APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Liar dan terpendam Sang CEO

Gairah Liar dan terpendam Sang CEO

Nindy terjebak dalam situasi mencekam saat Devien, sang CEO yang terobsesi, menyatakan ambisinya untuk memilikinya secara paksa. Meski Nindy berteriak histeris meminta pertolongan, upayanya sia-sia karena mereka berada di ruangan kedap suara yang mengisolasi segalanya. Hasrat liar yang selama ini terpendam dalam diri Devien kini meluap sepenuhnya, membuatnya tak terkendali dalam mengejar keinginan nafsunya tanpa memedulikan penolakan dari Nindy.
Bab
Bagikan

Bab 3

Devien bergegas kembali ke ruanganya, pertemuannya dengan Nindy di ruang rapat nyatanya kembali sukses membangunkan gairahnya. 'Akhh sial! Apa yang terjadi padaku!' erangnya frustasi. 

Dengan cepat Devien beranjak pergi, karena setelah ini sudah tidak ada yang penting lagi.

"Daniel,"panggilnya pada Daniel.

"Iya Tuan." Daniel menghampiri. 

"Aku akan pulang sekarang, wanita itu sukses membuat aku kembali bergairah, aku tidak bisa berlama-lama di sini. Ah ya nanti malam bawa boneka baruku ke tempat biasa." Bisiknya pada Daniel sebelum beranjak pergi.

Daniel terdiam sesaat, dia masih bingung dengan siapa sosok wanita yang sukses membuat majikannya itu menggila seperti sekarang padahal sebelumnya tidak begini. 'Siapa wanita yang di maksud Tuan?' tanya Daniel di dalam hati.

Malam hari seperti yang di perintahkan Devien, Daniel datang membawa wanita yang akan menjadi boneka pemuas sang majikan. 

Sedangkan Devien sudah menunggu di apartemen tempat biasa dia menuntaskan gairah terpendamnya, lelaki itu sudah menunggu di kamarnya dengan topengnya.

"Masuk dan layani dia, kamu di larang membuka topengnya," ucap Daniel memberitahu wanita berambut pendek yang akan menjadi boneka malam ini.

Ceklek! 

Wanita itu masuk ke dalam kamar, di lihatnya sosok lelaki yang duduk di sofa dengan topengnya.

Wanita berambut pendek igu langsung saja melancarkan aksinya dengan di awali melucuti pakaiannya sendiri. 

Devien hanya diam saja menatap wanita berambut pendek dari balik topengnya. Dia terus memperhatikan dalam diam wanita itu  melucuti pakaiannya hingga sudah tak btersisa apa-apa. Sialnya entah menagap malam ini dia tak berminat pada wanita itu, pikiriannya hanya tertuju pada sosok Nindy, bahkan wanita yang bertelanjang di depannya saat ini seakan atak berpengaruh apa-apa padanya. 'Ada apa denganku?' batinnya keheranan sendiri. 

Devien tersentak saat wanita bermabut pendek itu sudah di hadapannya dan duduk di pangkuannya, mulai bergerak sensual, Devien pun hanya membiarkan saja wanita itu bergeak, dia tidak ada niat untuk bergerak saat ini, pikirannya tak bisa berhenti memikirkan sosok Nindyy. Sakin anehnya dia, dia mulai berfantasi jika wanita bermabut pendek yang saat ini tengah membelainya itu adalah Nindy. 

Tesadar, dengan cepat Devien menggelengkan kepalanya mencoba membuang sosok Nindy dari pikirannya. Tak mau larut terlalu lama pada sosok Nindy, Devien pun langsung membawa sedikit kasar wanita berambut pendek itu ke ranjang, lalu menghempasnya, dan tanpa pemanasan seperti sebelum-sebelumnya dia langsung mengajar wanita itu, membuat wanita yang di bawahanya mengerang kesakitan karena di masuku secara tiba-tiba di saat masing kering.

Namun Devien tak pernah peduli akan hal itu, yang ia tahu dia harus menuntaskan gairahnya , nafsunya yang gila itu. Devien memang tidak pernah melakukan pemanasan sebelum berhubungan, dia bahkan tak memperdlikan kepuasan lawan mainnya, baginya semua wanita yang di pakainya itu adalah sebuah boneka  yang ia bayar untuk memuaskannya, jadi dia bebas memeperlakukan seperti apapun mainananya. 

"Akhhh Ampun Pak! Ahkhhh!" pekik kesakitan wanita yang di bawah Devien, dia sudah menitikkan air matanya, tak di sangkanya jika lelaki yang du layaninya seakan kesetanan menungganginya berbagai macam gaya tak pernah berhenti ataupun instirahat sejenak. 

"Diam! Kau tidak di perbolehkan berbicara selain mendesah!' bentak Deven selalu begitu yang ia ucapkan jika bonekanya meohon berhenti dengan semua apa yang dia lakukan. 

"Akhhh Pakhhh akithhhhh akhhh!"

"Diam sialan!!"bentak Devien sembari terus menghujam ular pitonnya ke dalam goa lembab berlendir.

"akhhh ouhhhhh!" desahan wanita itu semakin membuat Devien menggila memompa pinggulnya, suara penyatuan kulit pun sangat terdengar nyaring.

***

Sementara Daniel seperti biasa pula dia menunggu di luar kamar menyiapkan sejumlah uang yang akan menjadi bayaran para wanita yang di jadikan boneka oleh sang majikan. 

Dia sudah sangat lama  bekerja dengan Devien, hanya dia yang tahu kebiasaan mengerikan sang majikan, hanya dia yang tahu jika sang majikan memiliki sebuah gairah yang terpendam, memiliki nafsu besar, selama ini orang-orang hanya tahu jika Devien lelaki tampan kaya raya dingin dan tak tersentuh oleh wanita. Padahal di balik segalanya ada sebuah kebiasan yang tersembunyi di balik sempurnanya sosok Dveiencent Jayandra.

Satu jam berlalu, Devien keluar dari kamar tempat ia memakai bonekanya, lelaki itu keluar masih dengan topengnya, sedangkan bagian bawahnya hanya terlilit handuk sebagai penutup. "Daniel, bereskan wanita itu." Perintahnya pada Daniel.

Daniel bangkit dari duduknya dan mengangguk patuh pada sang majikan. "Siap Tuan." Ucapnya dan permisi masuk ke dalam ruangan. Sedangkan Devien masuk ke kamar yang lain, kamarnya. Kamar, yang di jadikannya tempat beristirahat, dia tidak mau membawa bonekanya itu ke kamar pribadinya, dia selalu melakukannya di ruangan lain. 

Daniel masuk, di lihatnya wanita bermbut pendek itu terkulai lemas, tak cuma wanita itu saja yang seperti itu jika habis melayani Devien, tapi hampir semua wanita yang di jadikannya boneka pasti berakhir seperti itu. Daniel berjalan mendekati ranjang yang berantakkan tak berbentuk lagi. "Hey bangun," panggil Daniel pada wanita itu. 

Perlahan wanita berammbut pendek itu bangun dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya. 

"Jangan protes ataupun mengeluh, karena hal ini sudah  kita bicarakan di awal, dan kamu sudah menyetujuinya, sekarang bangun dan ambil bayaranmu ini, lalu pergi dan jangan pernah muncul ataupun buka mulut  itupun jika masih ingin hidup." Ucap Daniel berbicara sebelum wanita itu membuka mulutnya untuk protes.

Daniel memberikan satu gepok uang pada wanita itu. "Itu bayaranmu dan pergi sekarang juga." Ucap Daniel.

Dan sama seperti para wanita-wanita yang di jadikan boneka oleh Devien, mereka semua langsung bersemangat dan berbinar jika setelah di beri uang, dan rasa lelah mereka seakan menghilang begitu saja. 

Seperti saat ini, wanita berambut pendek yang tadi  letih sekali itu tiba-tiba saja bugar dan penuh semangat setelah mendapat uang dalam jumlah banyak, bahkan dengan cepat ia turun dari ranjang lalu memakai pakaiannya . Setelah semua pakaianna terpakai dengan sempurna, ia  menoleh ke arah Daniel. "Aku pergi, terimakaih atas bayarannya." Ucapnya dan melanggag pergi.

"Ingat nyawamu adalah taruhannya jika kamu bercerita pada siapapun mengenai hal ini." 

Langkah wanita itu terhenti, ia menoleh menatap Daniel dengan senyuman di wajahnya. "Aman, aku penjaga rahasia yang handal." Ucapnya memuji dirinya sendii sebelum benar-benar keluar dari apartemen besar itu. 

****

Sementara di salah satu rumah sederhana, seorang wanita berbadan mugil itu tengah menangis tersedu-sedu di hadapan rumah."Pergi?! Saya tidak ingin kamu tingga di sini lagi!' usir seorang wanita peruh baya.

Nindy memungut bajunya yang berserakan karena di lempar oleh sang Tante. "Tante, Nindy mohon, jangan usir Nindy." Mohonya lagi. 

"Saya bilang pergi sialan!"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dihapus oleh Kebohongan dan Cintanya
9.8
Sepuluh tahun berkorban demi Baskara, Aria justru dibuang saat sang suami sukses. Demi Aurora, investor barunya, Baskara menghapus eksistensi Aria dan mengurungnya di gudang gelap meski tahu fobia yang dideritanya. Puncaknya, Baskara membiarkan Aria disiksa penculik demi menyelamatkan Aurora. Dalam kehancuran, Aria menghubungi Tante Evelyn, pengacara tangguh yang siap menjemputnya dengan jet pribadi untuk menuntut balas atas segala pengkhianatan ini.
Sampul Novel Ditakdirkan untuk Pria Terkaya di Dunia
8.1
Dikhianati tunangan saat hamil membuat Livia nyaris tewas hingga terpaksa kabur. Lima tahun kemudian, ia kembali dan menyelamatkan seorang bocah yang ternyata putra miliarder terkaya. Pria itu kini melindunginya, menghancurkan para musuh, hingga membungkam saudari jahat Livia dengan pengakuan mengejutkan tentang pernikahan rahasia mereka selama lima tahun. Livia yang bingung kini harus menghadapi rayuan sang suami misterius yang menginginkan anak kedua.
Sampul Novel Istri Tomboy Sang CEO
8.8
Zella Polly adalah gadis tomboy yang terdesak untuk meninggalkan rumah keluarganya yang penuh diskriminasi. Namun, ayahnya hanya memberi izin keluar jika ia menikah. Di sisi lain, Hugo Chavez, seorang CEO muda, harus segera mencari istri di tengah rasa sakit hati akibat pengkhianatan kekasihnya. Keduanya pun sepakat menjalani pernikahan kontrak sebagai solusi. Mampukah mereka melewati segala rintangan dan dinamika dalam ikatan rumah tangga tersebut?
Sampul Novel Menantu Hina Ternyata Kaya Raya
8.5
Randi terus menghadapi hinaan dan sikap rendah dari mertuanya yang tidak tahu siapa dia sebenarnya. Di balik penampilannya yang sederhana, ia menyimpan kekayaan luar biasa yang tak terbayangkan. Saat identitas aslinya sebagai miliarder mulai terungkap, apakah rasa benci keluarga istrinya akan berubah menjadi penyesalan? Ikuti kisah transformasi menantu yang tertindas ini saat ia menunjukkan kekuasaan dan harta miliknya yang tak terhingga.
Sampul Novel Sandiwara Pernikahan
8.0
Elvano dipandang rendah oleh Tuan Dandi karena kondisi ekonominya yang sulit saat menikahi Nadine. Meski berparas tampan blasteran, ia dianggap tak layak masuk ke keluarga Wijaya lantaran tidak memiliki harta maupun pekerjaan tetap. Sang kakek menantangnya untuk membeli seluruh aset Hotel Chandra jika ingin diakui sebagai menantu sah. Tanpa rasa gentar, Elvano menerima tantangan tersebut dan bersumpah akan membuktikan kemampuannya demi harga diri dan cintanya.
Sampul Novel Suamiku yang Tidak Ada di Rumah Memanjakanku
8.4
Akibat kalah dalam tantangan truth or dare, Kimberly terpaksa menanyakan pertanyaan vulgar kepada pria asing. Ia tak menyangka pria itu adalah Charlie, suami yang belum pernah ditemuinya sejak menikah enam bulan lalu. Charlie yang baru pulang merasa terusik karena mengira istrinya sedang mencari selingkuhan. Alih-alih marah, CEO licik ini justru bertekad mengurung dan memanjakan sang istri. Tak ada kata cerai, ia akan menjerat Kimberly selamanya.