APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gadis Milik Tentara Arogan

Gadis Milik Tentara Arogan

Amore Acresia terpaksa pulang ke Kudus akibat pandemi global saat menempuh studi di Los Angeles. Namun, kepulangannya berujung petaka ketika ia tak sengaja menabrak Alexander Yudha, seorang tentara arogan yang sedang bertugas. Ponsel Alex hancur terlindas mobil akibat insiden itu, memicu kemarahan sang prajurit yang menuntut pertanggungjawaban penuh dari Acre. Meski berawal dari konflik tajam, benih asmara mulai tumbuh di antara mereka sebelum tugas memisahkan keduanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Setelah Gabriel mengatakan bahwa ia tidak bisa membalas perasaan Acre dan hanya bisa menjalin pertemanan, Gabriel menawarkan diri untuk mengantar Acre ke Bandara.

"Kamu bilang akan pulang ke Indonesia sekarang? Perlukah aku mengantarkanmu ke Bandara?” tanya Gabriel.

Sebenarnya Gabriel sedikit tidak rela jika gadis di depannya yang baru ia sapa pertama kali itu kini akan meninggalkannya. Tapi gabriel juga sadar akan perasaannya yang juga masih menyayangi Nicole, sehingga Gabriel memutuskan untuk berteman saja dengan Acre.

"Tidak perlu, aku akan ke Bandara sendiri, Briel.. ," tolak Acre dengan suara lirih.

Gabriel yang mendengar penolakan dari Acre pun menyadari bahwa ia harus segera pergi dari apartemen Acre, sebelum Acre tambah hancur perasaannya karena Gabriel tidak bisa membalas perasaan Acre.

"Maafkan aku Amore, aku akan pulang sekarang," kata Gabriel merasa bersalah.

"Tidak apa apa, Briel.., aku paham dengan betul, perasaan tidak bisa dipaksakan, terimaksih sudah memperdulikanku, berjalan di belakangku saat melihatku menangis, dan memelukku. Jaga dirimu disini Briel..,"  ucap Acre tersenyum ke arah Gabriel.

Gabriel merasa bahwa perempuan di depannya ini memang tulus akan perasaannya. Tanpa disangka Gabriel yang melihat Acre tersenyum seketika mendekatkan bibirnya ke kening Acre. Muuach.

"Setelah ini aku tidak bisa melihatmu lagi, hati hati di perjalanan pulang nanti, gadis penari," ucap Gabriel. Lantas berpamitan meninggalkan Apartemen Acre.

***

Setelah mengemasi barang barangnya, Acre mengembalikan kunci apartemen sewannya dan berpamitan kepada pemilik apartemen bahwa ia akan pulang ke Indonesia.

Kemudian Acre pun bergegas ke Bandara, Acre terbang dari Bandar Udara International LAX, yang merupakan Bandar Udara untuk melayani penerbangan di Kota Los Angeles, California, Amerika Serikat.

LAX terletak di baratdaya Los Angeles di Kota Westchester. Letaknya sekitar 27 km dari pusat kota. Bandar Udara LAX memiliki Sembilan terminal penumpang berbentuk huruf “U” juga disebut sebagai “tapal kuda”. Setiap terminal dilayani oleh sebuah Bus Shuttle.

Acre mengantri untuk Rapit test sebelum menaiki pesawat, kemudian ia mengecek barang bawaannya dan melakukan check in juga pemeriksaan. Acre mencari pintu keberangkatan dan masuk ke pesawat. Pramugari Amerika mengarahkan Acre duduk sesuai nomor kursi. Beberapa menit sebelum lepas landas terdengar suara nyaring Pramugari menyerukan petunjuk dan peringatan.

“Ladies and gentlemen, welcome onboard Flight 132 Corissa Airlines with service from Los Angeles to Jakarta. We are currently third in line for take-off and are expected to be in the air in approximately ten minutes time. We ask you please to please fasten your seatbelts at this time, and secure all baggage underneath your seats or in the overhead compartments. We also ask that your seat and folding trays are in the upright position for take-off. Please turn off all electronic devices you bring, including mobile phones and laptops. Smoking is prohibited for the duration of the flight on the entire aircraft, including the lavatories. Thank you for choosing The Airlines. Enjoy your flight,”. (“Ibu dan bapak, selamat datang di penerbangan nomor 132 Corissa Airlines dengan pelayanan dari Los Angeles menuju Jakarta. Kita sedang berada dalam antrian ketiga untuk take off, dan diharapkan untuk mengudara dalam waktu sekitar sepuluh menit. Kami meminta anda untuk memasang sabuk pengaman anda saat ini dan simpan semua koper di bawah kursi atau di kompartemen atas. Kami juga meminta agar kursi dan meja anda berada dalam posisi tegak untuk take-off. Tolong matikan seluruh alat elektronik yang anda bawa, termasuk telepon genggam dan laptop. Merokok dilarang selama penerbangan di seluruh bagian pesawat termasuk di kamar mandi. Terimakasih sudah memilih The Airlines. Nikmati perjalanan anda,”)

Acre mengingat setiap detail kata yang diucapkan Pramugari. Acre merasa ini mungkin penerbangan terakhirnya. Tidak apa- apa, meski ada sedikit rasa kecewa dipulangkan ke Indonesia dan cintanya ditolak, Acre masih percaya jika bersungguh- sungguh ingin menuntut ilmu dan ikhlas akan takdir cinta, pasti nanti ada jalannya. Acre memejamkan mata, menikmati perjalanan terbang di udara.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih hampir 21 jam di udara akhirnya Acre tiba di Jakarta. Acre memesan grab bike menuju arah Stasiun Pasar Senen untuk membeli tiket kereta api menuju Semarang. Setelah menunggu hampir setengah hari di stasiun akhirnya kereta Acre datang, Acre naik kereta api menuju Semarang. Setelah tiba di Stasiun Tawang Semarang, Acre berjalan ke halte bus Trans Semarang terdekat menuju Terminal Terboyo Semarang untuk melanjutkan tujuan terakhirnya pulang ke Kota kelahirannya, Kudus.

***

Setelah menempuh perjalanan mulai dari Los Angeles menggunakan pesawat, grab bike, kereta api, dan bis, Acre akhirnya sampai di Kudus. Bapak dan Ibu menyambutnya dengan senyum ketika Acre  pulang. Mereka masih sama. Tidak ada yang berubah sedikitpun, semuanya sama, perhatiannya, kehangatannya, rasa tulusnya, dan kasih sayangnya. Mungkin begitulah orangtua, sejauh apapun kita pergi pasti merekalah tempat kita untuk pulang.

Acre dapat kuliah di luar negeri karena beasiswa, oleh sebab itu tidak banyak oleh-oleh yang bisa Acre bawa, ada perusahaan yang mau menanggung biaya hidup sederhana dan biaya kampus saja Acre sudah bersyukur.

Acre hanya membawa baju, buku- bukunya, dan 1 buah Katsina Doll dari Amerika. Brielle yang memberinya. Semacam boneka khas Amerika Serikat yang berupa figure- figure kecil yang diukir dan dihiasi dengan hiasan oleh penduduk asli Amerika Pueblo di Arizona dan New Mexico, terutama Hopi. Acre mungkin setengah percaya, tetapi katanya Katsina Doll dapat menjadi jimat keberuntungan bagi yang memilikinya.

Acre sampai rumah pukul 21.00 WIB, badannya sudah pegal sekali menempuh perjalanan dari Los Angeles sampai Kota Kudus. Sementara adiknya, Laura Acresia keluar dari pintu kamar dan menyapanya.

"Kakak..!!" teriak Laura

"Iyaaa dek, kakak sudah pulang," ucap Acre kemudian memeluk adiknya yang baru duduk di bangku SD kelas 4 itu.

"Aku sudah merapikan tempat tidur buat kakak, jadi mana oleh olehnya?" tanya Laura meminta buah tangan dari kakaknya.

"Eum..kakak sibuk mengurus perjalanan pulang dek, jadi kakak gak bawa apa apa," ucap Acre menjelaskan.

Laura tampak kecewa mendengar jawaban  kakaknya. Acre yang menyadari hal itu kemudian berkata kepada Laura

" Besok pagi pagi setelah mandi kita beli es krim sama buku buat kamu,ya," usul Acre pada adiknya.

"Hore... kak Acre baik, yaudah kakak tidur sekarang ya kak, tadi Laura udah nyiapin  tempat tidur buat kakak, udah Laura ganti semua spreinya," ucap Laura.

Kedua orangtua Acre berhasil mendidik anaknya menjadi pribadi yang baik.

Sementara ibunya dari dapur sibuk membuatkan Acre teh manis hangat kesukaan Acre.

"Kak, jangan tidur dulu ya, ini ibuk buatin teh hangat," kata ibunya berseru dari dapur.

"Iya buk, ini Acre mau menata barang barang dulu, lalu mandi baru tidur," sahut Acre.

Setelah menata barang barangnya, kemudian Acre bergegas mandi, setelah selesai mandi Ibunya datang membawakan 2 cangkir teh hangat.

"Ini dua kak Ame, yang satu buat adik," kata ibu menaruh teh hangat di meja kamar Acre dan Laura

" Iya, terimaksih buk..," ucap Acre pada ibunya

"Bagaimana Amerika? Ame lebih senang disana kan?" Ibunya menghampiri Acre dan duduk di tepi ranjang, Ibunya bertanya lagi, padahal Ibunya sudah sering menelfon ketika Acre di Amerika, bertanya pertanyaan yang sama. Mungkin ibunya terlalu khawatir pada Acre.

" Iya senang disana, tapi mau bagaimana lagi buk, beasiswanya dihentikan," ucap Acre dengan nada kecewa.

Bu Ratia tampak sedih mendengar perkataan putri sulungnya barusan. Acre menyadari ibunya tampak sedih kemudian berkata,

"Tidak apa apa buk, bukannya ibu seharusnya senang Acre pulang ke Indonesia? Dulu ibuk begitu khawatir saat Acre memutuskan mengambil beasiswa kuliah disana, maafkan Acre ya buk sudah membuat ibuk khawatir, Acre besok rencananya mau langsung mencari kerja, agar bisa cepat melanjutkan kuliah juga," kata Acre panjang lebar kepada ibunya yang tampak khawatir kepadanya.

"Kamu mau kerja setelah itu kembali kuliah disana?" Ibunya bertanya dengan nada semakin khawatir.

"Tidak bu, sepertinya terlalu mahal, tidak mungkin kalo tanpa beasiswa bisa kuliah kembali disana, mau kerja lima tahun pun sepertinya belum cukup buat biaya kuliah disana buk, bagimana kalo Acre mendaftar kuliah di Semarang saja buk?"

"Tidak apa apa, ibuk membolehkan jika hanya di Semarang, hanya dua jam dari sini,"

"Baiklah buk," Acre menganggukkan kepalanya di depan kepada ibunya.

"Yaudah, itu tehnya diminum, lalu kamu tidur ya, Me." Ibunya selalu memanggil putri sulungnya itu dengan panggilan Ame.

"Baik buk, selamat malam," ucap Acre pada ibunya. Kemudian ibunya berlalu meninggalkan kamar.

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Code Name Amaryllis
8.6
Indonesia tahun 2050 hancur akibat korupsi yang melumpuhkan hukum. Demi memulihkan keadilan, Presiden membentuk lembaga rahasia berisi pemuda berbakat dengan peralatan mutakhir. Mereka bergerak di balik bayang-bayang untuk menghancurkan konspirasi para pejabat korup. Cerita ini berfokus pada agen muda berkode Amaryllis yang mempertaruhkan nyawa dalam misi penuh intrik dan aksi berbahaya. Sebagai harapan terakhir bangsa, mampukah Amaryllis menumpas akar kejahatan di tanah air?
Sampul Novel Dangerous Girl
9.7
Aliya kehilangan segalanya saat kekayaan orang tuanya memicu tragedi berdarah. Gadis lembut ini bertransformasi menjadi dewi kematian yang haus balas dendam demi mengungkap dalang pembunuhan keluarganya. Di tengah teka-teki rumit di sekolah, ia harus mencari Samudra, pangeran bermata biru yang kini tak lagi mengenalinya. Meski penolakan terasa menyakitkan, Aliya tetap mengejar jawaban di balik badai rahasia yang mengancam nyawanya. Darah harus dibayar darah.
Sampul Novel JERAT CINTA DETEKTIF TAMPAN
9.3
Tiga tahun mendampingi Arsen sebagai asisten detektif spesialis kasus berbahaya, Leina memendam perasaan yang dalam. Meski begitu, pria itu terus menolak cinta Leina karena perbedaan usia dan risiko pekerjaannya yang penuh musuh. Sikap Arsen yang dingin membuat hati Leina terluka, namun ia tetap bersikeras berjuang. Kini, para musuh mulai mengincar Leina sebagai titik lemah Arsen. Akankah Arsen tetap menjaga jarak demi keselamatan Leina atau akhirnya mengakui perasaannya?
Sampul Novel Karma sang pelakor
8.2
Keluarga Christian bersaudara menyimpan amarah besar setelah mengetahui suami mereka mengkhianati komitmen demi gadis muda. Dendam ini memicu rencana pembunuhan gelap yang mengguncang segalanya. Namun, aksi tersebut justru memancing kecurigaan Nathan bersaudara. Mereka kini bertekad menelusuri jejak misterius demi mengungkap penyebab sebenarnya di balik kematian tragis adik bungsu mereka. Konflik antar keluarga pun pecah dalam balutan aksi dan misteri.
Sampul Novel Kelahiran Kembali
9.1
Nona keempat keluarga Lu selalu dianggap sampah karena lemah dan bodoh di antara saudara-saudaranya yang berbakat. Kematian tragisnya menjadi awal perubahan besar saat jiwa seorang pembunuh bayaran dari abad ke-21 merasuki tubuhnya. Terjebak di zaman kuno yang penuh konflik kekaisaran, ia harus berjuang bertahan hidup dengan prinsip membunuh atau dibunuh. Di tengah intrik istana yang rumit dan berbahaya, dimulailah sebuah kisah romansa yang sangat unik.
Sampul Novel Pembalasan Janda Talak Tiga
7.8
Hanya beberapa menit usai ijab kabul, seorang pengantin wanita harus menelan pil pahit saat suaminya menjatuhkan talak tiga secara mendadak. Di tengah riuh tamu dan hidangan yang belum tersentuh, riasan serta henna di tangannya seolah menjadi saksi bisu kehancuran martabatnya. Rasa sakit yang mendalam seketika berubah menjadi api dendam kesumat. Tak mau terus terpuruk, sang janda kini bangkit dan bertekad membalas perbuatan keji yang telah menghancurkan hidupnya.