APKDock Logo
Sampul Novel Gairah Terpendam Tuan Ahli Waris

Gairah Terpendam Tuan Ahli Waris

7.9 / 10.0
Jill merasa hancur setelah dikhianati oleh kekasihnya selama tiga tahun. Di tengah kemarahannya, ia justru terlibat cinta satu malam yang panas dengan Revel, seorang pewaris kaya raya yang selalu memancing emosinya. Meski awalnya hanya hubungan singkat, sosok Revel terus membayangi pikiran Jill. Apakah ini cinta atau sekadar obsesi? Keadaan menjadi semakin rumit saat terungkap bahwa Revel ternyata memiliki kaitan rahasia dengan masa lalu Jill yang tak terduga.

Gairah Terpendam Tuan Ahli Waris Bab 1

Revel menatap penuh minat pada ponsel di tangan kanannya, seulas senyum sinis tersungging di wajah tampannya yang tampak jelas sedang merencanakan sesuatu. Entah apa. Hanya pria itu sendiri dan Tuhan yang tau. Yang pasti sesuatu itu dapat membuat hati Revel senang. Tak heran senyum terulas di wajah yang biasanya dingin dan datar!

“Dasar cowok bodoh! Gue akan bikin cewek lo ngeliat sendiri gimana kelakuan busuk lo itu malam ini!” gumam Revel lirih, hanya pada dirinya sendiri.

Dengan wajah puas, Revel mengantongi ponselnya serta turun menuju ruang makan dan menemukan keluarganya sudah berkumpul. Lengkap, tanpa kurang satu orangpun. Selalu seperti itu dari dulu, lebih tepatnya sejak orangtuanya resmi menikah di saat usianya sudah beranjak 5 tahun.

Revel menggeleng, mengingat masa dimana dirinya sempat merasa kesepian karena tidak mengetahui keberadaan sang papa, sejak lahir, hanya ada mama di samping Revel.

Tidak heran kalau Revel selalu menatap iri pada teman-temannya yang bisa bermain dengan ayah masing-masing, terlihat gembira. Bermain bola bersama. Diangkat tinggi-tinggi seperti sedang melayang di udara. Dan masih banyak hal lainnya.

Hal yang hanya bisa dilakukan oleh seorang ayah.

Tidak heran kalau Revel sering berdoa, meminta pada Tuhan agar dirinya juga memiliki seorang ayah! Dan ternyata Tuhan berkenan mengabulkan doanya!

Setelah orangtuanya resmi menikah, Revel akhirnya bisa tumbuh dalam keluarga yang utuh dan harmonis. Dan sesibuk apapun papanya dalam mengurus perusahaan, tapi sang papa tidak pernah melupakan keluarga.

Begitu juga dengan mamanya yang selalu memberi perhatian penuh pada suami dan anak-anaknya. Termasuk Revel tentunya.

Hal itulah yang membuat Revel sangat menghormati kedua orangtuanya, bahkan boleh dibilang Revel begitu memuja mereka. Bagi Revel, kedua orangtuanya adalah panutan meski tidak sempurna, tapi banyak hal yang dapat Revel pelajari dari mereka, tentu hal yang baik saja.

Apa yang pernah terjadi pada hubungan orangtuanya di masa lalu membuat Revel bisa belajar banyak hal. Hal yang tidak bisa dipelajari di sekolah ataupun kampus. Karena itu adalah bagian dari pelajaran hidup dan hanya bisa dipelajari di UK alias Universitas Kehidupan! Dan pelajaran itu berlangsung seumur hidup!

Tepat saat Revel tiba di ruang makan, Claire, mamanya, menoleh dan memanggil nama Revel dengan lantang. Heboh. Ceria. Itulah ciri khasnya. Jika tidak heboh, berarti bukan mamanya! Dan meski berisik, tapi Revel menyukai suara nyaring sang mama!

Ibarat kata, suara mamanya bagaikan burung yang tidak pernah berhenti berkicau. Nyaring. Bising. Namun jika tidak ada akan terasa sepi!

“Revel! Ayo kita makan malam. Papa kamu udah ribut lapar dari tadi tuh!”

“Iya, Ma,” jawab Revel patuh, khas anak penurut.

Mereka menikmati santap malam bersama dengan sedikit obrolan ringan.

“Bagaimana dengan kuliah kamu, Revel?” tanya papanya, Levin, sambil lalu.

“Nothing special, Pa. Tahun depan setelah lulus, aku berencana mengambil kuliah master di Melbourne,” jawab Revel memberitahu keinginannya yang sudah terpendam cukup lama kepada orangtuanya.

Dan baru hari inilah Revel mengatakannya secara gamblang, semoga saja papa Levin dan mama Claire tidak menentang rencananya!

“Kamu yakin? Apa kamu betah tinggal sendirian disana?” tanya mama Claire.

“Ma, aku bukan anak kecil lagi! Dan aku bukan seorang nerd, jadi Mama tidak perlu khawatir karena aku pasti akan memiliki banyak teman disana, tidak sendirian seperti yang Mama takutkan!” balas Revel gemas.

Mama Claire selalu seperti itu. Memperlakukan Revel seolah dirinya masih anak kecil! Padahal umurnya sudah 20 tahun! Revel menoleh saat mendengar cekikikan kecil, kedua adik kembarnya itu pasti sedang menertawakannya lagi!

Mereka sangat suka jika melihat Revel kesal seperti ini. Terlebih mereka juga tau kalau Revel merasa risih jika mama Claire masih menganggapnya seperti anak kecil! Iyalah! Mana ada pria dewasa yang suka diperlakukan seperti anak kecil? Jika ada, mungkin pria itu punya kelainan!

“Kalian kenapa ketawa?” tanya Revel sebal.

“Ihh! Jadi cowok kok sensi amat sih?” kekeh Brianna jahil sambil menjulurkan lidah.

Revel mendengus, tidak bisa menjawab atau mengomeli adiknya. Semenyebalkan apapun mereka, tetap saja Revel sangat menyayangi kedua adik kembarnya. Brian dan Brianna.

Claire memandang ketiga anaknya, memutus perdebatan kecil diantara mereka.

“Iya, sorry! Mama kan cuma khawatir. Lagipula apa pacar kamu nggak protes kalau kamu tinggalin dia sendirian disini? Nggak takut dia kecantol sama cowok lain yang lebih ganteng daripada kamu?”

“Pacar apa sih, Ma? Aku belum punya pacar!” balas Revel malas, sadar kalau sang mama hanya menggodanya saja atau mungkin ingin sekalian mengorek informasi? Bisa jadi!

“Masa? Terus dari kemarin yang sering telepon dan jalan sama kamu siapa kalau bukan pacar?” tanya mama Claire kepo.

“Mereka cuma teman kuliahku, Ma.”

“Ahh! Teman apanya coba? Anak sama bapak emang sama aja! Sama-sama playboy! Jangan kamu pikir Mama nggak tau ya kalau kamu sering jalan sama banyak cewek!” gerutu mama Claire jadi kesal sendiri saat mengingat masa lalu suaminya yang adalah mantan playboy sejati yang sering berkencan dengan banyak wanita!

Revel melirik ke arah papa Levin dan menahan tawa, tampak jelas wajah papa Levin yang begitu frustasi kalau mama Claire sudah berbicara mengenai masa lalunya. Entah kenapa sifat mamanya begitu ajaib, padahal papanya sudah lama tobat, tapi tetap saja kena omel jika membahas masalah pacar!

Mama Claire memang ahli sejarah sejati! Tidak pernah melupakan masa lalu barang sedetikpun! Tidak heran kalau papa Levin tidak berani macam-macam, dosa masa lalu saja masih dibahas, apalagi kalau buat dosa masa kini? Habislah sudah! Tamat riwayatnya! The end! Game over!

“Claire, please deh! Kita lagi makan malam. Jangan bikin anak-anak pusing dengan omelan kamu,” pinta Levin.

Mama Claire menoleh kepada ketiga anaknya. Revel. Brian. Brianna. Mereka hanya nyengir mendengar ucapan sang papa. Sadar kalau sebenarnya itu hanya akal-akalan papa Levin agar mama Claire tidak lagi berkicau mengenai masa lalu kelam sang papa.

Mama Claire mengangkat bahu, tidak lagi membahas masa lalu suaminya yang menyebalkan. Begitulah mama Claire, cepat tersulut tapi cepat reda juga ocehannya.

“Pokoknya Mama nggak mau kamu ceroboh atau salah pergaulan ya, Revel! Kalau sampai kamu melanggar, Mama tidak akan tinggal diam!” tegas mama Claire.

“Papa juga sama dengan Mama kamu, Revel. Hargailah wanita, jangan pernah mempermainkan mereka,” tambah papa Levin.

“Cih! Kayak sendirinya nggak pernah mempermainkan wanita aja!” cibir mama Claire telak membuat papa Levin merengut kesal, tidak bisa menjawab ucapan istrinya.

Revel menggigit bibir, menahan tawa yang hampir meledak. Orangtuanya memang lucu.

Mereka saling mencintai. Ralat! Mereka berdua udah cinta mati satu sama lain sejak dulu, tapi sering bertengkar juga! Aneh!

“Mama Papa tenang aja, okay? Aku akan ingat nasehat kalian berdua,” jawab Revel mencoba menenangkan orangtuanya. Berharap mereka tidak lagi berdebat.

“Mama pegang ucapan kamu. Awas kalau ingkar!” ancam mama Claire.

“Beres, Ma! Btw abis ini aku mau pergi ke acara pesta temen kampusku ya, Ma, Pa,” lanjut Revel mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Pulang jam berapa?”

“Mungkin tengah malam.”

“Tengah malam? Emangnya kamu nemenin mbah kunti?” tanya mama Claire asal.

Revel yang mendengar pertanyaan mama Claire hanya bisa mendesah kesal.

Mamanya seperti nggak pernah muda aja deh!

“Acaranya aja baru mulai jam 9 malam, Ma. Namanya juga pesta anak muda,” balas Revel mencoba sabar dengan kelakuan ajaib sang mama.

“Ya udah. Pokoknya jaga diri kamu jangan sampe salah pergaulan. Cuma itu pesan Mama,” ulang mama Claire tegas.

“Siap, Ma!”

Izin dari sang mama membuat Revel bersorak, semakin tidak sabar ingin segera melesat pergi ke tempat dimana ‘pertunjukkan’ seru akan berlangsung!

Lanjut Membaca

Daftar Isi Gairah Terpendam Tuan Ahli Waris

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya mengira pernikahannya dengan Adnan akan membawa kebahagiaan abadi, namun realitanya justru menjadi neraka penuh kekerasan. Adnan melampiaskan dendamnya terhadap mertua dengan menyiksa istrinya secara keji setiap hari. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang mendalam, sosok dari masa lalu Saschya tiba-tiba muncul kembali. Akankah kehadiran mereka membantu Saschya lepas dari belenggu Adnan, atau justru menambah konflik baru dalam hidupnya yang hancur?
Sampul Novel LEMBAYUNG CINTA
9.2
Rangga terjebak dalam obsesi mendalam terhadap Davina. Pria itu rela melakukan segala cara demi mencuri perhatian sang wanita impian. Setiap tindakan yang Rangga ambil dirancang khusus untuk memikat hati Davina agar mau membalas perasaannya. Di tengah ambisi tersebut, ia terus berjuang memancing simpati Davina demi mendapatkan cinta yang ia dambakan. Inilah kisah perjuangan seorang pria yang tak kenal lelah mengejar wanita pilihannya dalam balutan romansa modern.
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Amber Lim, sosialita cantik dengan reputasi buruk sebagai perusak hubungan, memutuskan untuk bertobat. Demi berguru pada desainer legendaris Adam Smith, ia nekat menembus musim dingin utara yang mematikan. Namun, Amber dirampok dan terdampar di hutan beku. Satu-satunya harapan hidupnya adalah pria misterius bernama Tuan Dingin. Duda yang membenci wanita ini dicap kanibal oleh warga sekitar. Akankah Amber mampu meluluhkan hatinya atau justru menjadi korban kebencian sang pria?
Sampul Novel SEPENGGAL KISAH TANPA JUDUL
8.9
Jeany, gadis Minang yang pendiam, terjebak dalam pusaran luka mendalam. Setelah diselingkuhi kekasihnya, ia harus menyaksikan kehancuran keluarganya. Sang papa pergi demi wanita lain, bahkan selingkuhannya tega mengirimkan video asusila yang membuat mama Jeany depresi berat. Trauma pernikahan kini menghantui Jeany. Bersama Jeje, saudara perempuannya, ia berjuang menghadapi teror pelakor dan cobaan hidup yang seolah tak kunjung usai. Sanggupkah Jeany bertahan?
Sampul Novel Song For Luna
8.9
Pertemuan singkat di Bandung menjadi awal mula hubungan antara Luna dan Alvino. Bermula dari pertukaran nomor telepon dan tawaran menjadi pemandu wisata, Luna tidak menyangka bahwa perkenalan sederhana itu akan mengubah hidupnya secara drastis. Kehadiran Vino membawa dinamika emosional yang penuh gejolak layaknya roller coaster. Kini, Luna harus menghadapi berbagai badai persoalan yang datang silih berganti dan menentukan apakah ia akan menyerah atau terus berjuang.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan