APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Terlarang

Gairah Terlarang

Bab
Bagikan

Bab 3

"Woow... bagus sekali burungmu Alan." Kata Bu Elissa, sambil mengelus batang penisnya yang sudah sangat keras.

Saking kerasnya, burung Alan sampai manggut-manggut, menandakan burung itu sudah ingin segera masuk ke dalam sangkarnya.

Alan hanya diam saja, karena Alan sangat malu burungnya dilihat oleh gurunya sendiri.

Alan pun sangat penasaran, apa yang akan Bu Elissa lakukan dengan burungnya, Alan juga mulai menikmati sentuhan tangan nya Bu Elissa.

Karena rasanya sangat nikmat, akhirnya Alan pun membiarkannya.

"Alan kok bengong." Ucap Bu Elissa membuyarkan lamunannya.

Alan kembali sadar, lalu berkata.

"A_aku nggak tau bu, ini bawaan pabriknya Bu." Jawab Alan sangat gugup, karena tangan Bu Elissa terus mengelus-elus batang penisnya, sehingga membuat tubuh Alan terasa panas dingin dan merinding.

"Ibu boleh menyentuhnya kan?" Tanya Bu Elissa sambil terus memainkan burungnya.

"Aneh, udah tau dia lagi pegang-pegang burungku. Pake segala sok-sok izin" Ucap Alan dalam hati.

Mendengar Bu Elissa berkata seperti itu, Alan hanya menganggukkan kepalanya, karena Alan juga sangat penasaran, apa yang akan Bu Elissa lakukan selanjutnya.

Setelah mendapatkan izin, Bu Elissa mengocok pelan batang penisnya.

Alan mulai merasakan kenikmatan yang sesungguhnya, saat penisnya di kocok oleh Bu Elissa, hingga tubuh Alan semakin merinding.

Beberapa saat kemudian, Bu Elissa mendorong tubuhnya Alan hingga terjatuh di atas sofa.

Alan sangat kaget melihat Bu Elissa mendorong tubuhnya.

Bu Elissa berjongkok di depan Alan, hingga terlihat jelas celana dalamnya yang berwarna merah jambu.

Seketika penis Alan semakin mengeras dan membesar, karena warna merah jambu sudah membuat Alan semakin terangsang.

"Kok bisa tambah besar Alan?" Tanya Bu Elisa cukup kaget, karena penis Alan tiba-tiba membesar begitu saja.

"E_enggak tau Bu, mungkin karena aku liat warna merah jam...! huup." Alan langsung menutup mulutnya, karena hampir saja keceplosan.

"Kamu barusan bilang apa?" Tanya Bu Elissa sembari memastikan, padahal Bu Elissa mendengar dan tahu apa yang baru saja Alan katakan.

"E_enggak papa bu." Alan sangat gugup, bahkan perasaannya sudah tidak karuan.

"Kamu liat celana dalam Ibu ya?" Tanya Bu Elissa lalu tersenyum liar menatap Alan yang terlihat sangat gugup.

"Ma_maaf Bu sedikit, tapi sekarang udah nggak liat kok." Ucap Alan ketakutan, lalu mengalihkan pandangannya karena merasa malu.

Bu Elissa kembali berkata.

"Kamu mau lihat nggak?" Tanya Bu Elissa berhasil membuat Alan semakin gila.

Belum sempat Alan bicara, Bu Elissa langsung menarik rok nya keatas, hingga terlihat jelas celana dalamnya yang berwarna merah jambu.

Alan tidak berani melihatnya, karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tak lama, Bu Elissa kembali berjongkok di depan Alan. Tanpa hitungan 123, Bu Elissa langsung melahap benda ajaib Alan dengan sangat lahap.

Haapp... Aarghh... Alan pun mendesah karena rasanya sangat nikmat, saat Bu Elissa mengulum penisnya.

Alan merasa tubuhnya seperti tersengat listrik bertekanan tinggi, bahkan, tubuh Alan sesekali bergetar karena Alan sudah sangat terangsang.

"Bu.. Ja_jangan Bu, itu kan jijik." Kata Alan terbata-bata, hingga mata Alan merem melek menahan nikmat.

Bu Elissa tidak memperdulikannya, Ia terus mengulum penisnya Alan, karena Bu Elissa sudah sangat terangsang.

Clook...Clook. Aarghh...Hhmmm.. Alan terus mendesah karena terasa sangat nikmat, saat Bu Elissa mengulum penisnya, hingga tubuh Alan sesekali bergetar menahan rasa nikmat.

Karena terasa nikmat, akhirnya Alan pun membiarkan Bu Elissa bekerja keras, karena Alan sangat penasaran, Apa yang akan terjadi selanjutnya.

Setelah merasa puas mengulum penisnya Alan, Bu Elisa bangkit lalu menurunkan celana dalamnya, sehingga terlihat jelas vagina Bu Elisa yang membahana.

"Gilaaaa...mimpi apa gua semalem." Ucap Alan dalam hati, sambil melihat Bu Elisa melepaskan celana dalamnya.

Setelah melepaskan celana dalamnya, Bu Elissa mendorong tubuhnya Alan, hingga Alan terlentang di atas sofa.

Bu Elissa mengoleskan ludahnya kelubang intimnya, agar lebih mudah saat memasukan penisnya kedalam lubangnya, setelah lubangnya basah, Bu Elissa berjongkok di atas kedua pahanya Alan, kemudian memasukan penisnya kedalam lubangnya.

Bleeess... Aawww.. Bu Elissa sedikit kesakitan, saat lubangnya terisi penisnya Alan, karena memang lubangnya sudah lama menganggur.

Alan merasa sangat nikmat saat burungnya masuk ke dalam sangkarnya, hingga matanya merem melek menahan rasa nikmat.

Bu Elissa terus menggoyangkan pinggulnya maju mundur, hingga terdengar suara.

Plook...plook...plook...Aarghh..Hhmmm.

Bu Elissa sudah mulai mendesah, karena lubangnya sudah mulai menyesuaikan ukuran penisnya Alan. Hingga mulutnya menganga menahan rasa nikmat.

Beberapa saat kemudian, Bu Elissa membuka kancing bajunya, hingga membuat Alan semakin terangsang.

Setelah kancingnya terbuka semua, Bu Elissa mengeluarkan payudaranya yang masih terbungkus bra nya.

Melihat payudara Bu Elissa, mata Alan langsung melotot, dan Alan terus menelan ludahnya, karena ini pengalaman pertamanya melihat keindahan tubuhnya Bu Elissa.

Tak lama Bu Elissa menarik kedua tangannya Alan, lalu menempelkan tangannya ke payudaranya.

"Ayo Alan remas-remas payudaranya." Kata Bu Elissa sambil terus menggoyangkan pinggulnya maju mundur.

"Ba_baik Bu." Alan sangat patuh karena Alan juga sangat menikmatinya.

Plook...plok...Aarghhh....Hhmmm.. "Terus Alan... Ee_naak bangeet." Uurghh.. Dengan susah payah Bu Elissa mengatakannya, karena tubuhnya sudah sangat terangsang.

Mendengar desahan Bu Elissa, nafsu Alan semakin terbakar, hingga tubuh Alan sesekali bergetar, menahan rasa nikmat.

Bu Elissa semakin kencang menggoyangkan pinggulnya, sampai desahannya terdengar sampai keluar ruangannya.

Plook..ploook.. Aarghh...Hhmmm... Uurghhh... Bu Elissa langsung menutup mulutnya, karena takut desahannya terdengar oleh orang lain.

Tak lama Bu Elissa menarik kepala Alan, lalu menempelkan kepalanya ke payudaranya.

Alan hanya diam saja saat Bu Elissa menempelkan bibirnya ke payudaranya, karena memang ini pengalaman pertamanya.

"Aa_lan...ayo jilatin putingnya." Kata Bu Elissa terbata-bata, karena tubuhnya sudah sangat terangsang.

"Ba_baik Bu." Setelah mendengar instruksi dari senior, Alan langsung melakukan tugasnya.

Alan langsung menjilati putingnya Bu Elissa dengan sangat nafsu, lalu tangan kirinya terus meremas-remas payudara Bu Elisa yang sebelah kiri.

Aarghhh...Hhmmm...Uurghh.. "Ee_nak banget Alan." Uurghh.. Bu Elissa tak henti-hentinya mendesah, karena Alan sudah membuatnya semakin terangsang.

Saking nikmatnya, tubuh Bu Elissa terus mengejang, dan tubuhnya sudah mengeluarkan keringat.

Beberapa saat kemudian, Bu Elissa sukses mencapai puncak kenikmatannya.

Aarghhh...Crooottss...Uurghhh... Desah nikmat Bu Elissa karena sudah mencapai puncaknya, hingga tubuhnya bergetar menahan rasa nikmat.

Alan bisa merasakan penisnya terasa sangat hangat, karena Bu Elissa sudah mengeluarkan cairan cintanya, dan bahkan, Alan bisa merasakan denyutan vaginanya Bu Elissa, yang lumayan cukup kencang.

Karena terasa lemah, Bu Elissa langsung memeluk tubuhnya Alan, sambil mengatur nafasnya yang masih terengah-engah.

Huuhh..Haahh..Huuhh..Haahh... Nafas Bu Elissa ngos-ngosan.

Sampai saat ini, Alan masih tidak menyangka, bisa menikmati tubuhnya Bu Elissa, orang yang selama ini ia takuti di sekolahnya.

Dulu, Alan hanya bisa berkhayal, bisa menikmati tubuhnya Bu Elissa, sekarang Alan bisa merasakannya langsung kenikmatan tubuhnya Bu Elissa.

Beberapa menit kemudian, setelah nafasnya kembali pulih, Bu Elissa kembali melanjutkannya, karena Bu Elissa belum melihat Alan mengeluarkan cairan cintanya.

Bu Elissa kembali menggoyangkan pinggulnya maju mundur, hingga membuat Alan kembali merem melek menahan rasa nikmat.

Plok...plok... Uurghh...Hhmmm.. Aarghhh.. Alan dan Bu Elissa mendesah, karena terasa sangat nikmat.

Melihat Alan terus mendesah, Nafsu Bu Elissa semakin terbakar.

Bu Elissa mempercepat goyangannya, hingga tubuh Alan langsung bergetar, karena Alan akan segera terbang ke awan.

Plok...plok...Aarghh...Uurghhh.. "Aa_waas.. Bu.. Aa_ku mau kencing." Dengan susah payah Alan mengatakannya, karena tubuhnya sudah sangat terangsang.

Karena sangat nikmat, Bu Elissa membiarkan Alan membuang spermanya di dalam lubang intimnya, karena Bu Elissa sudah tahu cara mengatasinya.

Aarghh...Crooot...croot..croot.. Uurghhh.. Desah Alan karena sudah mencapai puncak kenikmatannya.

Saking nikmatnya, tubuh Alan sampai bergetar hebat.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel [BUKAN] PELAKOR
8.0
Irish harus menelan pil pahit saat penantiannya selama empat tahun dikhianati. Galen, pria yang menjanjikan kesetiaan, justru memilih bersanding dengan wanita lain. Terluka oleh janji manis yang berubah menjadi empedu, Irish tak tinggal diam. Demi cinta dan masa depan, ia nekat mengambil peran sebagai orang ketiga dalam rumah tangga Galen. Irish bertekad merebut kembali hatinya. Akankah Galen pulang, ataukah perjuangan nekat Irish berakhir sia-sia?
Sampul Novel Cintaku Direbut Sahabatku Sendiri
9.6
Hidup Lara hancur total saat Darren, suaminya, berselingkuh dengan Maya yang merupakan sahabat dekatnya sendiri. Pernikahan mereka berakhir tragis setelah Darren memilih menceraikan Lara demi selingkuhannya. Penderitaan Lara kian memuncak ketika kecelakaan hebat merenggut janin dalam kandungannya. Meski mencoba membuka hati untuk cinta yang baru, rentetan cobaan seolah tak berhenti mengejarnya. Mampukah Lara menemukan setitik kebahagiaan setelah segala miliknya hilang?
Sampul Novel Gairah panas my Daddy
8.6
Aldo Bimantara merupakan pria matang dari keluarga terpandang yang tetap terlihat awet muda meski sudah memasuki usia pernikahan. Sebagai sosok sukses, ia mengelola dua cabang restoran besar yang berlokasi di Medan dan Semarang. Di balik statusnya sebagai putra konglomerat, Aldo berjuang menyeimbangkan tuntutan hidup dengan kariernya yang gemilang. Kisah ini mengikuti perjalanan hidup sang pengusaha kaya dalam menghadapi dinamika romansa modern.
Sampul Novel Ikatan Suci
8.8
Mona, janda dari seorang pahlawan negara, harus menerima takdir saat ayahnya, Jenderal Handoko, menjodohkannya dengan Galih. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak karena Galih adalah mantan narapidana kasus narkoba. Di balik pernikahan yang penuh tanda tanya ini, Mona berusaha mencari alasan sebenarnya Galih bersedia menikahinya. Dua jiwa yang menyimpan luka lama kini terikat dalam janji suci, menghadapi pengorbanan demi mengungkap kebenaran di balik persatuan mereka.
Sampul Novel Jerat Cinta Mafia Kejam
8.2
Kinanti terusir dari rumahnya sendiri akibat ulah kerabatnya yang serakah. Ia pun memulai hidup baru di Amerika demi mencari ketenangan. Namun, takdir mempertemukannya kembali dengan Brian, seorang ketua mafia kejam yang terobsesi padanya sejak lama. Dulu Kinanti bisa menghindar, tapi kini ia terjebak dalam kekuasaan Brian yang mutlak. Di tengah tekanan keluarga pamannya yang kembali mengusik, mampukah Kinanti bertahan dari jerat cinta sang mafia?
Sampul Novel Menikah dengan Pria Lain Setelah Tunanganku Menunda Pernikahan
9.7
Tepat tiga hari sebelum hari bahagia, Eliana dikhianati oleh kekasihnya yang memilih menikahi teman masa kecilnya dengan alasan penyakit Alzheimer. Pacarnya meminta Eliana menunggu hingga wanita itu lupa segalanya. Tanpa air mata, Eliana mengambil langkah drastis dengan menghubungi keluarganya. Ia setuju menikahi pewaris keluarga Barton yang dikenal dingin melalui perjodohan lama. Eliana memastikan pria itu akan muncul di pelaminan bersamanya.