APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hati Seorang Perempuan

Hati Seorang Perempuan

Bab
Bagikan

Bab 1

"Jadi kapan pernikahan Abi dan Mega bisa kita laksanakan? Kami sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi, karena perut Mega semakin lama akan semakin membesar. Kami juga tidak mau menjadi bahan omongan kerabat dan juga para tetangga, Pak!"

Pranggg!!

Senja yang sedang membawa baki yang berisi empat gelas teh manis hangat, mendadak menjatuhkan bakinya karena terkejut. Istri mana yang tidak kaget saat mendengar suaminya harus menikahi wanita lain karena hamil?

"Ma-maaf Sa-saya tidak sengaja. Saya akan segera mengganti minumannya."

Senja segera mengumpulkan pecahan gelas yang berserakan di sekitar tempat duduk tiga orang tamu Abimanyu. Senja melihat wajah Abi yang seketika  pucat pasi melihat kemunculannya di ruang tamu. Kedua mertuanya juga tampak linglung dan kebingungan saat menatap kehadiran Senja.

"Aduhhh!!!"

Senja meringis kesakitan saat tajamnya pecahan kaca menggores telapak tangannya. Seketika darah segar pun mengucur deras karena ada pecahan kaca yang menancap cukup dalam ditelapak tangannya.

"Hati-hati Nja! Sini Mas lihat tangannya? Astaga banyak banget ini darahnya. Kamu duduk disini dulu, Mas ambil kotak obat sebentar."

Abi bergegas berlari mencari kotak obat dikabinet dapur. Senja cuma diam. Dia bahkan tidak sadar kalau telapak tangannya sudah berlumuran darah. Dibenaknya masih terngiang jelas kata-kata tamunya yang ingin segera menikahkan suaminya dengan anak perempuannya yang bernama Mega.

"Siapa gadis ini Bu?" Senja melihat seorang pemuda tampan dengan pakaian kerja formal abu-abu bertanya pada ibu mertuanya sambil menatap tajam padanya.

"Oh—eh i—ini adik bungsu Abimanyu namanya Senjahari."

Ibu mertuanya nampak gelagapan saat tiba-tiba ditanya tentang jati diri Senja. Senja yang sadar sedang ditanya, langsung merapatkan tangan kedada sambil memperkenalkan diri. Dia tidak mungkin menjabat tangan tamunya dengan tangannya yang berlumuran darah bukan?

"Kenalkan saya Senjahari Semesta Alam, a-adik bungsu Mas Abi. Maaf saya tidak bisa menjabat tangan Bapak."

Senja kembali merangkapkan kedua tangan didada. Seumur hidup dia telah diajarkan untuk selalu bersikap santun dan mampu menahan diri dalam menghadapi masalah apapun sedari kecil. Jadi walaupun saat ini badai seperti sedang memporak-porandakan hatinya, dia masih tetap bisa bersikap anggun dan sopan.

"Saya Halilintar Sabda Alam, kakak sulung Mega Mentari calon kakak ipar kamu. Kalau dipikir-pikir nama kita ada sedikit kemiripan ya Dek? Ada kata Alam dibelakangnya."

Senja hanya bisa tersenyum sopan sambil mengganggukkan kepalanya.

"Ayo siniin tangannya, biar Mas obatin. Kalau tidak dibersihkan dengan baik nanti bisa infeksi lho Nja."

Abimanyu menuangkan alkohol pada kapas dan mulai membersihkan luka Senja dengan cairan alkohol. Senja cuma diam dengan pandangan kosong, bahkan dia seolah-olah tidak merasakan perihnya alkohol yang sedang dituangkan pada luka terbukanya itu.

"Ehm! Sepertinya  sudah cukup kami menyampaikan maksud kedatangan kami kesini. Kami permisi dulu ya Pak Sugeng, Ibu Riani, Abi dan Senja. Kami menunggu kabar baik dari anda sekalian untuk segera datang melamar. Kami permisi."

Setelah semua tamu-tamunya pergi, Senja segera duduk kembali keruang tamu diikuti oleh Abimanyu dan kedua mertuanya. Abi tampak begitu bingung dan salah tingkah saat harus menjelaskan mulai darimana duduk permasalahannya yang sepertinya sudah tidak mungkin untuk ditutup-tutupi lagi.

"Nja, Mas minta maaf. Mas dijebak. Kamu ingat saat dua bulan lalu Mas menghadiri acara ulang tahun perusahaan yang ke empat puluh? Dipesta itu Mas dipaksa beberapa rekan untuk minum alkohol. Dan karena Mas tidak biasa minum, Mas mabuk berat Nja. Dan keesokan harinya Mas terbangun dikamar hotel dengan Ibu Mega yang juga tertidur pulas disamping Mas. Mas sendiri juga heran saat Ibu Mega malah menuduh Mas sudah menidurinya. Mas tidak ingat sama sekali. Kemudian kemarin Bu Mega memberitahukan Mas, kalau dia hamil anak Mas. Tapi Mas yakin, Mas tidak akan pernah sanggup tidur dengan wanita lain selain kamu Nja. Karena Mas cuma mencintai kamu. Kamu harus percaya sama Mas, Nja!"

Senja cuma diam. Dia memang tidak punya keinginan untuk menanyakan apapun pada Abi. Karena dia tahu, apapun yang ditanyakannya pada suaminya itu, tidak akan bisa mengubah hal apapun, selain menambah rasa sakit hatinya saja.

"Kamu jangan diam saja dong Nja. Setidaknya kamu tanya sesuatu apa gitu sama Mas, atau menampar Mas, bahkan memukuli Mas kalau perlu, biar rasa marah dihatimu bisa terlampiaskan."

Abi sekarang bahkan sudah dalam keadaan berlutut didepan Senja sambil menggenggam kedua belah telapak tangannya yang terasa dingin.

Senja tidak menyangka kalau nasib pernikahannya bisa setragis ini. Tiga tahun lamanya Abimanyu berjuang dengan segala cara untuk bisa menikahi nya, dan akhirnya perjuangan luar biasanya itu pun membuat hati ibunya luluh dan menerima lamarannya. Baru dua bulan yang lalu mereka menikah,

tetapi saat ini kelangsungan pernikahan mereka sudah terancam bubar.

"Jadi bagaimana ini Bi?kamu harus segera melamar Mega, kalau tidak selain karir kamu akan hancur, kamu juga bisa masuk penjara, Nak. Ibu tidak rela!!"

Bu Riani, ibu Abimanyu langsung menangis histeris saat membayangkan kalau anak laki-laki kebanggaannya harus mendekam didalam penjara.

"Tapi Abi kan sudah punya Senja Bu, jadi mana mungkin lagi kalau Abi menikahi Mega?"

Pak Sugeng ayah Abi, mulai tampak frustasi memikirkan kekisruhan rumah tangga anaknya.

"Ceraikan saja Senja Mas. Dengan kita bercerai selain Mas bisa segera menikahi Mbak Mega, Mas juga tidak akan kehilangan jabatan CEO yang sudah mati-matian Mas perjuangkan. Selain itu Mas juga bisa terhindar dari kewajiban masuk penjara karena sudah menghamili anak gadis orang.

Walapun sangat menyakitkan, tetapi Senja merasa cuma itulah satu-satunya jalan demi mengurai benang kusut ini. Daripada tiga orang sama-sama tidak berbahagia, bukankah lebih baik cuma satu yang tidak bahagia, tapi dua orang lagi terselamatkan bukan?"

Senja akhirnya bersuara juga mengemukakan pendapatnya. Senja adalah seorang pribadi yang selalu berempati pada kesulitan orang lain. Dia bahkan rela melepaskan kebahagiannya sendiri demi membuat orang lain bahagia. Didikan kuat ibunya yang mengatakan all is well, begitu terpatri kuat dalam dirinya. Dia percaya segala sesuatu yang baik atau malah buruk sekalipun pasti memberikan pelajaran dalam hidup. Semua itu tergantung dari sudut pandang kepentingannya.

Misalnya saat seorang pengusaha yang akan menghadiri proyek penting ketinggalan pesawat, dia pasti akan ngamuk-ngamuk saat proyek milyaran rupiahnya harus kandas begitu saja karena keterlambatannya. Saat itu dia akan merasa itu adalah sebuah berita buruk.

Tetapi saat satu jam kemudian, dia mendengar bahwa pesawat yang seharusnya tadi ditumpanginya ternyata mengalami kecelakaan dan menewaskan semua penumpangnya, maka detik itu juga dia merasa bahwa dia begitu beruntung karena tidak jadi menaiki pesawat tersebut. Itu termasuk suatu berita baik bukan?

Seperti itulah Senja terbiasa dididik oleh ibunya.

Semesta itu adil, Nak. Ada kemarau ada hujan. Ada panas ada dingin. Ada kesedihan yakinlah akan tiba juga kebahagiaan. Maka nikmatilah tiap prosesnya. Itu akan menjadikanmu kuat dan dewasa. Mungkin ada yang bilang itu adalah suatu kebodohan, tapi kita berdua sepakat untuk menyebutnya keikhlasan.

"Ngomong apa kamu Nja!sampai mati pun Mas tidak akan pernah menceraikan kamu. Mas itu sangat mencintai kamu Senjahari Semesta Alam. Mas bisa mendapatkan kamu setelah Mas harus bersaing mati-matian dengan para pengagum-pengagummu yang seperti tiada habisnya itu. Dan kini kamu dengan mudahnya mau minta cerai dari Mas? Never in million years Nja!!"

Abimanyu tampak marah sekali mendengar saran dari Senja.

"Tapi memang cuma itu jalan satu-satunya, Nak. Ibu tidak mau melihatmu masuk penjara! Ibu Ibu cu—ma ma—u "

"Ibuuuuu!!!" Bu Riani langsung jatuh pingsan saking stressnya memikirkan masalah putra sulungnya. Dan akhirnya mereka semua malah berakhir dirumah sakit karena sakit jantung Bu Riani yang kumat, alih-alih membicarakan masalah Abi dan Senja.

Malam itu juga didepan kedua orang tuanya Abimanyu Wicaksana menjatuhkan talak pada Senja, dan ikatan mereka sebagai suami istri pun sudah putus secara agama. Hal- hal yang menyangkut masalah legalitas perceraian mereka, telah Senja limpahkan semuanya kepada Abi.

Untuk terakhir kalinya, malam itu Senja menatap lama wajah sedih dan putus asa laki-laki yang dua bulan lalu telah sah menjadi suaminya, dan kini telah sah juga menjadi mantan suaminya.

"Berbahagialah Mas. Semoga Mas selalu bisa menjadi anak yang berbakti pada orang tua dan menyayangi anak dan istri Mas kelak dikemudian hari. Senja permisi pulang dulu ya Mas, Bapak, Ibu."

Senja menyalim hormat tangan kedua mantan mertuanya saat ini. Senja tahu Abi dengan berat hati mengabulkan keinginan nya sekaligus keinginan ibunya, hanya karena demi kesehatan ibunya. Tetapi jauh didalam lubuk hatinya, Abi sama sekali belum ikhlas untuk menceraikan Senja. Semua itu terlihat dari tatapan kesedihan yang tersirat setiap kali Abi memandangnya.

"Kamu jangan tidur dulu ya Nja. Nanti Mas mau membahas beberapa hal sama kamu. Tunggu Mas di rumah ya?"

Senja hanya menganggukkan kepalanya. Abimanyu sama selali tidak tahu, bahwa itu adalah hari terakhirnya bisa menatap wajah cantik nan ayu mantan istrinya. Karena malam itu juga ternyata Senja telah pergi dari rumah mereka.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dijodohkan Hantu
8.7
Erina, yatim piatu yang selamat dari tragedi kebakaran, memiliki kemampuan melihat hantu. Selama seminggu, sesosok arwah wanita terus menguntitnya demi sebuah permintaan ganjil: menghibur suaminya yang berduka. Meski sempat menolak, Erina akhirnya luluh dan menemui Eldrick Damiano. Pertemuan itu justru menumbuhkan benih cinta di hati Erina. Namun, Eldrick telah menutup rapat hatinya dan bersumpah hanya akan mencintai mendiang istrinya selamanya.
Sampul Novel Ghost At School
9.0
Yui dan sahabatnya bertekad membebaskan arwah penasaran yang terjebak di sekolah. Namun, kenyataan pahit menghantam saat Yui menyadari melalui mimpi bahwa korban pertama adalah teman dekatnya sendiri. Penyelidikan mereka mengungkap fakta kelam bahwa dalang di balik teror ini merupakan anggota keluarga mereka yang mencari keadilan atas masa lalu. Di tengah tekanan batin dan misteri yang mencekam, mampukah mereka mengakhiri kutukan ini selamanya?
Sampul Novel Godaan Bini Orang
8.7
Masa lalu kelam Rhido kini membayangi pernikahan bahagianya dengan Lisda. Saat Lisda hamil, gangguan mistis misterius membuatnya kesakitan tiap kali berhubungan intim. Rhido yang berusaha setia terpaksa menahan diri hingga tugas kerja membawanya ke pedalaman Jawa dan Kalimantan. Di sana, godaan nafsu terus menguji imannya. Mampukah sang mantan bajingan ini menjaga kesetiaan, ataukah teror gaib masa lalunya akan menghancurkan nasib istri dan bayinya?
Sampul Novel Kafan Hitam
9.6
Desa Ciboeh mencekam usai Mbah Atim, sang penjaga makam, ditemukan tewas tanpa kepala. Tragedi ini memicu serangkaian teror mistis yang mengusik ketenangan warga. Rojali, seorang pemuda lulusan pesantren, bertekad membongkar misteri kematian tersebut. Penyelidikannya justru menyeretnya ke rahasia kelam masa lalu tentang warga yang hilang, kelompok misterius Kalong Hideung, dan takdir hidupnya sendiri. Di tengah kegelapan, sebuah tawaran bantuan gaib datang menghampiri.
Sampul Novel KUNCI LATHI
8.7
Azalia mendadak kehilangan seluruh ingatannya tanpa jejak. Satu-satunya hal yang tersisa di benaknya hanyalah potongan mimpi buruk yang terasa sangat nyata. Saat terbangun dalam kondisi linglung, dia menyadari bahwa kehidupannya telah berubah menjadi misteri yang mencekam. Kini, Aza harus berjuang mencari jawaban di tengah kegelapan yang mengepungnya. Mampukah ia melepaskan diri dari teror mimpi yang terus menghantui dan menemukan kembali jati dirinya yang hilang?
Sampul Novel Misteri Mata Air Kembar Yang Tak Pernah Kering
9.2
Kampung Serigi memiliki mata air kembar ajaib yang terus mengalir meski kemarau melanda. Aliran air dari bambu sederhana ini menjadi tumpuan warga, namun menyimpan rahasia kelam. Ada banyak pantangan ketat yang wajib dipatuhi siapa pun. Jika dilanggar, sosok gaib penghuni tempat keramat itu akan mendatangi rumah pelaku. Rentetan kejadian mistis terus menghantui penduduk dan pendatang, menciptakan teror nyata di balik ketenangan sumber air yang tak pernah kering tersebut.