APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Citra dan Kenikmatan

Gairah Citra dan Kenikmatan

Di sebuah pinggiran kota yang sunyi, Seto dan Anissa memilih mengabaikan dinginnya malam demi memuaskan hasrat satu sama lain. Saat orang lain terlelap, pasangan suami istri ini justru sengaja bangun lebih awal untuk ritual pagi yang penuh gairah. Seto dengan lembut menjamah tubuh istrinya, memberikan sentuhan intens yang membangkitkan birahi. Keduanya larut dalam kemesraan yang menggebu, berusaha saling memberi kenikmatan maksimal melalui keintiman fisik yang sangat mendalam.
Bab
Bagikan

Bab 1

Malam itu, disebuah daerah yang terletak dipinggir kota. sepasang suami istri sedang asyik melakukan kebiasaan paginya. Dikala pasangan lain sedang seru-serunya beristirahat dan terbuai mimpi, pasangan ini malah sengaja memotong waktu tidurnya, hanya untuk melampiaskan nafsu birahinya dipagi hari.

Mungkin karena sudah terbiasa, mereka sama sekali tak menghiraukan dinginnya udara malam itu. tujuan mereka hanya satu, ingin saling melampiaskan nafsu hewani mereka secepat mungkin, sebanyak mungkin, dan senikmat mungkin.

“Slurrrpp… Gede banget kontolmu paah… ” Desah Anissa Rumina (22), seorang wanita mungil berpantat semok sembari mengoral penis suaminya yang berukuran ekstra besar, “Gak pernah bisa muat dimulutku pah…”

“SSSshhhh… Mulutmu memang paling nikmat mah…” Bisik Seto Maryadi (24) sambil terus memegang belakang kepala istrinya, berusaha memasukkan seluruh batang penisnya dalam-dalam.

“Gaaagg gaaagg gaaaaggg…” Suara yang keluar setiap kali penis besar Seto keluar masuk tenggorokan Anissa.

“Oooh enak banget tenggorokanmu mah…”

“Ssshhh… Entot aku sekarang yuk pah…” Pinta Anissa sambil meremas lembut batang penis suaminya. Sepertinya ia sudah tak mampu gelombang menahan birahinya.

“Hehehe… Sabar sayang…” Seto lalu merebahkan tubuh Anissa, melumat habis puting payudara istrinya yang kian mengeras dan memberikan gigitan-gigitan kecil. Perlahan, jilatannya berangsur turun ke puser, perut hingga ke kelubang kenikmatan Anissa yang berambut super lebat.

“Jembutmu Mah… Selalu bisa bikin aku sesak nafas…”

“Hihihi… Lebet banget ya Pah…”

“Habisan aku males nyukurnya sayang…”

“Hehehe gapapa mah… Lebet-lebet tapi enaaaakkk… Sluuurrrppp…”

Ohh… oooohh… Paaahh… Terus Ppaaah… Nniiiikmatnya jilatanmu sayang… Aaaahhhh….” Erang Anissa yang semakin merasa keenakan karena jilatan dan tusukan lidah suaminya. “Yuk Pahh… Eentttot aku sekarang…”

Seto lalu beranjak dari vagina istrinya, dan menempatkan penis besarnya dilubang kenikmatan Anissa.

“Iya pah… Cepet masukin… Entot istrimu Pah….” pinta Anissa tak sabar.

Namun Seto sepertinya ingin menggoda istrinya, melihat istrinya menggelijang-gelijang seperti cacing kepanasan, ia hanya tertawa kegirangan. Ia malah menggesek-gesekkan batang penisnya maju mundur ke lubang vagina istrinya. Membuat penis besarnya mengkilat karena lendir kenikmatan Anissa.

“Paaahhh… Kok malah main-main siiihhh… Ayooo sayang… Tusuk memek Mamah…” Raung Anissa sambil tak sabaran.

Karena Seto belum juga mau menusuk vaginanya, Anissa lalu bangun dari posisi tidurnya dan mendorong tubuh Seto hingga telentang. Dengan sigap ia lalu membuka pahanya lebar-lebar, meraih batang penis suaminya dan menempatkan kearah lubang vaginanya. Pelan tapi pasti, Anissa mulai menduduki batang penis itu dan memasukkan batang penis Seto ke lubang vaginanya. Sedikit demi sedikit ia menurunkan pinggulnya.

Walau sudah 2 tahun menikah dan hampir tiap hari Anissa melakukan seks dengan Seto, namun untuk hal penetrasi seks, vagina mungilnya masih saja merasa kesulitan untuk dapat menampung penis besar suaminya . Vaginanya terlihat penuh dan sesak.

Tak berapa lama, batang panjang milik seto penis itupun tertalan semua. Terlahap habis oleh vagina mungil Anissa. ” Ohh… Paaahh…. Dalem banget… !” Oceh Anissa mulai kesetanan, “Kontolmu berasa nembus mulut rahimku… ”

“Hehehe… Goyang Maahhh…”

Tanpa dipinta dua kali, Anissa segera menggerakkan pinggul semoknya naik turun.

“OOooohh… enak banget sayang…” Erang Anissa, “Tempikku terasa penuh bangeeeett…”

“Enaaak ya Maaahh… Terus sayaaanng….”

Bak penyanyi dangdut, Anissa menggoyang penis Seto dengan hebat. Tak puas bergerak naik turun, ia pun menggerakkannya maju-mundur dan berputar. Ia menggiling batang kenikmatan suaminya tanpa ampun. Tak mau kalah, Setopun meremas payudara Anissa dengan gemas sambil memainkan putingnya yang semakin keras.

“Paaahh… Aku mau keluar pah..” Erang Anissa sambil mempercepat gerakan pinggulnya.

“Cepet banget Mah…?”

“Ya kalo dientot ama kontol sebesar punyamu.. Aku pasti cepet keluarnya sayang… OOooohhh…. ” Jelas Anissa, “Isep tetekku sayang…”

Melihat istrinya akan mendapatkan orgasmenya, Seto lalu menuruti permintaan Anissa. Dalam posisi duduk ia lalu menjilati payudara istrinya.

“Paah.. paaahh.. Aku keluaaaarrrr…” Jerit Anissa histeris. Seolah seperti naik kuda, Anissa menghajar batang penis Seto keras-keras. Menghempas-hempaskan vaginanya kearah kemaluan suaminya, “Paaaahhh…. Enak baaaaaannngggeeeettttt…”

Saking enaknya, mata Anissa sampai terbalik, mulutnya menganga dan tubuhnya melengkung kebelakang. Sejenak, Seto mendiamkan Anissa. Ia membiarkan istrinya untuk menikmati kedutan enak di vaginanya.

“Hehehe… Enak banget ya Mah…” bisik Seto.

“Hiya Paaah… Nyut-nyutnya nyenengin…” Balas Anissa sambil tersenyum puas.

“Yuk lanjut sayang… “Ajak Seto. Tanpa melepas penisnya yang masih tertancap dalam vagina Anissa, ia lalu merebahkan istrinya.

“Kamu aja dl yang gerak ya pah… Aku capek… Hihihi…”

Melihat istrinya yang sudah siap kembali, Seto lalu mulai menggerakkan penisnya maju mundur.

“Sempitnya tempikmu maaah…. Wuuueeeenak banget sayang…” Desah Seto sambil mulai mempercepat sodokannya. Walau vagina Anissa baru saja orgasme dan mengeluarkan cairan kenikmatan yang licin, tetap saja penis Seto merasa kesulitan untuk keluar masuk dengan mudah. Vagina mungil Anissa benar-benar terasa menjepit.

“Kontolmu juga enak pah…” Balas Anissa, ” Sodok yang kenceng… Entotin tempikku sayang… Oooohhh ennaaakkk… ”

“Kata-katamu membuatku semakin nafsu sayang…” Puji Seto sambil mengecupi bibir Anissa, “Mirip pelacur murahan… Tapi aku suka..”

“Hihihi… Kamu suka ya sayang…” Goda Anissa, “Entotin aku Pah… Entotin pelacur binalmu ini…”

“Kamu memang nakal mah… Nakal banget…”

Dengan nafsu yang menggebu-gebu, Seto semakin mempercepat sodokan penisnya.

PLOK… PLOK… PLOK…

Suara tumbukan kelamin mereka berdua.

“Aaaauuuuhhh…. Sodok yang keras pah.. Sodok terus…” Racau Anissa lantang, “Entotin lebih keras lagi sayang….”

PLOK… PLOK… PLOK…

Seto menggerakkan pinggulnya dengan brutal, tusukan demi tusukan penisnya terhujam ke vagina Anissa dalam-dalam. Membuat tubuh mungil wanita cantik itu terdorong kedepan, hingga menabrak sandaran tempat tidur.

“Ohhh Iya begitu sayang…. Terus… Entot yang keras…Ohhh… Ohhh Nikmatnya kontolmu Paaahh…”

“Balik badan mah… Aku ingin ngentotim tempikmu dari belakang…”

Dengan nafsu yang menggebu-gebu, Anissa segera bangun dan memposisikan dirinya seperti anjing. Istri Seto ini membuka lebar kedua pahanya dan menunggingkan pantatnya tinggi-tinggi. Dengan satu tangan, ia menyibakkan bibir vaginanya lebar-lebar, memamerkan lubang kenikmatannya yang sudah berwarna merah dan berlendir.

“Entot tempikku pah…” pinta Anissa sambil mulai menusuk-tusukkan jemari tangannya ke dalam vagina.

“Woaahh… Seksi banget kamu sayang…” Puji Seto, “Benar-benar mirip pelacur… Aku suka istri lonteku…”

PLAK… PLAK.. Tangan Seto lalu menampar kedua pantat semok Anissa dengan keras.

“Aaahhh… Sakit pahhh….” Erang Anissa.

PLAK… PLAK.. PLAK… PLAK..

Bukannya menghentikan tamparan tangannya, Seto malah berulangkali menapari pantat putih itu hingga berubah menjadi merah.

“Paaaahh… Saaaakiiiittttt…”

“Nungging yang tinggi mah… Aku udah nggak tahan..

Dengan kecepatan tinggi, Seto lalu menusukkan penisnya dengan kuat. Saking kuatnya, tubuh Anissa sampai terhempas menabrak sandaran tempat tidur.

“Aauuwww… Pahh… Sakiittt…

Mendengar rintihan istrinya, semakin membuat Seto kalap. Dengan sekuat tenaga Seto malah semakin menghajar vagina istrinya dengan lebih brutal lagi. Sekuat tenaga Seto menusukkan batang panjang penisnya dalam-dalam.

“Terima ini mah…. Lonte seperti dirimu memang pantasnya disiksa seperti ini…. ” Teriak Seto sambil menarik rambut Anissa dari belakang, mirip seperti joki ketika memacu kudanya. “Lonte sepertimu pantasnya disodok keras-keras..”.

DUK…DUK…DUK…

Suara yang ditimbulkan oleh persetubuhan Anissa dan Istrinya.

“Iyaaah…. iyaaahh… enak Paaah…. Enak banget” Anissa meracau tak karuan. “Siksa aku paaahh… Siksa terus lontemu ini…” Tambahnya mesum.

Anissa sebenarnya adalah wanita baik-baik, seorang istri penurut dan juga pendiam. Namun semenjak ia menikah dengan Seto, perubahan mulai terjadi padanya. Terlebih ketika ia sedang bercinta, sisi lain darinya pun muncul dan menguasai pribadi kalemnya. Ketika bercinta, Anissa berubah menjadi seperti seorang pelacur murahan.

“Teruss paaahh…. Entot tempikku teruss..” Desah Anissa yang mulai menikmati perannya sebagai pelacur. Tangannya pun mulai meremasi kedua payudaranya yang bergantungan secara bergantian.

Melihat Anissa merasa keenakan, Seto mendadak menarik batang penisnya hingga terlepas keluar. Mendiamkannya sesaat, lalu menusukkan kembali dalam-dalam

“AAARRRGGGGHHHH… Paaaahhh…” Jerit Anissa

“Rasakan ini mah… Rasakan kontol kerasku…” Lagi-lagi Seto mencabut batang penisnya, lalu menusukkannya dengan keras ke vagina Anissa.

“Oooohhh…. Iyaaa pah…. Terusss…. Lebih kenceng lagi nusuknya… Lebih kenceng lagi sayaaang…” Pinta Anissa, alih-alih merasa kesakitan, Istri Seto ini malah keenakan

Tiba-tiba, ketika Anissa sedang merasakan kenikmatan, Seto memasukkan jempol tangannya ke dalam lubang anus istrinya.

“Woooohhh…. Paaah kamu ngapain… ” Rintih Anissa sambil menengok kearah suaminya yang terus memompa penisnya, “Jangan kobel anusku sayaang… Joroookkk…”

“Jorok apanya? Wong rasanya enak begini kok jorok…” Ucap Seto sambil menjilati jempol yang bekas ditusukkan ke anus Anissa, “Aku jadi pengen nyodok bo’olmu Mah…”

“Iya sayang… Sodok ajaaaahhh… OOoohhh…” Racau Anissa, terlena akan kenikmatan baru, “Aaarrhhhh… Sayaaangg….Ennaaaak baaangeeeettt…”

“Tapi nggak sekarang yaaaa… Besok-besok saja…”

“Hoo’ooh sayaaang….” Jerit Anissa yang menjadi semakin liar

“Sempit banget tempikmu maaah…Legiitt…”

PLAAAK… PLAAAK… PLAAAKKK…

Lagi lagi Seto menampari pantat putih istrinya

“OOOhhhhh paahh… Aampuuunnn…” rintih Anissa “Aku bener-bener mau keluar…”

“Tahan sayaaang… kita keluar bareeeng….”

“Ayooo paaahh Aku sudah nggak kuat lagi…” Erang Anissa yang tak kuat lagi gelombang orgasmenya yang akan datang. Dengan mencengkeram payudaranya keras-keras istri Seto itu pun akhirnya berteriak lantang

” Aaku keeluuuar Paaahhh…”

Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Istri Kedua Sang Billionaire
8.7
Hana terbangun dalam kondisi sangat terkejut saat menyadari ada sosok asing yang tidur di sisinya. Meskipun kesadarannya telah pulih sepenuhnya, ia merasa sangat bingung karena yakin dirinya belum pernah terikat dalam sebuah pernikahan. Kejadian tak terduga ini membuatnya mempertanyakan bagaimana orang asing tersebut bisa berada di ranjang yang sama dengannya. Sebuah misteri besar kini menghantui hidup Hana yang semula tenang dan sederhana.
Sampul Novel Jodoh Pengganti
7.9
Shanaya menderita akibat perlakuan buruk keluarga kandungnya. Dianggap bak pembantu oleh ayah dan ibu tirinya, ia dipaksa menggantikan sang adik untuk menikahi putra keluarga Hartono. Sang adik menolak lamaran itu karena rumor mengerikan tentang sifat calon mempelai pria yang dikenal sangat kejam dan dingin. Tanpa pilihan, Shanaya harus menghadapi takdir baru yang penuh misteri. Akankah ia bertahan menghadapi pria yang ditakuti tersebut di dalam pernikahannya?
Sampul Novel Melahirkan Anak Bos Killer
8.9
Demi membiayai pengobatan ayahnya pasca kecelakaan hebat, Sarah Adelia terpaksa menikahi Wisnu Pratama dan berjanji memberinya keturunan. Namun, pernikahan itu penuh luka karena sikap kasar Wisnu yang masih terbelenggu masa lalu. Saat impian Wisnu memiliki putra terwujud, Sarah justru jatuh koma setelah persalinan. Kini, di ambang maut, Sarah harus berjuang antara bertahan hidup demi sang buah hati atau menyerah pada penderitaan panjangnya.
Sampul Novel MUSIM DI ANTARA KITA
8.1
Dua insan yang telah menginjak usia empat puluh tahun bertemu saat masih membawa beban luka dari kegagalan pernikahan masa lalu. Di tengah fase perubahan hidup ini, mereka menyadari bahwa cinta yang hadir di usia matang memiliki tantangan yang jauh lebih rumit. Hubungan mereka diuji oleh kehadiran anak-anak, bayang-bayang mantan pasangan, hingga ambisi pribadi yang saling berbenturan. Sebuah pencarian makna cinta di tengah peliknya dinamika keluarga.
Sampul Novel Mute Husband
9.7
Beban berat menghimpit Jihan sebagai anak angkat di keluarga Park. Puncaknya, ia dipaksa menggantikan posisi Jira untuk menikahi seorang pria misterius yang penuh rahasia. Jihan sangat terkejut saat menyadari bahwa suaminya memiliki keterbatasan fisik dan tidak mampu berbicara. Terjebak dalam pernikahan dengan pria bisu tersebut, Jihan kini harus menghadapi realitas hidup yang tak pernah ia duga sebelumnya. Mampukah ia bertahan dalam ikatan tanpa suara ini?
Sampul Novel Patah Hati Mendatangkan Pria yang Tepat
9.0
Lena dikhianati tunangannya yang licik karena berselingkuh dengan ibu tirinya demi harta. Saat dijebak tidur dengan orang asing, Lena membalas dengan membawa pria tampan bernama Delon untuk mengacaukan pertunangannya. Ia mengira Delon hanyalah pria miskin, padahal ia adalah CEO Grup Vit yang berkuasa. Hubungan palsu mereka berubah serius saat Delon menolak pergi. Akhirnya, Lena menyadari bahwa Delon adalah pria dari masa lalunya. Akankah rahasia ini menyatukan mereka?