APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hati Biru Affa

Hati Biru Affa

Air mata gadis 17 tahun itu pecah saat melihat sosok yang ia anggap kakak sendiri mengkhianati kepercayaannya. Rahasia hati yang ia titipkan justru dibalas dengan pengkhianatan menyakitkan; sang kakak terlihat pergi bersama pria pujaan hatinya. Meski sang kakak membantah, amarah sang remaja tak terbendung hingga nyaris melayangkan pukulan fisik. Di tengah keributan ini, seorang teman pria hanya bisa terpaku melihat persahabatan tulus mereka kini hancur karena cinta.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Kamu yakin pesan ke anak tekkom itu?” tanya temanku saat kelompok mata kuliahku berkumpul. Aku menganggukkan kepala. Setidaknya, meskipun aku jarang berinteraksi dengan laki-laki yang aku kenal awalnya dari sebuah komunitas kepenulisan.

“Kenapa yakin sih, Aristy?” tanya temanku yang lain. Bukan apa, cuma semenjak dua tahun lalu dia jadi satu dari dua orang yang sering aku rujukkan. Aku tersenyum.

“Sebenarnya sudah kenal sama Affa semenjak dulu sih. Gak akrab, cuma dia tipikal yang pasti selesai,” jawabku sekenanya, “lagipula, dia kasih kompensasi juga. Padahal dia sendiri bilang itu harga aslinya satu juta,” lanjutku.

“Heh. Kamu gak bilang apa-apa lho Aristy!” balas teman-temanku terkejut. Mungkin fakta bahwasanya Affa ternyata salah satu orang yang sering terlibat proyek kampus sudah terdengar di kalangan mahasiswa yang mengambil teknopreneur, dan kualitas kerjanya sudah pasti. Tapi, juga rahasia umum kalau dia letakkan harga tinggi.

“Ya kan yang penting beres. Lagipula kita juga sudah selesai sama BMS nya dan siap presentasi,” komentarku lagi seraya menunjuk ke kertas yang ada di meja. Kertas yang berisi rancangan bisnis kelompok ini.

“Ya pas situ bilang pembuat aplikasinya minta BMS nya beres ya gupuh semua. Kan situ sendiri yang paling ribut,” komentar salah satu anggota yang lain. Ya, aku juga yang akhirnya garap sebagian besarnya. Dasar nyebelin kalian.

“Kalau lamban dia bisa kerjain milik orang malah. Dia kasih slot satu soalnya dia kenal aku,” komentarku sekenanya. Teman-temanku hanya diam, tidak terlalu membicarakannya lebih lanjut.

“Ini sudah beres kan buat presentasi selasa?” tanyaku. Semua menganggukkan kepala.

“Kalau begitu, aku pulang dulu,” ucapku seraya berdiri dan pamit.

Saat aku berjalan ke motor milikku, ada pesan yang masuk.

Affa: Aplikasinya bisa siap besok. Kira-kira mau diambil lebih cepat atau tetap senin? Aku takutnya senin ada urusan sama dosen.

Aristy: Besok deh kalau begitu Fa.

Affa: Aku kirim saja lewat sini ya, biar situ gak perlu ribet keluar.

Aristy: Tau amat kalau aku gak suka ketemuan.

Affa: Iya iya. Jangan lupa pembayarannya. Aku tunggu maksimal besok.

Aristy: Oke. Siang ini aku transfer.

Ya, pembayaran 400 ribu yang disepakati. Aku masih heran kenapa dia mau memotong sampai 60 persen. Yang aku tahu, bikin aplikasi seperti yang dibuat kelompokku ini tidaklah mudah.

Aku beranjak pergi menuju ATM terdekat. Memang, kuliahku lebih mudah karena beasiswa, tapi pengeluaran diluar uang kuliah seperti ini mengganggu keuanganku. Aku memasukkan kartuku ke ATM. Pin keamanan aku ketikkan.

Aku membuka ponselku, mengetikkan nomor rekening yang Affa berikan. Setelah itu, aku masukkan angka 400 ribu ke jumlah uang yang dikirimkan dan aku konfirmasi. Sebuah struk keluar dari mesin ATM. Aku foto struk itu.

Aristy: [Foto] Ini struknya. Aku tunggu ya.

Affa: Iya. Makasih.

Bicara soal Affa, dia bukan penulis novel seperti Shadox. Dia hanyalah penulis biasa, yang seenggaknya dia bilang sendiri pemula, dan mencoba meluangkan sebagian waktu luangnya untuk menuliskan sebaris kata setiap harinya. Di komunitas sendiri, dia termasuk cukup aktif, tapi lebih kepada mendengarkan keluh kesah anggota lainnya dengan drama kehidupan.

Dan tentu saja, mendengarkan keluh kesah bisa menjadi masalah berkepanjangan. Aku tidak tahu, tapi seenggaknya beberapa anggota lainnya yang aku kenal di grup itu sudah suka dengan dia. Aku tidak terlalu peduli, dan aku juga tidak tertarik untuk akrab dengan dia.

Ayolah, aku tidak paham mengapa mereka tertarik dengan si dingin yang responnya lebih lambat daripada panda bangun kalau gak ada uang terlibat. Dia hanya berbicara singkat dan sangat irit kalau tidak ada kepentingan.

Selesai dengan semua urusan kuliah bisnis ini, aku memutuskas untuk kembali ke kos aku tinggal. Tidak ada juga yang ingin bertemu toh. Selain itu, tugas arsitektur tidak akan diam sendirinya, kan?

Sisa siang itu aku gunakan sepenuhnya untuk mengerjakan pembuatan desain arsitektur. Jika berbicara soal ibadah, aku sedang berhalangan. Bahkan, sore pun ku pakai untuk mengerjakan desain, sebegitu banyaknya tugas dari kampus.

Sebuah notifikasi masuk di ponselku. Isinya adalah beberapa anggota komunitas ribut di grup lagi. Bukan hal baru untuk terjadi lagi, dan konyolnya, ini tentang Affa lagi. Menyebalkan memang, apalagi kala orang-orang yang masih belum dewasa meributkan hal-hal seperti cinta.

Affa: Bisa gak kurangin ributnya!?

Oke. Aku melihat pesan itu lewat di ponselku. Baru pertama kalinya Affa sampai berkomentar demikian.

Affa: Aku gak tahu kenapa kalian suka banget sih ribut soal aku. Tapi tolong ya, jangan spam. SATU MINGGU SAJA KEK ATAU SAMPAI BUG SOUND LAPTOP BERES. Kalau ini aplikasi gak ngebug patch nya kemarin di laptop, tenang idupku kek biasa.

Lele: Tombol mute aja bang. Biar gak ke spam.

Affa: Bugnya di tombol mute Lele. Gak bisa dipake. Ke silent semua chatku di laptop.

Lele: Baru tau ada bug gitu.

Affa: Gak paham dah kerjaan vendor. Mentang-mentang ini aplikasi dalam negeri, seenak udel bikin bug. Sudah aku kirim beberapa jam lalu laporan bugnya.

Aku hanya membaca semua pesan itu.

“Tumben,” komentarku. Tidak biasanya Affa sampai seperti itu. Si dingin itu tidak akan berkomentar umumnya, dan sepertinya melakukan mute terhadap grup kepenulisan. Dia datang hanya kala dia punya waktu.

Affa: Kalau gak aku keluar dulu deh sampai ini bug beres.

Dan beberapa pesan berikutnya seperti pintaan supaya dia tidak keluar. Aku memutar bola mataku malas. Gak kehidupan nyata, gak grup, semuanya drama. Aku memutuskan untuk mandi sore dulu. Terlalu melelahkan berurusan berjam-jam dengan desain arsitektur.

Selesai mandi dan mengganti pakaian, sebuah notifikasi masuk.

Affa: [Mengirim File] Ini APK nya. Bisa dicoba dulu. Kalau ada kendala tolong dikabarin. Kalau bisa besok sudah masuk apa aja isunya. Aku perlu waktu soalnya kalau ngebenerin biar senin sudah siap.

Aku membuka seluruh percakapanku dan Affa, yang isinya hanyalah tentang beberapa pertanyaan terkait tugas waktu SMA dulu.

Aristy: Aku dan tim coba dulu. Makasih Fa.

Aku mengunduh file yang dikirimkan oleh Affa. Tidak berat untungnya. Setelah dua menitan, unduhan selesai. Aku pun meneruskan file itu ke anggota lainnya.

Aristy: [Mengirim File] Dicek dulu.

Aristy: Kalau ada masalah, segera bilang. Ditunggu sama orangnya.

Aku yakin mereka akan perlu waktu untuk memeriksanya. Aku sendiri masih perlu menyelesaikan sisa dari tugas arsitekturku.

Aini: Kak Aristy!!!!

Aini: Kak Aristy on gak kak?

Aini: Aini mau curhat dong kak ☹

Notifikasi itu muncul di ponselku. Aku menghela nafas berat. Ini sepertinya akan menjadi hari yang panjang. Dan aku berharap aku tidak makan hati karena kesal dengan panjangnya hari ini.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKU dan MAS DIREKTUR
9.2
Ajeng bertekad kuat untuk kabur demi menghindari acara pertunangan dari perjodohan yang tidak pernah ia inginkan. Ia merasa sangat terdesak hingga mencari segala cara untuk melarikan diri. Namun, sebuah keberuntungan tak terduga justru berpihak padanya. Saat waktu yang ditentukan tiba, sosok pria yang dijodohkan dengannya ternyata tidak kunjung datang. Ajeng pun merasa telah memenangkan situasi sulit tersebut karena rencana itu gagal total.
Sampul Novel Aku Tidak Memberi Ampun: Mantan yang Berlutut
9.6
Grace Bennett menyaksikan pengkhianatan suaminya, Adrian Carter, yang berselingkuh di mobilnya sendiri. Bukannya menyesal, Adrian justru menghina pernikahan kontrak mereka. Grace pun membalas dengan tegas: membekukan bisnis miliaran dolarnya dan menceraikannya di depan publik. Meski Adrian berlutut memohon kesempatan kedua, Grace tetap pergi membawa putranya, Ethan. Ia melangkah maju dengan pria lain tanpa menoleh pada masa lalu yang telah tercemar.
Sampul Novel Bayangan Luka di Balik Seragam Putih
7.9
Aldian bertekad mengungkap misteri kematian adiknya yang penuh fitnah. Penyelidikannya tertuju pada seorang guru yang menyimpan rahasia kelam di balik reputasi terhormat. Di tengah rencana balas dendam, Aldian bertemu Aluna, putri sang guru yang hidupnya terkekang ambisi ibu. Meski awalnya hanya dianggap alat, Aluna ternyata memiliki luka serupa. Kini Aldian terjebak dilema antara menuntaskan dendam atau merajut cinta di atas kebenaran yang menyakitkan.
Sampul Novel Hubungan Penuh Gairah
9.1
Yuna adalah aktris yang menutup diri dari cinta akibat luka masa lalu. Namun, pertemuannya dengan aktor papan atas dalam sebuah proyek video klip mengubah segalanya. Akibat insiden tak terduga, mereka terjebak dalam malam penuh gairah. Meski Yuna menganggapnya sekadar cinta satu malam, sang aktor justru jatuh hati dan terus mengejarnya dengan perhatian tulus. Akankah kegigihan sang senior mampu meluluhkan trauma Yuna dan membuatnya membuka hati kembali?
Sampul Novel Ikatan Cinta yang Unik
9.6
Yvonne hancur saat memergoki tunangannya berkhianat dengan saudarinya sendiri. Dalam pelarian rasa sakit, ia tak sengaja bermalam dengan pria asing hingga hamil. Diusir sang ayah, ia pun merantau demi kesuksesan. Enam tahun berlalu, Yvonne kembali sebagai dokter hebat bersama Aiden, putra jeniusnya yang mahir meretas. Saat Aiden berniat mencarikan jodoh, sosok pria misterius muncul mengklaim sebagai ayahnya. Perjuangan Aiden menyatukan mereka pun dimulai.
Sampul Novel Jodoh Tak Akan Tertukar
8.5
Enam tahun menjalin kasih, Aldi dan Sella terpaksa merahasiakan hubungan mereka dari Bu Indri yang mementingkan status sosial. Demi menghindari risiko penyakit jantung ibunya, Aldi akhirnya menikahi Sella secara siri tanpa restu. Namun, konflik memuncak saat Bu Indri menjodohkan Aldi dengan Lisa. Terjebak tipu muslihat Lisa, Aldi terpaksa menikah lagi. Kini, Sella harus menghadapi kenyataan pahit sebagai istri siri yang terabaikan di tengah kemelut rumah tangga ini.