APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Guru Tampan Seorang Yakuza

Guru Tampan Seorang Yakuza

Akeno Taoka, anggota Yakuza dari klan Barakujaga, menyamar menjadi guru SMA di Tatsuno demi misi rahasia. Targetnya adalah Reina Akinara, putri pemimpin klan musuh, Tuan Kudesai. Akeno bertekad menjadikan Reina alat balas dendam atas kematian orang tuanya yang dibunuh secara licik. Namun, sebuah fakta mengejutkan mengenai identitas asli Reina terungkap di tengah rencana tersebut. Akankah dendam Akeno tetap membara, atau justru ia akan luluh oleh pesona Reina?
Bab
Bagikan

Bab 3

Mister Akeno adalah guru bahasa Inggris kalian yang baru!" Ucap kepala sekolah SMA Tatsuno memperkenalkan guru baru mereka.

"Selamat siang murid-murid!"

"Perkenalkan saya Mister Akeno!" Ucap Akeno memperkenalkan diri kepada siswa murid SMA Tatsuno.

Yokosa misuta Akeno*( selamat datang mister Akeno)!" Serentak siswa di sana menyambut kedatangan guru baru nya.

"Hust,Reina!" panggilan Michiko kepada Reina.

"Guru nya tampan sekali!" Ujar Michiko, mengedipkan sebelah matanya, Michiko seperti nya menyukai guru baru itu.

"Biasa saja kok!" Jawab Reina dengan acuh.

"Dasar lesbi!" Gerutu Michiko.

Sialan kau!" Umpat Reina kepada Michiko.

Padahal sebenarnya di dalam hati Reina juga mengagumi ketampanan guru barunya itu.

"Tapi memang beneran tampan loh,kau gak memperhatikan nya!" Tanya Michiko lagi.

"Memang tampan sih,tapi wajahnya datar seperti jalan tol!" Ucap Reina begitu saja.

Michiko yg mendengar nya langsung tertawa terbahak-bahak!

Hups!

Michiko langsung menutup mulutnya sendiri, ketika mendapat tatapan tajam dari kepala sekolah.

"Michiko!

"Kemari!" Seru kepala sekolah tersebut memanggil Michiko untuk maju ke depan.

Michiko melirik sebentar kepada Reina, meminta pertolongan nya.

"Mampus lu!" Ejekan Reina sambil terkekeh.

Lalu Michiko pun berjalan perlahan-lahan dan berdiri di depan kelas!

"Cepat minta maaf kepada mister Akeno!" Perintah kepala sekolah.

"Sumimasen misuta( maafkan saya mister)!" Ucap Michiko sambil menundukkan kepalanya.

"Daijobu ( tidak apa-apa)!" Jawab Akeno

"Silahkan kembali ke tempat mu!" Ucap Akeno kembali menyuruhnya duduk duduk.

"Arigatogozaimasu mister (terimakasih mister)

Michiko lalu kembali duduk di bangkunya di samping bangku Reina,lalu Michiko menyikut lengan Reina!

"Awas lu!" Sungut Michiko mendelikan mata nya.

Reina membalasnya dengan menjulurkan lidah!

*****

Bel sekolah berbunyi, pertanda pelajaran telah selesai,para siswa bergerombol keluar hendak pulang ke rumah nya masing-masing.

"Reina tunggu aku!" Michiko berlari mengejar Reina.

"Jadi kan kita kita ke club' !"Tanya Michiko.

"Jadi dong!" Jawab Reina merangkul pundak Michiko lalu mereka pun berjalan beriringan keluar gerbang sekolah dan menuju kendaraan Reina yang berada di parkiran.

Mereka berdua memasuki mobil dan Reina menstarter mesin mobil sports nya yang berwarna kuning,lalu mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi, sehingga abu jalanan bertebaran menganggu siswa lainnya yang sedang berjalan.

Banyak diantara mereka yang mengumpat tingkah laku mereka berdua, tetapi tidak ada yang berani karena mengetahui bahwa Reina Putri dari tuan kudesai pengusaha sukses dari Tokyo.

Tak jauh di belakang mereka, seseorang sedang mengikuti kendaraan mereka dengan mobil Ferarri yang berwarna hitam dengan kecepatan tinggi,mengejar dan membuntuti mobil mereka dari kejauhan.

Pria berkemeja putih dengan memakai kacamata hitam, terlihat memperhatikan mereka dari kejauhan.

pria tersebut  adalah Akeno, seorang Yakuza yang menyamar sebagai guru bahasa Inggris di SMA Tatsuno.

Setelah beberapa lama kemudian, Reina dan Michiko terlihat memasuki gerbang halaman rumah yang sangat luas, yang terdiri dari beberapa penjaga di sekitar area rumah tersebut.

Tak ingin di curigai Akeno menjalankan kendaraan nya,melewati rumah mewah tersebut, karena mengetahui jika terdapat cctv dari jarak beberapa kilometer dari area rumah tersebut.

*****

Malam hari di sebuah klub yang berada di pusat kota Osaka, terlihat Reina dan kawan-kawan nya sedang menikmati sake( sejenis minuman beralkohol), tetapi Reina tidak meminum minuman itu, Reina hanya memesan minuman dingin saja yang tidak mengandung alkohol, karena Reina tidak menyukai minuman beralkohol dan lebih memilih minuman dingin bersoda.

Ayo kita berpesta!" Hiruk pikuk kawan-kawan Reina.

Tos!

Mereka bersulang,sedangkan Reina terlihat membalikkan badan,pergi ke lantai dansa  menari mengikuti alunan DJ.

Musik ajeb- ajeb terdengar membahana di area lantai dansa tersebut, membuat Reina semakin bersemangat menggerakkan badannya, tubuhnya terlihat seksi dengan goyangan pinggulnya ke kiri dan ke kanan,dia meliuk-liukkan badan nya dan menggoyangkan kepalanya,hingga rambutnya yang legam panjang pun ikut menari-nari.

Di sudut meja dekat bartender, terlihat sesosok pria yang sedari tadi memperhatikannya sehingga membuat darahnya berdesir.

matanya tak sedikit pun berkedip dari melihat sesosok perempuan cantik yang sedang meliuk-liukkan badan nya.

Akeno memesan wiski ke bartender dan langsung meneguknya dengan tatapan matanya yang tak teralih dari gadis itu.

"Seperti nya,tubuh gadis itu terlihat lezat jika ku nikmati!" Gumam Akeno dengan senyuman miring nya.

Lalu tak lama kemudian,akeno merogoh ponselnya dan menelepon seseorang!

"Awasi gadis itu!" Titah Akeno.

Tut!"

Panggilan pun di matikan dan Akeno pergi meninggalkan klub tersebut.

*****

Master!" Ucap Ajuhsi.

Kita bergerak sekarang!" Tanya Ajuhsi.

"Anak buah kita sudah stand by di pelabuhan,hari ini klan howaitotaiga( ular hitam) sedang menurunkan muatan kokain nya yang terbilang sangat banyak,di perkirakan hingga ratusan ton,mister!" Ucap Ajuhsi.

"Ok bergerak sekarang!

"Curi semua barang mereka,buat mereka merasakan apa akibatnya sudah mengganggu kita dan habisi semua anak buahnya!" Perintah sarkas Akena kepada Ajuhsi.

"Siap master!

Lalu mereka semua pun bergerak menuju ke pelabuhan dengan puluhan anak buah terbaik pilihan Akeno.

Ajuhsi memantau mereka menggunakan teropong dan memperkirakan berapa jumlah anak buah klan musuh mereka, yang terbilang tidak terlalu banyak, mungkin sekitar tiga puluh orang saja.

Ajuhsi memberikan aba-aba kepada Anak buahnya, untuk menunggu instruksi dari nya.

Hingga beberapa menit kemudian,ajuhsi mengangkat tangan nya memberikan kode!

"Seraaang!!" Teriak Ajuhsi kepada anak buahnya.

Lalu baku tembak pun terjadi,bunyi senjata saling menyahut, dengan puluhan peluru melayang di udara mencari sasaran yang akan menjadi korban nya.

Tepian air laut menjadi berwarna merah, dari banyaknya pertumpahan darah dari tubuh manusia yang telah mati di makan peluru.

Satu persatu musuh akeno tumbang, sehingga hanya menyisakan beberapa orang saja.

Dor!

Dor!

Dor!

Suara peluru bersahutan,Ajuhsi terlihat sangat lihai dalam menggunakan senjata nya, hingga banyak musuh yang kelabakan menghadapi serangan Ajuhsi.

Aarggg!

Teriakan seseorang tertembak di dadanya dan langsung memuncratkan darah segar keluar dari mulutnya.

Ternyata pria yang tertembak adalah pemimpin dari anak buah klan ular hitam, yang menjalankan tugas nya kali ini.

Seketika anak buah nya yang lain berlari meninggalkan pelabuhan ketika mengetahui pemimpin dari kawanan mereka sudah mati.

Dan Ajuhsi beserta anak buahnya segera mengambil alih muatan kokain itu yang di perkirakan harganya sampai mencapai ratusan milyar rupiah.

Mereka kembali ke wilayah mereka dengan membawa kemenangan.

Akeno tertawa puas, ketika anak buahnya berhasil mengambil kokain dari klan musuh dan menepuk bahu orang kepercayaan nya itu.

"Kau memang bisa ku andalkan!" Ucap Akeno bangga.

"Mereka saat ini pasti sudah mendapatkan kerugian yang besar dan tentu saja itu hanya secuil dari peringatan ku yang telah berani mengusikku!" Jawab Akeno dengan seringaian tajamnya.

"Bagaimana dengan Batista!" Tanya Akeno yang menghawatirkan anak buah terpercaya nya itu.

"Batista saat ini masih berada di wilayah musuh,mister!" Jawab Ajuhsi.

"Untuk saat ini perintahkan Batista untuk bersembunyi dulu jangan sampai menimbulkan kecurigaan mereka kepada nya!" Perintah Akeno.

Siap master!" Ucap ajuhsi.

"Master tidak perlu menghawatirkan Batista,dia bisa menjaga dirinya sendiri.

"Tetap saja kalian berdua adalah orang kepercayaan ku sekaligus sahabat ku,aku tidak ingin terjadi apapun kepada kalian dan membahayakan nyawa kalian.

"Tenang lah kawan,kami akan selalu berada di sisi mu, sampai nyawa berada di ujung tanduk!" Ucap Ajuhsi.

"Lalu mereka pun saling tertawa bersamaan,merangkul pundak masing-masing.

"sebaiknya kita merayakan malam ini dengan minuman dan sedikit perempuan!

"ha...ha...ha.!" Gelak tawa Akeno,mengajak sahabat nya itu untuk minum-minum dan menikmati wanita,tapi sahabat nya itu seperti kanebo yang tidak pernah ada hasrat kepada perempuan.

"Aku tidak suka perempuan, menyusahkan!" Dengus Ajuhsi melangkah pergi meninggalkan akeno yang terus menertawakan nya.

"Hei, kenapa kau tidak suka perempuan?

"Sialan,aku masih normal!" Jawab Ajuhsi dengan wajah nya yang terlihat kesal.

"Baiklah kalau begitu, ayo kita pergi!" Ajak akeno menarik paksa ajuhsi.

Ajuhsi dengan cepat melepaskan rangkulan tangan akeno,dia terlihat bergidik sendiri ketika akeno merangkulnya dan tentu saja dia masih normal.

"Aku Tidak nafsu, nafsuku hanya membunuh seseorang!" Celetuk Ajuhsi.

Ha...ha...ha..!

Ha...ha..ha...!

Akeno tertawa lebar dengan memegang perut nya sendiri dan terus tertawa, menertawakan ajuhsi.

Ajuhsi mencebikan bibir nya, membuka pintu mobil Mercedes nya diikuti oleh akeno yang juga memasuki mobilnya dan berlalu pergi membelah jalanan kota Osaka.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel HATRED
8.7
Difitnah melukai dua saudaranya sendiri, seorang pemuda terpaksa angkat kaki dari rumah. Ia menyimpan amarah mendalam karena keluarganya lebih memercayai bukti video rekayasa ketimbang kejujurannya. Kini, ia harus memulai hidup baru di luar sana sambil membawa luka hati akibat pengkhianatan orang terdekat. Bagaimana nasib pemuda ini setelah pergi? Akankah penyesalan menghampiri keluarga yang telah membuangnya? Simak perjuangan penuh dendam ini.
Sampul Novel I Love You, Om Bodyguard!
8.6
Demi melunasi utang sang ayah, Mayzura terpaksa menghadapi pernikahan dengan pria tua. Saat mencoba melarikan diri bersama kekasihnya, ia diselamatkan oleh Sadewa dari ancaman penjahat. Sadewa pun ditugaskan menjadi pengawal pribadinya hingga hari pernikahan tiba. Namun, kedekatan mereka justru memicu perasaan cinta yang tak terduga. Mampukah Sadewa melewati segala rintangan demi Mayzura? Lantas, apa rahasia besar di balik identitas asli sang bodyguard?
Sampul Novel Istri Penguasa Tak Terlihat
8.5
Hidup Roxelle Clementia Evelyn berubah total saat Hendrik Ou Gang mengungkap identitas aslinya sebagai pewaris Ou Gang Grup. Setelah bertahun-tahun menderita akibat kemiskinan dan penghinaan, wanita Asia-Amerika ini ternyata cucu yang selama ini dikira telah tiada. Kehadirannya memicu ketegangan besar bagi Margarita dan Donna yang selama ini berkuasa. Mampukah Roxelle memimpin perusahaan finansial raksasa di Kota Luo dan menghadapi intrik keluarga tersebut?
Sampul Novel Kembalinya Sang Penguasa
9.0
Ledakan rumah yang menewaskan sepasang suami istri memicu kepanikan besar di kalangan polisi dan tentara. Hilangnya putri mereka menandai kembalinya sosok legendaris, Red Everlasting Dragon. Sang penguasa yang ditakuti dunia ini turun gunung demi membalas dendam atas kematian orang tuanya dan penculikan adiknya. Tanpa ampun, ia bersumpah akan menghancurkan siapa pun pelakunya. Amarah sang naga kini membara, siap mengguncang tatanan dunia dari timur hingga ke barat.
Sampul Novel Pelakor's Hunter
8.2
Siska tewas mengenaskan setelah cairan mematikan melumpuhkan sarafnya dalam sekejap. Di samping jasadnya, pelaku bertopeng meninggalkan pesan misterius bertajuk Malaikat Maut Pelakor. Serangkaian pembunuhan serupa terus menghantui, menyasar para wanita perebut suami orang. Ranti, istri yang hancur akibat pengkhianatan, kini menjadi tersangka utama karena bukti kuat di rumahnya. Benarkah luka hati mendorongnya menjadi pembunuh, atau ada sosok lain di balik dendam buta ini?
Sampul Novel Re(s)tart
9.7
Kebahagiaannya dirampas hingga tak bersisa, kini nyawa menjadi taruhan terakhir. Sambil terduduk dengan tubuh penuh memar dan luka, anak itu menatap remeh musuhnya meski tenaganya hampir habis. Di tengah ejekan tentang masa lalunya yang dianggap nyaman, ia menyimpan sisa kekuatan demi menyambut hari esok yang penuh misteri. Akankah ia mampu bertahan, atau justru melarikan diri sambil menangis saat maut mulai mendekat dan mengancam masa depannya?