APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gadis Terbuang vs Raja Bisnis

Gadis Terbuang vs Raja Bisnis

Olivia menyusuri jalanan dengan lelah, menggenggam map lamaran kerja sambil berharap ada lowongan bagi dirinya. Saat ia bertanya pada satpam, perhatian teralih oleh kedatangan Alexander Drake, pengusaha berwibawa yang turun dari mobil mewahnya. Pertemuan singkat itu menciptakan ketegangan saat mata mereka beradu. Meski Olivia merasa rendah diri dan Alexander bersikap dingin, ketertarikan mulai muncul. Tanpa disadari, momen di gerbang kantor itu akan mengubah hidup Olivia selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sejak kejadian di lobi, Olivia tak bisa menghapus bayangan pria itu dari pikirannya. Alexander Drake. Nama itu berputar-putar di kepalanya sepanjang perjalanan pulang. Ia mencoba mengabaikannya, mencoba berpikir logis-apa pentingnya seorang CEO yang meliriknya sesaat? Toh, dia pasti sudah melupakan kejadian tadi.

Namun, mengapa ada sesuatu dalam sorot mata pria itu yang terasa begitu... berbeda?

Olivia menghela napas saat tiba di apartemen kecilnya. Ia membuka pintu, meletakkan map coklat yang kini terasa berat di meja, lalu menjatuhkan diri ke sofa yang sudah mulai usang. Seharian berjalan mencari pekerjaan membuat tubuhnya lelah, tapi pikirannya justru berputar semakin liar.

Ponselnya tiba-tiba bergetar, membuatnya tersentak. Ia mengerutkan kening saat melihat nomor tak dikenal di layar.

"Hallo?"

"Halo. Apakah ini Olivia Carter?"

Suaranya formal, profesional.

"Ya, saya sendiri. Dengan siapa saya berbicara?"

"Saya dari departemen HRD di Drake Corporation."

Jantung Olivia hampir berhenti.

"Kami telah meninjau lamaran Anda dan ingin mengundang Anda untuk wawancara besok pagi pukul delapan. Apakah Anda bisa datang?"

Olivia terdiam sejenak, mencoba memahami situasi ini. Bukankah tadi siang ia baru menyerahkan CV-nya? Tidak mungkin mereka sudah meninjaunya secepat itu. Ada sesuatu yang tidak biasa di sini.

Tapi ini adalah kesempatan yang sudah lama ia tunggu.

"Tentu, saya akan datang," jawabnya cepat.

"Bagus. Silakan langsung ke lantai 20, ruang wawancara utama."

Telepon terputus. Olivia masih terpaku, memegang ponsel di tangannya seakan benda itu baru saja memberikan takdir baru baginya.

-*

Keesokan paginya, Olivia berdiri di depan gedung Drake Corporation sekali lagi. Kali ini, ia mengenakan blus putih yang ia setrika dengan hati-hati tadi malam dan rok pensil hitam sederhana. Rambut cokelatnya dikuncir rapi, dan ia memastikan wajahnya terlihat segar meski tak banyak mengenakan riasan.

Sambil menarik napas dalam, ia melangkah masuk.

Setelah melapor di resepsionis, seorang petugas mengantarnya ke lantai 20. Ruangan itu terasa lebih sunyi dibandingkan lantai bawah, dengan suasana yang lebih profesional dan tertutup. Saat memasuki ruang wawancara, Olivia mendapati seorang wanita berusia sekitar empat puluhan yang duduk di balik meja besar.

"Silakan duduk, Nona Carter."

Olivia menurut, duduk tegak, mencoba menenangkan debaran jantungnya.

"Terima kasih telah datang. Kami melihat latar belakang Anda dan ingin tahu lebih banyak tentang pengalaman Anda."

Olivia mengangguk, mulai menjelaskan riwayat pekerjaannya yang terbatas, pengalaman magang yang ia miliki, dan keterampilannya.

Namun, sebelum wawancara benar-benar berlangsung jauh, pintu ruangan terbuka.

Langkah berat memasuki ruangan, dan Olivia langsung menegang saat melihat siapa yang datang.

Alexander Drake.

Pria itu berjalan masuk dengan tenang, tangannya terselip di saku celana jasnya, dan matanya langsung tertuju padanya.

Wanita HRD yang tadi mewawancarainya segera berdiri dengan hormat.

"Pak Drake, apakah Anda ingin saya-"

"Tidak perlu," potongnya singkat. "Saya sendiri yang akan menangani ini."

Olivia bisa merasakan ketegangan dalam ruangan itu meningkat drastis. Wanita HRD itu tampak ragu sejenak sebelum mengangguk dan segera meninggalkan mereka berdua.

Kini hanya ada mereka berdua di dalam ruangan.

Olivia menelan ludah. "Pak Drake..."

"Kau menginginkan pekerjaan di perusahaanku?" suaranya dalam dan terkontrol, tapi ada sesuatu dalam nadanya yang membuat udara di sekitarnya terasa lebih berat.

Olivia mencoba menguatkan dirinya. "Ya, saya melamar karena saya memiliki keterampilan yang mungkin bermanfaat bagi perusahaan ini."

Alexander menatapnya lama, seolah sedang menilai sesuatu dalam dirinya.

Lalu, ia menyandarkan tubuhnya ke kursi, jemarinya bertaut di atas meja.

"Aku punya tawaran lain."

Jantung Olivia berdebar keras. "Tawaran lain?"

"Kau tidak akan bekerja di departemen biasa. Aku ingin kau menjadi asistensi pribadiku."

Olivia nyaris kehilangan kata-kata. "Tapi... saya tidak memiliki pengalaman untuk itu."

"Aku akan mengajarimu."

Tatapan itu kembali menusuk ke dalam dirinya, membuatnya sulit bernapas.

Olivia tahu ada sesuatu yang tersembunyi di balik tawaran ini. Tapi pertanyaannya-apakah ia siap menerimanya?

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Andai Aku Boleh Memilih
7.9
Kenanga Wulan, mahasiswi berprestasi, menderita akibat tekanan ibu tirinya, Mirna, hingga akhirnya diusir dari rumah. Mirna sengaja menyembunyikan kekayaan kiriman ibu kandung Kenanga demi memisahkan Bastian dari kenangan mantan istrinya. Di sisi lain, Firda mendesak putranya, Ghaffarel, untuk menikahi Kenanga demi menyelamatkannya dari hubungan tak wajar dengan Raiya. Meski Kenanga mencintai Arkatama, ia terjebak dalam skema pernikahan yang penuh rahasia dan pengkhianatan.
Sampul Novel Budak Seksi Tuan Cedric
8.2
Falisha Marbella, mahasiswi berusia 19 tahun, terjebak dalam tragedi saat kekasihnya, Ben Andrigo, meninggal dunia di sisinya. Ayah Ben, Cedric Andrigo, seorang miliarder kejam yang menguasai bisnis ilegal, menyalahkan Falisha atas kematian putranya. Didorong dendam membara, pria arogan ini bersumpah menyiksa hidup Falisha. Cedric menjadikan Falisha budak pemuas nafsu demi membalas dendam. Mampukah Falisha lepas dari jerat penderitaan dan kekejaman Cedric?
Sampul Novel Dipaksa Melayani CEO-Cinta Satu Malam
9.1
Sefia adalah Wedding Organizer sukses yang nasib cintanya berakhir tragis. Tepat semalam sebelum menikah, ia memergoki Wisnu berselingkuh dengan asistennya sendiri. Hancur karena dihina, Sefia yang kalap menawarkan dirinya kepada pria asing di dalam lift. Namun, candaan itu berujung petaka saat pria setinggi 180 cm tersebut benar-benar membawanya ke ranjang. Kini Sefia terjebak dalam konsekuensi satu malam yang mengancam masa depannya tepat di hari pernikahan.
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela mengambil risiko besar dengan mengandung anak Jeremy secara rahasia, meski ia tahu dirinya hanya dimanfaatkan. Sadar akan kekejaman Jeremy, Angela sengaja memancing amarah pria itu agar ia dilepaskan. Namun, pelariannya berakhir saat Jeremy berhasil melacak posisinya. Di ambang keputusasaan, Angela memohon kebebasan. Tak disangka, kehadiran sang buah hati justru mengubah segalanya. Jeremy yang dulu dingin kini menawarkan diri untuk melayani Angela dan bayi mereka.
Sampul Novel Pemuas Ranjang Tuan Majikan
8.4
Slater Jagger memberikan sebuah perintah yang sangat tidak biasa kepada asisten rumah tangganya. Selain mengurus segala keperluan domestik, sang majikan menuntut pelayanan di ranjang dan konsumsi ASI secara rutin darinya. Sebagai imbalan atas kesediaan memenuhi fantasi dan kebutuhan pribadinya tersebut, Slater menawarkan kebebasan penuh bagi sang wanita untuk menentukan sendiri nilai gaji yang ia inginkan tanpa ada batasan nominal sedikit pun.
Sampul Novel Pengampunan Ditolak: Terjerat dengan Paman Mantan Saya
8.3
Madison menghabiskan masa mudanya dengan mencintai Colten, namun hanya dibalas dengan sikap dingin. Saat pengkhianatan Colten menghancurkan harapannya, Madison memilih untuk pergi demi memulai hidup baru yang lebih berarti. Ketika Colten akhirnya tersadar dan memohon kesempatan kedua, segalanya sudah terlambat. Langkahnya terhenti oleh sosok paman kandungnya sendiri yang berkuasa, yang kini berdiri melindungi Madison dan menegaskan bahwa wanita itu bukan lagi miliknya.