APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel GODAAN PAK DOSEN

GODAAN PAK DOSEN

Naina Alexandra terjebak dalam dilema besar saat harus menikahi Arhan Bramantio, dosen pembimbing skripsinya yang sangat dingin dan angkuh. Meski membenci sifat kaku sang dosen, Naina tak berdaya menolak wasiat terakhir mendiang ibunya. Pernikahan yang berawal dari keterpaksaan ini pun dipenuhi ketegangan dan tantangan emosional. Mampukah Naina bertahan menjalani rumah tangga bersama pria yang paling ia benci demi sebuah janji masa lalu yang sakral?
Bab
Bagikan

Bab 2

“Apa? Nenek kecelakaan?” Naina terkejut ia mendadak terkulai lemas mendengar kabar itu.

Ia langsung bergegas menuju rumah sakit tempat neneknya berada. Dalam perjalanan, ia terus mengeluarkan air matanya, dan membasahi pipi yang tadinya dilapisi bedak.

“Tuhan, jaga nenekku,” pintanya di sepanjang jalan.

Ia menarik gas motornya untuk mempercepat lajunya menuju ke rumah sakit. Tak lama berselang, ia sampai di rumah sakit tersebut. Ia melepas helm, lalu sejenak menghapus air matanya dengan tisu yang ada di tasnya.

Ia mempercepat langkahnya menuju ke resepsionis.

“Maaf, Bu. Pasien atas nama Amira Jensen, ruangan berapa, Bu?”

“Sebentar ya,” sahut si resepsionis. Naina pun menunggu sejenak dengan perasaan yang was-was. “Melati 5 ya. Lurus, belok kanan,” tunjuk si resepsionis.

“Terima kasih, Bu.”

Naina tak membuang waktu lagi. Ia pun langsung menuju ke ruangan yang dimaksud. Sesampainya di sana, ia langsung melihat neneknya sudah terbaring di ranjangnya.

“Nenek, baik-baik aja, kan?” tanya Naina dengan lirih. Ia langsung memeluk neneknya yang tersenyum.

“Jangan sedih, aku baik-baik aja, Naina.”

“Bagaimana aku nggak sedih, Nek. Lihat dirimu, tertabrak motor. Aku langsung panik dan khawatir sekali. Aku takut terjadi sesuatu denganmu,” lirih Naina.

“Dokter bilang cuma memar, bukan patah tulang. Jadi kamu nggak usah khawatirin aku ya,” pinta Amira seraya tersenyum. Tubuhnya memang sudah sangat tua, sehingga ia merasa lemah untuk berjalan lagi.

“Syukurlah, aku lega, Nek.” Naina sedikit tenang sekarang. Namun, ia harus berpikir keras bagaimana caranya membiayai perawatan neneknya di rumah sakit ini.

Ia mendadak melamun, tetapi ia berusaha untuk tidak menunjukkan hal itu di depan neneknya.

“Kenapa kamu melamun?” tanya Amira.

“Nggak apa-apa, Nek.”

“Aku tahu, kamu pasti mikirin biaya rumah sakitnya, kan?”

Nainan mengangguk, meski terpaksa. Ia pun tak bisa menyembunyikan hal itu. Namun, Amira malah tersenyum. Membuat Naina keheranan.

“Kamu jangan khawatirin biaya rumah sakit. Sudah ditanggung kok.”

“Siapa, Nek?”

“Keluarga Demian. Dia sahabat papamu. Kamu memang nggak pernah tahu hal ini,” ungkap Amira.

“Oh. Begitu ceritanya.”

Amira lalu meminta cucunya untuk mendekat ke arahnya. Lalu menyentuh pipi cucunya dengan lembut. Ia merasa sangat bahagia melihat cucunya tumbuh dewasa dan berparas cantik seperti ibunya.

“Kamu persis ibumu, Naina. Kadang, aku sering sedih ketika melihatmu. Wajahmu hampir mirip dengan Helena, dia sangat cantik dan anggun sepertimu,” ungkap Amira lirih.

Tak tega melihat neneknya bersedih seperti itu. Ia langsung memeluk tubuh Amira dengan erat. Seketika air matanya juga ikut keluar dan membasahi pipinya lagi.

Amira lalu melepas pelukan cucunya, lalu menatap wanita muda itu dengan serius.

“Naina, aku mau sampaikan sesuatu sama kamu.”

“Iya, Nek. Katakanlah.”

“Wasiat mendiang ibumu sebelum ia meninggal dunia.”

Seketika Naina terkejut saat mendengar kalimat tersebut. Matanya menatap serius ke arah Amira yang menatapnya dengan sendu.

“Apa, Nek?”

“Kamu harus menikah dengan salah satu anak laki-laki dari sahabat ibu dan papamu,” jawab Amira dan tersenyum.

“Apa? Menikah?” Naina terbelalak. Ia juga semakin tak mengerti dengan jalan hidupnya. Entah ini keberuntungan atau kesialan. Ia belum bisa menebaknya.

“Iya, Naina. Anak Demian itu kembar. Dan salah satu dari mereka harus menikah denganmu, itu wasiat ibumu yang harus kamu penuhi, Naina,” tutur Amira.

Naina menghela napas berat. Ia tak pernah menduga di usianya yang ke 22 ini, ia harus dijodohkan dengan seseorang yang sama sekali belum pernah dia kenal.

“Apa yang harus aku lakukan, Nek. Aku belum pernah ketemu orang itu, jadi bagaimana bisa aku menikah dengannya,” ujar Naina membela diri.

Amira tersenyum mendengar hal itu. Karena bukan hal baru bagi Amira menemukan kejadian seperti itu.

“Dulu, Glenn dan Helena juga nggak saling mengenal, tetapi setelah menikah mereka bisa saling mencintai. Aku cuma berharap, kamu nggak mengecewakan keluarga Demian dan juga bisa memenuhi wasiat ibumu. Aku yakin mereka keluarga yang baik, Naina.”

Naina kembali membuang napas berat mendengar penjelasan neneknya. Ia tak punya pilihan lain lagi selain memenuhi permintaan neneknya. Meski ia tak bisa membayangkan hidup dengan pria yang sama sekali dia tidak cintai.

“Baiklah, aku akan memenuhi permintaan itu. Kapan aku akan bertemu dengan mereka?”

“Malam minggu. Kamu diundang ke acara makan malam keluarga Demian.”

“Lusa berarti?”

“Iya, Naina. Aku harap dia benar-benar jodoh terbaik untukmu.”

“Semoga, Nek.”

Amira langsung memeluk cucunya dengan penuh cinta. Ia sangat mencintai Naina. Karena dialah satu-satunya keluarga yang dia miliki saat ini. Itulah alasan kenapa Amira ingin Naina menikah dengan salah satu anak dari keluarga Demian.

***

Sorenya, Arhan baru saja tiba di rumahnya. Demian dan Feli langsung memanggilnya ke ruang keluarga.

Arhan lalu melangkah menghampiri kedua orang tuanya yang sudah menunggu kepulangannya. Setelah menyalami keduanya, ia lalu duduk di depan kedua orang tuanya.

“Ada apa, Pa. Ma?” tanya Arhan penasaran.

“Kami ingin membicarakan sesuatu denganmu.”

“Serius amat, Ma?”

“Iya, ini serius. Bisa nggak bersikap serius? Kamu selalu saja santai seperti itu,” keluh Feli.

“Iya deh, mamaku yang paling cantik. Aku akan mendengarmu.”

Demian dan Feli saling menatap seolah memberi kode siapa yang akan menyampaikan hal tersebut. Hingga akhirnya, Feli yang mengambil alih pembicaraan serius sore ini.

“Arhan, aku melihatmu udah tumbuh dewasa dan sudah mapan. Jadi aku pikir inilah waktunya kami mengatakan hal ini kepadamu.” Feli menggantung kalimatnya.

“Apaan sih, Ma? Kok kayak serius banget?”

Feli menatap putranya dengan serius. Begitu juga dengan Demian.

“Gini, Arhan. Sejak kecil kami udah berniat untuk menjodohkanmu dengan seorang wanita. Dia anak yatim piatu. Kedua orang tuanya adalah sahabat kami ...”

“Bentar, ini perjodohan?” potong Arhan.

“Iya, apa kamu keberatan?” tanya Demian. Ia langsung mengambil alih pembicaraan saat melihat reaksi putranya.

“Astaga. Ini zaman apa, Pa? Ini ... ini bukan zaman Siti Nurbaya pake jodoh-jodohan. Ayolah, aku lulusan luar negeri, masa dijodohin,” protes Arhan.

“Diam kamu, Arhan! Ini yang terbaik buat kamu. Lagipula dengan sikapmu yang kayak gini sekarang, mana bisa mencari wanita yang tepat. Jadi mending kamu terima aja perjodohan ini,” paksa Demian.

Sifat kerasnya itu pun tak bisa hilang dari Demian. Sehingga Arhan pun juga percuma membantah, karena hal itu tak akan pernah berpengaruh apa-apa dalam keputusan ayahnya.

Arhan membuang napas berat. Ia merasa sedikit frustasi dengan perjodohan ini.

“Kenapa nggak Revano aja sih, kan dia terlihat lebih dewasa dari aku,” tawar Arhan.

“Nggak bisa. Dia udah punya calon. Jadi satu-satunya pilihan kami, iya kamu. Paham!”

“Astaga, kenapa aku terlahir di keluarga kayak gini ya. Benar-benar menyebalkan,” keluh Arhan pelan.

“Arhan! TUTUP MULUTMU!” bentak Demian seraya berdiri dari duduknya.

Feli langsung menenangkan suaminya yang sudah terbawa emosi. Ia tahu bagaimana jadinya jika sampai Demian marah.

Demian pun duduk kembali setelah tenang, sementara Arhan masih duduk santai di depan mereka. Begitulah Arhan, selalu santai menghadapi masalah apapun.

“Aku boleh tahu, siapa wanita itu?” tanya Arhan menatap kedua orang tuanya.

“Dia mahasiswamu,” jawab Demian.

Deg!

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berakhir Menjadi Tawanan
9.5
Hidup di ibu kota memaksa Liana bekerja keras demi menghidupi adik-adiknya. Dari berpindah kontrakan hingga menjadi pacar kontrak, semua ia lakoni demi uang. Namun, rencana hidupnya berantakan saat bertemu Arsen, pemilik kos barunya. Pria misterius ini tidak hanya mengusik ketenangan Liana, tetapi juga menyeretnya ke dalam situasi pelik yang tak terbayangkan. Kini, kehadiran Arsen menjadi badai besar yang bisa menghancurkan atau justru menyelamatkan masa depan Liana.
Sampul Novel Dendam seorang Janda
9.5
Pasca kehilangan suaminya dalam kecelakaan tragis, Mutia justru difitnah oleh keluarga mendiang suaminya atas tuduhan menggoda pria beristri. Ia pun diusir hingga mengalami insiden fatal yang menghancurkan wajahnya. Setelah menjalani operasi rekonstruksi total, Mutia bangkit dengan identitas baru. Kini, ia bertekad mengejar keadilan dan membalas dendam kepada semua pihak yang telah menghancurkan hidupnya. Ikuti perjuangan berani Mutia menuntut balas.
Sampul Novel DICERAI SUAMI, DIPINANG CEO
9.0
Felicia Hera, dokter kesuburan yang dituduh mandul, dikhianati suaminya hingga bercerai. Saat mulai meniti karier kembali, ia terlibat satu malam dengan pasiennya demi membuktikan kesuburan dirinya. Felicia menghilang dan kembali lima tahun kemudian membawa seorang putri. Namun, ia terkejut saat mengetahui direktur rumah sakit barunya adalah ayah sang anak. Kini ia harus bersembunyi dari pria dingin yang telah memburunya selama bertahun-tahun.
Sampul Novel Dosa Yang Indah - Zina
8.8
Zina lahir dari rahim seorang wanita yang penuh noda masa lalu. Sebagai anak yang tercipta dari perbuatan terlarang, ia tumbuh di tengah penderitaan hidup yang tiada henti. Sang Ibu, yang menyimpan luka mendalam akibat siksaan seorang pria, bertekad melakukan segalanya demi membalas dendam. Dalam kisah romansa modern ini, Zina menjadi simbol dari dosa indah sekaligus alat untuk menuntaskan amarah ibunya terhadap sosok yang telah menghancurkan mereka.
Sampul Novel Gairah Citra dan Kenikmatan
8.1
Di sebuah pinggiran kota yang sunyi, Seto dan Anissa memilih mengabaikan dinginnya malam demi memuaskan hasrat satu sama lain. Saat orang lain terlelap, pasangan suami istri ini justru sengaja bangun lebih awal untuk ritual pagi yang penuh gairah. Seto dengan lembut menjamah tubuh istrinya, memberikan sentuhan intens yang membangkitkan birahi. Keduanya larut dalam kemesraan yang menggebu, berusaha saling memberi kenikmatan maksimal melalui keintiman fisik yang sangat mendalam.
Sampul Novel KEJUTAN UNTUK SUAMIKU
8.7
Ulfa berjuang menghadapi kista ovarium yang membuat peluangnya menjadi ibu sangat kecil. Meski suaminya terlihat menerima kondisi tersebut, penantian enam tahun mereka akhirnya membuahkan hasil saat Ulfa dinyatakan hamil. Namun, keajaiban ini justru berujung pilu. Di tengah kegembiraannya, Ulfa mendapati sang suami diam-diam menikah lagi dengan wanita lain. Haruskah ia mempertahankan rumah tangganya demi sang buah hati, atau memilih untuk mengakhirinya?