APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel He's Danger

He's Danger

Cinta pertama tak selalu indah, bagi Julia, perkenalannya dengan Jacob di Instagram justru membawa petaka. Hubungan ini penuh kekerasan, paksaan, dan pengkhianatan yang melukai batinnya. Meski disakiti berulang kali, Julia sulit melepaskan diri dari pesona Jacob. Kehadiran pemuda itu perlahan mengungkap teka-teki gelap dalam hidup Julia yang semula tenang. Terjebak antara rasa cinta dan dendam, Julia menghadapi misteri yang menuntut untuk diselesaikan hingga akhir.
Bab
Bagikan

Bab 2

"HUWAAA! Papa! Tolong bangunlah, Papa!"

Seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun terlihat sedang menangis di sebelah peti mati ayahnya yang telah tiada. Air matanya mengalir dengan deras, raungan pilu dan isak tangisnya memenuhi suasana rumah duka yang mulai sepi dari para kerabat dan handai tolan yang datang melayat.

Kakak laki-laki anak bernama Javier yang sedang berdiri di samping anak yang sedang menangis histeris itu turut menitikkan air matanya dalam diam. Air matanya jatuh, tanpa suara ia menitikkan air mata kesedihannya. Jacob berusaha terlihat tegar di tengah lautan luka yang kini terpaksa mereka selami karena sebuah sebab yang tak mereka sangka sebelumnya. Mengapa kemalangan ini harus menimpa keluarga kecilnya?

Jacob pun menoleh dan memandangi adiknya dengan perasaan sesak yang memenuhi dada. Javier adiknya terus saja menangis meratapi kepergian orang yang sangat mereka sayangi dan mereka idolakan. Sosok yang dijadikan panutan oleh seluruh anak laki-laki di penjuru dunia ini, yaitu sosok seorang ayah yang mereka kasihi.

Di usia yang tergolong masih belia, keduanya harus rela ditinggal pergi untuk selama-lamanya oleh sang ayah.

Kini, yang tersisa hanya ada dirinya, Javier dan juga ibu mereka. Anak berusia sepuluh tahun itu lalu memeluk Javier, sambil mencoba memberikan ketenangan kepada adiknya melalui kata-kata penyemangat yang juga ia tujukan kepada dirinya sendiri.

"Sudahlah ... berhentilah menangis, Javi," ucapnya menenangkan. "Kau tahu 'kan Papa tidak suka melihat anak laki-lakinya menangis? Jadi, tenanglah, kakak ada di sini bersamamu."

Isak tangis Javier bukannya berhenti, malah semakin menjadi. Dengan susah payah, ia menyahuti perkataan sang kakak, "Ta-tapi, Kak ... Papa kita sudah meningg—HUWAAA! PAPA! Huhuuu, jangan tinggalkan Javi, Pa!"

Jacob menghela napas pelan seraya menepuk-nepuk punggung adiknya dengan lembut. Ia juga tak menyangka jika papanya akan pergi secepat ini.

Selepas mengetahui kabar pilu yang menimpa Maria, istrinya, ibu dari Javier dan Jacob, papa mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung tiba-tiba saja kambuh penyakitnya. Mereka semua terlambat memanggil pertolongan, hingga pria malang itu mengembuskan napas terakhirnya tanpa sempat mengucapkan sesuatu kepada mereka semua.

Beberapa kerabat jauh yang baru saja datang, memperhatikan dua orang anak yang sedang menangis di sebelah peti mati ayah mereka dengan pandangan sinis. "Lihat dua anak itu, malang sekali nasibnya," komentar salah seorang di antara mereka, jelas sekali nadanya merendahkan.

"Kau benar, saudariku. Aku dengar Hubert mati karena terkejut mendengar istrinya diperkosa dan anak orang kaya yang memperkosanya itu dibebaskan begitu saja oleh pihak kepolisian karena memiliki penjamin yang jelas punya banyak uang. Siapa yang tidak akan syok saat mendengarnya?"

"Ya. Aku juga sempat kaget saat mendengar bahwa anak-anak ini menyaksikan pemerkosaan itu secara langsung. Ck, ck, betapa bodohnya dia membiarkan laki-laki menjamah tubuhnya."

"Kau benar, Maria pasti tidak melawan saat sedang dipaksa, mungkin karena dia sangat menikmati sentuhan pria yang lebih muda darinya."

Kedua perempuan paruh baya itu tertawa, terlihat bahagia ketika membicarakan orang yang mendapat musibah.

"Menyedihkan sekali, ya? Kudengar dia sekarang jadi gila dan tidak mau lagi mengurus anak-anaknya. Saat suaminya meninggal pun, dia tidak datang. Mungkin itu hukuman tuhan atas tindakan merayu seorang pria muda."

Jacob yang mendengar semua komentar miring penuh hinaan itu hanya bisa bungkam. Namun, ia mengepalkan kedua tangan sambil memejamkan matanya rapat-rapat. Emosinya bergejolak di dada. Ia merasa marah, teramat marah.

Mengapa orang-orang tidak berempati sedikit pun kepada mereka? Mengapa orang-orang itu malah menyalahkan ibu mereka yang menjadi korban dari kegilaan inj? Mengapa malah menghina mereka yang baru saja menjadi anak yatim? Kenapa harus mereka yang mendapat perkataan rendah seperti itu?

"Ka-kakak ...." Javier mengerti cemoohan tersebut ditujukan kepada mereka, ia lalu mengeratkan pelukannya kepada sang kakak. "Kak ... apa kita menyedihkan?"

"Psst, tenanglah," bisik Jacob dengan lembut. Elusan lembut di punggung adiknya masih ia lakukan. "Cukup tutup telingamu, dan jadilah kuat sampai semua kepahitan hidup ini selesai. Kita berdua pasti bisa melewatinya, Adikku. Percayalah."

+++

"Terima kasih sudah menonton video ini sampai habis. Sampai jumpa di video kami selanjutnya!"

Begitu rekaman berakhir, Jacob pun melepas kostum karakter Line yang ia gunakan. Pemuda itu merapikan rambut hitamnya sejenak sebelum bertanya kepada sang adik, "Bagaimana hasilnya?"

Javier yang sedang mengecek handycam yang ia gunakan untuk merekam sang kakak, pun menjawab, "Bagus! Aku akan mengeditnya setelah ini. Kakak istirahat saja dulu!" jawabnya riang.

Jacob merapikan peralatannya lalu menyimpannya kembali ke dalam laci. "Nanti saja, setelah ini aku akan membuat makan malam. Kau mau makan apa malam ini?" tanyanya kepada sang adik.

Javier yang sedang mengotak-atik kamera pun menoleh dan tersenyum lebar ke arah Jacob. "Terserah Kakak saja. Aku akan tetap memakannya selama itu adalah masakan yang Kakak buat," jawab Javier dengan lembut.

Jacob tertawa.

Inilah kehidupan keluarga mereka sekarang. Hanya ada dirinya dan Javier.

Sekarang, Jacob harus memenuhi kebutuhan hidup keluarga kecilnya itu dengan cara bekerja membuat video dan mengunggahnya ke Youtube. Penghasilan yang didapat olehnya kini, justru jauh lebih baik daripada pendapatan ketika ia bekerja paruh waktu di luar. Seperti yang pernah ia lakukan dulu.

"Jangan lupa belajar dan tetap ingatlah dengan tujuan kita, Javi."

Javier mengangguk singkat, begitu melihat kakaknya sudah mulai memberikan nasihat. "Tentu saja aku tidak akan pernah lupa, Kak. Tidak ada seorang pun yang akan dengan mudah melupakan luka masa lalu mereka. Benar begitu, bukan?"

Jacob tersenyum tipis. Adiknya sudah tumbuh semakin besar dan dewasa saja. Dan itu membuatnya bangga. Ia lalu kembali berkata, "Ya, Adikku. Apa pun itu, jadilah kuat dan balaslah perbuatan orang-orang yang telah merendahkan kita. Mengerti?"

"Kita buktikan, kita pasti bisa menjadi orang yang hebat."

Javier lantas memberi hormat kepada sang kakak. "Siap, Jenderal!" ucapnya patuh. "Kita akan membuktikan sampai membuat mereka tercengang dan heran!"

Keduanya lalu tertawa bersama dengan penuh suka cita. Sebab, mereka yakin bahwa hidup adalah tentang perjuangan, dan mereka kini sedang berjuang untuk terus melanjutkan hidup.

+++

Di sebuah rumah megah bercat abu-abu, tepatnya di kediaman keluarga Peterson. Mari kita menuju ruang makan keluarga mereka yang sedang dihuni oleh tiga orang anggota keluarga tersebut.

"Louis, tolong bangunkan adikmu di dalam kamarnya. Hari ini Julia ada tes matematika di sekolah, dan dia tidak boleh terlambat," ucap seorang wanita yang telah memasuki usia paruh baya, tetapi masih memiliki paras yang cantik. Ia menoleh, menghadap kepada anak sulungnya.

Meggan yang sedang sibuk menata tempat-tempat bumbu, tidak bisa membangunkan putri kesayangannya sekarang. Oleh sebab itu, ia pun meminta Louis untuk membangunkan anak gadisnya.

Louis yang sedang menyeruput secangkir tehnya pun mengerutkan kening. "Aku tak mau, Ma. Dia bisa bangun sendiri," jawabnya sambil menaruh cangkir minuman di atas meja.

Charlie yang baru saja keluar dari dalam kamar, lantas menghampiri sang istri yang berdiri di dekat wastafel. "Tidak sarapan dulu?" tanya Meggan seraya memperbaiki dasi berwarna biru muda milik sang suami. Charlie melirik jam tangan di pergelangan lengan kirinya.

"Sepertinya tidak bisa, Sayang. Tiga puluh menit lagi rapat perusahaan akan dimulai," jawab laki-laki itu dengan datar. "Aku takut tidak sempat datang ke sana jika sarapan sekarang."

Seorang laki-laki yang merupakan anak sulung dari pasangan mesra itu merotasikan mata, kesal melihat interaksi kedua orang tuanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Buta Gadis Mafia
7.9
Apa jadinya jika takdir memaksa Anda tinggal satu atap dengan wanita yang menghancurkan hari pernikahan Anda sendiri? Kehidupan seorang pria berubah total saat sosok gadis dari dunia mafia hadir dan mengacaukan rencana masa depannya secara brutal. Di tengah dendam dan kebingungan, hubungan rumit mulai terjalin di antara mereka. Akankah benci berubah menjadi cinta, atau justru menjadi awal kehancuran yang lebih dalam bagi keduanya dalam drama romansa mafia ini?
Sampul Novel Cinta Dari Masalalu
9.7
Ratih tidak pernah menduga bahwa perasaannya terhadap Arsenna, teman masa SMA yang ia sukai, akan kembali terusik setelah sebelas tahun berlalu. Pertemuan tak terduga membawa mereka ke dalam rangkaian mimpi aneh yang saling bertautan secara misterius. Di antara batas realita dan dunia fantasi yang tidak biasa, mampukah mereka memahami takdir ini? Ikuti perjuangan Ratih dan Arsenna dalam mencari jawaban atas ikatan masa lalu demi bersatu di masa kini.
Sampul Novel Dosa Terindah Bersama Sang Primadona
9.6
Setiap malam, Lucy menyamar sebagai Rose, primadona klub malam yang menggoda namun tetap menjaga kesuciannya meski ditawar mahal. Reputasinya menarik perhatian Rookie, seorang playboy yang terobsesi menaklukkan wanita yang belum pernah menolaknya itu. Namun, pertemuan mereka justru mengungkap rahasia masa lalu yang rumit. Kini, keduanya terjebak antara pilihan untuk merajut kembali cinta lama yang tertunda atau merelakan perasaan demi menjalani hidup masing-masing.
Sampul Novel Gairah Gadis Penghuni Kos
8.5
Aldi Reynaldi adalah seorang arsitek berusia 35 tahun yang mengelola sebuah rumah kos eksklusif khusus wanita. Memiliki 30 kamar yang selalu penuh, Aldi menjalin hubungan yang sangat akrab dengan seluruh penyewanya. Kebaikan tulus Aldi dalam membantu permasalahan para gadis tersebut berbuah manis. Sebagai balas budi, para penghuni kos mulai memperhatikan segala kebutuhan hidup Aldi secara mendalam, termasuk urusan ranjang yang tak terduga dalam kesehariannya.
Sampul Novel Kembalinya Sang Penguasa
9.0
Ledakan rumah yang menewaskan sepasang suami istri memicu kepanikan besar di kalangan polisi dan tentara. Hilangnya putri mereka menandai kembalinya sosok legendaris, Red Everlasting Dragon. Sang penguasa yang ditakuti dunia ini turun gunung demi membalas dendam atas kematian orang tuanya dan penculikan adiknya. Tanpa ampun, ia bersumpah akan menghancurkan siapa pun pelakunya. Amarah sang naga kini membara, siap mengguncang tatanan dunia dari timur hingga ke barat.
Sampul Novel KUTANG GANTUNG
9.4
Dara, remaja berusia 18 tahun, mengalami trauma hebat setelah kehormatannya direnggut paksa oleh ayah kandungnya, Herman, dan kakaknya, Ardi. Tragedi memilukan ini tidak hanya menghancurkan masa depannya, tetapi juga merenggut nyawa ibunya. Terjebak dalam penderitaan dan pengkhianatan keluarga sendiri, Dara kini berdiri di titik nadir. Bagaimana ia akan bangkit menghadapi luka batin tersebut dan membalaskan dendam atas segala rasa sakit yang ia terima?