APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Guruku Suamiku

Guruku Suamiku

Arjuna terikat wasiat mendiang ayahnya untuk menikahi Asmara, siswi SMK berusia tujuh belas tahun. Jika menolak, Arjuna akan kehilangan seluruh harta warisan keluarga Darmawan. Selain itu, ayah Asmara yang bernama Pak Banu terancam masuk penjara akibat kecurangan bisnis di masa lalu. Kini, Arjuna harus berjuang meyakinkan gadis belia tersebut agar bersedia membangun rumah tangga demi menyelamatkan masa depan mereka berdua. Akankah pernikahan paksa ini berhasil?
Bab
Bagikan

Bab 3

“Ah sudah di sekolah ketemu guru baru yang menyebalkan. Pulang di tengah jalan ban motorku meletus pula. Apes benar hidupku ini Ya Allah. Ingin rasanya aku ubel-ubel itu rambut Pak Arjuna yang sok ganteng sok kecakepan,” gerutu Asmara terus ngedumel tak karuan sambil menuntun motornya di tepi jalan.

Sedangkan jalanan tengah lalu-lalang beberapa pengendara dan pengguna jalan yang lain. Rupanya hari sudah teramat sore bisa dibilang sudah hampir magrib. Tentu arus kendaraan di sepanjang jalan menuju ke rumah Asmara teramat padat.

Sebab pemukiman sepanjang dari sekolahan hingga rumahnya. Termasuk dalam jalur alternatif menuju ke area ring utama pergudangan dan pabrik di ujung gang paling depan setelah area sekolahan.

“Ah kenapa malah terbayang wajah Pak Arjuna yang menyebalkan itu. Kenapa juga denganku ini, tapi benar juga kata Dewi tampan sih tapi resek. Eh, kenapa ada sedikit rasa simpati ini padanya. Tidak-tidak boleh, aku tidak boleh begitu saja terpengaruh dengan tipu-tipu dan topeng wajahnya itu,” Asmara terus mengomel sendiri di jalanan yang ramai.

“Memang aku cakep, memang aku ganteng mau apa kalai aku terlahir begini. Memangnya aku memintanya untuk diberi wajah seperti ini,” ucap Arjuna yang tiba-tiba sudah ada di samping Asmara dengan mengendarai motor sportnya perlahan. Seakan Arjuna hendak menemani Asmara yang sedang menuntun motor matiknya.

“Allahuakbar, kenapa seakan kamu ada dimanah-mana sih Pak Arjuna yang terhormat. Apa, mau mengejek saya ya menyebalkan sekali ih jadi cowok. Bantu kek, cari bantuan atau apa begitu. Enggak peka sekali jadi cowok kamu tuh,” oceh Asmara malah bertambah menyun uring-uringan.

“Mau aku bantu, minta maaf dahulu yang tadi pagi. Wong kamu yang salah kok, malah aku yang dimarahi,” jawab Arjuna memberi sarat untuk sebuah pertolongannya.

“Aah malasnya biar aku capek, keringatan menuntun motor sampai rumah biar saja. Asal aku tidak meminta maaf padamu, lah wong kamu yang salah!” balas Asmara dengan judes akan permintaan Arjuna dan kembali menuntun motornya. Setelah beberapa saat berhenti seraya mengomel pada Arjuna.

“Oh ok, selamat menuntun motor kesayanganmu itu ya Nona. Ngomong-ngomong sebentar lagi magrib ini Nona. Tahu sendiri kalau magrib bukan, anak gadis pamali berada di luar rumah nanti sawan loh. Sudah ya aku pergi Assalamualaikum,” ucap Arjuna melajukan motornya agak kencang sedikit. Namun tidak terlalu cepat masih ditahap standar. Mencoba menggoda Asmara barang kali ia memanggil kembali.

Sebab baru saja ia menakut-nakuti Asmara dengan istilah pamali waktu magrib. Kemarin Pak Banu sempat memberi tahu Arjuna tentang kelemahan Asmara. Kalau dia begitu takut mendengar cerita tentang gaib ataupun tentang hantu dan setan.

Sudah agak lama Arjuna memacu sedikit jauh meninggalkan Asmara. Walau tetap dilaju tiga puluh kilo meter per jam. Tapi hati Arjuna nyatanya tidaklah tenang dan timbul khawatir diperasanya.

Sejenak Arjuna berhenti lalu menoleh ke belakang mengecek dimanah tadi Asmara menuntun motornya. Betapa Arjuna sangat kaget ketika mendapati Asmara tergeletak di tepian trotoar.

Benar juga ternyata Asmara sangat fobia dengan cerita seram. Sehingga ia tak dapat menguasai kesadarannya lalu pingsan dengan tertimpa motornya.

“Allahuakbar Asmara kok bisa sampai begitu takutnya kamu dengan cerita-cerita yang menjurus ke arah perhantuan. Gawat ini mana tertimpa motornya lagi dia, astaga maaf ya,” ucap Arjuna begitu panik. Langsung berhenti dan menurunkan standar samping motor sportnya.

Lalu berlari menuju ke arah Asmara yang tengah pingsan. Sesaat Arjuna mendirikan motor matik Asmara sambil meraih ponsel di saku jaketnya.

“Halo Mas Rano tolong bawa armada pengangkut untuk dua motor dan bawakan saya satu mobil ya Mas. Cepat tidak pakai lama saya tunggu dan ini saya share log lokasinya. Cepat loh ya jangan pakai lama, kasihan ini calon Nyonya kalian kecapian pingsan di jalan,” ucap Arjuna pada salah satu pekerja kepercayaannya.

“Baik Tuan Muda Arjuna segera menuju lokasi. Mohon tunggu ya Tuan Muda jangan ke mana-mana saya akan ke sana dengan cepat,” jawab Rano lekas menutup ponselnya.

Tak beberapa lama sekitar lima belas menit berselang. Satu mobil pikap besar yang biasa digunakan untuk mengangkut mobil mewah. Telah datang dan berhenti di samping Arjuna yang tengah memangku Asmara yang masih pingsan.

Ada satu mobil mewah yang baru datang jua setelah mobil pikap. Kini berhenti pas di belakang mobil pikap. Satu orang tua sebaya usia empat puluh lima tahun. Tiba-tiba turun dari dalam mobil mewah berplat mobil khusus ciri khas keluarga Darmawan.

“Tuan Muda apa kau tidak apa-apa? Apakah ini Nyonya yang Anda bicarakan beberapa malam yang lalu. Kenapa beliau sampai bisa pingsan seperti ini?” ucap Pak Rano berjongkok di depan Arjuna.

“Sudah jangan banyak tanya bantu aku membuka pintu mobil. Jangan lupa bawa motorku dan motor Nyonya. Satu lagi tolong hubungi Pak Banu, katakan pada beliau tidak usah khawatir Asmara bersama saya,” perintah Arjuna bagaikan satu titah Raja bagi Pak Rano.

“Baik Tuan Muda Arjuna,” jawaban singkat yang selalu terucap di bibir tua Sang asisten pribadi dan sekaligus sudah seperti Ayah sendiri sebenarnya oleh Arjuna. Sebab Pak Rano bekerja dengan keluarga Darmawan semenjak Arjuna masih bayi.

Lekas Pak Rano bergegas memberi komando pada beberapa orang di bawahnya. Agar segera mengangkut motor Arjuna dan motor Asmara ke dalam mobil pikap.

Tak lupa ia membantu Arjuna membuka pintu mobil mewah. Agar Arjuna dapat memasukkan Asmara di jok samping pengemudi yang sudah dibuat rendah untuk merebah.

Bruk, suara pintu mobil tertutup agak pelan. Setelah semuanya terangkut, Pak Rano memberi komando agar mobil pikap lekas pergi menuju kediaman keluarga Darmawan.

“Pak Rano terima kasih atas bantuannya. Oh ia Pak Rano lekas hubungi Pak Banu ya. Jangan sampai beliau khawatir akan keadaan Nyonya. Pak Rano lekas temui saya di ruang makan keluarga. Saya ingin merundingkan sesuatu dengan Pak Rano malam ini. Satu lagi panggil Dokter Han ke rumah untuk memeriksa Nyonya. Baik saya pergi dahulu hati-hati Pak Rano,” ucap Arjuna lekas melajukan mobil mewahnya.

Pak Rano sesaat terlihat masih berdiri memandangi kepergian Arjuna dengan mengendarai mobil mewahnya. Sampai ada tiga motor petugas keamanan setempat yang selalu membantu keluarga Darmawan mengamankan laju lalu lintas. Saat ke mana saja anggota keluarga Darmawan bepergian.

“Mari Pak Rano?” ucap Pak Kapolsek Miko mengulurkan helm pada Pak Rano. Sehingga Pak Rano lekas naik dibonceng oleh Pak Kapolsek untuk segera mengawal laju mobil mewah Rano.

Tanpa mereka sadari agak di kejauhan. Ada salah seorang teman dari Asmara yang tengah mengawasi. Bahkan dia sempat merekam secara jelas bagaimana berlangsungnya jalur evakuasi keluarga Darmawan.

“Asyik pasti besok jadi gosip terhangat ini. Ternyata Pak Arjuna itu anak dari konglomerat Darmawan. Seorang yang kaya raya di kota ini, bisa jadi topik terinding nomor satu minggu ini. Sebab Asmara tengah dibawa oleh mereka. Jangan-jangan Asmara diculik lagi, atau Asmara telah menjual dirinya,” ucap seseorang di tepi jalan seberangnya lagi yang rupanya salah satu teman sekelas dari Asmara.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Arrogant Husband
8.4
Demi menyelamatkan aset berharga peninggalan sang ibu dari kebangkrutan total akibat utang miliaran, Alexa terpaksa menghadapi tawaran gila Damian. Pria arogan yang membenci wanita itu menuntut seorang anak sebagai syarat bantuan finansialnya. Meskipun saling membenci, Damian tidak bisa menepis obsesi gelapnya pada Alexa. Kini, Alexa yang keras kepala harus terjebak dalam dinamika panas bersama pria temperamental tersebut. Akankah hubungan penuh paksaan ini berakhir sesuai rencana?
Sampul Novel Gadis (Tak) Perawan
8.4
Indana Maheswari, putri tunggal dari keluarga terpandang, menyimpan rahasia kelam di balik kesempurnaannya. Statusnya yang tak lagi perawan membuatnya sulit mencari pasangan hidup. Di tengah keputusasaan, muncul Utsman yang tetap bertahan meski mengetahui masa lalunya. Saat Indana mulai membuka hati, Saddam hadir kembali. Sahabat Utsman dari masa lalu itu membawa tawaran pernikahan yang sangat sulit untuk ditolak, memicu konflik batin bagi Indana.
Sampul Novel Gulai Daun Singkong Untuk Mertua
7.8
Nek Syam mengalami kepedihan mendalam setelah diusir oleh Jannah, putri kandungnya, hanya karena menginginkan gulai daun singkong. Merasa terhina di rumah sendiri, ia memilih pergi dan berlindung di kediaman putra bungsunya, Ahmad. Mengetahui perlakuan buruk sang kakak terhadap ibu mereka, Ahmad pun naik pitam. Ia langsung bertindak tegas dengan membawa bukti kepemilikan tanah dan balik mengusir Jannah dari rumah tersebut sebagai pembalasan.
Sampul Novel Istri Kedua Pak Kades
9.8
Raya, mahasiswi KKN, mengalami tragedi kelam saat Pak Kades yang sedang sakau kehilangan kendali dan merenggut kesuciannya secara paksa. Meski Raya telah memohon dan berteriak histeris di tengah malam yang sepi, tak ada warga yang datang menolong. Kejadian memilukan ini menghancurkan hidup Raya seketika. Bagaimana nasib Raya selanjutnya setelah kehormatannya dirampas oleh pria beristri yang sudah memiliki anak tersebut? Ikuti kelanjutan kisahnya yang penuh duka.
Sampul Novel Kutukan Cinta Pertama
9.7
Dunia Lara Ayunda seketika runtuh saat Arkan menjatuhkan talak secara tiba-tiba. Kehidupan pernikahan yang semula tenang hancur berantakan tanpa kepastian. Segalanya bermula dari serangkaian mimpi misterius yang terus menghantui tidurnya, hingga sebuah pertemuan tak terduga membawa petaka bagi rumah tangga mereka. Kini, Lara terjebak dalam pusaran konflik yang membingungkan, tanpa tahu bagaimana akhir dari nasib hubungan dan masa depan cintanya nanti.
Sampul Novel PELACUR DI RANJANG SUAMIKU
9.7
Gava adalah pengusaha sukses yang cantik dan kaya raya. Meski terlihat sempurna, sifat pemalunya membuat hubungan ranjang dengan sang suami, Rasyid, terasa hambar. Rasyid akhirnya berpaling pada Putri, pemilik hotel agresif yang memikat hatinya. Berdalih menghindari dosa, Rasyid berniat memadu Gava. Perselingkuhan ini terbongkar berkat bantuan Viko, pengacara yang lama mencintai Gava. Di depan Gava, Putri tanpa malu membeberkan detail hubungan intimnya dengan Rasyid.