APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel HIGH SCHOOL LOVE ON

HIGH SCHOOL LOVE ON

Devano adalah siswa cerdas yang tertekan oleh obsesi orang tuanya. Hidupnya berubah saat bertemu Bea Miller, siswi pindahan nakal yang menjadi tetangganya. Meski berbeda kepribadian, mereka sering bertemu rahasia di malam hari untuk berbagi cerita. Namun, momen liburan ke pantai memicu amarah orang tua Devano hingga mereka dipisahkan. Bertahun-tahun kemudian, pengaruh Bea berhasil mengubah Devano menjadi fotografer ternama, sementara Bea sukses menjadi menteri luar negeri.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Devano hari ini ada les matematika! Kamu nggak boleh telat pulang sekolah!"

"Iya Pah, Devan ngerti," jawab Devan sambil makan roti selai kacang dengan lahap.

"Oh ya, sore juga jangan lupa ya ada sekolah model. Kamu harus berangkat Devan!" tegas sang mama yang sibuk dengan ponselnya.

"Papah pergi dulu ya Devan, belajar yang bener ya di sekolah!" kata papa lalu pergi dari ruang makan sambil membawa ponselnya.

Sementara sang mamah juga sudah selesai dengan makanannya dan bersiap untuk berangkat ke kantor.

"Ayo cepat selesaikan makanan kamu Devan. Jangan sampai terlambat sekolah!" kata mamah lalu mencium pipi Devan dengan singkat.

Devan kini sendirian di ruang makan. Seperti biasa pada pagi setiap hari. Ia mendengus kesal dan membawa tas miliknya sambil pamit kepada bi inem asisten rumah tangga.

Devan keluar dari rumah menggunakan mobil miliknya. Ia kelas tiga SMA, sudah memiliki mobil pribadi. segera saja Devan melaju dengan cepat agar tidak terlambat ke sekolah. Wajahnya terlihat datar. Ada rasa kebencian yang tak bisa di ungkapkan di dalam hatinya.

Sampai di sekolah pelajaran pertama adalah matematika. Sungguh Devan sama sekali tidak menyukai pelajaran ini. Ia hanya di tuntut orang tuanya saja untuk mendapatkan nilai yang bagus.

"Hari ini bapak mau ngumumin nilai matematika," kata seorang guru matematika dengan tegas.

"Duh, nilai gue berapa nih," ucap Riri cemas yang duduk di belakang Devan.

"Ah, Lo mah nggak usah khawatir. Pasti lo dapet nilai 90 atau nggak 80. Gue nih yang cemas. Gue pasti dapet nilai lima deh, duh bego banget sih gue," kata Zahra dengan wajah cemberut.

"Berisik banget sih di belakang," ucap Devan dengan kesal di dalam hatinya. Ia menyangga dagunya dengan telapak tangannya sambil memperhatikan guru matematika.

"Bapak mau ngumumin nilai terbaik di kelas kita," kata pak Suryo sambil mencari kertas lembaran di atas meja.

"Nilai terbaik ulangan kemarin adalah Riri Alisa Ningrum,Selamat ya Riri. Mana Riri?" tanya pak Suryo guru paling tua di antara semua guru sekolah.

"Hah? Kok bisa? Kenapa bukan gue?" tanya Devan dengan bingung di dalam hatinya. Wajahnya terlihat panik sekali. Beberapa siswa melihat Devan sambil berbisik bisik.

"Tumben banget ya, Devan nggak dapet nilai terbaik. Biasanya dia selalu dapet nilai terbaik ulangan matematika,"

"Iya nih aneh banget,"

"Liat aja tuh mukanya keliatan cemas banget. Kasihan banget ya,"

Devan mendengar itu. Ia sangat muak sekali. Ia tidak bisa terima jika harus menerima kekalahan seperti ini.

"Pak ini Riri pak. Duduk di pojokan!" Seru Zahra sahabat Riri.

"Duh, gue malu nih mau maju ke depan," kata gadis berkulit putih dengan bibir merah alami. Ia terlihat bahagia sekali sekaligus malu.

"Udah buruan sana. Tuh pak Suryo udah nungguin," bisik Zahra sambil mendorong lengan Riri.

"Ayo Riri! Maju ya, nih bapak ada hadiah untuk kamu," kata pak Suryo dengan ramah.

Riri berjalan ke depan dan saat itu tatapan Devan sangat menyeramkan sekali melihat punggung Riri yang ada di depan sana.

"Nih, seperti biasa. Bapak kasih pulpen untuk siswa yang bisa dapet nilai terbaik ulangan matematika," kata pak Suryo sambil menyerahkan pulpen dengan warna emas itu.

"Ya meskipun pulpen itu harganya nggak berapa. Tapi anggap saja itu pulpen emas beneran ya," kata pak Suryo tertawa membuat beberapa murid tertawa sambil menutup mulutnya.

"Terimakasih banyak pak Suryo," kata Riri menunduk sopan sambil menerima hadiah pulpen.

Saat istirahat pertama telah berlangsung. Riri dan Zahra sedang makan di kantin dengan lahap.

"Lucu banget ya pak Suryo. Ngasih hadiahnya kaya gini," kata Riri sambil melihat pulpen yang di pegangnya.

"Ya buat kenang kenangan deh, kalau kita udah nggak di sini lagi. Itu pulpen bagus tau sebenernya. Kaya kuno kuno gitu kan konsepnya," kata Zahra sok tau melihat warna gold pulpen itu.

"Iya keliatan simpel tapi warnanya bagus juga. Nanti gue pajang di kamar gue deh," kata Riri dengan bangga.

"Kok, tumben banget sih lo bisa ngalahin Devan. Baru kali ini loh! Lo belajar sistem kebut semalam ya?" Kata Zahra tertawa tapi sayangnaynia malah tersedak dan batuk batuk.

"Makannya jangan sok tahu jadi orang. Nih minum nih," gadis dengan kuncir kuda itu memberikan gelas berisi air putih kepada sahabatnya.

"Iya soalnya aku pengin lebih bagus aja nilainya di banding Devan. Masa Devan terus sih yang nilainya bagus. Bosen dong. Gue juga bisa kali," kata Riri dengan sombongnya tersenyum di depan Zahra.

Sementara itu Devan yang berada di pojokan meja kantin itu tahu bahwa Riri dan Zahra pasti sedang bergosio tentang dirinya.

"Sial, gue nggak bisa ngebiarin Riri mendapatkan nilai yang lebih baik dari gue. Gue harus kasih pelajaran ke dia," kata Devan dengan tegas. Ia berdiri dengan cepat meninggalkan bakso di atas meja. Berjalan menuju ke meja Riri dan Zahra.

"Kayaknya ada yang seneng banget nih dapet nilai paling bagus di kelas. Sukses banget yah nyonteknya. Itu contekan pasti di selipin di bagian yang orang nggak bisa liat, heh dasar cewe emang Pinter banget nyonteknya," kata Devan cowo dengan hidung mancung dengan kulit sawo Mateng itu.

"Eh, lo apaan sih? Lo nuduh gue nyontek heh?" tanya Riri dengan geram mendongak sambil mendelik ke wajah Devan.

"Ya nggak mungkin lah Lo bisa ngalahin due. Sejak kapan ada yang bisa ngalahin nilai seorang Devano. Kalau Lo bisa ngalahin gue. Itu udah pasti lo nyontek pas ulangan matematika!" ucap devan dengan geram sambil menatap dengan sinis kepada Riri. Ia tidak peduli bahwa yang di depannya itu seorang perempuan.

"Weh, kurang ajar banget sih lo! Nuduh sembarangan aja!" kata Zahra mendorong lengan atas Devan dengan keras.

"Gue yang duduk di samping Riri dan dia itu nggak nyontek sama sekali! Kalau emang Lo kalah dari Riri ya udah terima aja! Nggak usah nuduh Riri sembarangan. Dasar cowo aneh! Kenapa tiba tiba Lo bisa ngomong heh! Biasanya lo juga diem aja di sekolah kaya orang bisu! " ucap Zahra dengan berani. Hal itu membuat Riri takut jika Devan akan marah dan memukul Zahra.

"Udah udah Zah, kita pergi aja dari sini," ucap Riri sambil menarik tangan Zahra dengan cepat. Mereka berdua meninggalkan Devano yang mematung sambil menatap kosong. Hatinya begitu sesak sekali. Ia ingat betul kalimat yang di ucapkan oleh Zahra. Bisu? Siapa yang bisu selama ini? Jadi selama ini Devano seperti cowo Bisu di mata Zahra? Sependiam itukah Devano di sekolah?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Bukan Sepenggal Dusta
8.0
Bagi Mary Aram, paras cantik dari muara Mua bukanlah berkah, melainkan penjara yang membelenggu hidupnya. Ia terjebak dalam pusaran keserakahan dan kelicikan orang-orang di sekitarnya yang menjadikannya sekadar boneka tanpa kehendak. Namun, di tengah penderitaan tersebut, Mary menyadari bahwa cinta sejati bukanlah kebohongan belaka. Kekuatan itulah yang memacunya untuk bangkit dan berjuang demi mempertahankan martabat serta hak atas hidupnya sendiri.
Sampul Novel GAIRAH CINTA CEO MESUM
9.8
Jeff Sebastian, CEO ternama pendiri Tokopedio, jatuh hati pada Sarah melalui aplikasi kencan. Sarah mengaku sebagai lulusan Harvard sekaligus pemilik restoran sukses. Namun, Sarah tiba-tiba menghilang dan memutus kontak karena identitas aslinya hanyalah Viola, seorang supervisor marketing biasa. Viola merasa tak pantas bersanding dengan miliarder dan memilih bersembunyi. Ternyata, Jeff sudah mengetahui rahasia itu. Ia tetap mengejar Viola demi mendapatkan cintanya.
Sampul Novel Karma Masalalu
9.0
Hidupku hancur setelah Barikli mengingkari janji nikah dan meninggalkanku yang tengah hamil demi mengejar karier TNI. Enam tahun berlalu, aku terpaksa menikahi Yusuf demi wasiat ayah. Namun, Yusuf ternyata seorang psikopat berkepribadian ganda yang gemar menyiksaku. Saat aku mencoba bangkit bersama Adza yang setia menanti, sebuah rahasia besar yang kusimpan selama lima tahun terancam terbongkar. Kebenaran ini mungkin akan menjadi akhir dari segalanya bagiku.
Sampul Novel Kursi Panas di Kantor
8.9
Giselle Putri Natapradja adalah konsultan senior ambisius di The Converge yang mengincar posisi partner. Namun, jabatan itu justru jatuh ke tangan Akira Hangga Aryanto, pria berpengalaman dari perusahaan ternama. Situasi menjadi rumit karena Akira adalah pria dari masa lalu Giselle saat mereka terlibat cinta satu malam. Kini, di tengah persaingan profesional yang sengit untuk membuktikan siapa yang terbaik, keduanya harus berjuang meredam gairah lama yang kembali membara.
Sampul Novel Lelaki Asing Yang Menodaiku
9.1
Alana melarikan diri dari rencana pernikahan karena merasa ternoda oleh pria misterius yang tidak ia kenali. Tragedi masa lalu sebagai TKW itu meninggalkan trauma mendalam hingga ia menutup diri. Sementara itu, Lars adalah CEO sukses yang merasa hidupnya hampa setelah kehilangan sebagian ingatan akibat kecelakaan. Saat takdir mempertemukan mereka, Lars merasa terobsesi pada Alana. Rasa rindu dan perih yang muncul mulai mengusik rahasia masa lalu mereka yang kelam.
Sampul Novel Married to the Scandalous Billionaire
9.5
Pasca konflik dengan ibu tirinya, Beverley Holmes terkejut menemukan namanya sendiri tertera sebagai mempelai wanita dalam sebuah undangan pernikahan. Ternyata, dia telah dijual demi melunasi utang jutaan dolar. Di sisi lain, Brent Oliver sang suami awalnya bersumpah takkan tergoda oleh kecantikan istrinya. Namun, kepolosan Beverley justru perlahan meluluhkan hatinya. Kini Brent bimbang, akankah dia setia pada kekasih rahasianya atau menyerah pada pesona istrinya?