APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gadis Kedai

Gadis Kedai

Bab
Bagikan

Bab 2

Bab.2

"Tatiana Vladislava cucuku. Umurnya sekarang sembilan belas tahun."

Jawab nenek Vasilisa Vladislava sembari mencium pucuk kepala cucu perempuannya.

"Delapan belas tahun , umurku , nek. Minggu depan aku ulang tahun umur sembilan belas tahun.!"

Jawab Tatiana Vladislava dengan suara lemah lembut , selembut tatapannya.

"Ya..ya.. nenek lupa, Tatiana Vladislava sayang . Apa kamu masih ingat pada beliau berdua .?"

Tanya nenek Vasilisa Vladislava sembari menunjuk kakek nenek Dvoryanstvo. Kedua mata indah Tatiana Vladislava menatap wajah Kakek nenek Dvoryanstvo secara bergantian kemudian ia menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Maaf, nenek Vasilisa Vladislava. Aku lupa siapa beliau berdua .?"

Ucap lirih Tatiana Vladislava. Neneknya langsung tertawa dan menjawab..

"Kamu lupa, beliau berdua teman nenek. Dulu kamu sering bermain di rumah beliau , cucuku sayang. Itu kakek nenek Dvoryanstvo. "

Tatiana Vladislava langsung bangkit berdiri lalu membungkukkan badannya dan berkata..

"Kakek nenek Dvoryanstvo yang memelukku saat aku menangis di depan jenazah mamaku. Benarkah .?"

Kakek Dvoryanstvo menjawab..

"Benar sekali , kami berdua yang memelukmu agar kamu berhenti menangis , Tatiana Vladislava.!"

Tatiana Vladislava mengangkat wajahnya , lalu memeluk kakek nenek Dvoryanstvo dan berkata dengan lirih..

"Janganlah kakek nenek Dvoryanstvo menghilang dariku lagi , karena aku selalu menangis di tiap doaku merindukan kalian berdua .!"

"Kami sudah kembali ke Moscow dan tidak meninggalkanmu lagi , Tatiana Vladislava.!"

Bisik nenek Dvoryanstvo dengan mata berkaca-kaca.

"Apa kamu masih ingat kami berdua , Tatiana Vladislava.?"

Tanya tuan Stanislav Dvoryanstvo yang memeluk bahu istrinya. Tatiana Vladislava tersenyum dan menjawab dengan ramah..

"Paman bibi Stanislav Dvoryanstvo , aku selalu ingat pada kalian berdua. Kalian berdua sering mengajakku berjalan-jalan dan membelikan es krim coklat.!"

"Benar sekali , Tatiana Vladislava. Dulu badanmu gemuk sekali , aku tergelincir di salju karena kamu melompat saat hendak kugendong.!"

Jawab paman Stanislav Dvoryanstvo sembari tertawa dan mencium pucuk kepala Tatiana Vladislava.

"Dulu kamu sering tertidur di pelukanku , Tatiana Vladislava. "

Ujar nyonya Stanislav Dvoryanstvo sembari mencium pipi Tatiana Vladislava yang tertawa renyah.

"Cantiknya makin cantik kalau tertawa. Wajahnya mirip almarhum mamanya. "

Ucap nenek Dvoryanstvo yang memandang takjub pada kecantikan Tatiana Vladislava. Nenek Vasilisa Vladislava

tersenyum sambil mengangguk.

"Semua orang mengatakan demikian. Tuhan tahu kalau aku selalu merindukan putriku yang meninggal. Cucuku tumbuh besar benar-benar mirip seperti mamanya. Ayo ke rumahku .!"

Ajak nenek Vasilisa Vladislava dengan ramah.

"Kami duduk di kedai saja. Aku masih kangen suasana kedai . Besok aku ke rumahmu.!"

Sahut nenek Dvoryanstvo yang menggenggam erat tangan Tatiana Vladislava.

"Itu ada bangku kosong. Silahkan duduk di situ . Kusiapkan makanan untuk kalian semua.!"

Ucap Tatiana Vladislava sembari mengajak keluarga Dvoryanstvo duduk di bangku kayu kosong.

"Sekarang aku tidak masak , Tatiana Vladislava cucuku yang masak. Kalian harus makan masakannya .!"

Tukas nenek Vasilisa Vladislava yang duduk di dekat nenek Dvoryanstvo.

"Wah enak ya, pantaslah nenek Vasilisa Vladislava sahabatku ini makin cantik dan awet muda karena sekarang pensiun masak. Itu baru namanya nenek Russia yang hebat .!"

"Nenek Dvoryanstvo janganlah yang memujiku .! Kita berdua ini nenek-nenek Russia yang sama-sama awet muda karena kekenyangan pahit manisnya hidup.!"

Dua nenek cantik itu tertawa terbahak-bahak.

"Nenek Vasilisa Vladislava , lihatlah ini Sevastyan Dvoryanstvo cucu lakiku.!"

Ucap nenek Dvoryanstvo , sembari merangkul bahu Sevastyan Dvoryanstvo cucu laki kesayangannya . Nenek Vasilisa Vladislava langsung terdiam menatap wajah Sevastyan Dvoryanstvo pemuda tampan Russia. Air matanya menetes dan dengan lirih berkata..

"nenek Dvoryanstvo , sejak kau bawa Sevastyan Dvoryanstvo cucu lakimu ke Amerika,

tiap hari aku menangis merindukannya dan tiap hari aku mohon pada Tuhan di doaku agar aku di ijinkan melihat Sevastyan Dvoryanstvo. Hari ini Tuhan mengabulkan doaku."

"Aku tahu kamu terlalu memanjakan Sevastyan Dvoryanstvo cucu lakiku. Tiap hari dia menangis dan merengek minta pulang ke Moscow hanya untuk bertemu denganmu. Jika kamu tahu , Sevastyan Dvoryanstvo cucuku selalu memeluk fotomu dan dia marah jika kuambil fotomu dalam pelukannya , nenek Vasilisa Vladislava sahabatku.!"

Tukas nenek Dvoryanstvo sambil menghapus air mata di pipi nenek Vasilisa Vladislava sahabatnya.

"Hei pemuda kecil yang sering menghabiskan masakanku di dapur. Sekarang sudah tumbuh menjadi pria tampan dan gagah. Sini peluklah aku,

Sevastyan Dvoryanstvo anak pintar kesayanganku.!."

Ucap nenek Vasilisa Vladislava yang masih menangis terharu sambil merentangkan kedua tangannya.

"Nenek Vasilisa Vladislava sayangku, apakah masih ada masakanmu yang harus kuhabiskan .?. Aku selalu merindukanmu .!"

Sevastyan Dvoryanstvo memeluk erat nenek Vasilisa Vladislava yang tertawa sambil mengelus-elus kepala pemuda tampan Russia.

"Sevastyan Dvoryanstvo , dulu kamu sering rebutan makanan dengan Tatiana Vladislava cucu perempuanku. Apa kamu masih ingat dengannya .?. Ia teman mainmu ."

Nenek Vasilisa Vladislava menyuapi coklat yang di ambil dari sakunya . Keluarga Dvoryanstvo terenyuh melihat sikap nenek Vasilisa Vladislava .

"Aku hanya ingat wajahnya yang penuh bintik-bintik merah dan badannya yang gemuk bulat , nenek Vasilisa Vladislava.!"

Jawab Sevastyan Dvoryanstvo sambil mengunyah coklat.

"Itu Tatiana Vladislava. !"

Nenek Vasilisa Vladislava menunjuk Tatiana Vladislava cucu perempuannya yang fokus melayani para pembeli .

"Apa benar itu Tatiana Vladislava teman mainku waktu kecil , nenek Vasilisa Vladislava.?. "

Sevastyan Dvoryanstvo menyipitkan matanya melihat gadis cantik berambut panjang bergelombang.

"Ya benar. Sapalah dia , semoga dia tidak lupa padamu , Sevastyan Dvoryanstvo.!"

Pemuda tampan Russia itu mengangguk, ia memperhatikan teman sepermainannya semasa kecil kini sudah menjadi seorang gadis cantik, rambutnya burgundy bergelombang panjang sepinggang. Pelan-pelan dihampirinya Tatiana Vladislava yang menunduk membungkus makanan .

"Hallo Tatiana Vladislava , apa kamu masih ingat padaku .?"

Gadis itu masih fokus membungkus makanan. Sevastyan Dvoryanstvo memperhatikan Tatiana Vladislava yang masih saja diam menunduk , tapi tangannya membungkus semua makanan pesanan para pembeli. Wajahnya sangat cantik meskipun tanpa polesan make-up sedikit pun.

"Kamu mau aku membunuhmu .?"

Desis Sevastyan Dvoryanstvo, gadis itu langsung terdiam.

"Berikan semua uangmu atau kubunuh kamu .!"

Pelan-pelan Tatiana Vladislava mengangkat wajahnya yang cantik. Sevastyan Dvoryanstvo terkesima melihat kecantikan wajah teman sepermainannya di masa kecil , langsung gadis cantik itu berlari memeluk neneknya , semua terkejut..

"Nenek..nenek...ada orang jahat mengancam membunuhku jika aku tidak memberinya uang .!"

Ujar Tatiana Vladislava dengen ekspresi wajah ketakutan.

"Siapa orang jahat .?"

Tanya nenek Vasilisa Vladislava yang kebingungan melihat cucu perempuannya ketakutan.

"Itu orangnya , nenek.!"

Tatiana Vladislava menyembunyikan wajahnya di pelukan nenek Vasilisa Vladislava, tangannya terulur menunjuk ke arah Sevastyan Dvoryanstvo yang tertawa terbahak-bahak.

"Aku menyapanya tapi dia mengabaikanku lalu aku mengganggunya .. mau kubunuh jika tidak memberikan uang padaku. Dia lari ketakutan. Lucu sekali.!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Arrogant vs Crazy
9.6
Mencari nafkah tak semudah kisah fiksi. Nesta, gadis lulusan SMA bertubuh mungil, harus berjuang keras demi menyambung hidup. Keajaiban datang saat PT Taruna menerimanya sebagai office girl. Namun, nasib sial menimpa ketika bos angkuh memecatnya di hari pertama kerja. Nesta tak menyerah begitu saja karena ia sangat membutuhkan uang halal. Strategi gila apa yang akan ia lancarkan agar bisa bertahan di sana dan menghadapi sang atasan yang sombong?
Sampul Novel Cinta Segitiga Yang Rumit
9.6
Alana Putri Pratama terjebak dalam pernikahan hambar dengan Raihan Wijaya, manajer muda yang hanya menjadikannya alat untuk memancing cemburu mantan kekasihnya. Raihan yang terobsesi masa lalu mengabaikan Alana sepenuhnya hingga sang cinta pertama kembali muncul mengusik mereka. Di tengah kerapuhan ini, hadir Daniel Sanjaya, CEO tampan yang mulai mendekati Alana. Akankah Raihan sadar sebelum Alana berpaling, ataukah bayang masa lalu akan menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Cinta Yang Suci
8.9
Hinaan kejam Brenden menghancurkan perasaan Corinna hingga tak tersisa. Setelah bertahun-tahun memendam luka emosional, Corinna akhirnya menyerah dan berharap mereka tidak pernah dipertemukan oleh takdir. Keputusan itu memutus hubungan mereka selamanya. Namun, setelah kepergian Corinna, Brenden justru terjebak dalam penyesalan mendalam. Ia menderita insomnia dan terus merindukan kehangatan wanita yang dulu ia remehkan, kini ia baru menyadari arti kehilangan.
Sampul Novel Hasrat Cinta Om Zafran
9.0
Hidup satu atap dengan Zafran Anthony membuat Bella Eleya Zadik terjebak dalam cinta terlarang pada omnya sendiri. Saat Bella mencoba menghapus rasanya, Zafran justru menyadari hasrat serupa hingga mereka berpacaran secara sembunyi-sembunyi. Namun, Bella dihantui ketakutan jika ayahnya tahu. Konflik memuncak saat Zafran dipaksa mengikuti perjodohan oleh kakaknya sendiri. Akankah hubungan mereka bertahan di tengah tekanan keluarga dan rahasia yang mengancam?
Sampul Novel Istri pengganti Tuan Bramasta
9.6
Pelita Abadisyara terjebak dalam situasi pelik saat dirinya dipaksa menikahi Bramasta Prayoga, pria yang seharusnya menjadi kakak iparnya. Tragedi kecelakaan yang menimpa Anggun, sang kakak tiri, mengubah segalanya dalam sekejap. Tanpa pilihan lain, Pelita harus menggantikan posisi Anggun di pelaminan demi memenuhi tuntutan keluarga. Kehidupan pernikahan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya kini dimulai bersama sosok pria yang asing baginya.
Sampul Novel Jangan Jatuh Cinta Pada Sugar Daddy
8.6
Terdesak kebutuhan finansial, Anggita yang berusia 20 tahun nekat mendaftar di aplikasi Sugar Baby. Meski sempat diabaikan karena fisiknya, pengacara sukses bernama Devano Abimanyu justru tertarik padanya. Devano bersedia membiayai hidup Anggita dengan syarat ketat: dia memegang kendali penuh, menjanjikan kenikmatan luar biasa, dan melarang Anggita jatuh cinta. Akankah Anggita mampu bertahan tanpa melibatkan perasaan, atau justru terjebak dalam aturan yang sengaja dilanggar?