APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Foto Bayi di Ponsel Suamiku

Foto Bayi di Ponsel Suamiku

Monalisa adalah istri setia hingga ia menemukan foto bayi misterius di ponsel Bayu, suaminya. Meski Bayu berdalih gambar itu dari internet, kecurigaan Mona menuntunnya pada kenyataan pahit: suaminya telah memiliki anak dengan wanita lain. Hancur karena dikhianati, Mona menolak terpuruk dalam kesedihan. Ia justru bangkit dan menyusun rencana matang untuk membalas dendam, berniat menghancurkan hidup Bayu serta selingkuhannya dengan rasa sakit yang jauh lebih hebat.
Bab
Bagikan

Bab 2

Bagian 2

Aku terdiam sejenak, berusaha mencerna maksud dari semua ini.

Apa ini ada hubungannya dengan foto bayi itu? Apa mungkin itu anaknya Mas Bayu dengan wanita lain?

Pikiranku mulai tak menentu. Rasa hangat mulai menguar dari dada dan menyebar hingga ke seluruh tubuhku. Aku berharap bahwa apa yang kupikirkan saat ini tidak nyata adanya.

Tidak mungkin. Mas Bayu tidak mungkin mengkhianatiku. Apalagi sampai memiliki anak dengan wanita itu. Aku tahu, Mas Bayu tidak mungkin tega melakukan itu padaku. Suamiku sangat mencintaiku.

Aku berusaha menenangkan diri sendiri dengan mencoba berfikir positif. Namun, hatiku berkata lain. Seolah membenarkan.

Akhirnya pertahananku runtuh juga. Kaca-kaca bening mengalir begitu saja dari sudut netra. Aku tidak yakin jika orang yang sangat kucintai ternyata tega mengkhianatiku. Tidak, tidak mungkin.

Kupandangi wajah lelaki yang sudah empat tahun ini mendampingiku, ia sudah terlelap dalam damai dan terbuai dalam mimpi indah. Hanya dengkuran halus yang terdengar.

Apa benar kamu telah mengkhianatiku, Mas?

Apa benar kamu telah mengkhianati janji suci pernikahan kita, yang berjanji sehidup semati sampai maut memisahkan?

Apa benar kalau kamu telah memiliki anak dengan wanita lain, Mas?

Sayangnya semua pertanyaan itu hanya tercekat di tenggorokan, tidak mampu untuk kuucapkan.

Hatiku tidak percaya, tapi bukti berkata lain.

Mungkin lebih baik aku mencari tahu sendiri. Jika ditanyakan langsung, pasti Mas Bayu akan menyangkal. Apalagi sampai didengar oleh ibu mertua. Bisa-bisa aku lagi yang disalahkan.

***

"Mbak, minta uang dong! Hari ini aku ulang tahun. Aku ingin mentraktir teman-temanku. Yah, dirayain kecil-kecilan gitu!"

Hana menadahkan tangannya padaku. Seperti biasa, ia selalu saja meminta uang kepadaku. Membuat selera makanku mendadak hilang. Padahal, Mas Bayu sudah memberikan uang jajan untuknya. Tetapi, tetap saja ia merasa kurang dan minta lagi padaku.

"Mbak lagi enggak punya uang," jawabku sekenanya.

Aku masih ingat, tempo hari Mas Bayu sudah memberikan uang jajan untuk jatah satu bulan buat Hana. Masa iya, sudah habis?

"Pelit bangat sih, Mbak! Enggak banyak kok, satu juta cukuplah buat mentraktir teman-teman makan di cafe," ucapnya dengan santai, seolah aku ini pabrik uang yang bisa memberi uang berapapun yang ia minta.

"Enggak ada," kataku lagi.

"Dasar pelit!" umpatnya.

"Hey, Mona. Pelit bangat sih, sama adik ipar sendiri! Hana ini bukan orang lain loh! Apa susahnya sih, mengabulkan permintaannya? Uang satu juta itu 'kan enggak banyak. Pasti kamu punya simpanan. Bukankah kamu baru gajian? Kasih saja, Mona! Kepada siapa lagi Hana meminta uang kalau bulan pada kamu?"sahut ibu mertua.

Wajah Ibu terlihat memerah, ia marah padaku karena tidak menuruti permintaan anak kesayangannya itu.

Aku memang baru gajian, tapi aku tidak lagi sepolos yang dulu. Kini uang gajiku sengaja kusimpan di Bank. Diam-diam, aku menabung tanpa sepengetahuan suami dan ibu mertuaku. Jika tidak, semua uang milikku akan diambil dan aku tidak akan dapat apa-apa.

"Iya, Mona memang sudah gajian, Bu. Tapi uangnya 'kan udah habis buat bayar air, listrik, buat beli kebutuhan sehari-hari dan lain-lain, Bu!"

"Memang dasar pelit! Terus gaji Mas Bayu mana, Mbak? Masa sudah habis, sih? Mbak simpan di mana?" Gadis berambut panjang sebahu itu menatapku dengan tatapan tajam, sungguh ia tidak mempunyai rasa hormat terhadapku. Padahal, aku ini adalah kakak iparnya, istri dari abangnya sendiri.

"Hana, kamu 'kan tahu sendiri kalau belakangan ini tokonya Mas Bayu sedang sepi. Jadi otomatis jatah bulanan yang diberikan pada Mbak juga berkurang. Jadi, Mbak harus bisa mengelolanya dengan baik. Belum lagi harus bayar cicilan mobil Mas Bayu dan juga motor kamu setiap bulannya." Aku masih berusaha sabar menghadapi sikap adik iparku yang tidak punya sopan santun dan etika ini.

Ya, mobil yang dipakai Mas Bayu dan juga motor yang dipakai Hana masih nyicil alias belum lunas. Untungnya rumah ini dibeli cash. Jadi hanya perlu memikirkan uang untuk membayar cicilan mobil dan motor saja.

"Ya udah, gini aja. Kamu ambil dulu duit yang buat bayar cicilan motor Hana, nanti kamu ganti," ucap Ibu dengan entengnya, seolah tanpa beban. Enak saja, darimana aku mendapatkan uang untuk menggantinya?

Ibu sama anak sama saja, tidak memikirkan hari esok!

"Yasudah, Mona bisa kasih uang buat Hana. Tapi siap-siap saja motornya bakalan ditarik oleh pihak leasing, karena Mona sendiri enggak tahu harus cari uang kemana lagi!" Terpaksa aku mengancam mereka. Jujur saja, aku hampir kehabisan cara untuk menghadapi mereka.

"Dasar kakak ipar pelit!" Hana menghentakkan kakinya ke lantai, kemudian berlalu meninggalkan aku dan Ibu yang masih berada di ruang makan.

"Lihat tuh, gara-gara kamu, Hana jadi ngambek begitu!"

Tuh kan, ibu mertua malah menyalahkanku.

Secepatnya kusudahi sarapanku, setelah itu aku masuk ke kamar, bersiap-siap hendak berangkat kerja.

"Dek, semalam kamu buka-buka ponsel Mas ya? Setelah Mas tidur?" tanya Mas Bayu begitu aku masuk ke kamar kami. Wajahnya terlihat gusar, mungkin ia takut jika aku mengetahui rahasianya.

"Enggak!"

Aku terpaksa berbohong, semoga Allah tidak mencatat satu dosa dalam kebohonganku kali ini.

Astaghfirullah … semoga Allah mengampuni dosaku.

"Memangnya ada apa di ponselmu, Mas? Apa di dalamnya ada rahasia?" Aku sengaja menanyakan hal itu, ingin melihat bagaimana reaksinya.

"Enggak, kok," sangkalnya, padahal aku tahu kalau suamiku telah berbohong.

"Mas buru-buru. Pagi ini ada pelanggan yang pesan bahan bangunan dan harus secepatnya diantar. Mas duluan, ya!" Mas Bayu kemudian mendekapku ke dalam pelukannya, lalu mengecup keningku.

"Dadah, Sayang!" Mas Bayu pun melambaikan tangannya.

Jika saja pagi ini aku tidak sedang terburu-buru, maka akan kuikuti kemana Mas Bayu pergi. Aku curiga, jangan-jangan Mas Bayu akan menemui orang yang mengirimkan pesan ke ponselnya semalam. Tapi karena tuntutan pekerjaan, aku harus bersabar untuk sementara waktu.

Saat sedang memoles bedak ke wajahku, tiba-tiba terdengar bunyi ponsel. Ternyata ponsel Mas Bayu ketinggalan.

Aku pun langsung mengambil ponsel yang terletak di atas kasur tersebut.

Sebuah pesan masuk dari BRI-NOTIF

Trx Rek.17070xxxxxxxxxxx : PENARIKAN TUNAI ATM Rp. 2.000.000 19/06/21 07:35:26

Apa? Mas Bayu baru saja menarik uang di ATM? Bukannya ia bilang sedang buru-buru karena mau mengantar barang pesanan pelanggan?

Ya Allah … apa lagi ini?

Untuk apa ia menarik uang sebanyak itu? Apa Mas Bayu akan memberikan uang itu untuk Hana? Tidak mungkin, pasti Hana tidak akan berani memintanya kepada Mas Bayu karena seminggu yang lalu Mas Bayu telah memberikan uang jajan untuk jatah sebulan buat Hana. Lantas, untuk siapa? Apa jangan-jangan, Mas Bayu akan memberikan uang itu untuk kontak bernama Andi yang mengirimkan pesan semalam?

Aku penasaran, siapa sebenarnya orang yang bernama Andi itu.

Jika kecurigaanku terbukti benar, maka aku tidak akan tinggal diam.

Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel GAIRAH TERLARANG KAKAK IPAR
8.4
Renata Adinda terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan Adi Sanjaya. Meski berstatus suami istri, Adi bersikap dingin dan mengabaikan kewajibannya, bahkan enggan berbagi ranjang. Di tengah kesepian itu, Ryota Anggara hadir. Kakak kandung Adi tersebut menyadari keretakan rumah tangga adiknya dan mulai mendekati Renata. Ketertarikan Rio memicu hubungan terlarang yang penuh gairah di antara mereka. Akankah cinta rahasia ini bertahan atau berakhir kehancuran?
Sampul Novel Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
8.7
Vania, mahasiswi yang terhimpit utang keluarga, terpaksa terjun ke dunia malam demi masa depan adiknya. Takdir mempertemukannya dengan Reza, pria kaya penuh trauma yang awalnya hanya menganggap Vania sebagai objek transaksi. Namun, hubungan dingin itu berubah menjadi keterikatan emosional yang rumit. Di tengah bayang-bayang masa lalu dan tekanan sosial, mereka terjebak antara benci dan candu. Mampukah cinta tumbuh di atas luka dan pengorbanan yang menghancurkan harga diri?
Sampul Novel Malaikat dalam Gaun Baru
9.0
Keajaiban pertukaran jiwa membawa seorang wanita masuk ke tubuh istri miliarder ternama. Meski hidup bergelimang harta, ia justru menghadapi sikap dingin sang suami. Saat kekasih lama suaminya kembali, permintaan cerai pun diajukan. Ia setuju untuk pergi tanpa beban, namun takdir cinta berkata lain. Perpisahan itu justru menjadi awal dari babak baru yang tak terduga dalam hubungan mereka. Kisah romansa penuh kejutan ini baru saja dimulai.
Sampul Novel MANTAN NARAPIDANA ITU SUAMIKU
8.5
Kehidupan Shara hancur saat ayahnya terlilit utang riba yang mustahil dilunasi. Tanpa diduga, seorang mantan narapidana misterius melunasi beban itu, namun ia menuntut Shara menjadi istrinya sebagai imbalan. Terjebak dalam pernikahan paksa dengan pria asing yang penuh rahasia dan kekuatan gelap, Shara merasa dunianya dijual. Kini ia harus memilih: tunduk pada takdir pahit ini atau mempertaruhkan segalanya demi melawan pria yang kini menjadi suaminya itu.
Sampul Novel Pilihan Yang Membawa Petaka
8.9
Nerissa, mahasiswi S2 yang cerdas, hancur saat tabungannya dicuri oleh saudara tirinya. Demi biaya kuliah dan magang, ia nekat mencari dukungan finansial dari CEO kaya bernama Leonard Alaric. Meski awalnya hanya sepakat untuk satu malam, Leonard justru terobsesi dan mulai mengendalikan hidup Nerissa dengan kekuasaannya. Di tengah dilema moral dan tekanan kemewahan, mampukah Nerissa lepas dari dominasi Leonard atau justru terjebak selamanya dalam jerat sang miliarder?
Sampul Novel Sentuh aku Mas (Kuserahkan istriku pada adik lelakiku)
9.2
Lisa menghadapi kenyataan pahit saat suaminya yang dulu perhatian berubah menjadi kasar setelah menikah. Keinginan memiliki anak justru dianggap beban, bahkan kewajiban malam pertama pun diabaikan tanpa alasan jelas. Setelah berbulan-bulan menderita dalam ketidakpastian, Lisa akhirnya mengungkap rahasia menyakitkan di balik penolakan sang suami. Alih-alih memperbaiki hubungan, ia justru diserahkan kepada adik iparnya sendiri dalam sebuah keputusan yang sangat menghancurkan hati.