APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hasrat Terlarang Suamiku

Hasrat Terlarang Suamiku

Cinta tulus Selin hancur seketika saat memergoki Edward, suaminya, bermesraan dengan wanita lain di sebuah mal. Meski hatinya remuk oleh pengkhianatan setelah lima tahun menikah, ia masih bimbang dalam menentukan sikap. Haruskah ia bertransformasi menjadi sosok yang lebih memikat demi menyaingi sang pelakor dan mempertahankan rumah tangganya? Ataukah Selin memilih untuk pergi demi menjaga harga diri yang telah diinjak-injak oleh suaminya sendiri?
Bab
Bagikan

Bab 3

Selin pergi dengan hati yang sangat patah, mendengar ucapan dari sang pelakor yang begitu menyayat hatinya. Dia tidak mengira, jika hal ini begitu menyakitinya, padahal tujuannya untuk memperingati wanita yang merebut suaminya. Apalagi ucapan dari wanita itu masih terngiang di telinganya,ndirinya begitu minder apalagi dengan penampilan yang hanya biasa-biasa saja, bahkan jika dibandingkan wanita itu jauh lebih cantik di bandingkan dirinya. Entah apa yang diinginkan Tuhan untuk dirinya, tetapi yang jelas saat ini dia membutuhkan seseorang sebagai sandaran.

Hatinya yang begitu rapuh, dan juga tak bisa membendung air matanya lagi. Bahkan orang-orang menatapnya dengan wajah yang aneh, menebak-nebak apa yang di hadapi olehnya. Tanpa menghiraukan orang lain, Selimln segera berlari masuk ke dalam mobil, masih menahan air mata walau cukup sulit dilakukan.

"Jalankan mobilnya, Pak!" perintah Selin sembari mengambil tisu dan menyeka air matanya yang terlihat bengkak.

"Nona mau kemana?" tanya pak supir yang menoleh, menatao wajah istri bosnya dengan rasa empati.

"Antar aku ke danau hijau."

"Hem, baiklah."

Pak supir mulai menjalankan mobil yang melaju dengan kecepatan sedang, sesuai permintaan Selin yang ingin menikmati perjalanannya. Sengaja membuka jendela mobil dan membiarkan semilir angin kembali menerpa dan menyentuh kulit di wajah, begitu sejuk bahkan air mata yang sedari dia tahan keluar dengan sendirinya. Perasaan yang sakit hati, begitu terasa hingga dia tidak menginginkan apapun, suami yang tidak pernah mengakuinya di hadapan semua orang, dan tidak berperasaan.

Beberapa lama kemudian, akhirnya sampai ke danau hijau. Dia bergegas turun dari mobil, berjalan menuju danau hijau dan meminta pak sopir untuk tidak menunggunya karena dirinya ingin menghabiskan waktu dan menenangkan diri. "Jemput aku dua jam lagi."

"Baiklah, sesuai permintaan."

Selin hanya tersenyum, menganggukkan kepala dengan sekilas dan pergi. Berjalan menyusuri pinggiran danau sembari meletakkan kedua tangan memegang besi pembatas. Dia menangis sepuasnya, melepaskan seluruh beban yang ada di pundak, mencurahkan seluruh kesedihan dan juga rasa kecewa dikhianati sang suami. Berteriak sekencang-kencangnya melepaskan seluruh yang dia rasakan saat ini, sangat membantu untuk mengurangi beban. "Aku benci dunia ini, mengapa tidak ada yang mengerti perasaanku?" pekiknya dengan suara yang nyaring, dengan cepat menyeka air mata yang mengalir dengan deras, membasahi kedua pipi. Dia tidak tahan mengenai perselingkuhan suaminya, namun amanat sang ibu membuatnya tetap tegar untuk mempertahankan rumah tangga, tidak ingin kalah pada wanita yang hanya seorang pelakor alias perebut suaminya.

"Tidak, aku tidak akan kalah dengan mudah. Aku akan mempertahankan hakku yang sebagai seorang istri, aku akan bertarung untuk mendapatkan kembali hati suamiku," monolog Selin yang berhenti menangis, menguatkan hati untuk berperang agar suaminya kembali dalam pelukan.

Cukup lama dia berada di danau hijau, melepaskan seluruh keputusannua yang sekarang membuat sedikit lega. Dia melirik jam yang ada di ponselnya, dan bahkan sudah lewat dari dua jam. "Aku harus pulang, pasti Edward menungguku," gumamnya yang segera bergegas meninggalkan danau, menuju ke tempat pak sopir yang mengantarnya tadi, menunggu lama di dalam mobil.

"Maaf, Pak. Saya sedikit terlambat,"ucapnya yang merasa bersalah.

"Tidak masalah, masuklah! Karena sebentar lagi, Tuan Edward akan segera pulang."

"Hem." Selin menganggukkan kepala, menyetujui perkataan dari pria setengah baya yang menjadi sopirnya. Dia membuka pintu mobil dan masuk ke dalam, sebelum berangkat dia menarik nafas dengan dalam dan mengeluarkannya secara perlahan, melakukan sebanyak tiga kali agar dirinya merasa lebih tenang dan juga baik. "Jalan, Pak!"

Di sepanjang perjalanan, Selin memikirkan beberapa rencana yang akan dia buat untuk merebut hati suaminya kembali. Sudah menyiapkan beberapa, dan akan dia lakukan setelah sampai di rumah. "Semoga saja Edward luluh dengan tindakanku, dan juga perubahanku." Gumamnya di dalam hati, sembari tersenyum tipis.

Sang sopir hanya terdiam, merasakan kesedihan yang sama karena mengetahui jika hubungan tuannya dan dengan wanita lain sudah lama terjalin, bahkan sebelum mereka menikah. Rasa simpati dan juga sedih bercampur menjadi satu, tidak bisa dia bayangkan bagaimana bahtera rumah tangga yang dijalankan oleh istri dari majikannya. Ingin sekali dia menghibur, tetapi tidak ada kata-kata yang pantas untuk diucapkan, mengingat dirinya yang hanyalah seorang supir biasa.

Saat ini, mobil telah berhenti di halaman rumah yang sangat mewah, Selin tersenyum miris dengan kehidupan yang selama lima tahun dia jalani. Dia hanya di cari saat di butuhkan sebagai pelampiasan nafsu saja, dan setelah itu mereka kembali seperti orang asing. Dia memberanikan diri untuk melangkah masuk ke dalam rumah, perlahan tapi pasti hingga dia sampai di ambang pintu.

Deg

Baru beberapa langkah, Selim melihat dua orang yang dia kenali. Kedua pupil mata yang melebar di saat melihat sang suami terang-terangan membawa wanita asing, dan bahkan bercumbu di ruang tamu. Rasa sakit yang ditorehkan sang suami membuat dadanya bergemuruh hebat, wajah yang terkejut tidak bisa dikontrol di saat kemesraan dari dua orang yang tak jauh darinya.

Tari melihat Selin yang baru pulang dan tersenyum tipis sembari memainkan gairah dan bercumbu dengan penuh hasrat. model yang terkenal seksi itu bahkan tak segan-segan melakukan hal-hal liar yang menaikkan gairah dari Edward.

Di saat Edward sudah tidak tahan lagi dengan hasrat yang ingin segera dikeluarkan, menaungi samudra cinta dalam penyatuan antara dua insan yang saling mencintai satu sama lain, tidak menghiraukan keadaan sekitar dengan sengaja mempertontonkan.

Selin sengaja menyudahi aksi mereka, yang terbilang nekat, karena keduanya diselimuti oleh gairah dan juga hasrat. Hal itu membuat Edward sangat kesal, karena dia tidak menyukai jika hubungan intim mereka ditunda. "Kenapa kamu menghentikannya? Aku sudah tidak tahan lagi."

"Lihat disana!" ucap Tari yang menunjuk Selin yang hanya berdiam diri dan juga menangis, rencananya berhasil untuk membuat istri sah kehilangan rasa percaya diri.

Edward segera melihat ke arah yang ditunjuk oleh kekasihnya, terlihat seorang wanita lusuh yang tengah menangis melihat perbuatannya secara langsung yang sedang bersikap mesra dengan Tari, sang model sekaligus sekretarisnya. Dia hanya menoleh dengan sekilas, dan mengangkat kedua bahu acuh tak acuh. "Tidak ada hubungannya dengan wanita jelek itu," ucapnya yang begitu tidak menganggap keberadaan Selin ada.

Selin hampir menyerah dengan apa yang dilihat, tekad yang awalnya membara seketika redup di dalam kegelapan. Berjalan menghampiri Edward dan ingin meminta penjelasan mengenai status dan juga hubungannya. "Apa artinya aku untukmu? Apa artinya kehidupan rumah tangga yang telah kita lewati selama lima tahun ini? Apa itu belum cukup membuktikan, bagaimana hubungan sakral dan janji suci kamu nodai dengan perbuatan yang sangat keji."

"Aku tidak meminta apapun, bahkan hubunganku dengan Tari sudah berjalan tujuh tahun. Kamu tahu 'kan? Arti dari tujuh tahun. Bahkan sebelum kita menikah aku sudah punya hubungan dengannya, suka ataupun tidak, tetapi itulah kebenaran yang harus kamu terima." Tegas Edward yang memunguti kemejanya yang ada di sofa, dan memasangnya kembali sembari menarik tangan kekasihnya, dan ingin melanjutkan hubungan terlarang mereka di kamar utama.

"Aku pinjam suami kamu dulu, hanya malam ini saja." Tari tersenyum puas, jika wanita yang menurutnya sangat kusam dan juga tidak ada daya tarik kalah dengan begitu mudah. Apalagi dirinya tidak memiliki tandingan yang begitu cantik dan juga seksi, bisa merayu beberapa lelaki menjadi kebanggaannya tersendiri.

Selin tidak bisa berbuat apapun, karena tak berdaya. Dia juga tidak mengerti apa yang harus dia lakukan, mengingat dirinya yang masih mencintai sang suami, namun rasa cinta kian hari kian mengikis. Begitu hancur reluh hatinya, mendengar perkataan dari Tari seakan dirinya hanya sebagai istri sah yang kalah, h diinjak-injak dengan begitu kejam dan juga bengis.

Bulir air mata yang membasahi pipi, berlinang begitu derasnya. Rasa sakit yang dikhianati tepat di hadapan mata, membuat jiwanya terkurung dalam ruang yang sangat gelap.

Selin sudah tidak tahan dengan perlakuan dari suaminya yang hanya acuh tak acuh, demi amanat sang Ibu rela bertahan walau disakiti dengan hasrat terlarang dari Edward. "Aku bukanlah pajangan dan juga patung, aku hanyalah wanita biasa yang membutuhkan kasih sayang Namun, hal itu tidak aku dapatkan dari suamiku sendiri. Yaa Tuhan, mau sampai kapan engkau akan memberiku ujian yang sangat berat ini? Rasanya, aku menyerah dengan semua apa yang menimpa. Tapi janjiku dengan ibu, membuat belenggu yang begitu menyiksa diri ku sendiri." gumamnya di dalam hati, sembari masuk ke kamar di sebelah, hanya itu kamar yang kosong.

Suara desahan yang nyaring terdengar sepanjang malam, dan hal itu pula tak bisa membuatnya tidur dengan alunan suara yang keluar dari mulut Tari dan juga Edward. Entah berapa kali mereka melakukan hal itu, sedangkan Selin hanya pasrah.

"Kapan ujian ini akan berakhir?"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Dendam & Penyesalan
8.3
Lima tahun menikah, Sofia hanya mendapat pengkhianatan dari Adrian yang memendam dendam pada keluarganya. Saat Sofia berjuang melawan kanker, Adrian justru bersama wanita lain. Setelah ayahnya koma dan rahasia pernikahan terbongkar, Sofia memilih mengakhiri hidup demi melunasi utang masa lalu. Kepergian tragis itu menghancurkan Adrian dalam penyesalan mendalam. Ia bersimpuh memohon maaf, namun segalanya sudah terlambat karena Sofia telah pergi membawa luka yang tak tersembuhkan.
Sampul Novel Dinikahi Guru Bk
7.8
Anggun, siswi yang kerap berurusan dengan ruang BK, mencoba menggoda Arjuna, sang guru BK yang dikenal sangat disiplin. Saat Anggun menyindir sikap galak Arjuna, sang guru justru memberikan jawaban mengejutkan bahwa ia telah memiliki calon istri. Meski awalnya Anggun merasa sangsi dan menganggap hal itu hanya gurauan untuk mengalihkan pembicaraan, Arjuna justru memberikan isyarat bahwa sosok calon istrinya adalah siswi yang paling sering ia hukum di sekolah.
Sampul Novel Gadis (Tak) Perawan
8.4
Indana Maheswari, putri tunggal dari keluarga terpandang, menyimpan rahasia kelam di balik kesempurnaannya. Statusnya yang tak lagi perawan membuatnya sulit mencari pasangan hidup. Di tengah keputusasaan, muncul Utsman yang tetap bertahan meski mengetahui masa lalunya. Saat Indana mulai membuka hati, Saddam hadir kembali. Sahabat Utsman dari masa lalu itu membawa tawaran pernikahan yang sangat sulit untuk ditolak, memicu konflik batin bagi Indana.
Sampul Novel MENIKAHI CALON ISTRI SAHABAT
7.9
Rayyen terkejut saat Albar, sahabat lamanya, muncul dengan kondisi fisik memprihatinkan dan memintanya menikahi Aliffa, calon istrinya. Albar yang dulu seorang casanova kini sakit parah dan memohon demi masa depan Aliffa. Rayyen terjebak dalam dilema besar; ia harus memilih antara memenuhi wasiat sakral sahabatnya atau mempertahankan pertunangannya dengan Zeanna, model sukses pilihan ibunya. Bisakah Rayyen menikahi wanita yang tak ia kenal?
Sampul Novel Menjinakkan Istri Tantrum
9.5
Pasca memutus ikatan dengan keluarganya yang korup, Magnus mengabdi pada dinasti Montgomery, raksasa industri lokomotif global. Ia terikat pernikahan dengan Cressa, putri bungsu keluarga tersebut yang terkenal sangat temperamental. Di balik aliansi ini, keduanya menyimpan rahasia serta ambisi pribadi yang kontras. Seiring berjalannya waktu, Cressa mulai mengendus jejak misterius Magnus. Ternyata, Magnus bukan sekadar putra koruptor biasa.
Sampul Novel Ranjang Kakak Ipar.
8.1
Bagi Ayudia, pernikahan bukanlah sumber kebahagiaan melainkan awal penderitaan. Ia dipaksa menikahi Aidan, kakak iparnya sendiri, yang menyimpan dendam mendalam. Aidan menyiksa Ayudia dengan kejam sebagai pelampiasan rasa sakit atas kematian sang istri, yang merupakan kakak kandung Ayudia. Terjebak dalam rumah tangga layaknya neraka, Ayudia mengalami trauma hebat akibat kekejaman suaminya. Mampukah ia bertahan, atau adakah secercah kebahagiaan di tengah luka ini?