itu bahwa orang tuanya bisa mendengar aktivitas rahasia mereka di dalam rumah tersebut. Ketegangan memuncak saat mereka berusaha menyembunyikan hubungan terlarang ini dari pendengaran ayah dan ibu Shila yang berada sangat dekat dengan mereka.
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan yang hancur karena dikhianati calon istrinya nekat memaksa Zahra menikahinya demi melampiaskan rasa kecewa. Zahra pun terkejut dan menolak mentah-mentah tawaran gila tersebut. Namun, Rayhan tak menyerah dan menjanjikan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra mau menggantikan posisi mempelai wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima kesepakatan ini dan sanggup menjalani kehidupan sebagai istri pengganti bagi pria dingin seperti Rayhan?
Sampul Novel ISTRI RASA SIMPANAN
9.5
Demi menyelamatkan kekasih Anthony Smith, Alicia Huang bersedia mendonorkan sumsum tulang belakangnya. Sebagai imbalan, ia memaksa Anthony menikahinya. Anthony setuju, namun dengan syarat identitas Alicia sebagai istrinya harus dirahasiakan dari publik. Menjalani peran sebagai istri yang disembunyikan layaknya simpanan, akankah ikatan kontrak ini bersemi menjadi cinta sejati atau justru berakhir dengan luka mendalam bagi keduanya?
Sampul Novel Istri Untuk Suamiku
8.6
Fatma menghadapi cobaan berat saat divonis menderita kanker rahim stadium lanjut yang memupus harapannya memiliki anak. Demi kebahagiaan Satria, ia rela meminta suaminya menikah lagi. Namun, kenyataan pahit terungkap bahwa Satria selama ini tidak pernah mencintainya. Meski Satria sempat menolak karena enggan menyakiti hatinya, Fatma tetap memohon dengan penuh air mata agar permintaan terakhirnya dipenuhi sebagai bentuk pengorbanan cinta yang tulus.
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Mira Aditya terjebak dalam perjodohan orang tuanya dengan Rafiq Jaya. Alih-alih bahagia, ia justru menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya telah menikahi kekasih lamanya, Elena Faris, secara rahasia. Menjadi sosok yang terpinggirkan dalam rumah tangganya sendiri, Mira harus menanggung luka batin yang mendalam. Di tengah kehampaan dan rasa kecewa yang kian menggunung, Mira kini dihadapkan pada pilihan sulit antara terus bertahan atau pergi mencari kebebasan.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
El Zibrano Elemanus memberikan tawaran gila kepada Lea untuk menyusui putranya dengan imbalan kekayaan yang tak terbatas. Lea yang masih berstatus pelajar menolak keras karena merasa permintaan itu tidak masuk akal bagi gadis seusianya. Namun, El tidak menerima penolakan dan bersikeras bahwa ia bisa mewujudkannya melalui caranya sendiri. Di bawah tekanan sang bos mafia, Lea terjebak dalam situasi intim yang mengancam masa depan dan harga dirinya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan