APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Foto Suamiku Diruang Keluarganya

Foto Suamiku Diruang Keluarganya

Dua tahun membina rumah tangga, Ane akhirnya menemukan kenyataan pahit bahwa dirinya hanyalah istri kedua Farel. Rahasia besar ini terungkap secara tidak sengaja saat Ane berkunjung ke rumah salah satu wali muridnya. Ketika sang ibu menjatuhkan foto keluarga yang selama ini ia simpan rapat-rapat, Ane terkejut melihat sosok suaminya ada di sana. Kini, Ane terjebak dalam dilema besar antara mempertahankan cintanya atau memilih pergi meninggalkan Farel.
Bab
Bagikan

Bab 3

Bab3 Rencana Untuk Mas Farel

Ini istri gue Bro," ujar Mas Farel tersenyum bangga.

"Lho bini Lo ganti atau Lo punya dua istri?"

Deg

Ya Tuhan kenyataan apalagi ini?

Sampai detik ini aku masih berharap apa yang aku lihat di rumah Tasya itu hanya mimpi dan suamiku tetaplah lekaki setia yang aku kenal tapi sekarang, hatiku sungguh sakit Ya Allah.

"Haha, bercanda Lo Bro, bini satu aja gak habis-habis," ucap Mas Farel memandang mesra kearahku.

"Eh tapi serius itu Ri..?"

"Eh btw anak Lo berapa? Eh kita kan mau ngomongin bisnis kan, kok malah ngomongin pribadi ya," ujar Mas Farel.

"Ouh iya Bro, sorry. Oya nama istri kamu ini siapa?"

"Oh iya, kenalin! Ini istri Gue namanya Ane."

Lelaki itu ternyata bernama Ali dan Ali ini adalah teman dekat Mas Farel namun kemudian jauh karena Ali ada kuliah di luar negeri.

Sepanjang percakapan kami Ali tampak sering salah sebut nama dan menucap nama "Ri" padaku namun kemudian Mas Farel buru-buru memotong ucapan Ali.

Hal ini membuat aku semakin yakin ada sesuatu yang disembunyikan oleh mereka berdua.

Lalu apakah 'Ri' itu nama panggilan Riana dan memang benar Mas Farel memang sedang berbohong saat ini.

Setelah ini aku akan bertanya dan meminta pengakuan Mas Farel tentang apa dan kenapa dia membohongku tentang statusnya, jika dia mengelak aku akan merencana sesuatu yang aku yakin Dia pasti tak akan bisa mengelak lagi.

"Mas maksud Ali tadi apa, kok dia selalu panggil aku Ri?"

Mas Farel melirikku sekilas lalu kembali fokus kejalan, ekspresi mukanya juga datar tak ada reaksi apapun.

"Mantanya namanya Rina, Dia susah melupakan mantanya itu, makanya sering salah sebut."

"Rina atau Riana Mas?"

Sungguh hatiku perih saat menyebut nama itu.

"Rina, Riana kan pesulap."

Biasanya aku suka jika Mas Farel membahas tentang Riana si pesulap seram itu, entah kenapa aku begitu ngefans padanya, tapi hari ini aku tak berminat sama sekali untuk membahasnya.

Aku tak membahas apa-apa lagi walau dikepala ada berjuta pertanyaan yang ingin kutanyakan pada Mas Farel.

Tentang foto itu, tentang pengakuan Mbak Riana, tentang Tasya tapi entah bibirku kelu, aku masih belum siap menghadapi kenyataan.

"Sayang, Mas kangen ni," ujar Mas Farel mengelus lenganku saat kami mau tidur.

Aku cukup paham dengan keinginan Mas Farel namun entah kenapa aku tak begitu bergairah malam ini.

Jika malam-malam sebelumya aku cukup lincah di ranjang, malamn ini aku biarkan saja Mas Farel yang dominan.

Kalau saja aku tak ingat dosa seperti apa jika seorang istri menolak suami yang kepingin, dan bagkan katanya sampai pintu surga juga akan tertutup baginya, aku sudah tentu menolak bercinta malam ini.

Sebuah kecupan lembut mendarat dipipiku setelah percintaan kami namun entahlah bagiku rasanya tetap hambar.

Aku tidur dalam gelisan membayangkan Tasya dan Riana, saat ini mereka pasti merindukan Mas Farel tapi aku malah begitu egoisnya memeluk Mas Farel disini.

"Sayang, kok kamu belum tidur?"

Jantungku hampir lompat mendengar suara itu, ternyata Mas Farel belum tidur dan memperhatikan aku.

Mas Farel melingkarkan lenganya dipinggangku dan menghirup wangi rambutku. Dulu aku merasa nyaman diperlakukan seperti ini tapi sekarang aku merasa risih. Ingin rasanya kudorong tubuh Mas Farel namun aku tak mampu.

"Ada apa sayang, Mas minta maaf ya kalau perhatian Mas kurang akir- akir ini tapi hati Mas tak berubah kok sayang."

Aku mendesah perlahan, ingin kembali bertanya tapi lagi-lagi lidahku kelu untuk membuka suara.

***

"Pertemukan saja mereka, lihat reaksi Farel kek mana," ucap Arin sahabatku lewat telpon.

Tak tahan memendam sendirian aku memutuskan untuk bercerita pada Arin tentang masalahku.

"Maksudnya?"

"Coba saja undang kerumah, ajak makan atau apa gitu, kamu kan dekat dengan mereka," ujar Arin.

Aku akirnya menyetujui saran Arin, jika Mbak Riana masih tak sehat aku akan membujuk Mas Farel untuk menemaniku ke rumah Mbak Riana, dengan begitu akan kelihatan siapa yang bohong dan siapa yang enggak.

***

Sore harinya aku mengajar di bimba seperti biasa.

Aku tersenyum saat melihat Tasya dan Mbak Riana, walaupun masih sedikit pucat tapi dia tampak jauh lebih sehat.Mbak Riana tersenyum melihatku sementara aku, ada rasa perih didada ini.

"Apa kabar Mbak, sudah sehat?" tanyaku pada Mbak Riana.

"Alhamdulilah Mbak, sudah jauh lebih baik," jawabnya.

"Syukurlah, Tasya pasti senang," jawabku.

"Oya Mbak, nanti malam ada syukuran kecil-kecilan dirumah, Mbak Ane datang ya. Ajak suami Mbak Ane juga!"

Aku terhenyak, apa ini yang dikatakan takdir, aku yang ingin mengundang tapi malah dia yang mengundang duluan untuk datang.

***

"Ada wali murid ngundang kita untuk acara syukuran dirumahnya," ujarku saat sampai dirumah.

Mas Farel tersenyum ," ok sayang. Kalau gitu aku mandi dulu ya."

Aku sengaja tak mengatakan siapa yang mengundang untu mengantisipasi Mas Farel tak mau ikut.

Semua harus selesai malam ini, aku bahkan sudah memantapkan hati dan perasaannku untuk apapun yang terjadi nanti.

Aku hanya berharap agar kesehatan Mbak Riana tetap baik-baik saja. Maap Mbak tapi aku tak ada jalan lain.

-

-

-

Wajah Mas Farel sedikit menegang begitu sampai di rumah Mbak Riana, walaupun dia berusaha tenang tapi aku dapat menangkap ekspresi gelisahnya.

"Ayo Mas turun, kok malah bengong," ujarku saat Mas Farel lama tak turun dari mobil.

"Papa..,"

Tasya berlari memeluk Mas Farel saat kami baru saja turun dari mobil. Hal ini membuat wajah Mas Farel kembali menegang.

Rasakan kamu Mas, kamu gak akan bisa menghindar kali ini.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ARFESO
8.7
Seorang gadis kurang kasih sayang mendapati hidupnya kian kelam setelah dikhianati lelaki yang ia puja. Kabar kehamilan di usia muda memicu murka keluarga hingga ia dituduh sebagai wanita murahan. Meski sang lelaki menolak bertanggung jawab dan menuduhnya menjebak, ia tetap melahirkan bayi yang memiliki tatapan mirip ayahnya. Kini, di tengah keraguan antara melindungi atau mengungkap kebenaran, rahasia besar lain telah menanti di babak baru hidupnya.
Sampul Novel Benang yang Tak akan Pernah Putus
9.2
Kaiyo Wrasasana terus berjuang melenyapkan sosok ibu yang seharusnya dicintai dari kehidupannya. Ia bertekad memutus segala ikatan yang menghubungkan mereka, meski harus menggunakan cara yang paling menyakitkan sekalipun. Namun, sekeras apa pun Yoyo mencoba, benang takdir di antara mereka tetap tak tergoyahkan. Tanpa disadari, upaya kerasnya untuk lepas justru melukai sang ibu dan meninggalkan luka yang jauh lebih dalam bagi dirinya sendiri.
Sampul Novel Dikejar Mantan Suami
8.1
Ningsih Widyastuti menutup rapat pintu hatinya bagi pria mana pun setelah resmi bercerai dari Haris Prayoga. Ia kini bekerja sebagai pelayan di warung makan milik Faiz Wibisono. Meski keduanya sama-sama enggan menjalin asmara, benih cinta perlahan tumbuh di antara mereka. Namun, hubungan itu terhambat oleh obsesi Haris. Sang mantan suami yang penuh penyesalan kini terus mengejar Ningsih, memicu berbagai kekacauan demi merebut kembali cintanya.
Sampul Novel DON'T PLAY GAMES WITH ME
8.7
Pasca menikah di Pakistan, Adiba dan Syden menetap di Rusia. Gangguan mistis mulai menghantui Adiba serta ibu mertuanya di rumah baru mereka, namun Syden terus bersikap skeptis. Tragedi besar terjadi saat Adiba keguguran, memicu amarahnya untuk menuntut balas atas kematian sang buah hati. Sambil bersumpah demi Allah, wanita Pakistan ini tidak akan membiarkan siapa pun menghalanginya. Siapakah dalang keji di balik teror yang menghancurkan hidup Adiba?
Sampul Novel Falling for him
9.1
Theo percaya bahwa hati manusia selalu berubah layaknya angin, sebuah keyakinan pahit dari masa lalunya yang kelam. Namun, pandangannya terusik saat bertemu Jaane Kim, gadis berpendirian teguh yang menutup rapat pintu hatinya untuk cinta. Bagi Theo, keteguhan Jaane adalah tantangan yang belum pernah ia temui sebelumnya. Mampukah sang 'Pied Piper' menaklukkan hati Jaane dengan pesonanya? Ikuti kisah romansa musim semi yang penuh debar dan keajaiban ini.
Sampul Novel Gadis Bangsawan
8.6
Seorang wanita menawan bergaun mewah menghina Amore Cardozo Pienza di depan umum pada hari ulang tahunnya yang ke-17. Ia mengejek Amore sebagai anak tiri manja yang hanya bisa menggambar bebek aneh. Ayah kandung Amore dan para tamu pun tertawa terbahak-bahak melihat coretan tersebut. Namun, dengan ketenangan luar biasa, Amore membungkam semua ejekan lewat satu pernyataan tajam yang mengungkap rahasia gelap sang ibu tiri sebagai seorang psikopat berbahaya.