APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hasrat Terlarang Janda Tujuh Kali

Hasrat Terlarang Janda Tujuh Kali

Sarboah kembali menjanda untuk ketujuh kalinya, membuat sang ayah lelah menjadi wali nikahnya. Di balik kegagalan itu, Sarboah berjuang mengendalikan hasrat biologisnya yang meluap-luap. Takdir kemudian mempertemukannya dengan Adrian, seorang pria yang menderita impotensi dan sangat ingin sembuh. Sebuah insiden tak terduga memaksa mereka untuk terikat dalam pernikahan. Mampukah rumah tangga unik ini bertahan di tengah perbedaan kondisi fisik mereka?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Eh, i iya, Mas," jawabku terbata. 

"Ya udah duduk dulu," serunya. 

"Tapi baju aku basah, Mas." 

"Oh, iya ya. Kalau gitu kamu ganti baju. Nah, di belakang ada kamar mandi." Mas Hanum menunjukan sebuah ruangan kecil yang ada di pojok dekat dapur. 

Kuarahkan pandangan ke arah tas yang berada di lantai, tepat didepan kakiku. Berharap Mas Hanum mengerti bahwa bajuku basah semua. Namun, pria itu teralihkan karena ada yang membuka pintu depan. Aku melihat seorang perempuan datang menghampiri dengan mengenakan setelan kantor, cantik dan elegan  kata itu cocok untuk menggambarkan. Dia  menuntun anak kecil yang berseragam sekolah dasar. 

"Assalamualaikum, Mas." 

"Waalaikumsalam," jawab Mas Hanum. Dia menghampiri perempuan itu, aku rasa istrinya, jelas bisa ditebak saat perempuan dan anak lelaki itu mencium punggung tangan Mas Hanum. 

"Aku kesal banget deh, sebaiknya kamu segera cari pengganti baby sitter deh. Aku dimarahi bos tahu!" keluhnya. 

"Bunda gimana sih? Jemput anak aja marah-marah mulu." Anak kecil itu bersedekap dan duduk di sofa. Bibirnya mengerucut. Ingin rasanya aku ikat dengan karet bekas nasi uduk rasanya. 

Sepertinya mereka tidak menyadari  keberadaanku, lebih baik diam saja pura-pura tidak tahu. Menyaksikan perdebatan orang kaya. 

"Eh kamu dah nemuin baby sitter, Sayang?" tanyanya saat melihatku. 

"Enak aja. Ini Sarboah sepupu aku, baru datang dari kampung." 

"Oh, hallo. Namaku Aquila." Dia mengulurkan tangannya, dengan cepat aku menjabat. 

"Sarboah." 

"Eh, baju kamu basah ya? Aduh, pasti dingin. Ganti dulu gih, nanti setelah itu kita ngobrol-ngobrol," cicitnya sangat ramah, membuat aku nyaman dibuatnya. 

Ternyata Aquila lebih peka, dia melihat ke arah tas milikku. Dia tersenyum tipis dan menepuk bahu, mengatakan bahwa akan meminjamkan baju untuk aku. Dia menaiki anak tangga dan tidak berapa lama kembali dengan menyerahkan baju berbahan rayon.

"Daster gak apa?" tanyanya. 

"Iya, makasih. Maaf merepotkan," sesalku. 

"Gak apa. Kamu kan saudaranya Mas Hanum, jelas bukan merepotkan." 

Tidak pernah menyangka, bahwa perempuan bertubuh ringkih itu orang yang ramah dan baik. Aku pergi ke kamar mandi, membersihkan diri dengan sabun yang ada di tempat itu. Aku mengeluh, sadar  daster ini sangat sempit. Aku menundukan pandang, mendesah karena dadaku tercetak jelas dibalik kain tipis yang dikenakan. Saat kembali sayup kudengar perdebatan, entah apa. Tak jelas dengan jarak tempatku sekarang. Aku mendekat dan ternyata masih membicarakan soal baby sitter. Aku rasa ini kesempatan aku untuk tetap tinggal di rumah ini, agar aku bisa mencari pria yang telah meruntuhkan bahtera rumah tanggaku. 

"Aku harus cari kemana? Gak ngasal kalau cari baby sitter, Dek!" Mas Hanum tampak sedikit marah. Istrinya tak kalah marahnya. 

"Aduh, terserah deh. Aku gak mau lagi repot!" 

"Kenapa sih gak berhenti aja, Dek!" 

"Aku gak mau! Bisa cepat tua aku di rumah." 

Ah, perdebatan orang kaya. Semua tentang kesibukan, beda denganku yang harus berjuang untuk isi perut. Asal dapat makan sudah Alhamdulillah. Daripada mereka ribut mending aku menawarkan diri aja. 

"Permisi Mas, Mbak," seruku. 

Mas Hanum menatapku, dia seperti terkesima dengan penampilanku. Dia melihat ke arah dadaku yang montok. Aku yang sudah tujuh kali menikah bisa menebak bahwa pria itu mulai tergoda. Namun pria itu mengalihkan pandangannya ke arah Mbak Aquila, sepertinya dia tak mau tergoda. Ah, entahlah. Aku tidak peduli. Untuk saat ini harus cari cara agar punya tempat tinggal gratis. 

"Sepertinya kekecilan ya," ucap  Mbak Aquila. Aku mengangguk. 

"Iya, Mbak. Tapi nggak apa. Oh, iya, Mbak. Maaf aku tadi denger pembicaraan Mbak dan Mas soal baby sitter." 

"Kenapa? Kamu punya kenalan seorang baby sitter?" 

"Nggak sih, Mbak." 

"Yah." Mbak Aquila yang tadi tampak antusias kini aku lihat menuduk  lesu.

"Kalau boleh aku mau, Mbak. Gak bakat sih, tapi diajarin aja dulu, Mbak."

"Kamu mau, Ah?" Dia beranjak dari duduk dan mengoyak kedua tangan. Saat aku mengangguk. Dia bahkan memukul tubuh seksi ini. Untung perempuan kalau cowok udah minta digoyang. 

Sejak saat itu aku bekerja sebagai baby sitter di rumah Mas Hanum. Hari-hari dilalui tanpa ada yang spesial, aku hanya mengantar jemput anak kecil yang bernama Azka, yang baru aku ketahui bahwa umurnya baru tujuh tahun. Aku dan dia juga sudah mulai akrab. Bukan hanya itu, aku juga memasak dan membereskan rumah. Sehingga aku tak punya waktu untuk mencari pria asing yang menjadi tujuan aku datang ke kota ini. 

Aku perempuan yang tidak bisa menahan hasrat, tahu kelemahan sehingga tak pernah berani dekat-dekat dengan Mas Hanum. Saat tengah malam dan dirasa sepi, aku selalu mencari kepuasan sendiri. Beruntung ada kamar pembantu yang aku tempati dan kamar mandi di dapur yang jarang dijamah penghuni rumah. Saat hasrat  menyerang aku memuaskan diri sendiri dengan caraku. Semua berjalan lancar selama sebulan. 

Hingga satu malam yang dingin, aku tidak bisa menahan hasratku. Aku membuka pintu kamar dan melihat semua masih sepi. Kututup kembali pintu kamar  tapi tak dikunci, pintu ini sedikit renggang jadi tak tertutup sepenuhnya. Aku enggan mencari anak kunci yang aku lupa disimpan dimana. Udara dingin ini menyiksa membuat aku tak tahan dan kembali mencari kepuasan. 

  Aku keluar untuk membersihkan diri, karena merasa lengket di bagian bawah saat ku telah mencapai klimaks. Berniat ke kamar mandi dan betapa kagetnya saat membuka pintu aku melihat Mas Hanum berdiri di depan kamar. Pria itu tersenyum dengan tatapan yang sulit diartikan. 

"Ma mas, se sejak ka pan?" tanyaku terbata. 

"Sejak kapan apa?" Dia mengulang pertanyaan. 

"A ada di sini?" 

"Wajah kamu tegang gitu kenapa?" 

"Nggak kok, Mas," kilahku. 

"Buatin kopi, Ah." 

Aku mengangguk tapi meminta izin untuk ke kamar mandi. Betapa kagetnya saat aku menyadari bahwa sejak tadi kancing dasterku terbuka dan itu tandanya tadi Mas Hanum melihat belahan dadaku? Ah, sial! Aku malu semalu-malunya. Ini tangan kalau lagi horni bergerak sendiri. Harus cepat cari suami, tapi dimana? Aduh, kenapa aku punya kelainan ini sih? 

"Ah, lama banget." Mas Hanum kembali memanggil. Aku berjalan keluar, berusaha tenang. 

Kusuguhkan kopi hitam dengan campuran krimer di dalamnya, tentunya sudah sangat hafal apa yang menjadi kesukaan pria ini. Aku melihat Mas Hanum menunduk. Dia mengusap wajahnya dengan kasar, dari gelagatnya aku bisa menebak dia sedang pusing. Mas Hanum menarik dasi yang dikenakan  dan menggulung lengan panjang hingga siku. Aku hanya diam, mengagumi pria tampan yang menjadi sepupu ini. "Keren banget sih, Mas Hanum." Aku membatin. 

"Ah, kamu udah nikah?" 

"Udah, Mas. Tujuh kali malah, hehe." 

"Hah? Serius!" Mata pria itu membola. Aku menggaruk tengkuk yang tak gatal. 

"Ada yang aneh?" tanyaku polos. 

"Kok bisa?" 

"Ya bisa. Orang banyak dari mereka gak kuat melayaniku. Ada yang mati, ada yang minta cerai, katanya gak sanggup tarung tiap malam." 

  Aku jawab aja jujur. Toh, itu emang kenyataan. Siapa sangka cerita aku membuat Mas Hanum tertawa. Aku ikut aja tertawa, menghargai pikirku. 

"Kamu kenapa ketawa, Ah?" 

"Ya ikut aja sih," jawabku. 

"Dasar! Gak nyangka kamu lucu." 

"Apa? Lutung culun." 

"Nah, itu tahu." 

"Dih, tega." Aku mencebik. 

"Enak dong bisa cobain banyak macam." 

"Enak gak enak sih." 

"Gak enaknya?" 

"Elah, Mas. Jadi janda tujuh kali itu jadi omongan orang." 

"Jadi kamu udah jadi janda tujuh kali, kirain punya suami tujuh." 

"Mana bisa, Mas. Bobrok aku layanin tujuh pria." 

Saat berbincang denganku, sepertinya Mas Hanum tampak lebih baik. Tadi aku lihat seperti orang yang   sedih sekarang bisa tertawa, entah aku tak tahu apa yang terjadi. Hanya saja berharap bahwa Mas Hanum tidak  tahu aksiku tadi di kamar. Tapi dia tahu gak ya? Ah, semoga aja dia ada di depan kamar pas aku udah selesai.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Baby Twins Billionaire
7.9
Masa depan Freya Amalia hancur dalam semalam akibat perbuatan pria asing. Kegetiran hidupnya bertambah saat ia menyadari dirinya mengandung bayi kembar dari tragedi tersebut. Di sisi lain, Vero Brance Harison dihantui rasa bersalah yang mendalam atas dosa masa lalunya. Ia bertekad menemukan wanita yang telah disakitinya untuk dijadikan istri. Saat takdir mempertemukan mereka, mampukah Vero menebus kesalahannya dan dapatkah Freya memaafkan ayah dari anak-anaknya?
Sampul Novel Head Over Heels
8.7
Miko hadir dalam kehidupan sebagai sosok rival yang paling dibenci, namun kehadirannya justru memicu badai emosi yang tak terduga. Hubungan benci tapi rindu ini perlahan mengobrak-abrik seluruh perasaan dan logika yang ada. Di balik persaingan sengit mereka, tersimpan getaran yang mengguncang hati secara mendalam. Kisah ini mengikuti perjalanan emosional yang rumit saat musuh bebuyutan berubah menjadi seseorang yang paling memengaruhi jiwa.
Sampul Novel Istri Bodoh Yang Terlalu Percaya Suaminya
8.0
Risa adalah istri muda yang pemalu dan menjalani hidup sederhana bersama Dika di desa. Namun, ketenangan itu terusik saat Hardiman, tetangga licik di balik topeng ramahnya, mulai masuk ke kehidupannya. Lewat ancaman halus dan permainan terlarang, Risa terjebak dalam dunia kenikmatan yang belum pernah ia kenal. Meski awalnya merasa terpaksa, ia justru tenggelam dalam candu hasrat yang membara. Batas moral pun hancur, dan kini Risa tidak akan pernah bisa kembali lagi.
Sampul Novel Janjinya, Penjaranya
9.6
Kebebasan yang dinanti justru menjadi awal derita baru bagi sang protagonis. Tujuh tahun mendekam di penjara demi menanggung dosa Keysha, kakak angkatnya, ia justru dibuang oleh orang tua kandung dan tunangannya, Dion. Alih-alih disambut hangat, ia diasingkan ke gudang berdebu demi kenyamanan Keysha. Namun, sebuah email rahasia berisi tawaran kerja dan identitas baru muncul sebagai penyelamat. Tanpa ragu, ia memilih pergi demi membalas segala pengkhianatan.
Sampul Novel Mantan Istri CEO Tampan
8.9
Demi membiayai operasi Andra, Alana terpaksa menerima tawaran mertuanya untuk pergi menjauh selamanya. Ia rela meninggalkan sang suami meski sedang mengandung. Andra yang merasa dikhianati lantas menaruh dendam mendalam dan bertekad membalas sakit hatinya jika mereka bertemu lagi. Tujuh tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Alana kini telah memiliki anak, sementara kebencian Andra masih membara. Akankah cinta lama mereka bisa kembali?
Sampul Novel Menemukan Cinta Sejati
9.0
Demi membalas pengkhianatan, Eve Costa setuju menikahi pewaris kejam keluarga mafia Vittorine. Selama lima tahun, Eve mencintai Lucas Smith, namun pria itu justru mengabaikan nyawanya saat diculik dan malah bermain api dengan Alina. Setelah selamat dari maut, Eve kehilangan rasa cintanya. Saat Lucas melamar, Eve telah menyiapkan rencana besar untuk melepaskan diri. Ia memanfaatkan posisi barunya demi menghancurkan pria yang telah tega membuangnya demi wanita lain.