APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Pewaris Hanya Untuk Pengantin Penggantinya

Gairah Pewaris Hanya Untuk Pengantin Penggantinya

Selena Hart terpaksa menerima tawaran gila dari Damian Jorch demi melunasi biaya medis tantenya. Ia dibayar satu juta dolar hanya untuk menjadi pengantin pengganti karena wajahnya sangat mirip dengan tunangan Damian yang hilang, Elsie Sonata. Rencana awalnya sederhana: Selena cukup berdiri di altar dan mengucapkan janji suci. Namun, kendali Damian runtuh saat ia mabuk dan menyentuh Selena. Kesepakatan kontrak itu kini berubah menjadi hubungan yang jauh lebih rumit.
Bab
Bagikan

Bab 2

Malam di Penthouse Mewah Keluarga Jorch, Upper East Side, Manhattan

Damian lemparin kemejanya ke sofa, nunjukin otot-ototnya yang kek pahat dewa-dewa Yunani. Dia melangkah ke jacuzzi yang masih ngepul panas, ngerasain hangatnya meresap pelan-pelan ke kulitnya. Hari-hari belakangan ini tuh gila banget. Kerjaan non-stop, jadwal kacau, plus persiapan nikah yang bikin kepala muter. Tapi besok? Besok semuanya bakal worth it, karena dia bakal ngiket janji sama cewek impiannya, Elsie Sonata.

Dia nyender santai di pinggiran bak, matanya merem sambil ngambil napas panjang. Damai banget, sampai...

"Cklek."

Suara pintu ngebuka bikin dia langsung melek. Nalurinya langsung waspada, tapi berubah melunak pas liat siapa yang berdiri di ambang pintu.

"Boleh gabung?" suara lembut Elsie terdengar.

Damian ngeluarin senyum isengnya. "Tentu aja."

Elsie jalan masuk, kakinya yang jenjang kena sorotan lampu remang-remang. Dia narik turun tali gaun tidur sutranya, ninggalin lingerie elegan yang bikin Damian nelen ludah.

"Hangat, ya," Elsie berbisik, ngelepas dirinya ke air. Mereka duduk berhadapan, jaraknya cuma selempar napas.

"Kamu tuh... bener-bener," Damian godain sambil nyengir. Elsie nyengir balik, matanya berbinar.

"Aku ngerasa kayak kita udah nikah, tahu gak?" Elsie bisik lembut, makin deketin wajahnya. Bibirnya nempel di bibir Damian, tangannya jalan-jalan pelan di dada cowok itu.

Tapi sebelum semuanya kebablasan, Damian mundur. Ekspresinya berubah, dari bergairah jadi tegas.

"Kenapa?" Elsie nanya, alisnya naik.

"Aku gak mau ambil keperawananmu sebelum kita resmi nikah," Damian jawab tegas.

Elsie melotot gak percaya. "Yah, ayolah, ini kan cuma sedikit seru-seruan," dia ngecoh Damian, tangannya masih coba narik cowok itu balik.

"Abis nikah, Els," Damian ulang, berdiri dan ngeraih handuk. Dia ngebungkus badannya, nadanya gak bisa diganggu gugat. "Kita punya seumur hidup buat ini."

Elsie melemparkan tatapan kesal. "Damian! Nikahnya aja tinggal 16 jam lagi. Kenapa sih lo kaku banget?" Dia mencibir, frustasi. "Cowok lain tuh pasti udah nyerah sekarang. Tapi lo? Argghh!"

Dia sempet mikir, terus tiba-tiba berbisik sendiri, "Apa dia impoten? Gak mungkin. Gue liat dia 'berdiri' tadi."

Damian ketawa kecil sambil jalan keluar. Buat dia, 16 jam itu secepat kilat.

☆☆☆

Bushwick, Brooklyn

Di sisi lain kota, Selena ngedorong pintu apartemennya yang kecil. Udara musim gugur yang dingin ikut masuk, bikin dia merapatin jaket yang udah buluk.

"Cloe?" dia manggil pelan, tapi realita langsung nyenggol kepalanya. "Oh, iya. Rumah sakit."

Dia ngehempas ke sofa lusuh di sudut ruangan, narik selimut rajutan biru yang selalu ada di sana. Badannya gemeter, bukan cuma karena dingin, tapi juga karena beban pikiran.

"Gue gak bisa kehilangan tante gue," dia bisik, suaranya pecah. "Tapi duit gue? Nol besar. Gue bener-bener kepepet."

Air matanya ngalir tanpa ampun, ngebasahin pipinya sampai dia kecapekan sendiri. Akhirnya, Selena ketiduran, dengan tangis yang belum sempet kering.

☆☆☆

Pagi di Penthouse Keluarga Jorch, Manhattan

Suasana meja makan yang biasanya elegan dan tenang berubah menjadi sedikit ramai pagi itu. Damian duduk di meja marmer putih besar, ditemani orang tuanya, Richard dan Vivian Jorch, serta calon mertuanya, Charles Sonata.

"Setelah pernikahan, kalian harus ambil liburan. Aku akan urus semua keamanannya," ujar Richard, ayah Damian, sambil mengaduk kopi hitam favoritnya.

"Kamu memang selalu teliti, Richard," puji Vivian dengan senyum bangga.

"Elsie beruntung masuk ke keluarga ini. Keamanannya memang harus jadi prioritas," tambah Charles, calon ayah mertua Damian, dengan nada tegas.

"Kalau begitu, biar aku mulai siapkan dekorasi untuk kamar cucu pertama kita," ujar Charles lagi, setengah bercanda.

"Charles, mereka bahkan belum menikah! Jangan langsung beri tekanan soal anak," Vivian menimpali, membuat semua orang tertawa ringan.

Damian tersenyum kecil, membayangkan wajah Elsie saat mendengar rencana itu. "Elsie pasti senang mendengar ini," katanya santai.

Namun, momen ceria itu mendadak terhenti ketika ponsel Charles berdering keras, memecah suasana.

"Maaf sebentar," kata Charles, mengambil ponselnya.

Namun, raut wajahnya langsung berubah serius saat mendengar suara di seberang. "Apa maksudmu Elsie kabur?!" serunya, membuat semua orang di meja terdiam.

Vivian menjatuhkan garpu di tangannya, matanya melebar penuh keterkejutan. "Kabur? Itu nggak mungkin!"

Richard menatap Damian tajam, mencoba memahami situasi.

"Dia meninggalkan catatan di kamarnya," suara di telepon terdengar jelas meski pelan. "Tidak ada tanda-tanda ke mana dia pergi. Kami sudah memeriksa semua CCTV, tetapi-"

"Berhenti bicara dan temukan dia sekarang juga!" Charles memotong dengan nada tegas sebelum menutup telepon dengan kasar.

Kamar makan yang tadinya dipenuhi tawa kini terasa dingin. Semua mata tertuju pada Damian, yang hanya bisa membalas dengan tatapan bingung.

"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Damian bertanya pada ayahnya, suaranya dingin dan tegas.

Vivian menutup mulutnya dengan tisu, tangannya bergetar. "Ini pasti lelucon. Dia tahu betapa pentingnya hari ini bagi kita semua."

Damian termenung, mencoba menghubungkan titik-titik di pikirannya. Ingatannya kembali ke percakapan tadi malam di jacuzzi. "Apa mungkin dia marah karena itu?" gumamnya pelan.

Richard mendengar gumaman itu. "Apa yang kamu maksud?" tanyanya tajam.

Damian mengangkat wajahnya. "Dia minta sesuatu tadi malam, dan aku menolak. Tapi itu... tidak masuk akal kalau dia kabur hanya karena itu."

Charles berdiri dengan tatapan penuh kecurigaan. "Apa yang dia minta? Jangan bilang dia ada di kamarmu semalam!"

"Dia nggak ada di kamarku," Damian menjawab tegas, meski pikirannya mulai kacau.

"Aku akan periksa kamar Damian," Vivian memutuskan, langsung berdiri menuju kamar anaknya.

Richard menghela napas berat. "Kalau ini bocor ke media, reputasi keluarga kita hancur. Perusahaan kita, nama baik kita..." Dia menatap Damian tajam. "Kamu harus menyelesaikan ini sebelum semuanya berantakan!"

Damian bangkit dari kursinya, menatap lurus ke arah ayahnya. "Aku akan menemukannya."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Masih Bocil, Om
9.5
Ulang tahun ke-18 yang seharusnya indah berubah menjadi kenyataan pahit bagi seorang gadis muda. Ia terpaksa menikah dengan David, pria dewasa yang asing baginya. Alih-alih romantis, interaksi mereka justru diwarnai perdebatan konyol soal kartu kredit versus uang tunai untuk membeli jajanan. Di tengah ketidakpastian masa depan pernikahannya, sosok Dinar muncul dan terang-terangan menanti status jandanya. Akankah ia menemukan bahagia atau justru terjebak sengsara?
Sampul Novel Aku Mengandung Setelah Diusir Mamamu
9.1
Adelia baru menjalani tiga bulan nikah kontrak dengan CEO Arsenio Arfandra saat ibunda sang suami mengusirnya akibat kebohongan yang terungkap. Sebulan kemudian, Adelia hamil anak Arsenio, namun pria itu justru menolaknya mentah-mentah. Meski Arsenio akhirnya menyesal dan ingin kembali, Adelia justru muncul sebagai mempelai manajer bernama Vino. Kini Arsenio harus menghadapi kenyataan pahit saat Adelia merahasiakan identitas ayah kandung Giovanni.
Sampul Novel Aku Tidak Akan Memaafkanmu
9.1
Alea diadopsi oleh pasangan konglomerat, Reynald dan Marina, sejak kecil. Namun di usia dewasa, ketenangan rumah mereka terusik saat Reynald mulai menaruh perasaan terlarang pada putri angkatnya itu. Di tengah ketidaktahuan Marina yang fokus pada terapinya, Alea merasa tertekan oleh obsesi sang ayah. Segalanya berubah saat rekaman rahasia mengungkap skandal yang mengancam keutuhan keluarga mereka. Haruskah Alea bicara atau tetap diam demi membalas budi?
Sampul Novel Bos Posesifku
9.5
Richard Lewis awalnya meremehkan Viola, sekretaris barunya yang cantik namun ternyata sangat cerdas dan tangguh. Terpikat oleh pesonanya, Richard berupaya keras memenangkan hati Viola meski sang wanita masih menutup diri akibat trauma pengkhianatan masa lalu. Lewat sikap posesif dan aturan ketat, Richard mencoba membuktikan kesungguhannya. Namun, Viola tetap bergeming. Akankah Richard berhasil meluluhkan Viola di tengah persaingan dengan dua pria lainnya?
Sampul Novel Gairah Liar Sang CEO
9.7
Rafael Aditya Syahreza, CEO yang kerap bergonta-ganti pasangan, menjerat Vanessa setelah sebuah ketidaksengajaan di ranjang. Ternyata, Vanessa adalah kekasih Adrian, adik kandungnya sendiri. Rafael memanfaatkan situasi ini demi kepuasan nafsu sekaligus menuntaskan dendam masa lalu. Akankah ia berhasil merebut Vanessa dari adiknya? Bagaimana nasib Vanessa saat menyadari dirinya hanya alat balas dendam, dan mampukah ia menerima kenyataan pahit tersebut?
Sampul Novel Istri mandul CEO bucin
8.8
Lima tahun membina rumah tangga, Asmaraloka dan Cadis Diraizel dikenal sebagai pasangan harmonis yang saling mencintai. Namun, kebahagiaan mereka mulai goyah saat Ara divonis mandul oleh dokter. Meski sang CEO tetap setia dan menerima kondisi tersebut tanpa menuntut keturunan, rasa minder Ara memicu keretakan. Situasi kian pelik ketika pihak ketiga hadir memperkeruh suasana dengan berbagai kesalahpahaman. Mampukah cinta tulus mereka bertahan menghadapi cobaan ini?