APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Masa Remaja

Gairah Masa Remaja

Dalam momen yang penuh gejolak, Billy perlahan melepas rok yang kukenakan. Aku hanya bisa menggerakkan kaki untuk membantunya hingga pakaian itu terlepas, menyisakan celana pendek di balik kainnya. Saat Billy menyingkirkan celana tersebut, ia terpaku menatap kakiku yang mulus tanpa cela. Jemarinya mulai menelusuri kulitku dengan perlahan, membuatku terhanyut dalam sensasi yang ia berikan. Aku hanya bisa terdiam dan menikmati setiap sentuhan Billy padaku.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Kamu beneran gak apa apa do?" Kataku ragu.

.

"Udah jawab aja cepet, ini bentuk terimakasih aku ke kamu, ayo cepet" Kata Edo lagi.

.

Aku pun mengambil buku itu dan mengangkat tanganku dengan perlahan.

.

"Oh si Una angkat tangan, maju Una" Kata Pak Bagas dengan tersenyum tipis.

.

Akupun maju dan mengambil spidol dari tangan Pak Bagas, saat aku mengambil spidol dari tangan pak Bagas aku merasakan tangan ku dielus sebentar oleh Pak Bagas. Tapi tak kupikirkan karna aku memikirkan perasaan tidak enak ku sama Edo, sebelum menjawab soal itu, aku memalingkan wajah ku ke arah Edo dan aku melihat dia tersenyum kepadaku, seperti memberikan semangat kepadaku. Lalu aku pun menjawab soal itu.

Aku pun selesai dan mengembalikan spidol itu ke Pak Bagus, Pak Bagus langsung tepuk tangan diiringi tepuk tangan dari teman dikelasku.

.

"Ini jawaban benar sekali, udah pinter, cantik, sholehah wah sempurna banget kamu Una" Kata Pak Pram menepuk pundak ku.

.

"Hehe makasih pak" Bergegas aku langsung duduk di bangku ku.

.

"Makasih yah do" Ucapku sambil tersenyum

.

"Iya na sama sama" Kata Edo kembali.

.

Pelajaran kembali dilanjutkan dan Pak Bagas memberikan PR yang akan dikumpulkan lusa nanti.

.

Tak terasa waktu pulang pun tiba, aku pun bersama Linda dan Anin berjalan menuju pintu gerbang sekolah.

.

"Bangke tu si Pak Bagas, malah ngasih tugas" Kata Anin dengan nada dan wajah kesal.

.

"Mana susah banget lagi nyet hedeh, berkurang waktu healing gua" Kata Linda menimpal.

.

"Sudah sudah kerjain aja ngapasi, gak ganggu banget jua waktu healing Lin" Kataku kepada mereka.

.

"Eh Una, tadi kan lu liat soalnya PRnya Susah banget, gimana mau ngerjain kalo gak paham sama soalnya" Kata Linda sambil menghela nafas.

.

"Ah makanya pakai otak dong, gua mau minta tolong ama kakak gue aja deh, diakan guru les matematika Di tempat bimble" Kata Anin sambil sumringah

.

"Ye enak banget lo, gua nyontek aja deh nanti ama lo nin" Kata Linda

.

" Aman Linda sayang, kalo lo Una, mau nyontek ke gua juga?" Kata Anin bertanya kepadaku

.

"Ah nggak ah, gua mau ngerjain sendiri" Kataku

.

"Yasudah" Kata Anin

.

Saat aku berjalan keluar aku melihat Edo sendirian di halte dia mungkin menunggu bis kota untuk pulang.

.

"Eh Una aku duluan yah udah dijemput papah" Kata linda sambil melambaikan tangannya.

.

"Aku juga na, babai sampai jumpa besok baby" Kata Anin berjalan kearah mobil pribadinya.

.

Aku pun berjalan ke arah Edo dan langsung duduk di sampingnya.

.

"Eh do, mau pulang bareng aku gak?" Kataku sambil tersenyum padanya.

.

"Gak usah Una, aku naik bis aja" Kata Edo dengan suara lembut.

.

"Ah ikut aja, kan kamu udah bantuin aku, sekarang aku yang bantuin kamu" Kata ku.

.

"Gakpapa? " Kata Edo heran.

.

"Gakpapa, dari pada kamu disini sendirian, ntar bully lagi, iyakan? " Kataku

.

"Iyasih, yaudah deh kalo kamu maksa" Kata Edo sambil menatap ke arah ku dan tersenyum.

.

"Nah itu Pak Pram udah jemput. Ayooo" Kataku dengan semangat dan sambil menarik tanganya.

.

Mungkin kalo dilihat oleh murid lain kami seperti gandengan tangan. Namun aku tak memperdulikan hal itu, aku dan Edo langsung menuju mobil sambil menuntum tangan Edo.​.

"Halo non, eh ada temennya siapa ini?" Kata Pak Pram menyapaku

.

"Ini temen aku Pak namanya Edo, yuk Do masuk" Aku dan edo pun duduk besebelahan dibelakang.

.

Mobilpun berjalan menuju kearah rumahku. Didalam perjalanan aku teringat kata Linda, katanya soal dari Pak Bagas lumayan Susah, jadi aku berfikir untuk minta bantuan ke Edo buat bantuin aku mengerjakan soalnya.

.

"Oh ya do, kamu mau bantuin aku kerjain soalnya Pak Bagas gak? Susah banget ini" Kataku

.

"Emang mau ngerjainnya dimana? " Kata Edo balik nanya.

.

"Dirumah aku aja, mau kan?" Kata ku.

.

"Ntar aku pulangnya gimana, soalnya kan rumah kamu jauh banget sama rumah aku" Kata Edo.

.

"Ntar di anter sama Pak Pram, iyakan Pak Pram? " Kataku sambil mengarahkan pandanganku ke Pak Pram.

.

"Siap non, den Edo bantuin si Non Una yah, biar nilainya bagus" Kata Pam Pram sambil mengacunglan jempol di tangan kirinya.

.

" Nah do maukan, please dooo" Sambil merendahkan suaraku dan tanganku ke tangan Edo.

.

Edo kaget dengan reaksiku, lalu dia mengiyakan permintaan ku.

.

"Beneran do, ahhh makasih yah do" Kataku sambil memeluk edo dari samping. Aku merasakan dua gundukan payudara ku mengenai lengan Edo, tapi aku tak berfikiran aneh aneh, karna senang dapat bantuan dari Edo. ​.

Kami pun sampai dirumahku dan aku pun langsung menuntun Edo kekamarku.

.

"Wah gede banget rumah kamu" Takjub Edo Melihat Rumahku yang gede.

.

"Ah biasa aja do, eh langsung kekamar aku aja yuk" Kataku

.

"Eh emang nggak papa? " Kata Edo

.

"Gakpapa ayolah" Sambil meraih tangan edo dan menariknya. Aku dan Edo masuk kekamarku.

Aku dan Edo masuk mar ku, aku melihat iya takjub ternganga melihat kamarku, aku memaklumi saja dia seperti itu, dalam pikiranku mungkin saja iya baru pertama kali melihat kamar cewe dan juga luas kamarnya hampir seperti rumah tempat tinggalnya sendiri, Edo memang berasal dari keluarga yang kurang berada, mengingat iya hanya tinggal seorang diri dirumahnya. Ayah ibunya sudah lama berpisah, dan ibunya pergi bekerja jadi TKW di hongkong. Aku tau cerita dia saat dia bercerita kepadaku saat disekolah, jadi itu alasanku memakluminya bereaksi seperti ini. Sampainya didalam kamar aku langsung kekamar mandi, cuci muka, dan mengganti pakaianku. FYI kamar mandiku berada didalam kamarku juga.

.

"Eh Do aku kekamar mandi dulu ya mau ganti baju, kalo kamu mau duduk, duduk aja di ranjang atau bangku belajarku. Anggap aja kaya kamar sendiri" Ucap ku tersenyum sambil mengambil baju piyama dan jilbab ganti ku didalam lemari.

.

"Oh iya Una, bagus banget kamar kamu, gede lagi, Wangi juga, pantes kamu suka banget dikamar. Orang kamarnya aja begini hahaha" Kata Edo sambil tertawa.

.

"Ah biasa aja Do, aku kekamar mandi dulu yah mau ganti pakaian, awas ngintip" kataku sambil menunjukan jari telunjuk ku kepada Edo.

.

"Yeeeee..... nggak lah yah, gak gitulah aku orangnya" Kata Edo sambil mengkerutkan dahinya.

.

"Okedeh" Lalu aku pergi kekamar mandi.

.

Aku mandi sebentar karna keringatku saat disekolah yang membuat bau badanku tidak enak. Setelah mandi dan mengganti pakaian ku, akupun keluar dan menemui Edo. Saat aku keluar dari kamar mandi, Edo duduk di tepi ranjangku dan masih saja melihat seisi ruangan kamarku, kepalanya tak henti hentinya bergerak mengarah atas kiri kanan. Baru pertama kali aku mengajak seorang lawan jenis ke kamarku, ditambah lagi reaksinya yang seperti itu yang membuat lucu.

"Do, ngeliatin apaan sih? " Kataku dengan mengejutkannya. Dia pun kaget.

.

"Eh, astaga kaget aku Una, untung gak copot ni jantung haha" Katanya kaget.

.

"Lagian kamu ngeliatin kamarku segitunya, biasa aja kali" Kataku sambil duduk disampingnya di atas ranjangku.

.

"Ya gimana, kamar kamu sebagus ini, haha... Baru pertama kali aku masuk kamar cewe" Kata dia sambil mengusapkan kedua tangannya di atas paha.

.

"Ya terserah kamu" Balasku.

.

Tiba tiba Edo mendekatkan badannya ke arahku, apa yang dia lakukan itu membuat kaget dan menjauhkan sedikit badanku darinya.

.

"Eh Do, kamu kenapasih" Responku kebingungan.

.

"Lu mandi ya tadi Una" Kata iya bertanya sambil memundurkan lagi badannya.

.

"Iyalah, emang kenapa ?" Jawab ku.

Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aksara Cinta Antara Harta dan Pilihan
8.2
Amora Carolline terjepit dalam dilema besar antara ambisi karier dan asmara. Kehadiran Arka Christian, pebisnis sukses yang menawarkan kemewahan, membawa Amora ke dunia gemerlap. Namun, muncul Vano Elbar, pria pilihan ibunya yang menawarkan kehangatan serta ketulusan dalam kesederhanaan. Kini, Amora harus menentukan arah hidupnya: mengejar harta bersama Arka yang penuh tekanan, atau memilih cinta tulus Vano meski hidup terbatas. Sebuah pencarian makna cinta sejati.
Sampul Novel Aku gundik
8.0
Ragazza Perfetto dikenal sebagai sosok pria kaya raya yang memiliki kepribadian hampir tanpa celah. Namun, kesempurnaan hidupnya seketika hancur saat wanita yang ia cintai dengan sepenuh hati justru tega mengkhianatinya. Tanpa belas kasihan, belahan jiwanya tersebut menginjak-injak harga diri Ragazza dan menyerahkan kehormatannya kepada seorang gundik. Kini, sang miliarder harus menghadapi kenyataan pahit saat martabatnya dilemparkan begitu saja dalam konflik romansa ini.
Sampul Novel Bangkit dari Kematian Palsuku
8.7
Sepuluh tahun pernikahan dikhianati saat Mahendra berselingkuh dengan Kiana. Setelah disiksa hingga cacat permanen akibat ulah mereka, aku dibiarkan sekarat dalam kecelakaan tragis. Dibantu Prakoso, aku memalsukan kematian di sebuah kebakaran demi memulai hidup baru sebagai pelatih balap legendaris di luar negeri. Tiga tahun berlalu, aku telah sukses dan berada di puncak karier. Tiba-tiba, Mahendra muncul dengan penuh penyesalan dan memohon kesempatan kedua.
Sampul Novel Collateral Fate
9.5
Letnan Arya Pradipta dari pasukan khusus mengemban misi berisiko tinggi demi menyelamatkan Alana Weston, relawan yang diculik teroris internasional. Namun, operasi rahasia ini berubah menjadi perjuangan hidup mati saat mereka terjebak di zona musuh yang berbahaya. Arya segera menyadari bahwa penculikan Alana bukan sekadar aksi kriminal biasa, melainkan bagian dari konspirasi politik besar yang mengancam keselamatan mereka di tengah pelarian.
Sampul Novel Kudapatkan Yang Lebih Baik Darimu
8.3
Kebahagiaan rumah tangga Nadhira dan Alfahri mulai retak sejak kedatangan Ibu Sita. Sang mertua yang tidak menyukai latar belakang Nadhira yang miskin terus menghasut putranya agar mencari istri baru, terutama karena mereka belum memiliki anak. Tekanan tersebut akhirnya membuat Fahri goyah dan berkhianat. Di tengah badai konflik keluarga dan campur tangan mertua yang toksik, Nadhira harus menghadapi kenyataan pahit perceraian yang mengubah hidupnya selamanya.
Sampul Novel Mafia Kejam Jatuh Cinta
9.6
Deo Morte Picasso, pemimpin mafia Italia yang benci wanita, terpaksa kabur ke desa demi menghindari tuntutan nikah orang tuanya. Di sana, sang Dewa Kematian justru terpikat oleh kembang desa hingga terlibat skandal satu malam. Tragedi kematian orang tua memaksa Deo pergi meninggalkan gadis itu dalam kondisi hamil. Dua tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali. Namun, Deo kini sudah berkeluarga, meninggalkan luka dan tanda tanya besar bagi nasib sang ibu tunggal.