APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gadis Berbalut Luka

Gadis Berbalut Luka

Pasca diputuskan secara sepihak oleh kekasihnya, Ayana merasa semua pria itu sama dan tidak memiliki simpati. Ia bertekad menutup hati demi menghindari rasa sakit mendalam yang sulit disembuhkan. Namun, sumpah Ayana untuk tidak lagi terpesona pada lelaki diuji saat Bima Argunarta muncul kembali. Bima bukan sekadar orang asing, melainkan sosok dari masa lalu Ayana yang penuh kenangan mencekam sekaligus menyesakkan. Kini, ia harus menghadapi luka lama tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Ngapain sih, ke sini?” keluhku.

“Tempat refreshing selain taman bermain tuh, ya, nge-mall, Na. Cuci mata dan pikiran.”

Ya, aku tak pernah menampik bahwa belanja adalah kegiatan yang dulu paling kusukai, tetapi entah mengapa hari ini benar-benar moodku begitu buruk. Biasanya mataku akan melotot saat barang yang telah kuidamkan terpampang dengan tulisan flash sale. Meski diskonnya hanya beberapa persen saja, jiwa dan ragaku sudah melambung saking bahagianya. Namun sekarang, melihat barang dengan potongan harga bombastis pun tak menarik minatku.

Aku menaikkan alis, saat Mira membalikkan badan dan menatapku dengan mata yang memicing. Kemudian ia memegang pundakku dan mengguncangnya. 

“Woi, jangan lemah gitu, kayak orang kelaparan aja.” Ia menepuk-nepuk pundak dan lenganku bergantian. “Hayo, badan ditegakkan.”

“Aku memang laper, Mir,” gumamku. 

Dalam seminggu ini, pola makanku tak teratur. Junk food adalah makanan yang selalu kupesan, itu pun hanya sekali dalam sehari. Aku memiliki sikap buruk saat sedang galau, melimpahkan rasa frustrasi ke makanan tinggi kolesterol dan makanan tak sehat. Padahal, Mbak Laras selalu mewanti-wanti makanan yang masuk ke lambungku, agar bentuk tubuh dan kesehatanku tak terganggu. 

“Mau makan apa?”

“Ayam goreng.”

“Cuss, Ke ep si.”

Mira merangkulku, sekali-kali ia menepuk punggungku sambil mengeluarkan celetukan absurd, tetapi mampu membuatku tertawa. Meski gadis ini memiliki tingkat emosional di luar nalar, aku tetap bertahan. Sebab, hanya dirinyalah yang selalu ada di sampingku dalam keadaan suka maupun duka. Saat orang lain mendekatiku karena berharap sesuatu, Mira justru mendekatiku karena aku terjerat dalam suatu masalah. Oleh karena itulah, sampai sekarang aku selalu menempel padanya.

Langkah Mira terhenti, membuatku ikut mematung dengan wajah kebingungan.

“Ada apa?” tanyaku berbisik.

“Arah jam dua,” katanya lalu melanjutkan langkah yang cukup pelan.

Aku melirik ke arah yang ia maksud. Hatiku mencelos, dan senyuman yang tadinya mengembang seketika pupus. Perasaanku campur aduk, tetapi aku berusaha untuk tidak menghampirinya. Biarkan begini dulu, biarkan aku memperhatikannya dari kejauhan.

“Gila tuh, si Arka. Baru seminggu putus udah gandeng cewek lain.” Aku tahu Mira sedang mengomporiku.

“Jangan main nuduh dulu, Mir. Siapa tahu aja cewek itu sepupunya.” Aku masih berusaha berpikir positif, meski hatiku juga mulai terbakar api cemburu.

“Yaelah, buka mata, Na. Dia gandengan tangan.” Tak berselang lama, Mira kembali memukul tanganku dengan cepat. “Noh, noh. Lihat. Dia main rangkul-rangkulan. Idih sepupu macam apa yang kayak gitu. Sepupu ketemu gede, iya.” Lagi-lagi perkataannya bak bensin yang disiram pada api yang menyala. 

Awalnya aku ingin tetap sabar sambil memperhatikan dari kejauhan, tetapi rasa kesal ini tiba-tiba membuat jantungku memompa dengan cepat. Adrenalinku terpacu dan sepertinya aku akan menyesal jika tidak menghampiri mereka.

“Yana, mau ke mana?” Mira berusaha menarik tanganku, tetapi aku menghempaskannya dengan ganas.

“Gue mau nyapa mereka.”

“Ciah, oke. Labrak sekalian. Aku berharap kabar baik,” bisiknya lalu memilih mundur dan tak mengikutiku. Aku tahu dia tak mau ikut campur.

Dengan langkah yang terkesan cepat, aku memasuki salah satu toko pakaian dengan merek terkenal yang kutahu harga sehelai baju saja sudah sangat fantastis.

“Eh, Arka. Kamu juga di sini rupanya?” sapaku dengan senyuman lima jari yang kupaksa untuk tetap stay memgembang.

Arka menoleh dan tampak terkejut melihatku. Ia segera melepas rangkulannya pada gadis yang berada di sebelahnya.

“Ayana. Kok … ka-kamu di sini?” tanyanya terbata.

Dari raut wajahnya saja sudah bisa kusimpulkan bahwa dia sedang canggung dan kikuk. Ada yang dia sembunyikan dariku. Lebih tiga tahun bersama membuatku tahu arti dari bahasa tubuhnya.

“Mau cari baju juga,” elakku berbohong.

“Tumben kamu cari baju di sini?”

Jelas dia bertanya, sebab aku tak pernah ke tempat seperti ini. Aku tak pernah mau membeli baju dengan harga fantastis yang hanya menjual merek saja. Menurutku ada banyak baju yang lebih murah dengan kualitas yang sama, meski mereknya pasti jauh berbeda. Namun, kita tahu bahwa sebuah brand terbilang mahal, bukan dilihat dari kualitas saja, tetapi seberapa terkenal brand tersebut. 

“Sekali-kali menghambur duit tidak masalah, bukan? pungkasku sambil tertawa canggung. “Ini pacar kamu, ya?” Aku memandang ke arah gadis muda dengan pakaian yang sedikit terbuka. 

“Di-dia ...”

“Saya tunangan Mas Arka. Gita.” Gadis yang bernama Gita memotong kalimat Arka.

Aku membuang pandangan ke sembarang arah, lalu mencari Mira yang ternyata juga memperhatikanku dari kejauhan. 

“Oh, ini calon kamu. Kamu kok, nggak pernah bilang kalo udah tunangan.”

“Mbak ini siapa, ya? Teman kantor Mas Arka atau mantannya?” Gita bertanya ketus.

Pertanyaan itu sontak membuat Arka menarik Gita agar mendekat padanya. 

“Jangan kasar seperti itu. Dia seorang teman,” bisiknya sekali-kali melirikku. “Maaf, Na.”

“Kamu keseringan goda cewek lain kali, jadi dia kayak kesal gitu?” Mira tiba-tiba sudah mendekat. “Oh ya, kenalin kami cuma teman Arka. Jangan kesal gitu, nanti cepat tua.” 

Mira kemudian menarikku, tetapi sebelum kami benar-benar keluar dari toko tersebut, sahabatku tiba-tiba berbalik menatap kedua insan itu.

“Jangan lupa undang kami kalo kalian jadi nikah, ya, Ka. Untuk mbaknya, tunangannya di jaga, takut kecantol sama janda pirang.” 

Kalimat Mira sukses membuatku tertawa tanpa suara. Rasa kecewa yang tadinya kurasakan terkikis oleh candaan sahabatku ini. Mengapa akhir-akhir ini sebutan janda pirang naik daun? Ya, tidak kupungkiri bahwa banyak wanita yang berstatus janda kerap mewarnai rambut mereka. Entah itu adalah pelampiasan kekecewaan atau hanya sekadar gaya-gayaan semata. 

“Tuh cowok brengsek banget. Ternyata dia mutusin kamu bukan karena menyerah dengan hubungan kalian, tetapi karena ada cewek lain. Heran banget sih. Dasar cowok bangsat, cowok laknat, mati aja sono!” Mira ngedumel saat kami sudah meninggalkan kedua insan yang sepertinya tak senang melihat kami.

“Lah, yang harusnya ngomong kayak gitu aku, Mir. Kok kamu yang kayak cacing kepanasan, gitu?”

“Aku mewakilkan, Na.”

Aku tiba-tiba terdiam, tak tahu mau mengatakan apa lagi. Mulutku seketika tak mampu untuk terbuka. Perutku yang tadi berdendang ria, kini tak lagi merasa lapar. Niat awal ingin refreshing, berakhir kembali overthinking. 

Sebenarnya apa yang terjadi dengan Arka? Mengapa ia memilih gadis lain? Apa ia mencari yang lain karena merasa sia-sia jika bersama denganku? Seharusnya ia mencari gadis lain setelah hubungan kami telah lama berakhir. Bahkan ini baru seminggu dan dia sudah menggandeng serta merangkul orang lain.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cool vs Cold
8.4
Kehadiran Jay yang tak terduga membawa perubahan besar dalam kehidupan Avril, membangkitkan kembali perasaan yang telah lama terkubur. Melalui perhatian tulus dan kasih sayang yang nyata, Jay perlahan berhasil meruntuhkan dinding es yang menyelimuti hati Avril. Kini, Avril menyadari bahwa cinta sejati memang membutuhkan keberanian besar untuk melangkah maju. Ini adalah kisah tentang bagaimana kehangatan mampu meluluhkan hati yang selama ini membeku rapat.
Sampul Novel Dan ternyata cinta
9.4
Pertemuan tak sengaja di pesawat tempat Vita bekerja menjadi awal kisah asmara bagi Andrian. Sebagai tentara yang sedang bertugas ke Jawa, ia langsung terpikat oleh kecantikan Vita sejak pandangan pertama. Hubungan mereka berkembang pesat hingga akhirnya bersatu dalam ikatan pernikahan yang indah. Namun, kebahagiaan itu seketika runtuh saat Vita mendadak melayangkan gugatan cerai. Kini, Andrian dihadapkan pada pilihan sulit untuk menandatangani surat tersebut atau tidak.
Sampul Novel Harga Diriku 10 Juta Per Malam
9.4
Yatim piatu dan terlilit utang miliaran, mahasiswi bernama Arabella Alexandro terpaksa menjalani kehidupan ganda sebagai wanita penghibur di diskotek. Di balik senyum palsunya, ia berjuang membiayai kuliah serta bertahan hidup sendirian tanpa bantuan keluarga besar. Suatu malam, ia bertemu Arkan Stevanno Orlando, CEO kaya raya yang memesan jasanya. Akankah pertemuan dengan Arkan menjadi pintu keluar dari kemelaratan atau justru memicu konflik baru yang lebih pelik?
Sampul Novel Ipar Tercinta
8.1
Permintaan terakhir sang kakak sebelum tiada mengubah total hidup Diraya Paramitha. Dira diminta menggantikan posisi kakak perempuannya sebagai ibu bagi keponakannya sekaligus menjadi istri bagi Wira Dharmawan. Di usia yang masih muda, ia terjebak dalam tanggung jawab besar dan pernikahan mendadak. Akankah cinta tulus tumbuh di antara Dira dan Wira seiring berjalannya waktu, ataukah ikatan mereka selamanya hanya sebatas kewajiban demi sang buah hati?
Sampul Novel ISTRI YANG KUCAMPAKAN TERNYATA WANITA SUKSES
9.6
Dira harus menelan kenyataan pahit saat mendapati suaminya berselingkuh. Namun, pengkhianatan itu terasa jauh lebih menyakitkan karena sang suami menjalin hubungan gelap dengan adik kandungnya sendiri. Di tengah hancurnya kepercayaan dan mahligai rumah tangga, mampukah Dira bangkit untuk bertahan? Simaklah perjuangan Dira dalam menghadapi babak baru kehidupannya yang penuh tantangan demi meraih kesuksesan setelah dicampakkan begitu saja.
Sampul Novel Kamu Akan Miskin, Mas!
8.6
Kehidupan rumah tanggaku berubah drastis setelah momen persalinan. Sikapku kini menjadi sangat dingin terhadap suami sendiri akibat luka batin yang teramat dalam. Rasa sakit hati ini tidak akan pernah bisa sembuh begitu saja dalam waktu singkat. Aku sudah membulatkan tekad untuk menuntut keadilan. Mas, bersiaplah karena segala perbuatanmu akan kubalas dengan setimpal tanpa ampun. Kamu tidak akan pernah bisa lari dari konsekuensi ini.