APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Liar Pria Introvert

Gairah Liar Pria Introvert

Kisah ini menyajikan perpaduan unik antara ketegangan yang mencekam dan bumbu komedi yang mengocok perut. Di tengah jalinan romansa yang memikat, terselip unsur mistis yang menambah kedalaman misteri dalam alurnya. Pembaca akan dibawa menyelami petualangan emosional yang tak terduga, di mana setiap rahasia perlahan terungkap. Sesuai judulnya, narasi ini mengeksplorasi sisi lain pria introvert yang penuh gairah dalam balutan atmosfer modern yang sangat intens.
Bab
Bagikan

Bab 3

Awalnya Alvin begitu nyaman dengan tempat tidurnya, meskipun bagian kakinya tertekuk, karena adanya barang milik Laura. Alvin tak bisa menahan rasa ngantuknya ketika kapal sudah mulai oleng, Alvin begitu menyukai keadaan itu, iapun merasa seperti sedang di atas ayunan, hingga ia begitu nyaman dalam tidurnya.

Tapi tak berselang lama, Alvin terbangun, ketika ia mendengar suara tangisan yang sesenggukan, dan ketika ia menoleh, barulah ia bisa memastikan kalau itu adalah tangisan Laura.

Sebenarnya Alvin tipe orang yang malas tau, tapi saat ini dia seolah berkewajiban untuk membuang egonya. Entah, apakah dia hanya ingin sekedar mencari muka dengan Laura, dan memang Alvin tak bisa memungkirinya, kalau Alvin tergoda dengan fisik Laura yang terkesan hampir sempurna.

"Mba ?"sahut Alvin, sambil menenggak ludahnya. Bagaimana tidak, matanya itu langsung tertuju ke arah pangkal paha Laura, dan memang posisi Laura seolah memancing nafsu Alvin.

Sebenarnya  Alvin  panas dingin, karena dengan posisi Laura,  sangat jelas celana dalamnya terlihat oleh Alvin. Ia juga bisa melihat cetakan berbentuk, di balik dalaman berwarna putih milik Laura.

Alvin sempat terpana, tapi Laura mulai menyadari posisinya, dengan sigap, Alvin langsung tertunduk tanpa berani melihat ke arah Laura lagi.

"Kamu lihat apa barusan bocah Ingusan?" Bentak Laura,  kemudian dia turunkan kakinya sambil dia tutup memakai tangan di cela cela pahanya.

"Maaf, tadi aku tidak sengaja melihatnya, kalau Mba mau marah silahkan Mba, soalnya saya tau saya salah !" ucap Alvin masih tertunduk.

"Kamu ini, kalau di ajak ngomong jangan nunduk, bangsaaaaat? "ujar Laura, yang seketika membuat darah Alvin mengalir cukup cepat.

"Kamu jangan membentak saya, saya juga punya harga diri !" ucap Alvin, dan dia seolah membentak Laura.

Laura yang notabenenya baik, penyayang, rendah hati, dan suka menabung, merasa sangat di tindas, hatinya pun begitu rapuh, hingga membuatnya kembali bersedih kembali.

Alvin yang kembali mendengar suara isakan tangis, akhirnya memberanikan diri untuk menatap ke arah Laura. Melihat Laura menangis sejadinya, iapun merasa sangat bersalah. 

"Mba kok nangis ?" tanya Alvin.

"Hiks, hiksss, kamu, siapa suruh bentak aku, aku ngga suka di bentak, hiksss, " 

"Ehhh, gara - gara aku sepenuhnya? Perasaan, mba sudah menangis dari tadi kok, " timpal Alvin.

"Hikkssss, hikssss, " Laura tidak menanggapinya, dan beberapa saat kemudian, setelah tangisan Laura meredah, akhirnya dia kembali menanggapi Alvin.

"Eggak papa kok, Ini sedih aja harus pisah dengan keluarga " ujar Laura sambil menyeka air matanya yang membasahi pipinya.

"Ohh terus mba lari dari kenyataan hidupnya? "tanya Alvin.

"Lebih tepatnya, aku mau balik lagi, soalnya aku sudah kerja di kota, kamu sendiri mau kemana ?"

"Mau ke kota mba, di pulau sebelah, "

"Orang tuamu di sana ?" 

"Saya Rencana Ingin merantau di sana mba !" jawab Alvin.

"Apa ? bocah penakut seperti kamu ingin merantau, atau aku salah denger ?" 

"Ngga kok, mba ngga salah dengar, saya mau pergi ke pulau sebelah merantau atau lebih tepatnya mengadu nasib !" jawab Alvin tegas.

Laura tidak langsung menimpalinya, sejenak dia terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu.

"Mau kerja apa kamu di sana  ?" tanya Laura, setelah beberapa saat.

"Belum tau mba, aku rencana sampai di sana baru mau nyari, yang cocok dengan skilku !"

"Ohh, kamu lulusan sarjana yah ?" 

"Ehh, bukan, aku lulusan sekolah menengah saja, " 

"Hmmm, kamu bisa apa sih ? " 

"Entahlah mba, tapi aku rajin membantu ibuku di rumah, untuk sekedar berbenah !" 

Lagi dan lagi Laura terdiam, namun setelahnya ia tersenyum manis ke arah Alvin. Laura juga merasa, kalau sosok pria di depannya itu, bisa membuat bad moodnya jadi good mood. 

"Kamu mau ikut kerja denganku tidak ?" tanya Laura.

"Memangnya kerja apa mba ?" tanya Alvin balik.

"Kerja di club,  " 

"Club mobil atau motor?"

"Hihihi, dasar bocah !" Timpal Laura sambil menggelengkan kepalanya.

Mereka pun melanjutkan obrolannya, Alvin sudah berani menatap Laura, karena memang sebenarnya ia gampang menguasai keadaan jikalau hanya mengobrol dengan satu orang saja, itupun tergantung lawan bicaranya, lawannya cuek berarti ia akan merasa sungkan, namun jika obrolanku terasa nyaman, pasti ia tidak merasa sungkan untuk terkesan akrab.

"Marketing itu apa yah, pemasaran ?" tanya Alvin.

"Iyya kerja Marketing di bagian memuaskan lawan jenis atau BO  !" ujar Laura,  tapi Alvin belum mengerti.

"Bagian mana lagi itu, gimana cara kerjanya ?" tanya Alvin penasaran.

"Ternyata selain  penakut, kamu juga kudet, jadi kerja aku itu berhubungan intim dengan laki laki yang mau membayarku !"

"Jadi kakak udah pernah Gituan ?"

"Astaga kamu ini, namanya juga kerja begitu yah hampir tiap malam aku begitu dengan laki laki !" ujar Laura sambil menepuk jidat tiga kali.

"Kok kakak mau sih kerja begitu, padahal itu tidak baik kak?" 

"Yah gimana lagi, tidak ada pilihan lain, karna cuman kerja gitu yang cocok denganku," ujar Laura sambil menunduk.

"Aku tau ini pekerjaan kotor, tapi aku butuh uang buat menghidupi ke dua anak anak ku, dia di jaga oleh neneknya di kampungku" ujar Laura.

"Kakak udah nikah ?" tanya Alvin.

"Iyya, sebelumnya kawin lari dengan pacarku sampai aku memiliki dua orang anak, tapi tiba tiba suami kakak kabur entah kemana, jadi mau tak mau aku kembali ke rumah orang tua, dan akhirnya memilih merantau. Tapi di tawarkan kerja BO, yah langsung terimah aja kebetulan gajinya lebih dari cukup untuk membiayai anak- anakku !"

Mendengar penjelasan itu, Alvin terlihat begitu terharu dengan perjuangan Laura. Bagaimana tidak, selama ini, dia hanya mengeluh dengan sikapnya, serta ada satu impian yang mau ia capai, yaitu menjadi orang sukses.

"Oiya, kenalkan namaku Alvin, dari tadi kita ngobrol tapi kita belum kenalan,  makanya tadi pertama aku panggil mba dan panggil kakak lagi, hehehe !"  ujar Alvin sembari menggaruk kepala.

Alvin kemudian duduk melantai, berhubung ia mau merasa lebih rileks, dan ia juga mau duduk selonjoran.

"Oiyya panggil aja Laura,  ujarnya kemudian dia ikut duduk melantai dengan Alvin.

"Kakak di atas aja ngga papa kok !" 

"Di sini aja, masa kamu di bawah, nanti kamu intipin cdku lagi, hihihi !" timpal Laura.

"Maaf kak, saya mau tanya kak tadi kakak mengajakku kerja sebagai apa ? Memangnya ada gitu kerjaan cocok buat aku ?" 

"Kalau kamu berani mengangkat kakimu dari tanah kelahiranmu, dengan tujuan untuk mengubah nasibmu di tanah perantauan, itu tandanya kamu mengandalkan dirimu sendiri, selama ada kemauan, pasti ada jalan. " Ujar Laura.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO lumpuh itu, suamiku
9.5
Rachel Martinique, seorang dokter bedah, terjebak dalam pernikahan paksa sebagai alat penebus hutang keluarganya. Ia harus bersuami dengan seorang CEO lumpuh yang tidak ia kenali sebelumnya. Kehidupan baru ini penuh ketegangan karena sang suami menyimpan kebencian mendalam terhadap dirinya. Tanpa landasan cinta, Rachel harus menghadapi ketidakpastian dalam rumah tangga mereka. Akankah kasih sayang tumbuh seiring waktu, ataukah nasib buruk yang menanti?
Sampul Novel Cinta Muara Luka
8.2
Pasca kehilangan ibunya, Yasmin yang merupakan putri tunggal pengusaha transportasi jatuh hati pada seorang pria pekerja keras. Namun, kebahagiaan itu hancur saat rahasia kelam orang tuanya terungkap hingga ia nyaris mengakhiri hidup. Kehadiran Fatih kemudian menjadi titik balik besar dalam hidupnya. Kini, Yasmin terjebak dalam dilema antara membuka hati untuk lembaran baru atau tetap bertahan pada cinta pertamanya yang telah meninggalkan luka mendalam.
Sampul Novel Di Jodohkan Dengan Om Galak
8.2
Nessa, mahasiswi cantik berkepribadian bebas, terpaksa menerima perjodohan dengan Arga, CEO dingin yang pernah ia temui dalam situasi buruk. Meski Arga masih dibayangi masa lalu, keduanya sepakat menjalani pernikahan kontrak selama setahun tanpa sepengetahuan orang tua. Namun, dinamika di antara mereka mulai berubah seiring berjalannya waktu. Akankah cinta tumbuh di tengah rahasia ini, ataukah kembalinya masa lalu Arga akan menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Gadis Kecil itu Istriku
8.2
Kehidupan seorang siswi SMK berubah drastis setelah sebuah malam pesta yang tak terkendali. Saat menghadiri acara di hotel mewah milik rekannya, ia justru kehilangan kesuciannya dalam situasi yang tidak terduga. Tragedi ini menjadi titik balik bagi sang gadis muda dalam menghadapi realitas dunia dewasa yang keras. Kini, ia harus menanggung konsekuensi dari peristiwa malam itu sembari berjuang menentukan arah masa depannya yang kian rumit.
Sampul Novel Gairah Cinta Senior
8.4
Diana memprioritaskan masa depan di atas asmara, bahkan nekat menolak cinta Arga meski mereka saling suka sejak lama. Namun, keteguhannya diuji saat ia memasuki dunia perkuliahan. Di tengah upaya Arga yang terus mengejarnya dari jauh, Diana justru bertemu Bara, senior galak dengan reputasi bad boy yang mulai menunjukkan ketertarikan padanya. Kini Diana terjebak dalam dilema antara kesetiaan pada masa lalu atau menyerah pada gairah baru yang menantang.
Sampul Novel Istri Idaman Tuan Ares
8.1
Perjodohan paksa merupakan fenomena klasik yang kerap membebani siapa pun, terutama jika harus bersatu dengan orang asing tanpa landasan cinta. Beban berat inilah yang kini menghimpit hidup Ares dan Anggun. Meski hati menolak, mereka terjebak dalam situasi yang tidak memberikan celah untuk melarikan diri. Keduanya terpaksa menghadapi komitmen yang tak diinginkan, di mana alasan apa pun tidak cukup kuat untuk membatalkan ikatan pernikahan tersebut.