APKDock Logo
Sampul Novel Gadis Bucin Dan Cowok Dingin

Gadis Bucin Dan Cowok Dingin

8.3 / 10.0
Cinta sering kali membutakan logika dan meninggalkan goresan luka yang mendalam di hati. Meski penuh dengan kegilaan serta rasa sakit, perasaan ini menyimpan kekuatan yang tidak terduga. Siapa yang akan menyangka bahwa cinta justru menjadi penawar paling ampuh untuk menyembuhkan segala duka? Inilah sebuah kisah tentang bagaimana keajaiban kasih sayang mampu menggetarkan jiwa siapa pun dan mengubah kepedihan menjadi sebuah kebahagiaan yang nyata bagi mereka.

Gadis Bucin Dan Cowok Dingin Bab 1

"Gue cinta sama lo, Kai!"

Ana berteriak di tengah lapangan. Disaksikan beberapa guru, kakak kelas, adik kelas, dan seluruh murid yang lalu lalang di jam istirahat. Dengan tidak tahu malunya gadis itu meneriaki objek manusia yang ia lihat.

Tidak susah menemukan cowok itu. Bahkan dalam jarak dua puluh meter, Ana dapat mengenali tubuh Kai dengan jelas. Di manapun Kai berada, di situlah ada seorang gadis bernama Ana yang selalu menggerayangi kehidupan Kai. Mengiringi setiap waktu berharga Kai dengan berbagai macam ulahnya yang menyebalkan.

Dan Kai benci itu!

Lima belas menit yang lalu, seorang cowok nyeleneh yang tidak lain adalah teman sekelas Kai, telah menantang seorang gadis bernama Ana, untuk menyatakan cintanya di depan umum. Cowok itu berkata, jika Ana benar serius mencintai Kai, Ana harus sedikit berkorban alias menahan rasa malu. Tidak disangka, gadis itu menurutinya. Mengikuti tantangan nyeleneh dari sahabat Kai.

"Kalo lo mau bikin hati Kai tersentuh, Nyatain cinta lo buat Kai, di tengah lapangan!"

Siapa sangka? sebuah kalimat dari mulut sialan itu telah berhasil memprovokasi otak dari seorang gadis bernama Ana.

"K. A . I ...!!" teriak Ana mengeja nama Kai. Kira-kira frekuensinya sekitar 120 desibel, setara dengan kencangnya sebuah galangan konser musik rock. Di mana suara itu dapat membuat sebagian gendang telinga mahluk normal mendadak stress.

Fiks! cewek gila...

"Kaiiiiii ...!"

"Gue suka sama lo, sejak lo kelas satu SMA!" Gadis ajaib itu berteriak lebih kencang, mengalahkan suara bell yang tiba-tiba berbunyi. Para siswa mulai berdatangan untuk melihat gadis aneh yang sedang berdiri di tengah lapangan itu.

"Ralat ... gue cinta lo sampai kiamat. Udah gak ada obat!" teriaknya menggelegar.

Gila! cewek ini sudah gila ...!

Dengan perasaan malu, Kai gagas menghampiri gadis yang sedang berdiri di tengah lapangan itu. Menarik paksa lengan nya untuk menjauh dari khalayak ramai. Kai harus menghentikan aksi nekat gadis ajaib itu. Kalau tidak, Kai akan semakin dibuat malu karena gadis itu terus meneriaki namanya.

Kai membawanya ke pinggiran lapangan yang lebih sepi. Entah harus menaruh urat malu nya di mana, yang jelas Kai tidak berani menatap sedikit pun lingkungan di sekitarnya. Pandanganya fokus membawa gadis gila itu dari kerumunan ramai tadi.

"Lo, gila?"

"Ana, cinta sama Kai... Ana engga gila, Kai!" Gadis kelahiran meganthropus erectus itu berujar polos. Matanya berbinar dipenuhi benih-benih cinta.

Cinta monyet.

"Lo itu kaka kelas gue, harus nya lo bisa bersikap lebih dewasa dari gue! Bukan jadi badut tontonan semua murid kayak begini!" Kai menunjuk kening Ana geram. Kalau bukan karena malu, mungkin cowok itu tidak akan sudi bersentuhan dengan makhluk aneh seperti itu. Apa lagi menggandeng tangannya seperti tadi. Cuih, rasanya Kai ingin meludah saat ini juga.

"Ana emang kaka kelas Kai! Tapi umur kita sama, Kai. Kenapa sih, Kai ngga pernah mau tau tentang Ana? Gak mau sedikit pun mengerti perasaan Ana!" Gadis itu mencebik. Menghentak-hentakan kakinya tidak berdosa. Bibirnya manyun karena sebal.

Sumpah ya... melihat tingkah gadis ini membuat bulu roma Kai merinding jijik, lebih baik ia melihat mba kunti dari pada harus melihat Ana.

Anarita!

Ialah gadis yang wajib Kai hindari di lingkungan sekolah.

"Lo itu punya urat malu ngga, sih? lo tau gak, kelakuan lo itu kampungan banget. Lo cewe! Harusnya lo punya harga diri sedikit!" Kai menonjok tembok sekuat tenaganya. Hatinya bergemuruh dipenuhi rasa emosi. Andai orang tuanya mengizinkan, lebih baik ia pindah dari sekolah ini.

Ya ... Selama satu tahun Kai selalu diganggu oleh gadis ajaib ini. Selalu ada saja tingkah nyeleneh yang diperbuat gadis yang sering dipanggil dengan nama Ana.

"Ana cuma punya cinta buat Kai," ujar Ana lagi. Gadis itu menekankan nada bicaranya.

"Itu aja yang Ana miliki! Masa iya kai gak pernah ngerti?"

"Oh my goodnesssss! Susah ya ternyata, ngomong sama orang kayak lo! Bener-bener gak ada otaknya!" Kai menghela berat setelah itu, merasakan pusing mendadak, terutama nyeri pada bagian kepalanya.

Berasal dari mana sih cewek yang satu ini, pikir Kai geram sendiri.

"Kai, Ana itu tulus sama Kai. Sampai kapan pun Ana akan tetap cinta sama Kai meski Kai menolak ribuan kali!"

"Dan sampai kapan pun gue gak akan pernah cinta sama, lo! Meksi lo nembak gue ribuan kali! Paham?" Kai berteriak jahat tepat di wajah Ana. Anak itu bahkan menonjok tembok sekali lagi sebagai bentuk sumpah serapahnya.

Sudah tidak aneh. Cowok itu memang menyimpan sejuta kebencian terhadap gadis yang ada di hadapannya. Hampir setiap hari Ana selalu membuat Kai malu merasakan keanehan tingkah lakunya.

"Kai jangan pukul tembok, nanti tangan Kai bisa sakit..."

"Mata gue jauh lebih sakit dengan kehadiran lo!"

Ana mendesah. "Kenapa sih, Kai ngga bisa suka sama Ana aja ...?" Gadis itu menyandar pasrah pada dinding tembok, meremas jari yang saling bertaut sembari menundukan kepalanya. "Kai, papah Kai aja suka sama Ana. Kenapa kai ngga mau suka sama Ana ?"

"Kalo gitu, lo pacaran aja sama bokap gue! Ngapain lo jadi ajak-ajak gue?" bentak Kai kesal.

"Ana ngga mau jadi pelakor . Kan Ana sukanya sama Kai, bukan papah Kai," jawab gadis itu sok polos seperti tidak memili dosa. Kai menggemelutukkan gigi-giginya.

Cewek itu ya Tuhan... ada saja yang diomongin, membuat Kai semakin muak saja. Demi neptunus, Jika Ana adalah seekor semut. Kai akan menginjaknya hingga mati tak tersisa.

"Plissss, cinta sama Ana aja ya, ngga pacaran juga ngga papa. Yang penting Kai sayang sama Ana," rengek gadis itu lagi.

"Ngga ada ahlak lo emang!" Kai menoyor dahi Ana dengan ujung telunjuknya cukup keras. Cowok itu meninggalkan Ana sendirian di pinggir lapangan. Bisa gila kalau berlama-lama di dekat Ana. Sedari tadi kai sudah mati-matian menahan rasa emosi.

"Kai... Jangan pergi, Ana masih mau ngobrol lagi sama Kai. Kita bicarain semua ini baik-baik oke!" teriak Ana.

Gadis ajaib itu menatap lunglai kepergian Kai, merasakan hawa sesak yang melingkupi ruang di dadanya. Jiwanya mengambang dalam lautan luka yang tidak berdasar. Air matanya menetes bersama dengan lenyapnya tubuh Kai dari pandangan Ana.

Ana nggak akan nyerah gini aja, loh! Suatu saat Anda pasti akan mendapatkan hati Kai, Janji gadis itu dalam hatinya.

Satu hal yang menyingkirkan rasa sakit hatinya. Ini adalah pertama kalinya Kai mau melakukan kontak fisik dan berbicara dengan Ana lebih dari tiga kalimat.

Yupsz. Kai sempat menggandeng tangan Ana, walau ia melakukanya dengan terpaksa.

Ana mengenal Kai semenjak ia masih smp. Dari pertama kali ia mengenal Kai, gadis itu langsung tertarik mendekati cowok itu. Entah apa yang gadis itu rasakan, tapi Ana tidak pernah sedikit pun berharap Kai akan menjadi pacarnya.

Gadis itu terlalu sibuk mengutarakan perasaanya pada Kai, bahkan ia tidak pernah tahu tujuan hidupnya mendekati Kai. Ana senang melakukanya, jadi hatinya akan gunda jika tidak mengganggu Kai.

Ana hanya ingin melihat Kai setiap hari. Memberikan segala perhatianya untuk Kai seorang, bila perlu seumur hidup juga tidak masalah.

Hanya itu yang ingin dilakukan Ana.

Mencintai tanpa tujuan. Mungkin perasaannya bisa disebut begitu. Karena Ana sendiri juga belum ingin berpacaran.

Mungkinkah ia hanya terobsesi saja kali ya....?

***

Lanjut Membaca

Daftar Isi Gadis Bucin Dan Cowok Dingin

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menyelamatkan adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Keyko Khayang Gumelar senilai 100 juta rupiah. Namun, takdir mempertemukannya dengan Damian, seorang duda tampan, di sebuah supermarket secara tidak sengaja. Kini, Daiva terjebak dalam dilema cinta ketika kedua pria tersebut mulai mengejar hatinya. Siapakah yang akhirnya akan dipilih Daiva sebagai pendamping hidup di tengah bayang-bayang masa lalunya?
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela mengambil risiko besar dengan mengandung anak Jeremy secara rahasia, meski ia tahu dirinya hanya dimanfaatkan. Sadar akan kekejaman Jeremy, Angela sengaja memancing amarah pria itu agar ia dilepaskan. Namun, pelariannya berakhir saat Jeremy berhasil melacak posisinya. Di ambang keputusasaan, Angela memohon kebebasan. Tak disangka, kehadiran sang buah hati justru mengubah segalanya. Jeremy yang dulu dingin kini menawarkan diri untuk melayani Angela dan bayi mereka.
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa khusus pembaca 21 tahun ke atas ini mengeksplorasi sisi tersembunyi kehidupan yang jarang terungkap. Di balik topeng kesucian, tersimpan luka, dilema, dan kerinduan yang kompleks. Melalui narasi yang realistis dan eksplisit, pembaca diajak merefleksikan jati diri di tengah kegelapan demi menemukan titik cahaya. Sebuah hiburan penuh makna tentang pencarian makna hidup dan cinta yang tidak selamanya berjalan lurus, memberikan perspektif baru bagi pembacanya.
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima terobsesi menyiksaku dengan kehadiran Sandra demi menguji cintaku. Puncaknya, saat kecelakaan terjadi, mereka membiarkan tanganku hancur demi menyelamatkan Sandra. Karier musikku pun sirna. Mereka menantikan amarahku, namun aku hanya diam membisu, bahkan saat liontin ibuku dihancurkan Sandra. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku mati. Ini bukan cinta, melainkan sangkar kejam. Kini aku bersiap melarikan diri dan membalas kehancuran ini.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Penyesalan mendalam menghantui setelah perpisahan yang tak terelakkan terjadi. Kesadaran yang datang terlambat hanya menyisakan duka, karena tangisan tak mampu mengubah kenyataan. Kehadiran sosokmu sebelumnya telah memberi warna dan mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski mengenalmu membawa rasa sakit dan kesedihan, di sana pula kutemukan kebahagiaan sejati. Kini, andai waktu bisa diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik bersamamu.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan