APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gadis Titisan Harimau Putih

Gadis Titisan Harimau Putih

Naiya, guru kontrak yang mempesona, dipindahkan oleh Faisal ke Desa Blang Bungong demi rencana rahasia. Di sana, Laila yang cemburu mencoba membunuhnya lewat dukun, namun gagal karena Naiya adalah titisan harimau putih sakti. Desa itu pun dicekam kutukan Nyai Beulangong yang menumbalkan gadis-gadis untuk jin. Saat Naiya disekap Faisal, Razi datang mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkannya. Akankah Naiya menyadari cinta Razi di tengah ancaman para dukun jahat ini?
Bab
Bagikan

Bab 1

Di ruangan kepala sekolah nampak seorang gadis berhijab warna biru toska, gadis cantik itu adalah Naiya Humairah. Dia seorang guru kontrak yang sudah dua tahun mengabdi di sekolah dasar Jeumpa. Hari ini dia dipanggil oleh kepala sekolahnya.

“Naiya. Kamu apa tau kenapa saya panggilkan menghadap ke ruangan saya?”tanya Kepala sekolah yang bernama Faisal.

“Maaf Pak. Naiya nggak tau.”jawab Naiya singkat

“Naiya. Sekolah kita di minta menyumbang satu orang guru kontrak untuk bertugas di sekolah dasar di desa Tangse. Kamu tau kan kota Tangse itu?”tanya Faisal.

“Tau Pak. Sangat jauh dari kota kita. Apa saya yang Bapak pilih?”

“Ia Naiya. Maafkan saya, karena mereka meminta guru yang belum menikah. Dan di sekolah kita hanya kamu saja yang masih sendiri. Bagaimana apa kamu bersedia?”

Naiya berpikir beberapa saat, dia menimang-nimang apa dia bisa hidup di desa terpencil itu? Hingga lima menit kemudian dia memberi jawaban yang membuat hati Faisal lega.

“Demi nama sekolah kita, Naiya bersedia Pak. Kira-kira berapa lama saya di kontrak disana Pak?”tanya Naiya.

“Saya belum mendapat kabar Naiya, tapi menurut perkiraan saya tidak lama. Mukin dua bulan, karena nanti akan datang guru pns yang bertugas disana.”jawab Faisal.

Kemudian Faisal menelpon administrasi sekolah untuk membuatkan surat perjalanan dinas untuk Naiya.

“Naiya. Apa kamu punya saudara di Tangse?”tanya Faisal.

“Nggak Pak. Ayah dan Umi asli orang Bireuen.”kata Naiya.

Faisal kemudian menelpon seseorang entah siapa.

“Naiya. Bapak punya saudara jauh disana namanya Mak Ijah. Nanti saya akan hubungi dia dan meminta bantuannya untuk menjaga kamu disana. Nomor ponsel Mak Ijah ada sama isteri saya.”ujar Faisal.

Naiya menganggukkan kepalanya, hatinya sangat senang karena kepala sekolahnya tidak langsung melepasnya begitu saja.

“Alhamdulillah Pak Faisal tidak membiarkan Aku sendiri disana.”gumam Naiya.

Selang lima menit datang seorang pemuda membawa sebuah kertas di tangannya.

“Pak. Ini surat keterangan pindah tugas Naiya sudah saya buatkan.”ucapnya.

“Bawa kemari biar saya tanda tangan.”

Pemuda itu berjalan menuju ke meja kerja Faisal.

“Razi. Kamu besok ada kerja? Bisa nggak kamu antarkan Naiya ke Tangse?lumayan jauh kotanya. Kasian dia sendirian.”pinta Faisal.

Razi melihat Naiya yang memberi isyarat lewat matanya.

“Ia Pak. Saya akan mengantar Naiya kemana saja. Asal tidak ke kuburan”canda Razi.

Faisal tersenyum mendengar gurauan anak buahnya itu.

“Naiya. Kamu bisa pulang sekarang. Biar bisa istirahat dan menyiapkan keperluan kamu selama dua bulan di sana.”kata Faisal.

“Baik Pak. Terimakasih.”

“Jangan lupa ini surat buat kepala sekolah disana.”kata Faisal seraya menyerahkan surat pada Naiya.

Naiya mengambil surat tersebut dan mohon pamit.

“Saya permisi Pak.”

Naiya keluar dari ruang kepala sekolah beriringan dengan Razi.

“Apa mau Aku antar pulang? Aku udah nggak ada kerjaan lagi nih.”tanya Razi.

“Boleh, sekalian kita belanja ya? Tapi kamu yang bayar.”jawab Naiya.

“boleh siapa takut, kamu harus belanja sampai lima juta. Kalau nggak kamu harus bayar sendiri belanjaan kamu. Gimana?” senyum jahil terukir di wajah tampan Razi.

Naiya dan Razi mereka bersahabat sudah lama sejak mereka kuliah dan di pertemukan kembali di sekolah yang sama. Banyak teman-teman yang mengatakan jika mereka itu sangat cocok dan kemungkinan berjodoh.

“Boleh saja.siapa takut. Awas kalau kamu nggak sanggup bayar. Gaji kamu satu tahun buat Aku.”ancam Naiya.

Razi tertawa lepas mendengar ancaman sahabatnya itu.

“Boleh siapa takut. Uang Aku nggak akan habis sampai tujuh keturunan Naiya. Apa lagi buat belanjain calon isteri yang cantik seperti kamu.”Razi kembali mengoda Naiya.

“Calon istri? Bisa hancur generasi penerus Aku kalau wajah suamiku seperti kamu.hahaa.”

Naiya langsung berlari meninggalkan Razi yang sangat kesal mendengar perkataan Naiya.

“Awas Kamu Naiya. Jatuh cinta dengan Aku tau rasa kamu. Tapi gimana ya kalau Aku dan Naiya jadian? Heboh satu jagat raya.wkwk.”Razi tertawa sendiri dan berlari menyusul Naiya ke ruangan guru.

Nampak Naiya sedang mengabsen dirinya dan kemudian dia mengambil beberapa buku dan memasukkannya ke dalam tasnya.

“Razi. Kenapa kamu bengong disitu? Udah kayak orang bodoh kamu. Tanda tangan absen terus. Biar kita bisa pulang sekarang.”kata Naiya yang melihat Razi tertegun melihat dirinya.

Tanpa banyak bicara Razi pun menandatangani absen kehadirannya.

Mereka berjalan beriringan menuju ke parkiran.

“Pasangan pengantin baru mau kemana?”ledek Ilham salah satu guru yang baru sampai di parkiran.

“Siapa pengantin baru Pak? Kami? Ogah Aku Pak Ilham,kalau jodoh dengan Razi. Gantengnya minus banget Pak.hahaha.”ujar Naiya.

“Aku sumpahin kamu jatuh cinta ke Naiya.”jawab Razi kesal.

Ilham tersenyum melihat tingkah kedua rekan kerjanya itu.

“Jangan-jangan mereka jodoh ya? Habisnya tiap ketemu berantem melulu. Satu jam baik sepuluh jam bertengkar.”gumam Ilham.

Naiya kesal mendengar perkataan Razi yang menyumpahinya.

“Sumpah orang jelek kayak Kamu mana bisa Allah kabulkan..heee.”tawa Naiya. Lesung pipi dan hidungnya yang mancung menambah karisma di wajahnya.

“Alah sok cantik Kamu Naiya. Nanti klepek-klepek sama Aku.”ucap Razi nggak mau kalah.

“Aku emang cantik dari sononya. Dan kamu jeleknya udah tercatat di lauh al-mahfuzh.”tambah Naiya lagi.

Razi sangat kesal mendengar jawaban Naiya. Dia hendak mencubit Naiya namun berhasil ditangkis Naiya.

“Bukan mahram. Jangan sentuh Aku, kalau nggak mau tangan kamu patah.”

Ilham yang sudah tidak mau mendengar berdebatan mereka akhirnya ikut bicara.

“Kalian ini sudah kayak tom and jery aja, nggak pernah akur. Malu dikit dengan umur. Apa lagi kalian seorang pendidik.”nasehat Ilham.

Naiya dan Razi terdiam beberapa saat setelah mendengar perkataan Ilham.

“Naiya kita pulang aja yuk? Nanti kamu nggak sanggup belanja lagi, gara capek berantem dengan Aku.”ajak Razi.

“Ya udah Yuk! Pak Ilham kami pergi dulu ya?”pamit Naiya.

Razi dan Ilham pun pergi meninggalkan Ilham di tempat parkir.

Razi adalah anak petani yang sangat kaya, sawah milik orang tuanya sangat banyak. Belum lagi kebun kelapa sawitnya.Dia hanyalah anak tunggal.

Sementara Naiya mempunyai dua orang saudara laki-laki. Ayah Naiya seorang ustat pemilik sebuah pesantren kecil.

Razi membukakan pintu mobilnya untuk Naiya.

“Masuk Naiya cantik bin manis.”goda Razi.

Naiya tersenyum menanggapi gurauan Razi.

Razi membawa mobilnya ke sebuah swalayan terdekat, dia memarkirkan mobilnya di tempat parkir.

Mereka masuk ke dalam swalayan, Naiya mencari semua kebutuhannya dari sabun, shampo,parfum, odol dan juga sikat gigi. Semua dia masukkan ke dalam keranjang belanjaan. Razi membayar semua barang yang di beli Naiya.

Mereka menuju ke toko pakaian, Naiya memilih beberapa baju tidur untuk dirinya, tak lupa pakaian dalam wanita juga dia beli.

Selesai berbelanja Naiya memanggil Razi untuk membayarnya.

“Kalau kayak gini kita jalan, dikira kita pasangan suami isteri ya Nai?hee”tawa Razi.

“Jangan bilang yang nggak-nggak kamu Zi. Kamu pulang aja deh. Kalau ngomong ngelantur melulu.”usir Naiya.

Razi tersenyum melihat wajah kesal Naiya.

“Cantik banget kamu Nai kalau lagi marah.”batin Razi. Diam-diam dia mulai mengagumi Naiya, sahabatnya.

Setelelah berkeliling swalayan, Naiya mengajak Razi makan sate.

“Razi. Kita makan sate ya? Kapan lagi kita kumpul kayak gini, Aku telpon Yanti dulu ya?biar rame.”kata Naiya.

Dia mengambil ponsel di dalam tasnya dan mengirim pesan pada sahabatnya Yanti.

“Yuk kita berangkat, dia langsung ke warung sate Teungku Ali.”ajak Naiya.

Mereka pun meninggalkan tempat itu menuju ke warung sate.

Hanya butuh waktu lima belas menit mereka sudah sampai. Razi memesan tiga porsi nasi dan juga tiga porsi sate.

“Nai. Kamu nggak takut kalau pergi ke Tangse itu? Aku dengar kota itu masyarakatnya masih banyak menganut ilmu hitam.”kata Razi.

“Aku sebenarnya takut Zi. Cuman kamu kan tau gimana Pak Faisal, tidak ada yang bisa menolak keinginan dia. Kamu doain ya? Aku nggak kenapa-napa disana.”jawab Naiya.

“Pastilah Aku doain yang terbaik buat kamu, sekalian Aku berdoa semoga kita berjodoh.haha.”

Naiya tersenyum mendengar candaan Razi.

Tak lama kemudian datang seorang gadis berhijab menghampiri mereka.

“Nai. Zi. Apa kabar kalian?”tanya Yanti.

“Kalau Aku sangat baik Yan, Apa lagi di temanin gadis secantik Naiya. Perasaan Aku seperti tinggal di surga.”ujar Razi. Naiya yang mendengar perkataan Razi langsung menjitak kepalanya.

Akhirnya mereka makan bersama dengan lahapnya.

"Yan. Aku di pindah tugaskan ke sekolah dasar di kota Tangse. Nama desanya Blang bungong."kata Naiya setelah mereka selesai makan.

"Apa ke kota Tangse? Jangan Naiya."

"Kenapa Yan?"

Kemudian Yanti membisikkan sesuatu yang membuat Naiya ketakutan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alkisah Bunga Teratai
9.8
Terinspirasi oleh simbol reinkarnasi bunga teratai, tujuh pemuda dengan kekuatan mistik luar biasa disatukan dalam satu tim khusus. Di bawah bimbingan Sagara Widyatama, mereka menjalani latihan keras demi menstabilkan dunia supranatural yang sedang kacau. Namun, misi berbahaya yang mempertaruhkan nyawa ini bukan sekadar pertarungan fisik. Kehadiran Sagara perlahan membuka tabir rahasia mengenai hubungan mendalam mereka di kehidupan masa lalu yang misterius.
Sampul Novel Anakku Tak Butuh Ayah Sepertimu
7.9
Alana nyaris tewas setelah diserang tiga pemuda di Gunung Lawu hingga terperosok ke jurang. Beruntung, ia diselamatkan oleh Arga, mantan anggota Kopassus yang kini menjadi buronan dan bersembunyi di hutan. Di tengah pemulihan luka fisik dan traumanya, Alana terjebak dalam dilema antara keinginan balas dendam atau bangkit kembali. Hubungannya dengan Arga yang keras namun protektif pun kian intens, memicu emosi baru yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Sampul Novel (bukan) Telepati Cinta
8.3
Hyura Anastasya terobsesi mencari reinkarnasi Fino dari buku kuno kakeknya, namun pencarian itu justru mengancam hubungan dengan sahabat dan cinta sejatinya. Di tengah kemelut, muncul sosok hantu laki-laki yang ternyata memegang kunci atas segala teka-teki hidupnya. Mengandalkan kemampuan telepati unik yang ia miliki, Hyura harus berjuang menuntaskan misteri besar ini. Mampukah ia menyelesaikan masalahnya saat telepati itu terasa tak berguna untuk urusan cinta?
Sampul Novel CODE: FAUST
7.9
Bumi menjadi neraka sejak 2028 akibat virus misterius yang mengubah makhluk hidup menjadi mutan mengerikan. Di tengah reruntuhan peradaban tahun 2036, faksi-faksi seperti The Government dan Black Beast saling berebut kuasa. Di dunia yang kejam ini, Dr. Plague, seorang profesor dengan masa lalu kelam, berjuang mengembalikan kedamaian demi menebus dosanya. Namun, ia harus menghadapi perang saudara dan radiasi sambil mengungkap misteri besar di balik wabah yang menghancurkan dunia.
Sampul Novel DANGEROUS MAN
9.8
Athur Paker adalah CEO ternama sekaligus mahasiswa dengan sisi gelap yang haus darah. Hidupnya yang dingin berubah saat ia terobsesi pada Shena, gadis ceria yang berani menolak ajakannya. Meski ditolak, Athur menggunakan paksaan demi mengklaim Shena sebagai miliknya. Kini, hidup tenang Shena hancur dalam jeratan sang psikopat yang tak bisa ia hindari. Namun, rahasia masa kecil mulai terungkap. Akankah identitas asli Athur membawa petaka baru bagi Shena?
Sampul Novel Dikhianati oleh Alpha-ku, Bangkit sebagai Luna
9.7
Bertahun-tahun mencintai sang Alpha, aku justru dikhianati saat ia memilih wanita lain demi kekuasaan. Ia menggunakan darahku untuk ritual ikatan politik dan menolakku secara brutal di depan kawanan. Setelah difitnah dan disiksa, aku menolak tawaran menjadi simpanannya lalu melarikan diri. Aku bangkit menjadi Luna bagi Alpha sejati, namun obsesi sang mantan belum berakhir. Ia menjebakku kembali dan berbisik dingin bahwa sudah waktunya aku pulang bersamanya.