APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hidden Baby Girl

Hidden Baby Girl

Laras memutuskan pergi menjauh saat David menyuruhnya melenyapkan janin di rahimnya. Namun, pelarian itu tak lantas membawa ketenangan karena bayangan masa lalu terus mengejarnya. Bertahun-tahun berlalu, takdir justru mempertemukan mereka kembali dalam situasi yang telah berubah total. Akankah mereka memilih bersatu demi sang buah hati, atau justru tetap pada jalan masing-masing meski benih cinta sebenarnya masih tersimpan rapat di dalam lubuk hati mereka?
Bab
Bagikan

Bab 1

Wanita cantik bertubuh mungil itu duduk sendirian di kursi taman dengan gelisah, sedari tadi matanya menelisik ke penjuru taman berharap orang yang sedari tadi ia tunggu segera tiba. Sudah sejak tiga puluh menit yang lalu ia duduk disini dengan segala perasaan gamang dan cemas yang bergumul di dada membuat Laras semakin di landa rasa takut.

"Maaf sayang tadi mas masih ada meeting."

Suara bariton yang tak asing ditelinga membuat Laras mengangkat wajah, wanita itu menatap David yang saat ini tengah menampilkan senyum hangat seperti biasa.

"Gapapa. Mas, ada yang ingin aku bicarakan."

Laras menatap David takut-takut membuat laki laki yang kini tengah berdiri di depan perempuan itu mengerutkan kening binggung namun tak urung mengangguk mengiyakan.

"Ya, katakan."

"Aku hamil."

To the point Laras berucap dengan satu tarikan nafas, suaranya yang bergetar berusaha perempuan itu redam sebisa mungkin. Sedang David, laki-laki itu menatap sang pujaan hati dengan wajah mengeras berusaha menepis bualan yang baru saja kekasihnya itu ucapkan. Yang benar saja. Sungguh sama sekali tidak lucu.

"Jangan bercanda Ras."

"Aku serius mas, apa kamu pikir aku sedang membuat lelucon dengan hal seperti ini."

Laki laki itu menatap Laras dengan mata memicing tajam, bibirnya menipis dan wajahnya merah padam karena emosi yang tersulut.

Sedang Laras yang duduk di depan David hanya mampu menundukkan kepalanya dalam dengan kedua mata yang berkaca-kaca.

"Kita melakukannya mas," jelas perempuan itu.

"Lalu apa yang kamu inginkan?"

David berujar sinis dengan senyum miring yang tersungging di sudut bibir laki-laki itu.

"Aku ingin pertanggungjawaban."

"Jangan mimpi ras, kita melakukannya suka sama suka lagian kita ini jauh berbeda. Aku dan kamu bagaikan langit dan bumi. Keluargaku tentu tak akan mengijinkan aku menikahi perempuan sepertimu."

Laras tertegun mendengar penuturan David barusan, hatinya sakit dan kedua kelopak matanya berhasil meluncurkan cairan bening yang sedari tadi perempuan itu tahan. Sesakit ini kah tuhan. Di campakan setelah di cecap rasa manisnya.

"Gugurkan dan aku anggap masalah ini selesai."

Kalimat yang di ucapkan dengan nada entang barusan berhasil membuat emosi Laras mencapai ubun-ubun, tangannya terkepal kuat, semudah itukah membunuh bayi tak berdosa bahkan anak mereka baru sebesar biji sekarang.

Plak

Satu tamparan keras berhasil Laras layangkan pada laki-laki brengsek di depannya ini. Biarkan saja ia di anggap kurang ajar atau apapun itu. Laras tidak peduli.

"Kutekankan mas, sampai kapanpun aku nggak akan pernah membunuh janin tak berdosa ini. Dia harus tumbuh dan kamu sebagai manusia tidak memiliki hak untuk melenyapkannya."

Laras berucap dengan wajah memerah kedua tangannya mengepal kuat ingin sekali menghadiahi laki laki di depannya ini dengan tinjauan keras namun ia sadar tenaga perempuan tak bisa menandingi laki-laki.

"Oh silahkan saja, namun ingat jangan pernah menyusahkanku karena anak itu. Ini terakhir kali kita bertemu dan jangan pernah menemuiku lagi."

Kalimat dengan nada dingin David sukses membuat Laras memalingkan wajah, sekuat tenaga perempuan itu menahan tangis yang akan kembali pecah. Oh tidak, dia tak akan mengemis pada laki-laki kurang ajar ini. Sesusah apapun hidupnya nanti ia bersumpah tak akan pernah meminta bantuan pada David. Detik ini baginya David sudah mati.

"Jangan khawatir kalau perlu aku akan pergi jauh dari hidupmu."

Senyum miring menghiasi bibir David sebelum laki-laki itu berlalu meninggalkan Laras yang saat ini terduduk lemas di kursi taman. Ya memang ini yang terbaik, dan Laras sangat sadar dengan posisinya. Hah, cinta itu menyakitkan sekaligus memuakkan.

Setelah lima belas menit termenung Laras akhirnya bangkit dari duduknya, wanita itu berjalan dengan gontai menuju tempat dimana sepeda motor miliknya ia parkir.

Jalanan yang ramai membuat suasana hati Laras semakin memburuk, mendung yang menghiasi langit sore pun seakan menggambarkan bagaimana keadaan hati perempuan itu. Remuk, hancur, patah, dan semua kata kata menyakitkan berkumpul dalam dirinya membuat Raras kesulitan hanya untuk sekedar bernafas.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BTB (Berpisah Tanpa Bercerai)
9.2
Airra, wanita yatim piatu, harus menelan pil pahit saat pernikahannya dengan miliarder Arief hancur akibat fitnah Garna dan Binar. Diusir tanpa kejelasan status, Airra bertahan hidup sebagai pembersih hotel demi dua anak kembarnya. Tiga tahun berselang, takdir mempertemukan mereka kembali saat kondisi Airra sangat lemah. Luka lama memicu dendam besar dalam diri Airra. Mampukah hubungan yang retak ini bertahan di tengah badai masa lalu yang belum usai?
Sampul Novel Bukan Perawan Kesayangan Tuan-tuan Gigolo
9.6
Dunia gempar melihat deretan gigolo tampan dan berharta yang justru mengejar cinta seorang gadis desa miskin. Meski dianggap lugu, ia sebenarnya pembunuh berdarah dingin yang telah mencelakai para pria tersebut. Keanehan memuncak saat para gigolo ini justru merasa terhormat jika harus meregang nyawa di tangannya. Mengapa mereka tetap memuja sosok yang berbahaya bagi hidup mereka? Sebuah kisah romansa penuh aksi tentang obsesi yang tidak masuk akal bagi orang awam.
Sampul Novel Cacat Sebagai Penebus Jasa
8.5
Bagi sang anak, dilahirkan ke dunia dianggap sebagai beban utang yang harus dibayar kepada ibunya. Demi menebus segala jasa tersebut, ia rela mengorbankan raga hingga mengalami kecacatan fisik yang permanen. Pengorbanan tragis ini dilakukan hanya demi satu tujuan, yaitu menyentuh nurani sang ibu agar mau memberikan pengampunan tulus. Sebuah kisah pengabdian menyakitkan yang menguji batas antara bakti dan penderitaan dalam hubungan keluarga.
Sampul Novel Gairah Cinta
9.6
Billie dikenal sebagai sosok pria yang memiliki kehidupan harmonis dan terlihat sempurna. Namun, di balik itu semua, ia justru merasa hampa. Ia terus terbayang masa lalu yang liar dan penuh gairah bersama para mantan kekasihnya. Saat Celine mendadak muncul kembali, Billie terjebak dalam dilema besar. Ia harus memilih antara menjaga kestabilan hidupnya saat ini atau mengejar kembali api asmara masa lalu yang tak pernah benar-benar padam dari ingatannya.
Sampul Novel His Darling Debtor
9.2
Dunia Clara runtuh saat ayahnya kabur membawa uang milik Tuan Blackwell. Tanpa pilihan lain untuk menebus utang tersebut, ia terpaksa menyerahkan kebebasannya dan menjadi wanita simpanan sang miliarder. Di balik perjanjian dingin ini, Clara terjebak dalam pusaran emosi terlarang dan rahasia masa lalu yang perlahan terkuak. Hubungan penuh konflik ini pun menjadi ujian berat yang akan mengungkap seberapa kuat ikatan sejati di antara mereka berdua.
Sampul Novel Sebelum Hujan Membasahi
7.9
Fuad adalah pemuda pendiam yang sangat sensitif terhadap omongan orang lain. Demi membuktikan kemampuannya kepada orang tua, ia merantau jauh dari kampung halaman untuk bekerja. Namun, perjalanan mengejar mimpi ini menjadi rumit saat Fuad mulai mengenal beberapa wanita yang memikat hatinya. Kini ia terjebak dalam konflik batin antara tanggung jawab profesi dan kehampaan asmara. Mampukah Fuad menyeimbangkan ambisi karier dengan kerumitan perasaan yang menyiksa?