APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Galau Cinta Untuk Siapa

Galau Cinta Untuk Siapa

Kaila terpaksa menikahi Boyke Dhamara demi menjaga kehormatan keluarga setelah Dwina kabur tepat satu jam sebelum akad. Setahun menjalani pernikahan muda yang tak pernah ia impikan, tiba-tiba Dwina muncul kembali dan menuntut Kaila meninggalkan Boyke karena mereka ingin menikah. Kaila kini terjebak dalam kebingungan besar. Bagaimana reaksi Boyke saat mengetahui mantan kekasihnya kembali, dan akankah posisi Kaila sebagai istri pengganti segera berakhir?
Bab
Bagikan

Bab 2

Upacara sudah selesai dan para peserta yang terdiri dari para murid mulai meninggalkan lapangan sesuai dengan kelasnya masing-masing.

"Mau ke kelas, gak?" tanya Sifa yang sudah bangun dari duduknya.

"Kelas aku ada di sebelah mana, sih?" kata Kaila balik bertanya.

"Astaga Kail, masa kelas kamu sendiri gak tahu. Kebangetan kamu," tegur Sifa.

"Bukan gitu, aku memang belum sempat cari tahu. Maklum efek baru pulang," jawab Kaila menolak terima salah.

"Alasan aja. Kelas kamu ada di lantai 2, paling ujung," beritahu Sifa.

"Kelas kamu sendiri ada di mana," tanya Kaila lagi.

Sepertinya dia tidak rela harus berpisah dengan teman-temannya.

"Kaila, kenapa belum ke kelas?" suara guru yang selalu membuat Kaila tidak bisa tidur menyentuh pendengarannya.

"Maaf, Bu. Ini baru mau ke kelas," jawab Kaila pelan.

Kenapa di sekolahnya dia selalu bertemu dengan guru-guru yang selalu membuatnya tidak bisa tidur nyenyak.

Dia adalah siswi yang lebih sering memilih belajar santai, tetapi karena kebetulan nilainya yang tinggi dan mampu mengalahkan setiap anak yang rajin belajar, hingga dirinya mendapatkan perhatian lebih.

Dengan langkah kaki yang terasa berat, Kaila membawa tas punggungnya menuju kelas yang sudah di sebutkan oleh Sifa sebelumnya.

Berhenti di depan kelas yang begitu sunyi seperti tanpa kehidupan membuat Kaila menatap nama kelasnya. Tidak yakin bahwa di berada di tempat yang tepat.

Meletakkan tangannya di gagang pintu, Kaila mendorong pintu dan melihat isi kelas yang semuanya tertuju pada dirinya.

"Maaf, kalau mengecewakan kalian," sapa Kaila berjalan masuk.

Seperti makhluk asing dan sebagai satu-satunya yang memiliki kehidupan, Kaila menatap nanar.

Dimana dia mau duduk? Hanya ada satu bangku kosong dan tempat tersebut berada di samping Deniz.

Lambaian tangan Deniz membuat Kaila berjalan menghampirinya.

"Thank, ya," kata Kaila pada Deniz yang cengengesan.

"Heran aku. Ngapain betah banget di UKS. Emang enak di sana?" tanya Deniz begitu Kaila duduk. Bahkan Kaila belum memperlihatkan gaya duduknya yang paling manis.

"Aku ngantuk," jawab Kaila singkat.

"Eh, serius? Emang ngapain semalem ngapain? Ronda?" ledek Deniz.

Mulut Kaila bergerak maju saat dia menoleh untuk melihat wajah Deniz, tetapi tidak ada suara yang keluar dari dalam mulutnya seolah menunggu saat yang tepat.

"Mau ngomong apaan?" tanya Deniz lagi.

"Gak ada," sahut Kaila lemes.

"Gak semangat bangat kamu," tegur Deniz lagi.

"Den, kamu sadar gak, kalau di kelas ini aku seperti makhluk asing," kata Kaila mengeluh.

"Baru makhluk asing, kan, belum jadi makhluk astral," sahut Deniz lagi.

"Garing," sahut Kaila disambut tawa keras Deniz.

Tidak peduli suara tawanya sudah menyebabkan semua siswa memandang mereka.

"Aku pikir di kelas unggulan gak ada makhluk aneh seperti mereka," suara sumbang terdengar dari arah depan.

"Aku mikirnya justru mereka sudah menyulap nilai mereka," sahut yang lainnya.

"Benar, juga. Eh, kenapa kamu gak tanya ke guru yang bersangkutan aja," teriak Kaila tanpa akhlak.

"Bukan aku yang tanya, tapi orang tua kami. Aku akan sampaikan pada orang tuaku kalau ada murid yg menyulap nilainya supaya masuk kelas unggulan," sahut siswa yang duduk di barisan depan dengan wajah juteknya.

Kaila sudah mau membalas ucapan siswa yang jadi teman sekelasnya. Sayang, ucapan Deniz membuatnya cemberut.

"Ciri khas cewek gak punya nalar begitu, tuh. Ngapain juga ngeladenin mereka, udah punya mulut lebih?"

Sembarangan. Kaila tahu maksudnya Deniz, tapi gak rela banget Kaila kalau membiarkan bacot teman-temannya yang gak punya etika bicara seperti itu.

Kembali Kaila mendengar ejekan dari beberapa teman sekelasnya, tetapi tidak perlu lama, karena seorang guru sudah berjalan masuk.

"Kenapa harus Pak Dwi yang masuk. Gak mungkin kalau dia yang jadi wali kelas, kan," batin Kaila tidak rela.

Pak Dwi, guru yang selalu menyuruhnya belajar dan belajar.

"Apes kalau dia wali kelasnya," gumam Kaila pelan.

"Kamu kayanya anti banget sama Pak Dwi. Punya story di hukum?" kata Deniz pelan.

"Gak, lah. Lihat aja, sebentar lagi dia pasti panggil namaku," katanya dengan mulut yang komat-kamit.

"Kaila Maharani, silahkan maju ke depan!"

Suara bas Pak Dwi terdengar ditengah kesunyian kelas setelah mengucapkan sambutan pada tahun ajaran baru.

Kaila dan Deniz tidak tahu apa saja yang sudah diucapkan oleh guru di depan kelas, tetapi perintah Pak Dwi, terpaksa harus dipenuhi oleh Kaila.

Kembali banyak suara yang menyatakan keheranan mereka karena guru mereka langsung memanggil Kaila sementara mereka bahkan belum mendengar guru mengabsen nama mereka.

"Ya Pak," sapa Kaila mengangguk hormat.

"Kalian hari ini sudah berada di kelas unggulan. Saya yakin semuanya menginginkan berada di kelas ini dan Kaila adalah pengecualian."

Suara riuh kembali terdengar sedangkan wajah Kaila tiba-tiba berseri.

"Saya mau dikembalikan ke kelas yang saya mau, ya, Pak?"

Dari sekian banyak pertanyaan yang ada dj otaknya adalah kalimat tersebut.

Sayang, dia tidak bisa mengatakannya karena dia adalah murid yang mengerti tata tertib di sekolah.

"Kaila, katakan pada teman sekelas kamu alasan mengapa kamu bisa berada di sini?"

Kaila memandang Pak Dwi seolah guru tersebut adalah manusia aneh seperti dirinya.

"Alasan saya berada di kelas ini karena kelas yang saya inginkan sudah penuh semua," jawab Kaila.

Bagaimana pun kalimat tersebut adalah yang diberikan oleh pimpinan sekolah pada saat semua guru tidak bisa meluluskan permintaannya.

"Benar. Sekarang kamu jelaskan mengapa kami, para guru dan pihak sekolah tidak menginginkan kamu pindah kelas!"

"Karena nilai saya cukup bagus. Tapi saya juga yakin kalau saya berada di kelas yang tepat, nilai saya semakin bagus," jawab Kaila.

Dari 30 siswa yang ada di kelas sepertinya hanya Deniz yang melihat Pak Dwi berulang kali menghela nafas.

Tidak ada seorang murid pun mengenal siapa Pak Dwi kecuali Kaila karena di setiap lomba yang harus Kaila ikuti, Pak Dwi adalah satu-satunya guru pembimbing yang serba bisa.

Bagi sebagian besar murid di kelas mereka saat ini, Pak Dwi adalah guru yang sangat tampan dan seringkali menebar senyum, tetapi bagi Kaila? Seperti yang sudah dia keluhkan sebelumnya, adalah nasib apes yang harus dia lalui selama dia duduk di kelas XI.

"Saya akan mengenalkan kalian pada teman perempuan kalian yang bernama Kaila Maharani."

"Bagi kalian yang tidak mengenalnya, dia adalah murid yang selalu cari masalah dengan membuat kegaduhan."

"Saya sebagai guru tentu tidak menyukainya apabila dilakukan di dalam kelas pada saat jam pelajaran sedang berlangsung."

"Sayangnya, Kaila melakukannya sebelum atau sesudah jam pelajaran selesai sehingga dia tidak perlu mengganggu siapa pun."

Perhatian semua murid kini tertuju pada Kaila.

Diantara semua murid, hanya Deniz yang tidak terkejut. Baginya prestasi Kaila tidak memiliki pengaruh apa-pun.

Deniz mengenal Kaila karena gadis itu adalah satu-satunya murid yang selalu dia temui setiap kali terlambat.

Deniz pernah berpikir kalau hoby Kaila adalah membuat dirinya nyaris dihukum. Benar hanya nyaris karena Kaila sebagai pelajaran teladan tidak akan membiarkan ibunya datang ke sekolah.

Di depan kelas, Kaila mulai jenuh. Dia bukan murid yang suka diperhatikan. Baginya lebih baik tidak dikenal sehingga dia nyaman melakukan yang dia inginkan.

"Serius dia sepintar itu? Atau...kau tahu ucapan yang aku katakan tadi, kan?" bisik siswi yang sebelumnya berdebat dengan Kaila.

"Seperti-nya, iya. Maksudku dia memang murid berprestasi. Kau tahu, kan, kalau orang pintar kadang kelakuannya aneh," balas temannya terkekeh.

"Kalian berdua, siapa nama kalian!"

Suara Pak Dwi kembali membahana mengagetkan semua yang ada.

"Saya, Pak," jawab siswa tadi.

"Ya, siapa nama kamu," jawab Pak Dwi.

"Nama saya Michella dan teman saya Rasya," jawabnya.

"Apa yang kalian tertawakan. Apakah kalian kira bapak sedang melawak?"

"Tidak, Pak."

Kepala Michelle dan Rasya menunduk, tidak berani menatap guru mereka.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BILIK LAIN DI RUMAH SUAMIKU
8.6
Sejak pertama kali menginjakkan kaki di kediaman Mas Yusuf, kecurigaan mulai menghantui benakku. Suamiku itu menyimpan rahasia besar di balik sebuah pintu kamar yang selalu terkunci rapat. Keganjilan semakin terasa saat aku memergokinya mengendap-endap setiap malam, membawa baki makanan serta minuman ke dalam ruangan misterius tersebut. Apa sebenarnya yang sedang disembunyikan Yusuf dariku? Misteri di balik bilik terlarang itu kini mengancam ketenanganku.
Sampul Novel Dinara - Ganti Suami
8.1
Ditinggal kabur oleh pasangannya di hari pernikahan membuat Dinara justru merasa girang, apalagi saat bertemu seorang pria yang bernasib serupa. Alih-alih meratapi kesedihan, sebuah ide gila muncul di benak Dinara demi menyelamatkan persiapan pesta yang sudah matang. Tanpa ragu, ia mengajak pria asing itu untuk menggantikan posisi mempelainya. Meski sempat terkejut, tawaran nekat Dinara menjadi satu-satunya solusi agar paket pernikahan mereka tidak terbuang sia-sia.
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya mengira pernikahannya dengan Adnan akan membawa kebahagiaan abadi, namun realitanya justru menjadi neraka penuh kekerasan. Adnan melampiaskan dendamnya terhadap mertua dengan menyiksa istrinya secara keji setiap hari. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang mendalam, sosok dari masa lalu Saschya tiba-tiba muncul kembali. Akankah kehadiran mereka membantu Saschya lepas dari belenggu Adnan, atau justru menambah konflik baru dalam hidupnya yang hancur?
Sampul Novel Hasrat Tak Henti-Hentinya Sang Taipan Manipulatif
8.1
Demi menyelamatkan bisnis ayahnya, Irene terpaksa menjalin hubungan dengan pengusaha perkasa bernama Braydon. Di balik sosoknya yang tangguh, Braydon menyimpan gejolak emosi yang hanya diperlihatkan pada Irene. Meski terjebak dalam manipulasi sang taipan, Irene justru jatuh hati sebelum akhirnya hancur saat mengetahui pertunangan Braydon. Ia pun pergi dan bertemu musuh bebuyutan Braydon, Dr. Mitchell, memicu persaingan sengit dua pria demi memenangkan hatinya.
Sampul Novel Kepentok Cinta Sang Idol
8.2
Adara adalah seorang jurnalis yang terjebak dalam masalah besar setelah dituduh menyebarkan rumor negatif tentang Benard, seorang aktor ternama. Kesalahpahaman ini membuat sang idola merasa sangat terganggu dan memojokkan posisi Adara. Namun, situasi justru berkembang ke arah yang tidak terduga saat benih cinta mulai tumbuh di antara mereka. Kini, Adara harus menghadapi dilema rumit antara karier dan perasaan cintanya kepada sang aktor pujaan.
Sampul Novel Monster Yang Bersamaku
7.9
Rein yakin telah menghabisi suaminya, Hary, dan berniat menyerahkan diri kepada Adrian, sahabat lamanya yang berprofesi sebagai polisi. Namun, situasi berubah mencekam saat seorang pria misterius muncul dan mengaku sebagai Hary. Meski wajahnya serupa, perangainya jauh lebih lembut dan penuh kasih sayang. Jika Hary asli sudah tewas, siapakah sosok asing yang kini mendekapnya? Apakah Rein terjebak delusi atau ada rahasia gelap yang sengaja disembunyikan pria itu?